10

Degub kantung Yumna begitu keras berdetak hingga suaranya agak terdrngar lirih di telinga Duta.

"Kamu gugup?" tanya Duta lembut.

Yumna hanya mengangguk kepalanya, mengiyakan ucapan Duta barusan.

"Kamu takut?" tanya Duta lembut menatap lekat kedua mata indah Yumna.

Yumna kembali menganggukkan kepalanya pelan.

"Sama Kakak juga takut?" tanya Duta yang makin mendekatkan wajahnya pada wajah Yumna.

Hati Yumna makin berdesir sempurna. Ia takut sekali.

Tangan Duta menguspa pelan pucuk kepala Yumna dan mengacak pelan.

"Tidurlah Na. Mata kamu sudah merah dan pasti kamu sudah ngantuk karena lelah," titah Duta yang menjauhakn wajahnya lalu mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu mobilnya untuk mengantarkan Yumna sampai depan pintu masuk rumahnya.

Kedua mata Yumna mengerjap pelan. Ia sudah takut bila Duta akan melakukan sesuatu di luar kendalinya. Namanya manusia tidak ada yang tahu. Sikap dan sifatnya bisa berubah setiap waktu tergantung pada siapa dia berhadapan atau tergantung keadaan dan kondisi yang terjadi saat itu.

Yumna menarik napas dalam dan menghembuskan pelan napas itu. Ia masih takjub dengan sikap Duta baru saja. Duta sudah keluar dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk bidadari kesayangannya.

"Terima kasih Kak Duta," cicit Yumna yang manja. Tapi itulah Yumna dengan suara manja seperti anak -anak.

Yumna berjalan lebih dulu dan mengetuk pintu rumahnya. Kebetulan Bunda Yumna yang membukanya.

"Bunda ... Maaf agak kemalaman. Duta mau langsung pulang Bunda. Slaam bhat Ayah," ucap Duta berpamitan dengan sopan.

"Iya Duta. Hati -hati di jalan ya," ucap Bunda Yumna.

Bunda Yumna pun masuk ke dalam terlebih dahulu. Ia tidak mau mengganggu Duta dan Yumna yang mungkin ingin bicara sesuatu.

"Kakak pulang ya. Kamu tidur jangan begadang kayak biasanya. Kakak belum cek lagi ponsel kamu. Jangan -jangan sudah instal aplikasi untuk nonton drakor?" tanya Duta posesif.

"Gak Kak. Yumna mau kayak Kakak. Belajar organisasi," ujar Yumna lirih. Agak ragu tapi Yumna harus belajar dan berusaha keras.

"Cobalah ikut organisasi. Kamu akan berkembang di sana," ucap Duta menasehati.

"Iya. Kak Duta hati -hati ya," ucap Yumna.

"Iya. Permisi. Selamat malam," pamit Duta pada Yumna.

Yumna menatap Duta hingga mobil Duta benar -benar pergi dari halaman rumah Yumna dan menghilang dari pandangannya.

Yumna naik ke lantai atas menuju kamarnya. Ia menatap Kak Dafa yang masih asik menonton televisi sambil tertawa sendiri dan menghabiskan satu toples cemilan keripik singkong balado.

"Kak Dafa," sapa Yumna yang tiba -tiba duduk di samping Kak Dafa dan ikut mencomot keripik singkong balado itu.

"Hemm anak manja. Kamu sudah pulang. Duta mana?" tanya Kak Dafa pelan sambil mencari -cari keberadaan Duta.

"Udah pulanglah. Emang rumah Kak Duta di sini?" cicit Yumna asal.

"Ya kan ... Kalian sudah setengah SAH, sudah tunangan tuh. Cieeee .... Kak Dafa aja masih jomblo," ucap Dafa pelan sambil meneguk minuman kaleng yang bersoda ringan itu.

Glek ...

"Dih ... Setengah SAH. Kata Bunda kalau pacaran gak usah aneh -aneh. Sekali coba nanti ketagihan," ucap Yumna mengikuti pesan Bunda padanya.

"Hahah ... Bunda kok di dengerin. Kita kan anak muda," ucap Dagmfa yang mukai menyesatkan.

"Parah Kak Dafa. Ngajarun gak bener nih. Pantas jomblo akut. Gaya pacarannya gitu bikin cewek gak betah," ucap Yumna malas bercengkerama dengan Kak Dafa.

Yumna bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Dafa di ruang tv sendirian.

"Oyy ... Gak usah ngambek juga kali. Dasar anak manja," ucap Dafa setengah berteriak.

"Bodo amat. Yumna mau lurus -lurus aja. Gak mau sesat kayak Kak Dafa," ucap Yumna sambil terkekeh dan masuk ke dalam kamarnya.

"Hey ... Ngajakin duel nih bocah manja. Sini," gertak Dafa bercanda.

Yumna hanya tertawa keras dan menutup pintunya rapat. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk dengan sprei bergambar kepala hello kitty. Sepatu high heelnya sudah di lepas dan kini tubuh itu terlentang puas dan lega rasanya berada di lasur empuk miliknya.

Kasur yang sudah bertahun -tahun menemani tidurnya hingga pulas dan nyenyak.

Yumna menatap langit -langit kamar dan menaikkan tangan kirinya dengan jari -jari yang di rentangkan. Terlihat jelas cincin tunangan pemberian Duta yang baru saja beberapa jam lalu di sematkan di jari manis Yumna. Senang sekali rasanya. Penantian akan sebuah status pun sudah ia dapatkan. Restu dari dua keluarga pun juga sudah di rengkuhnya. Tapi ... Kenapa sekarang malah ragu. Bukankah ini yang selama ini di harapkan oleh Yumna.

Pikiran Yumna semakin tak karuan dan bercabang. Ia mulai resah dengan hubungannya yang terasa mengambang walau sudah ada status sebagai tunangan. Jangan sampai status ini malah merugikan Yumna sendiri.

Statusnya bertunangan tapi pada kenyataannya mereka jalan sendiri -sendiri dengan kesibukan mereka dan teman mereka masing -masing.

Ponsel Yumna berbunyi. Tanda satu pesan singkat masuk. Yumna membukanya dan membaca lalu membalas.

Duta memberi kabar bahwa ia sudah sampai di rumah, Yumna pun hanya membalas singkat iya, selamat istirahat.

Sampai pada akhirnya Yumna tertidur pulas di kasur emluknya tanpa pakai selimut seperti biasanya. Yumna terlalu lelah.

Skip ...

"Yumna!! Yumna!! Anak manja!! Bangun woy ... Mau ke kampus gak? Bisa kena tegur dan dapat hukuman ciuman mesra dari Pak Ketua BEM" teriak Kak Jone keras smabil menggedor pintu kamar Yumna yang terkunci rapat.

Tidak biasanya kamar tidur Yumna di kunci. Entah ada emas berlian tersembunyi sampai pintu kamar itu di kunci rapat.

Suara keras itu pun juga tak menggerakkan tubuh Yumna sedikit pun. Telinganya tertutup rapat dengan earphone yang menempel untuk mendengarkan musik sebagai penghantar tidurnya.

Semua keluarganya bergantian membangunkan Yumna sampai ponsel Yumna pun berdering beberpa kali tapi tetap saja malah membuat pulas gadis itu.

"Belum bangun juga?" tanya Bunda pada Kak Dafa yang turun ke bawah untuk sarapan pagi.

"Belum Bun. Udah kayak kebo anak manja tidurnya," ucap Dafa mengambil selembar roti dengan selai srikaya yang kemudia ia olesi hingga penuh.

"Jone ... Bangunkan adikmu. Ini ospek terakhir. Kasihan," titah Bunda pada Jone yang terlihat akan turun ke bawah.

"Iya Bun," jawab Jone dari atas.

Jone terus mengetuk pintu kamar Yuman keras seperti orang yamh sefang menagih hutang uang kontrakan yang sudah setahin tidak bayar. Tapi tetap saja anak manja di dalam kamar itu tidak bergegas membuka pintu.

"Pingsan kali Bun? Terlalu bahagia habis tunangan," ucap Jone tertawa. Ia kesal sendiri membangunkan adiknya yang tak kunjung bangun.

Jone pun turun ke bawah. Ia tidak mau terlambat ke kampus. Ada bimbingan skripsi dengan dosen killernya yang tak kunjung meloloskan bab empatnya.

"Belum bangun juga? Itu gak apa -apa gak masuk ospek?" tanya Bunda pada kedua anak lelakinya.

"Nanti Dafa bilang sama Duta. Bilang aja sakit," ucap Dafa santai.

"Kalau Duta tanya? Sakit apa? Mau jawab apa?" tanya Jone lekat pada Dafa.

"Sakit jiwa!!" tawa Dafa keras menggema.

"Kok sakit jiwa. Itu adik kamu lho," ucap Bunda mengingatkan.

"Iyalah sakit jiwa. Ketawa lihat cincin. Tadi malam gitu Bun," ucap Dafa berbohong.

"Masa sih? Itu bisa -bisa kamu saja," ucap Bunda pelan sambil membereskan piring kotor suaminya yang sudah berangkat barusan.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!