9

Duta melajukan mobilnya dengan cepat. Ia sudah terlambat datang dan jangan sampai kedua kelyarga besar itu juga lelah menunggu yang berujung murka. Semoga saja, Ayah dan Bunda Yumna bisa paham dengan kesibukan Duta.

Tepat pukul sembilan malam Duta sampai di restaurant yang di tuju. Duta bergegas berlari menuju ruang VIP dan langsung membuka ruangan itu.

"Selamat malam. Maaf terlambat. Saya baru selesai rapat," ucap Duta dengan suara lantang dan keras memohon maaf atas keterlambatannya.

Semua mata memandang ke arah Duta. Mereka padahal sudah bersiap untuk pulang dan mengatur kembali acara pertunangan kedua anak mereka di lain waktu.

Duta berjalan ke arah meja bunda itu dan menatap Yumna yang sudah kecewa. Walaupun semburat kebahagiaan di pipinya terlihat tetap saja gadis manja itu jelas sedang merajuk karena Duta terlambat.

Ayah Roby langsung memeluk Duta sebagai tanda menerima Duta sebagai calon menatunya.

"Duta ... Kami tahu kamu pasti datang di tengah kesibukan kamu. Kamu memang lelaki bertanggung jawab. Tak salah Ayah menerima kamu sebagai calon menantu dan cocok untuk mendampingi Yumna, gadis bungsu Ayah," suara Ayah begitu tegas dan mantap membuat Duta merasa tenang.

"Terima kasih Ayah. Duta akan menjalankan semua amanah Ayah," ucap Duta bahagia.

Acara malam itu pun berjalan lancar walaupun telat. Acara tetap berjalan sesuai rencana walaupun ada sedikit rasa kecewa tapi hilag dengan penyematan cincin tunangan di jari manis Yumna. Betapa bahagianya seorang wanita di perlakukan manis seperti ini. Ia tak hanya di cintai dan di sayangi. Tapi juga di prioritaskan. Cincin emas yang sudah melingkar di jari manis di masing -masing jari mereka adalah suatu bukti keseriusan Duta pada Yumna.

Dengan acara lamaran dan tunangan ini hanya sebagai tanda hubungan mereka serius dan bukanlah hanya main main saja. Hubungan sepasang kekasih yang sudah di ketahui oleh keluarga besar dan ada restu dari dua keluarga besar.

"Syukurlah kalau kalian sudah meresmikan hubungan kalian. Ingat hubungan ini juga bisa salah paham dan putus jika tidak ada komunikasi yang baik," ungkap Ayah Duta tegas.

"Kamu harus bisa bagi waktu dengan baik. Pacar kamu sekarang bukan fakultas dan organisasi. Ada Yumna yang harus kamu perhatikan juga," ucap Bunda Duta yang membuat Yumna tersenyum simpul.

"Ayah hanya minta kamu bisa jaga Yumna dengan baik. Motivasi Yumna agar menjadi wnaita yang lebih baik lagi," pesan Ayah pada Duta.

"Siap Ayah. Duta pasti selalu ingat pesan Ayah," ucap Duta bahagia.

Skip ...

Semua sudah pulang dan sudah berada di rumah. Yumna ikut bersama Duta. Ayah Yumna mengijinkan mereka bersama sampai tengah malam dan Yumna harus sudah kembali. Mengingat Duta yang datang saja sudah terlalu larut.

Di dalam mobil, Yumna memutar musik kesukaannya dari Virgoun yang berjudul Bukti. Lirik lagunya mengungkap apa yang sedang ia rasakan saat ini. Duta dengan bangga memberikan suatu bukti bukan janji.

Tangan Duta memegang tangan Yumna erat. Ia menyetir dengan satu tangannya. Yumna menoleh ke arah Dita yang juga sedang melirik ke.arah Yumna denahn senyum lebar mempesona.

"Belajar jadi wanita yang lebih baik lagi," ucap Duta pelan menasehati.

"Maksud Kakak?" tanya Yumna lirih.

"Harus bisa bangun pagi tanpa di bangunkan oleh Bunda. Harus bisa melakukan sendiri tanpa mereka pada Kak Dafa dan Kak Jone. Jangan buat Ayah lelah memikirkan anak gadisnya yang masih manja," titah Duta pada Yumna. Yumna mengangguk menurut setiap nasihat yang di ucapkan Duta.

"Kak ... Kenapa bisa telat datang? Bukankah acara ospek selesai dari sore? Memangnya kalau brifing selama itu? Hampir setengah hari di kampus?" tanya Yumna menggelitik Duta.

Deg ...

Wajah Duta berusaha tenang dan tetap tersenyum.

"Banyak hal yang harus Kakak kerjakan Yumna. Mungkin kalau kamu menyukai organisasi, kamu akan tahu betapa sibuknya menjabat salah satu jabatan penting," ucap Duta pelan.

"Jabatan penting? Seperti Kakak? Jadi Ketua BEM? Gitu? Terus jadi idola? Tebar pesona? Banyak perempuan yang nge- fans terus deket sama Kak Duta, gitu?" tanya Yumna penasaran dengan jawaban yang akan di ungkap Duta sebagai pembelaan.

"Wajah Kakak terlihat seperti pria murahan yang suka tebar pesona?" tanya Duta malah membalikan pertanyaan yang lagi -lagi membuat Yumna terdiam seketika tak bisa menjawab apapun.

"Entah. Yumna kan jarang pergi dengan Kakak. Tidak tahu tentang organisasi juga dan memnag Yumna tidak punua kemamluan seperti itu," ucap Yumna pelan. Ia merasa insecure. Kepercayaan dirinya tiba -tiba saja hilang dan selalu menganggap tidak pantas bersanding dengan Duta.

"Nantilah kalau ada waktu yang pas. Kamu ikut kakak. Biar kamu tahu berorganisasi itu seperti apa. Kamu tahu kan, organisasi sudah mendarah daging bagi Kakak sejak kita SMA," tanya Dura pelan.

"Iya. Tapi dulu ...." ucapan Yumna tak dilanjutkan.

"Tidak sesibuk ini? Ini karena ada ospek. Biasanya juga gak sesibuk ini keculai mau ada program aja," ungkap Duta mencoba menenangkan Yumna.

Sulit rasanya menjelaskan pada Yumna yang anti organisasi dan lebih nyaman rebaham di rumah sambil nonton drakor. Mau di jelaskan berapa kali kuga gak akan paham sma sekali. Karena Yumna sama sekali tidak pernah berkecimpung di dunia itu.

Yumna tak menanggapi dan menatap lurus ke depan. Ada perasaan tak biasa. Bukan rasa kecewa lagi tapi perasaan takut kehilangan. Duta mengulum senyum dan melepas gemggaman erat di tangan Yumna.

"Masih mau jalan -jalan? Atau sudah mau pulang?" tanya Duta sambil menatap jam tangan untuk melihat waktu malam ini.

"Masih ada waktu?" tanya Yumna pelan.

"Baru jam sebelas. Tapi sudahlah besok lagi. Besok pagi kamu bisa kesiangan bangunnya. Oke," ucap Duta pelan.

"Iya Kak," jawab Yumna menurut.

Mobil Duta sudah masuk ke dalam pelataran rumah Yumna. Ia memulangkan Yumna sebelum waktu yanh di tentukan oleh Ayah Yumna. Mobil Duta sudah berhenti dan mesin mobil itu di matikan. Setidaknya Duta ikut masuk dan berpamitan

"Malam minggu jadi pergi kan, Kak?" tanya Yumna pada Duta.

"Iya. Kakak janji kan ngajak kamu nonton dan makan malam," ucap Duta pelan sambil melepaskan sabuk pengaman pada tubuh Yumna.

Kedua wajah mereka sangat dekat sekali. Sebenarnya ini bukan pertama kali mereka sedekat ini. Tapi malam ini terasa berbeda sekali. Mungkin memang karena suasana malam yang cenderung gelap, sunyi dan sepi.

Klek ...

Sabuk pengaman itu terbuka. Duta menghirup aroma wangi parfum Yumna yang khas. Malam ini Yumna terlihat sangat cantik sekali. Wajah cantik alami yang di poles make up tipis sesuai dengan umurnya dan tubuhnya yang di balut dengan gaun cantik berwarna pink.

Duta menatap Yumna. Degub jantung Yumna semakin terasa cepat dan hatinya mulai berdesir.

Tangan Duta mengulur dan membenarkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Yumna.

"Na ... Kamu cantik sekali malam ini," puji Duta mendamba.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!