19

Pandangan Lukas tak berkedip menatap Yumna yang pergi bersama Duta. Lukas menatap Yumna hingga sosok Yuman pun menghilang dari pandangannya. Lukas membalikkan tubuhnya dan menatap Yuri yang masih mengunyah bakso di dalam mulutnya dan menyeruput es teh manis agar tidak tersedak. Tatapan Lukas semakin lekat dan tajam dan meminta penjelasan pada Yuri.

"Yumna? Sama Ketua BEM, siapanya? Sepupu? Atau Kakaknya?" tanya lukas penasaran.

"Kekasihnya, eh salah tunangannya. Kamu lihat cincin yang melingkar di jari Yumna kan?" ucap Yuri pelan.

"Yuri ... Yumna mana?" tanya Dafa yang datang tiba -tiba membuat Devi salah tingkah di meja sebelah.

Belum selesai olah raga jantung itu membuat Devi, Vira dan Atika terus terpacu. Kini jantungnya kembali berdegup keras saat melihat senior idama menyapa Yuri.

"Tadi gadis pemalas yang kena omel Duta. Sekarang temennya gadis pemalas yang kebagian sudah kenal dan akrab dengan Kak Dafa. Mereka itu sebenarnya siapa sih?" ucap Devi bersbiisk.

Vira pun hanya menggelengkan kepalanya cepat. Ia sendiri tidak tahu. Perasaan mereka itu selalu up to date dengan informasi atau gosip yang beredar. Tapi kali ini mereka benar -benar tak mengetahui apapun. Siapa gadis pemalas tadi dan siapa teman gadis pemalas ini.

Lukas kini melongo menatap Yuri yang sudah mengenal baik dengan Dafa, seniornya sekaligus ketua himpunan fakultas prodinya.

"Kamu mau kemana? Mau pulang bareng Kakak gak?" tanya Dafa pelan.

"Ekhemm ... Kakak gak keberatan? Boleh Kak," jawab Yuri pelan.

Pertanyaan Dafa pada Yuri membuat Devi cemburu dan iri di tambah jawaban Yuri yang menginyakan, semakin membuat Devi panas bagai belut tersiram air garam.

***

Yumna sudah berada di dalam mobil Duta. Sejak tadi keduanya diam tak bicara.

"Kita nikah yuk?" tanya Duta tiba -tiba dengan tatapan yang masih fokus menatap jalan raya.

Yumna menatap Duta aneh dengan tatapan lekat tak berkedip.

"Nikah?" tanya Yumna lirih. Ia agak terkejut dengan permintaan Duta siang ini. Tak ada angin, tak ada hujan, minta nikah. Ada apa? Itu yang jadi pertanyaan Yumna.

Duta menoleh dan menatap Yumna lalu tertawa terkekeh.

"Kenapa? Kaget ya? Becanda kok. Kuliah yang benar," titah Duta pada Yumna yang masih tak percaya dengan kebokisan Duta. Sejak kapan kekasihnya ini pintar bercanda.

"Kak Duta gak salah obat kan? Kok becandanya tumben bikin jantung Yumna gak aman," ucap Yumna jujur.

Duta malah tertawa. Sudah lama rasanya tidak bercanda dengan Yumna. Selama ini mereka saling sibuk dan jarang bersama.

"Kak Duta hanya mau memastikan hati kamu masih sama Kakak atau dengan lelaki lain?" ucap Duta yang merasa cemburu dengan kejadian hari ini yang tanpa sengaja ia lihat.

Duta tahu, Lukas ada rasa pada Yumna.

"Lelaki lain? Kita sudah tunangan lho Kak? Bukan sekedar punya hubungan saja. Apa sih yang sebenarnya ada di pikiran Kak Duta?" tanya Yumna pelan.

"Tadi siapa? Dekat banet pake ngelapin sisa makanan di pipi segala. Romantis banget," sindir Duta pada Yumna.

"Hah? Siapa? Lukas? Dia kan teman ospek dan kebetulan teman satu kelas juga," ucap Yumna santai tanpa ada masalah. Yumna jujur dengan keadaannya saat ini bersama Lukas. Memang tidak ada hubungan apapun juga selain teman biasa.

"Oh ... Jadi namanya Lukas?" ucap Duta sambil menganggukkan kepalanya pelan.

"Kak Duta kenapa sih? Kok aneh banget? Memang masalah makan bersama dnegan Lukas dan Yuri? Ada Yuri lho, Kak. bukan cuma berdua saja," ucap Yumna pelan. Yumna berusaha tidak emosi dan tidak marah dnegan kecemburuan Duta.

Tidak sekali Duta begini. Dulu juga pernah salah paham dengan sahabatnya sendiri sewaktu SMA. Yumna pernah jalan bersama hanya sampai pintu gerbang. Itu juga Yumna ingin membuat kejutan untyuk Duta. Tapi pada kenyataannya berujung cemburu. Mulai sejak itu, Yumna selalu mawas diri untuk tidak berteman denganlawan jenis. Kalau pun terpaksa, harus ada Yuri sebagai teman.

"Kak Duta gak cemburu kok. Cuma tanya saja. Ingin tahu saja," ucap Duta membela diri. Bisa jatuh harga dirinya kalau sampai Yumna tahu ia cemburu berat pada Yuman sejak pagi.

"Sudahlah. Yumna gak mau bahas ini. Selalu salah di mata Kak Duta," cicit Yumna lembut.

"Gak salah Yumna. Maafin Kakak ya. Kak Duta cuma gak mau kehilang kamu saja," ucap Duta pelan

Wajahnya kembali serius seperti biasanya. Sesi bercandanya sudah selesai. Sikap recehnya juga hanya sesaat saja.

***

Siang ini Duta membawa Yumna ke rumahnya. Bunda Duta ingin sekali bertemu Yumna. Bunda Duta sudah memasak banyak untuk Yumna di rumahnya. Dan semua masakannya adalah menu masakan kesukaan Yumna. Yumna sudah di anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Bunda Duta begitu menyukai Yumna.

"Kak Duta mau culik Yumna kemana? Tumben banget?" tanya Yumna pelan.

"Menururt kamu mau kemana? Masa gak tahu ini arah mau kemana?" tanya Duta pelan.

"Ke rumah Kak Duta," jawab Yumna.

"Itu tahu. Kenapa mesti tanya?" tanya Duta pelan.

"Ya ... Mau ngapain? Kan gak ada acara apa -apa. Lagi pula ntar pasti Kak Duta sibuk sendiri," cicit Yumna kesal.

Seperti yang sudah -sudah, Duta akan sibuk sendir dengan pekerjaannya seperti tugas atau malah sibuk komunikasi dengan tema- teman organisasinya.

"Bunda yang suruh kamu datang. Bunda mau masakin kamu makanan spesial katanya," ucap Duta pelan.

Yumna mengangguk pasrah.

"Kok kayak gak suka gitu?Mau ketemu Bunda lho? Bunda Kakak kan Bunda kamu juga, Na," titah duta pelan.

"Bukan gak suka. Cuma kaget aja. Lagi pula belum bilang sama Bunda mau ke rumah Kak Duta," cicit Yumna lirih.

Itu bukan sebuah alasan. Biasanya kedua Bunda itu sudah saling bertukar informasi. Secara tidak langsung mereka saling memantau hubungan kedua anak mereka.

"Kalau memang suka dan gak keberatan. Senyum dong," titah Duta pada Yumna.

Yumna pun langsung memberikan senyum terbaik dan termanis.

"Nih ... Udah kan?" jawab Yumna pelan.

"Iya sudah. Gitu dong. Itu baru calon istrinya Kak Duta," titah Duta pelan.

"Kak?" panggil Yumna kemudian.

"Ya? Kenapa?" tanya Duta pelan.

"Ekhemm ... Kak Atika itu cantik ya? Pintar lagi, kayaknya," ucap Yumna lirih.

Duta melirik ke arah Yumna dan tersenyum simpul. Ia tahu, gadisnya sedang cemburu dan sedikit merajuk. Ini kebiasaan Yumna yang negatif tapi membuat Duta suka. Rasa cemburu Yumna itu kadang kelewatan tapi juga kadang membuat dia gemas sendiri.

"Gak usah cemburu. Cuma sekertaris. Kalau memang Kakak suka sama Atika, tentu yang Kakak ajak tunangan Atika dong, bukan kamu," ucap Duta menjelaskan secara realistis.

Bukan tanpa alasan Duta mengajak Yumna tunangan. Ini adalah salah satunya. Agar Yumna merasa bangga dnegan hubungan ini. Tidak ada lagi rasa cemburu yang berelbihan apalagi sampai salah paham.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!