8

Yumna sudah duduk di kursi kayu di lorong koridor. Alas kakinya sudah di lepas dan mulai di pijat oleh Lukas dengan pelan.

"Ini kakimu keseleo. Kalau tidak langsung di pijat bisa bengkak. Ada yang punya balsem?" tanya Lukas pada teman saru kelompoknya.

"Aku bawa," Yuri menjawab dan mengeluarkan sebuah balsem kecil dengan aroma telon yang biasa di pakai oleh bayi.

Lukas menerima balsem dari Yuri dan membuka balsem itu lalu mengoles di area kaki Yumna yang keseleo. Yumna meringis kesakitan saat tangan kekar Lukas mulai memijat dan mengurut kaki Yumna.

"Arghhh ... Sakit!!" teriak Yumna kesakitan suara cemprengnya begitu lepas dan keras terdengar hingga di sepanjang selasar lorong itu.

"Sudah kok. Tahan dulu. Sakitnya sebentar saja, nanti agak enakan pastinya," ucap Lukas pelan.

Semua anggota merasa lega karena memang benar Yumna merasa kakinya terasa agak enteng sudah tidak sesakit tadi.

Makan siang itu terasa hambar bagi Yumna bukan perkara nasi kotaknya yang terjatuh dan tak bisa di makan lagi tapi ia melihat Duta dan Atika lewat begitu saja saat kaki Yumna sedang di pijat oleh Lukas.

"Na makan sama aku aja. Biar aku suapi," tawar Lukas pada Yumna.

Yuri hanya menatap Lukas agak aneh. Bary kenal mau berbagi pakai sok menyuapi segala. Lukas belum kenal Yumna seperti apa.

"Terima kasih. Bukannya menolak, tapi Yumna bawa bekal tadi," ucap Yumna mengeluarkan kotak bekal yang di titipkan Duta pada Yuri untuk dirinya.

Yumna menaruk nalas dalam dan membuka kotak makan itu lalu menikmati sandwich terlezat yang pernah ia makan.

Sebenarnya bukan enak atau tidak enaknya tapi siapa yang membuat dan sepenting apa orang itu di hati kita. Itu yang membuat setiap pemberian orang itu terlihat sangat berarti dan sayang untuk di lewatkan.

Skip ...

Acara ospek hari itu berakhir pukul tiga sore. Yuri dan Yumna sudah berjalan menuju parkiran motor. Kebetulan Yuri tadi pagi hanya di antar Ayahnya jadi sore ini bisa membawa motor milik Yumna dan mengantarkan Yumna ke rumah terlebih dahulu.

"Gak apa -apa kan? Maaf ya kalau ngerepotin kamu, Ri," ucap Yumna pelan.

"Santai aja kali. Besok gue jemput loe lagi?" tanya Yuri pelan.

"Gak usah. Besok biar bareng Kak Jone sama Kak Dafa saja. Motornya kamu pakai saja dulu, Ri," titah Yumna pelan.

"Oke," jawba Yuri sambil membulatkan jarinya hingga terbentuk huruf o pertanda oke.

Yuri sudah membawa Yumna mengarah ke arah rumah Yumna.

Tak berselang lama, kedua gadia belia itu sampai di rumah Yumna dan mereka berpisah setelah Yumna turun dari motor dan kemudian masuk ke dalam rumah.

Ada mobil asing yang parkir di halaman rumah. Pernah lihat tapi lupa punya siapa

"Sore ...." sapa Yumna lembut.

"Sore ... Yumna ...." sapa Bunda Gita. Bunda Gita adalah Bundanya Duta. Bunda Gita berdiri dan memeluk Yumna.

Kedua perempuan berbeda usia itu sudah saling mengenal dan sangat dekat sekali hubungannya. Yumna sudah sering main ke rumah Duta dan menemani Bunda Gita memasak dan tugas Yumna hanya mencicipi sambil menunggu Duta menyelesaikan tugasnya atau menunggu pulang dari rapat organisasinya yang tiba -tiba.

"Bunda sudah lama? Kok rapih banget. Mau kemana?" tanya Yumna pelan smabil mencium punggung tangan Bunda Gita sopan.

Yumna juga menyalami Ayah Yoseph dengan hormat. Jujur saja, Yumna masih gugup kalau bertemu Ayah Yoseph. Ada rasa takut tersendiri.

"Ekhemm ... Memang Duta gak bilang?" tanya Bunda Gita pelan..

"Bilang apa? Hari ini Yumna gak sempat bicara sama Kak Duta," ucap Yumna lembut dan sopan.

"Hari ini kita mau makan bersama di restaurant. Makan malam bersama kedua orang tua kamu dan kakak kamu. Hari pertunangan kamu di ajukan malam ini. Karena besok, Ayah Yoseph akan dinas ke luar kota lagi bersama Bunda," ucap Bunda Gita pelan.

"Serius Bunda? Kak Duta mau lamar Yumna malam ini?" tanya Yumna masih tidak percaya.

"Iya sayang. Ini pakai gaun ini. Kita pergi sekarang umtuk mampir ke salon. Nanti keluarga kamu nenyusul," titah Bunda Gita lembut.

"Iya Na. Ayah Yoseph dan Bunda Gita sudah bicaha pada Ayah dan Bunda perihal keinginan baik Duta. Kamu ikut bersama Bunda Gita dan Ayah Yoseph saja dulu," ucap Bunda Sinta pelan.

"Iya Bunda," jawab Yumna senang.

Sore yang menjelang maghrib. Bunda Gita sudah rapi dengan baju couple bersama suaminya dan Yumna juga sudah cantik dengan balutan gaun berwarna pink muda dengan rambut di cepol sanggul modern. Cantik sekali.

Dua keluarga besar itu sudah duduk di salah satu meja bundar besar di ruang vip yang telah di sewa untuk acara lamaran sekaligus pertunangan antara Duta dan Yumna.

Ayah Robby dan Ayah Yoseph sedang asyik berbjncang dengan tema para bapak yang sedang trending, tidak jauh dari kurs, valas, sepak bola dan soal anak mereka.

Bunda Gita mulai cemas, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam kurang lima menit.

"Coba kamu telepon Duta, Yumna. Sejak sore, chat Bunda tidak di baca sama sekali dan sekarang tidak di angkat," ucap Bunda Gita kesal.

Acara ini di majukan juga atas keinginan Duta. Malah sekarang Duta yang belum hadir.

"Iya Bun. Yumna coba," jawab Yumna lembut.

Yumna langsung membuka ponsel dan mencoba mengirim pesan singkat pada Duta. Pesan itu sudah terkirim tapi sama sekali tak di respon oleh Duta.

Yumna gemas sendiri. Ia mulai menekan tombol hijau untuk segera menghubungi Duta. Namun beberapa deringan telepon dati Yumna juga tak mampu membuat Duta mempriotitaskan Yumna.

"Kita tunggu saja Bunda. Mungkin kalau sudah lapar. Kita makan malam saja duluan tidak apa sambil menunggu Kak Duta," ucap Yumna menyarankan.

"Oke. Ide bagus," jawab Bunda Gita.

Acara di mulai lebih awal. Keluarga Duta di wakili oleh Ayah Yoseph juga telah meminta maaf karena sampai waktunya Duta juga belum hadir dan belum bisa di hubungi.

Keluarga Yumna itu memang telah sepakat menerima lamaran Duta yang di wakilkan oleh AyahByoseph. Sebelumnya Duta sendiri sudah bicara langsung dan itu di anggap sebuah keseriusan. Mengingat hubungan kedua anaknya itu sudah lama sekali dan menjalani hubungan lamaran yang sehat dan saling memotivasi.

Setelah acara lamaran. Kedua keluarga menikmati makanan yang sudah di persiapkan dari restaurant itu.

Yumna makin cemas dan tak mau makan. Ia menatap ke arah luar restaurant, kalau saja mobil Duta masuk ke dalam parkiran. Yumna dengan senang hati akan berlari dan menghampiri lelaki itu.

Skip ...

"Atika kamu jangan mengulur waktu saya. Kamu tahu malam ini saya ada acara keluarga. Tapi kamu malah meminta di bantu pembuatan laporan hari ini. Ini kan tugas kamu," tegas Duta mulai kesal.

Sudah pukul delapan dan sekilas melihat ponselnya yang di silent. Sudah banyak panggilan dari Bundanya dan Yumna. Belum lagi beberapa chat singkat dan soam chat dari Yumna.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!