6

Yumna langsung meletakkan alat makannya dan menatap Duta, sang kekasih. Begitu juga kedua kakak Yumna yang tak menyangka dengan keberanian Duta yang masih duduk di bangku perkuliahan.

Yumna menatap Duta dan memegang paha Duta dari bawah meja makan. Yumna bahkan tidak tahu sama sekali dengan keinginan Duta yang benar -benar mengejutkan bagi Yumna tapi juga membuat Yumna bahagia. Ini pertanda memang Duta serius dengan hubungan yang sudah tiga tahun ini mereka jalani. Walaupu mereka jarang bersama karena kesibukan Duta, tapi Duta sama sekali tak mengabaikan Yumna. Ia selalu mencari tahu tentang Yumna dengan caranya sendiri.

Duta memegang erat tangan Yumna tanpa menatap Yumna. Tatapan Duta serius pada wajah Ayah Roby karena Duta menunggu jawaban Ayah Roby.

Ayah Roby menarik napas dalam dan perlahan di hembuskan lalu meletakkan laat makannya dan menatap lekat pada Duta. Di meja makan tidak ada yang berani bicara apalagi menyela pembicaraan Ayah dan Bundanya.

"Datanglah bersama orang tuamu Duta. Pintu ini akan terbuka lebar. Ayah pikir kalian berdua memang cocok. Ayah justru ungin berterima kasih pada Duta karena berhasil menjaga Yumna dan merubah sikap Yumna yang manja dan kekanak -kanakkan bisa lebih dewasa dan mandiri. Kapan kedua orang tuamu siap datang?" tanya Ayah Roby pelan.

"Secepatnya Ayah. Ayah dan Bunda merestui?" tanya Duta pelan dan sopan.

"Siapa yang tidak mau punya menantu sebaik kamu. Tapi ingat, ini hqnya acara lamaran dan tunangan saja. Ayah belum memperbolehkan kalian menikah di usia muda. Menikah itu tanggung jawabnya luar biasa besar. Bukan sekedar menikah dan *** -***. Tidak begitu. Kalian harus lulus dulu, tunjukkan prestasi kalian dan kesuksesan kalian. Anggap saja pertunangan ini adalah langkah awal kalian saling menjaga karena kata menjaga itu sangatlah luas. Menjaga perasaan, menjaga secara fisik, menjaga hubungan agar stabil, menjaga komunikasi agar tidak salah paham. Belajar lah dulu. Menikahnya sesuai urutan, kita tunggu Kak Jone, Kka Dafa baru Yumna karena dia anak bungsu kesayangan Ayah," titah Ayah Roby pelan menasehati.

"Iya Ayah. Duta paham. Duta juga tidak mau buru -buru hanya ingin meyakinkan Yumna saja kalau hubungan kami ini serius bukan sekedar hubungan biasa," ucap Duta tegas lalu melirik ke arah Yumna yang tersenyum lebar menatap ke arah Duta juga.

Skip ...

Malam ini, Yumna di buat bahagia oleh kekasihnya. Tidak ada lagi keraguan di hati Yumna saat ini dalam menjalani hubungannya dengan Duta. Dulu banyak yang mengira hubungan mereka tak berlangsung lama karena Duta terlalu sibuk dengan urusan organisasinya. Tapi, selama ini Yumna menjalaninya dengan enjoy dan santai tanpa ada rasa tertekan. Hanya saja kalau sedang rindu rasanya tak bisa membendubg dan ingin segera bertemu lalu memeluk pemilik tubuh kekar dan tegap itu.

Rasanya malam ini tak mau berakhir agar setiap detik kebahagiaan yang sedang di rasakan Yumna tak sirna begitu saja. Malam ini tebtu ia akan bermimpi dnegan indah. Suatu kepastian hubungan yang sangat di inginkan oleh Yumna.

Skip ...

Duta sedang mengerjakan tugas maketnya yang sudah selesai habya butuh revisi sedikit agar terlihat estetik saja di lihat dari atas.

"Belum tidur sayang?" tanya Bunda Duta sambil membawakansatu gelas susu putih untuk putra tunggalnya.

Kebetulan Bunda Duta terbangun karena menunggu suaminya yang belum pulang dari perjalan dinas luar kotanya. Bunda Duta melihat kamar Duta masih menyala dan berinisiatif membawakannsusu dan cemilan untuk menemani lemburnya.

"Bunda ... Belum tidur. Masih kerjain tugas karean besok pagi harus di kumpulkan. Ayah belum pulang?" tanya Duta pelan sambil memandangi maketbhasil karyamya sendiri. Ia cukup puas dan menikmati hasil karyanya itu.

"Belum. Bunda lagi nunggu. Tadi telepon sudah ada di tol," ucap Bunda Duta pelan.

"Oh gitu," jawab Duta singkat.

Duta memang begitu. Cuek dan dingin tanpa terlihat berekspresi yang berlebihan. Semua terasa datar dan wajar saja.

"Yumna apa kabar? Sudah lama dia tidak main kesini," tanya Bunda Duta pelan.

"Gadis manja itu sibuk ospek sama ninton drama korea Bunda," ucap Duta pelan smabil terkekeh. Tiba -tiba saja bayangan Yumna mengisi otaknya. Duta selalu ingat Yumna yang tidak terima kalau di nasehati. Bibirnya akan mengerucut ke depan dengan rengekan manjanya.

"Itu karena kamu yang terlalu sibuk Duta. Kalau weekend kamu seharusnya ada waktu untuk Yumna. Jangan suka menggantungkan perasaan wanita. Wanita itu sifatnya menunggu kepastian bukan menunggu saja tanpa ada arah tujuannya. Coba ikutin Bunda. Lamar Yumna," titah Bunda Duta pelan.

Duta meletakkan maketnya dan menatao Bundanya.

"Ekhemm ... Duta sudah bicara pada Ayah Yumna kalau Duta akan datang bersama Ayah dan Bunda untuk melamar dan bertunangan. Boleh kan Bun?" tanya Duta pelan. Memang belum ada keputusan mutlak. Tapi Ayah dan Bunda Duta pernah menyarankan seperti itu. Itu karena keduanya memiliki hubungan yang sehat dan baik. Tidak pernah pergi menginal berduaan atau melakukan hal buruk dan negatif.

Bunda Duta selalu mengingatkan Duta untuk menghargai dan menjaga perempuan bukan malah merusak dan meninggalkannya begitu saja setelah manisnya di rampas dan ampasnya di buang.

Kedua mata Bunda Duta berbinar indah. Bunda Duta sangat menyukai Yumna. Yumna adalah gadis baik dan polos serat jujur. Gadis yang tidak lernah neko -neko dan selalu sopan.

"Kamu serius? Susah bilang sama Ayah Yumna? Lalu kapan? Weekend besok? Gimana? Mumpung Ayah ada di rumah. Jangan di tunda, kan sekalian silaturahmi," ucap Bunda Duta menasehati.

"Ekhemmm ... Malam minggu?" tanya Duta memastikan.

"Iya. Kamu harus cancel semua acara kamu. Kalau tidak mau bermasalah," ucap Bunda Duta pelan.

"Baiklah. Malam minggu," ucap Duta pelan.

Skip ...

Pukul lima pagi, Yumna sudah rapi dengan baju hitam putih dan tas slempang yang ia tenteng turun ke bawah.

"Pagi Bunda ...." teriak Yumna penuh semangat lalu mencium pipi Bundanya yang sedang sibuk memasak untuk menyiapkan sarapan pagi.

Bunda Sinta melihat aneh putri bungsunya yang tak biasa bangun pagi dan sudah rapi se -pagi ini. Yumna langsung membuat susu putih sendiri sambil bernyanyi riang. Sampai -sampai Bundanya tertawa dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Kamu bahagia banget," tanya Bunda Sinta pelan.

Yumna yang sedang mengaduk susu pun menoleh ke arah Bunda Sinta dan tersenyum lebar sambil mengedipkan satu matanya.

"Ekhemm ... Kak Duta tadi malam telepon, katanya acaranya malam minggu. Ayahnya mau lerjalanan dinas lagi ke luar kota," ucap Yumna bahagia.

"Ohh gitu. Makanya bahagia. Ini mau belajar masak?" tanya Bunda Sinta mematikan kompornya dan memindahkan nasi goreng yang sudah matang ke dalam wadah besar.

Yumna menggelengkan kepalanya cepat.

"Gak. Cuma berbagi kebahagiaan aja," jawab Yumna terkekeh.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!