4

Seperti biasa, Duta harus segera ke base camp BEM ada hal yang harus di selesaikan.

"Kamu pulang ya. Kabari Kakak kalau sudah sampai rumah. Inget ... Jangan kelayapan," titah Duta pada Yumna, kekasihnya.

"Siap komandan," kekeh Yumna bersiap. Ia memasukkan earphone dan ponselnya ke dalam tas slempangnya.

"Hemm ... Masih saja suka bercanda," ucap Duta pelan.

Keduanya berpisah di taman kampus. Duta menatap Yumna yang terlebuh dahulu membalikkan tubuhnya menuju parkiran motor. Setelah terlihat menghilang dari ujung jalan, Duta pun baru kembali ke base camp BEM.

Dalam perjalanan pulang Yumna menuju rumahnya. Yumna selalu membeli makanan berupa kue tradisional di kotanya untuk di di nikmati sore hari bersama susu putih.

Malam ini Yumna harus bekerja keras mengerjakan hukumnan yang di berikan oleh Duta tadi. Yumna bertekad untuk lebih serius lagi dan tidak manja lagi. Ia bukan lagi anak SMA yang menye -menye. Tapi ia sudah berubah menjadi perempuan setengah dewasa.

Motor matic pinknya sudah memasuki pelataran rumahnya. Hari sudah semakin sore. Ia melihat Bundanya sedang menyiram tanaman favoritnya di samping rumah. Mobil sport berwarna ungu metalic milik kedua kakaknya pun sudah berada di garasi. Itu tandanya kedua kakaknya sudah ada di rumah.

"Sore Bunda," sapa Yumna menghampiri Bundanya lalu mencium punggung tangan orang tua itu dengan hormat.

"Widih ... Anak bungsu Bunda baru pulang. Bawa apa tuh," ucap Bunda pada Yumna.

"Kue pukis. Makan yuk Bunda di belakang. Yumna mau bikin susu. Yumna lapar Bunda," ucap Yumna mengadu.

"Ayok. Bunda taruh ini dulu," ucap Bunda pada Yumna.

Yumna dan Bunda bersantai di raman belakang. Duduk di gazebo menikmati gemericik air yang masuk ke kolam. Belum lagi melihat marmud milik Yumna pemberuan Duta sebulan yang lalu agar Yumna ada kegiatan setelah lulus. Tidak hanya di rumah saja.

"Gimana ospeknya?" tanya Bunda pelan.

"Hemm ... Telat masuk Bunda," ucap Yumna tertawa.

"Telat? Terus? Duta?" tanya Bunda penasaran.

"Kak Duta marah. Yumna dapat hukuman menulis. Bunda ... malam minggu besok Kak Duta mau ajak Yumna pergi nonton dan makan malam. Boleh kan?" tanya Yumna pelan.

"Boleh. Biasanya kan Duta ijin langsung sama Ayah. Ayah itu kalau kamu pergi sama Duta pasti di perbolehkan tapi kalau dengan yang lain, Bunda gak bisa bantu. Apalagi kamu pergi dengan lawan jenis. Ini kota besar, semua bisa saja terjadi. Kamu itu anak perempuan yang tidak pernah keluar rumah kan. Ayah pasti akan wa -was melepas kamu, Yumna. Jadi bukan tidak boleh pergi atau merasa di bedakan. Kamu perempuan. Kak Jone dan Kak Dafa itu laki -laki," ucap Bunda menasehati.

Yumna mengangguk pasrah. Tetap saja perbedaan gender menjadi salah satu hal yang sensitif. Perempuan akan di anggap selalu nomor dua dan berada di belakang laki -laki. Padahal di balik kesuksesan lelaki ada perempuan hebat yang selalu memotivasi mereka. Lelaki tidak akan bisa menjadi pemimpin bila tak ada perempuan yang terus mendorongnya.

Satu gelas susu putih itu telah habis di teguknya bersama dengan beberapa potong kue pukis.

"Yumna ke kamar dulu ya Bun. Mau mandi," ucap Yumna lembut.

Baru saja ia mau melangkah pergi, ponselnya di dalam.tas berbunyi. Yumna lupa mengabari Duta bahwa dirinya sampai di rumah. Duta adalah orang yang paling keberatan melihat Yumna naik kendaraan roda dua sendirian di jalanan ramai kota besar ini.

Benar saja, Duta yang menelepon Yumna. Tumben sekali.

"Hallo Kak Duta ...." jawab Yumna pelan.

Terdengar suara berisik seorang wanita di dekat Duta. Tapi terdengar juga suara alunan musik kesukaan mereka berdua saat berada di dalam mobil. Apakah Duta bersama wanita lain di dalam mobil? Pikiran Yumna makin kacau. Terbesit rasa cemburu sedikit. Bukankah wajar kalau Yumna cemburu?

"Kamu sudah ada di rumah, Na? Kenapa tidak mengabari Kakak?" tanya Duta datar.

"Baru sampai Kak. Tadi mampir beli kue pukis di tempat biasa untuk Bunda," jawab Yumna lembut.

Lagi -lagi ada suara manja perempuan yang jelas meminta di antarkan pulang ke kostnya.

"Duta ... Antarkan aku pulang ya," suara Atika sengaja keras dan sedikit lantang penuh tekanan agar lawan bicara Duta mendengarnya. Entah siapa yang di ajak bicara oleh Duta saat ini. Atika juga sama sekali tidak tahu. Atika hanya tahu, Duta masih jomblo. Karena tidak lernah melihat Duta bersama permepuan lain kecuali dirinya. Makanya Atika selalu beranggapan, bahwa dirinya adalah wanita yang tepat untuk Duta. Wanita dengan satu frekuesi yang sama. Sepertinya memang tipe Duta adalah wanita yang mandiri dan hebat seperti Atika. Kalau boleh sombong Atika hanya menunggu waktu itu tiba.

Duta hanya mengangguk kecil ke arah Atika dan memberi kode pada sekertarisnya itu untuk diam dengan menunjukkan jari telunjuk di depan bibirnya.

"Itu siapa Kak? Suara perempuan?" tanya Yumna denga suara lemah.

"Ini Atika, sekertaris BEM yang tadi bersama Kakak. Kakak mau antar Atika pulang ke kostnya dulu. Ininsudah mau maghrib," ucap Duta pelan sambil memasang sabuk pengamannya.

"Ekhemm Iya Kak. Hati -hati di jalan. Kabari Yumna kalau Kakak sudah di rumah," ucap Yumna lirih. Rasanya tidak enak seperti ini. Tersakiti tanpa terasa menyakiti.

"Iya," jawab Duta singkat dan mematikan sambungan teleponnya. Ia meletakkan ponselnya begitu saja di kktak lecil yang ada di dalam mobil.

Atika hanya menatap sekilas namun ponsel itu keburu menutup dan layarnya menjadi gelap.

"Itu siapa? Adikmu?" tanya Atika penasaran.

"Adik tingkat kita," jawab Duta singkat. Belum saatnya ia mempublikasikan Yumna sebagai kekasihnya saat ini. Mungkin setelah acara ospek selesai dan ia sudah tak menjabat lagi sebagai Ketua BEM, Duta akan mempublikasikan hubungannya dengan Yumna.

Duta sudah mengantarkan Atika pulang ke kostnya. Besok pagi ia harus menjemput Atika kembali ke kost putrinya.

Skip ...

Mobil sport merah Duta sudah masuk ke pelataran rumah Yumna. Ia rindu pada kekasih manjanya itu.

Tok ... tok ... tok ...

Ceklek ...

"Duta?" ucap Bunda Yumna pelan.

"Bunda ... Yumna ada? Ini untuk Bunda," ucap Duta pelan.

"Hemm ... Terima kasih. Seharusnya gak perlu repot -repot membawa sesuatu. Datang ya datang saja. Yumna ada di atas. Naik saja ke kamarnya," titah Bunda Yumna kepada Duta.

Duta mengangguk pelan dan masuk ke dalam rumah Yumna dan naik ke atas lantai dua menuju kamar Yumna.

Tiga kamar di atas berjajar milik Kak Jone paling ujung dan di tengah milik Kak Dafa dan di depan milik Yumna.

"Heii Duta!! Tumben loe datang. Kangen ya sama si manja," goda Jone yang sedang duduk bersantai di sofa sambil bermain play station.

"Kak Jone? Sehat? Yumna ada?" tanya Duta basa basi.

"Ada. Kita ketemu tadi Duta," jawab Jone memutar bola matanya dengan malas. Suka aneh dengan sikap dingin Duta tapi memang Duta seperti itu.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!