Hari kedua ospek ...
Yumna sudah datang lebih awal di kampus. Pukul setengah tujuh, Yumna sudah duduk di salah saru kursi kayu dekat ruang auditorium. Ia menunggu Yuri, sejak malam mereka sudah berjanji akan saling menunggu.
Tak lama menunggu, Yuri pun datang sambil melambaikan tangannya lalu memberikan satu kotak makan kepada Yumna.
"Buat Yumna?" tanya Yumna pelan lepada Yuri yangbmasih terengah -engah menaiki tangga darurat lima lantai. Posisi lift itu begitu ramai dan antri. Yuri mengeluarkan satu botol air mineral dari tasnya dan meneguk hingga habis setengah botol. Lalu mengatur napasnya dengan baik agar terkontrol.
"Iya buat loe lah. Kan gue kasih ke elo, Yumna," ucap Yuri sambil memasukkan botol mineral ke dalam tas kembali.
Yumna membuka kotak makanan itu teryata berisi roti sandwich lengkap dengan nugget goreng dan susu kotak serta tiga buah strawberry kesukaannya. Yumna pikir itu dari Yuri. Tapi Yumna tahu, siapa pengirim kotak bekal pagi ini.
"Ciee ... Yang dapat kiriman kotak bekal. Itu dari Kak Duta. Tadi ketemu di depan, terus nitip buat loe. Takut gak bisa ngasih katanya. Ekhemm loe tahu Kak Atika kan? Cewek yang selalu ngintil sama Kak Duta. Kayaknya dia ada rasa deh sama Kak Duta," ucap Yuri kepada Yumna.
Yumna menatap sandwich yang ada di sana ada tulisan dari saos mayo dan saos tomat. Semangat. Begitu tulisannya.
"Yumna percaya sama Kak Duta. Kamu tahu, Kak Duta mau lamar Yumna dan kita mau tunangan malam minggu besok," ucap Yumna bahagia. Kedua matanya berbinar jndah bagai boneka barbie.
Yuri berteriak keras dan bertepuk tangan bahagia. Ia senang mendengarnya.
"Gue di undang ya, Na. Gue kan saksi hubungan loe dari kelas satu SMA," ucap Yuri bahagia.
"Gimana nanti ya, Ri. Soalnya Yumna bum tahu acaranua mau gimana. Takutnya cuma keluarga kecil aja," ucap Yumna menjelaskan.
"Siap. Nyonya Duta," ucap Yuri terkekeh.
Dari kejauhan Duta dan Atika, sekertarisnya sudah berjalan menuju ruang auditorium. Semua panitia juga sudah siap pada posisinya. Seluruh maba juga sudah berkumpul dan berbaris.
"Yuk Na. Itu lihat Kak Duta sudah datang, ajak Yuri cepat.
Yumna langsung menutup kembali kotak makanan itu dan di amsukkan ke dalam tasnya.
Yumna mengumpulkan hasil pekerjaan dari hukuman kemarin. Lalu ikut berbaris sesuai dengan kelompok baru per fakultasnya.
Jadwal ospek hari ini adalah pengenalan kampus secara fisik. Tata letak ruangan dan fungsi ruangan dengan cara permainan estafet.
Ya, games ini di lakukan setiap kelompok dimana mereka harus mengikuti alur warna pita yang sudah mereka pilih di awal acara.
Kebetulan kelompok Yumna terdiri dari lima orang dan di sarankan dari fakultas yang sama. Ada Yuri, sahabatnya, Lukas, teman barunya, Dirga, dan Faisal.
Cara bermain permainan ini adalah mereka akan mengikuti arah pita warna sesuai untuk kelompok mereka dan mereka akan mendapatkan cloe dari setiap pos untuk menuju pos selanjutnya.
Semua maba bersemangat sekali dengan di adakannya games yang membuat mereka tahu keadaan kampus mereka berikut dengan fungsinya.
"Siapa ketuanya?" tanya Dirga pada keempat temannya.
"Siapa saja. Kita kan belum saling mengenal," ucap Yumna asal.
"Oke. Biar cepat. Saya saja yang jadi ketuanya. Kita ambil pita warna putih ya," ucap Lukas langsung memimpin barisan.
"Siap," jawab keempatnya serempak.
Permainan pencarian cloe kampus secara estafet segera akan di mulai.
Kelompok Yumna mendapatkan giliran pertama dan Lukas susah memilih pita berwarna putih sebagai awal estafet dengan di beri amplop putih berisi cloe kemana tujuan mereka selanjutnya.
Yumna dan Yuri bertugas untuk menulis jawaban setiap tempat pos persinggahan dan fungsi dari tempat tersebut.
Saat memulai permainan, kebetulan Duta sebagai tutor kelompok Yumna. Setiap penjelasan Duta selalu membuat Yumna paham.
"Yumna, kamu jalannya harus dekat sama aku," ucap Lukas berbisik.
"Gak ah. Yumna bareng sama Yuri," jawab Yumna menolak tegas.
Dari dulu Yumna memang laling tidak suka berkawan dengan lawan jenis, kecuali memang terpaksa karena kerja kelompok atau partner kerja laboratorium dan selebihnya tidak. Yumna mending menunggu kedua kakaknya menjemlut dirinya dari pada ikut bersama teman laki- lakinya yang membawa motor atau mobil.
"Ada apa? Kenapa kamu?" tanya Duta sambil menatap Yumna sepertinya sedang kesal.
Raut wajah Yumna mudah sekali di tebak jika sedang kesal karena ia tidak suka pada sesuatu.
"Ekhem ... Tidak ada apa -apa Kak," jawba Yumna pelan dan menunduk.
Ia tidak mau membuat Duta khawatir. Apalagi lemarin pesan Duta agar Yumna berhati -hati pada teman barunya. Duta sama sekali tidak melarang tapi perlu hati -hati dan waspada.
"Kalau ada sesuatu bilang saja," ucap Duta tegas.
"Tidak Kak," jawab Yumna berusaha menutupi apa yang terjadi.
Akhirnya kelompok Yumna pun memulai permainan estafet ini.
Pita pertama dengan amplop putih bertuliskan - 'Aku membuatmu menjadi manusia modern dan menggagalkan gaptek.'
Bahasanya isyarat dengan kata -kata di luar nalar.
Dua lelaki yang lain membuka peta dan mencari tempat yang pas untuk cloe tersebut.
"Apa ini ya?" tanya Lukas pelan.
"Perpustakaan bisa," jawab Yuri si kutu buku.
"Laboratorium komputer juga bisa," jawab Yumna pelan.
"Hah ... Benar sekali. Laboratorium komluter adalah temlat kita bisa menambah wawasan secara modern dan anti gaptek. Aku setuju sama jawaban Yumna, gimana yang lain? Kalau ada jawaban lain kita sharingkan," ucap Lukas pada teman -teman lainnya.
"Setuju," jawba lainnya serempak.
Dari pada berdebat dan belum tentu benar lebih baik mengiyakan saja. Lagi pula ino hanya sebuah permainan untuk mengenal kampus secara fisik.
Puncak acara sudah hampir selesai di jam dua belas siang. Selesai tidak selesai semua kelompok harus kembali ke auditorium untuk makan siang dan panitia akan menilai.
Yumna dan Yuri juga sudah kembali ke auditorium. Satu kelompok mereka mendapatkan nasi kota lima dan boleh memilih tempat di mana pun untuk makan siang bersama sekaligus membuat yel -yel untuk permainan berikutnya.
Ospek ini hanya berlangsung tiga hari saja. Besok adalah hari terakhir dan acara padat sampai malam sekaligus acara makrab yang akan di adakan di taman kampus.
"Kita makan siang di lorong koridor aja. Disana ada kursi kayu bisa untuk duduk," ucap Yuri memberi saran.
"Boleh juga. Di sana juga enak buat santai dan anginnya sepoi -sepoi. Lelah dua jam mencari jejak begini," ucap Yumna yang mengeluh lelah.
Baru berjalan beberapa langkah saja Yumna terjatuh. Kakinya tiba -tiba saja keram dan nasi kotak miliknya ikut jatuh dan tumpah di lantai.
"Yumna ... Kamu kenapa?" teriak Yuri terkejut saat melihat Yumna jatuh.
Lukas langsung meletakkan nasi kotak miliknya ke atas tumpukan nasi kotak milik Yuri dan segera menolong Yumna dengan membopongnya ke arah koridor untuk di dudukkan di kursi kayu.
Tentu saja ada sepasang mata yang melihat itu dengan perasaan cemburu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
💗vanilla💗🎶
dliat duta ya
2023-12-24
1