2

Yumna hanya bisa menunduk dan pasrah jika memang harus menerima hukuman dari kekasihnya itu karena Duta menjabat sebagai Ketua BEM.

"Jadi mau di beri hukuman atau di bebaskan saja dan langsung duduk di barisan belakang," tanya salah seorang panitia kepada Duta.

Biar bagaimana pun juga, memberikan hukuman pada anak maba itu adalah hak preogatif Duta selaku ketua panitia sekaligus ketua BEM.

"Suruh masuk saja. Hari pertama kita bebaskan, hukuman kita berlakukan mulai besok pagi. Acara pagi ini hanya perkenalan saja agara para maba dapat feel dan chemistry di kampus kesayangan kita," ucap Duta dengan tegas dan sikap dingin.

Duta memang pintar menyembunyikan perasaannya. Walaupun di depannya ada Yumna, gadis kesayangannya itu. Duta tetap bisa berlaku adil dan tegas sesuai dengan tupoksinya.

"Bukankah kita sudah sepakat akan memberikan hukuman bagi para maba yang telat. Itu tandanya mereka tidak di siplin dan mereka mengabaikan aturan yang sudah kita buat. Berarti mereka tidak menghargai kita," ucap Atika ikut andi dalam mengungkapkan rasa kecewanya pada Duta pagi ini.

"Aku yang bertanggung jawab untuk kesalahan mereka pagi ini. Setelah acara sepuluh orang ini harus menghadap kepadaku. Aku tunggu di ruang dalam auditorium. Kalian dengar?" tanya Duta tegas.

"Dengar Kak!!" teriak sepuluh maba itu bersamaan.

Mendengar jawaban mantap anak maba. Duta pun langsung pergi dari sana dan masuk ke dalam ruang auditorium untuk memberikan sambutan dan sedikit materi pengenalan kampus Tritunggal Bakti.

Yumna dan sembilan orang maba lainnya masuk ke dalam dan duduk di barisan sesuai dengan kelompok yang sudah di bagikan.

Yumna langsung duduk di lantai da melepaskan tas slempangnya ia berada di paling belakang barisan kelompok dan diam menatap le arah depan.

"Hei ... Yumna!!" panggil Yuri setengah berbisik dari arah samping.

Yumna dan Yuri adalah sahabat baik sejak SMA. Ia juga tahu hubungan Yumna dan Duta dan kedua kakak laki -lakinya yang tampan mempesona berada di kursi utama.

"Hei ... Yumna telat," bisik Yumna sambil menunjukkan wajah sedihnya kepada Yuri.

Baru juga kedua sahabat itu slaing bertegur sapa dengan berbisik datk arah depan langsung mengeur keduanya.

"Kalian yqng di belakang. Dengar penhelasan saya baru saja? Hah?" tanya Duta dengan suara lantang dan tegas.

Semua mata memandang ke arah Yumna dan Yuri yang secara langsung di tegur oleh Duta. Kedua mata Duta fokus lekat dan tajam ke arah Yumna.

Tidak sampai di situ saja sindiran Duta kepada Yumna.

"Sudah datang telat, duduk di belakang dan malah bicara sendiri tanpa ada rasa bersalah. Kamu tidak menganggap saya? Saya nerdiri di sini ingin menjelaskan smeuanya agar kalian mengerti aturan di kampus kita. Kalau kalian tidak suka dengan acara ini, lebih baik.tadi tidak perlu datang," tegas Duta dengan lantang.

Semua mata memandang nyinyir dan tak suka pada Yumna dan Yuri. Mereka di anggal sebagai pengacau dan membuat Duta, sang ketua BEM murka.

Jone menyenggol lengan Dafa keras hingga Dafa yang sejak tadi menatap Yumna dengan rasa prihatin pun terkejut.

"Kenapa sih? Lihat yang di marahi itu si bungsu putri solo kesayangan Bunda. Kalau Bunda tahu, putri bungsunya di omelin pasti kita juga yang kena ceramah," ucap Dafa kesal.

"Hemm ... Biarkan saja. Gadis labil itu perlu di kasih sedikit pelajaran biar otak micinnya keluar," ucap Jone sambil terkekeh renyah.

Dafa menatap Jone, sang Kakak yang kadang otaknya gak ada akhlak saat berpikir dan menuangkan idenya.

"Otak micin? Kita makan dari nasi yang sama, sayur yang sama dan lauk pauk yang sama. Kalau adik bungsu kita kena sindrom otak micin itu artinya kita berada di posisi yang sama," ucap Dafa kesal.

"Arghh ... Berdebat sama orang jenius itu sulit. Gak bisa di ajak drbat asyik. Tapi gue salut noh sama Duta. Yumna itu ceweknya, bisa tega gitu ngomelinnya gak pake ketawa ngakak. Kalau gue udah ngakak pastinya," ucap Jone pelan.

Yumna terlihat berdiri dan berjalan ke arah depan mengikuti panggilan Duta yang menyuruhnya segera naik ke atas pamggung. Semua pasang mata memandang ke arah Yumna. Ada tatapan kasihan, tatapan prihatin, tatapan tidak suka dan tatapan benci.

Yumna menaiki dua anak tangga menuju panggung dan berjalan dengan langkah pelan menuju arah Duta.

"Siapa nama kamu. Coba kamuhadap ke teman -teman kamu. Karena kamu, materi kita terhenti. Saya paling gak suka, ada orang yang sama sekali tidak menghargai saya saat saya serius bicara di depan. Kamu paham!!" tegas Duta dengan suara lantang tanpa membentak.

Kedua kakak kandung Yumna hanya menjadi penonton. Selama apa yang di lakukan Duta tidak berkenaan dengan fisik, mereka membiarkan Duta melakukannya. Duta dan kedua Kakak Yumna memiliki hubungan yang baik. Duta bahkan sudah kenal dengan Ayah dan Bunda Yumna dan begitu sebaliknya, Yumna sudah mengenal baik Ayah dan Bunda Duta. Hampir tiap akhir pekan, Yjmna yang datang ke rumah Duta untuk menemui lelaki itu. Karena Duta hampir tak pernah punya waktu untuk berduaan dengan Yumna. Paling hanya memberi kabar dan menelepon di malam hari hingga keduanya tertidur setelah bercerita tentang kejadian satu hari selama mereka tak bersama.

"Siapa nama kamu?" tanya Duta pelan.

"Yumna," jawab Yumna pelan dan ragu.

"Yumna. Tolong kamu jelaskan kembali pada teman -teman kamu, apa yang tadi saya jelaskan. Cepat," titah Duta kemudian kepada Yumna.

Yumna langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Kenapa geleng kepala? Gak bisa? Atau lupa?" tanya Duta menyelidik.

"Maaf tadi Yimna tidak menyimak karena Yumna ngantuk," ucap Yumna jujur.

"Apa? Ngantuk? Kamu telat karena ngantuk?" tanya Duta menyelidik. Tatapannya tajam ke arah Yumna.

Ini jelas sekali kalau Yumna pasti marathon nonton drakor hingga pagi, batin Duta. Karena semalam Duta tak sempat video call dengan gadis kesayangannya karena terlalu lelah menyiapkan acara pagi ini.

Yumna mengangguk pasrah. Ia bukan saja di permalukan di depan teman -temannya satu angkatan tapi juga setelah ini ia akan mendapatkan ceramah panjang lebar seluas danau toba dari Duta.

"Sana kembali ke tempat kamu. Duduk yang baik dan dengarkan saat saya bicara," titah Duta tegas.

"Iya Kak. Terima kasih," jawab Yumna lirih. Rasanya kedua matanya sudah basah dan berair. Ingin rasanya menangis saat ini juga. Tapi, Yumna sudah berjanji untuk menjadi perempuan mandiri yang kuat dan tidak cengeng seperti di masa putih abu dulu.

Duta hanya menatap sendu dan merasa bersalah kepada kekasihnya. Ia hanya bisa menatap punggung Yumna berjalan lemas ke arah barisan kelompoknya.

"Jadi perlu kalian ingat!! Hargai orang yang sedang bicara di depan. Mungkin saja suatu hari kalian yang berdiri di sini dan menggantikan posisi saya. Bagaimana saat kalian bicara serius tapi sama sekali tidak di hargai? Tentu kecewa kan? Tolong jangan di ulangi lagi!!" tegas Duta mengingatkan.

Terpopuler

Comments

💗vanilla💗🎶

💗vanilla💗🎶

iya kak 🤭

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!