12

Yumna sudah selesai mandi dan kini sudah rapi dengan pakaian santainya. Yumna termasuk gadis bertipe rapi dan resik. Ia tidak suka hal -hal berbau kotor dan menjijikkan. Maklum anak manjanya Ayah Robby agak sensitif.

Gadis manja itu duduk di meja belajar dan membuka buku diary nya. Sudah lama sekali rasanya tidak menulis di buku diary ini. Selama ini Yumna sibuk dengan kesenangannya sendiri. Nonton drakor, film series dan baca komik atau cari pernak pernik hello kitty bersama Bunda Sinta saat berbelanja ke Mall.

"Yumna ... Kamu belum sarapan. Sarapan dulu nanti sakit," ucap Bunda Sinta pelan pada anak gadis kesayangannya.

Bunda Sinta meletakkan satu piring berisi roti tawar gandum yang di panggang tanpa di beri apapun.

"Bunda ...." sapa Yumna dan memberikan senyum termanis pada Bundanya. Yumna menutup buku diarynya dan mengajak bicara pada Bundanya. Sudah lama sekali ia tidak cuehat dengan Bundanya. Apalagi sekarang ia sydah memasuki tahapan memiliki hubungan yang lebih serius dengan Duta.

"Makan dulu. Sudah ijin sama Duta? Kamu gak masuk ospek?" tanya Bunda Nur pelan.

Yumna menggelengkan kepalanya pelan. Ia belum memeganh ponselnua dari tadi. Entah di mana ia letakkan tadi dan sepertinya baterai ponsel itu habis dan belum ia cas.

"Yumna kok malah takut saat hubungan ini di seriusin ya, Bun," ucap Yumna pelan.

"Takut gimana? Bukannya kamu malah senang? Ini kan status yang kamu inginkan sejak dulu. Sekarang sudah di wujudkan malah kamu yang takut. Takut apa?" tanya Bunda Sinta pelan.

"Takut aja Bun. Secara Kak Duta itu idola kampus. Sama kayak Kak Jone dan Kak Dafa, mereka banyak yang suka dan banyak yang ngejar-ngejar. Istilah orang hanya menjentikkan satu jarinya saja, maka jari itu dengan mudahnya memilih satu wanita," ucap Yumna pelan.

"Tapi ... Pada kenyataannya? Kedua kakak kamu tidak semudah itu memilih perempuan untuk di jadikan seorang kekasih. Dan kamu sepatutnya bangga karena telah di pilih oleh Duta. Duta anak baik. Bunda kenal Duta bukan sehari atau dua hari kan? Bunda sudah kenal sejak kalian bersama dulu. Kita punya acara keluarga, orang tua Duta selalu Bunda undang, dan mereka hadir," ucap Bunda pelan.

Yumna mengangguk kecil. Ucapan Bunda memang ada benarnya. Kalau Duta memang lelaki baik dan bertanggung jawab.

"Sekarang kamu belajar percaya pada Duta. Kalau pun Duta tidak ada kabar, bukan berarti kamu di lupakan atau di abaikan. Memang Duta sedang banyak pekerjaan baik tugas kampus atau oragnisasinya. Kamu yang seharusnya lebih paham dan mengerti kesibukan Duta. Bukan malah menuntut apapun dari Duta. Belajar jadi gadis mandiri dan tidak selalu bergantung sama laki -laki. Bukan untuk bersaing tapi itu salah sati cara mendukung pasangan kita untuk lebih maju. Ada saatnya berduaan, ada saatnya kamu harus fokus sama ranggung jawab kamu sebagai mahasiswi. Itu baru benar," titah Bunda Sinta menasihati.

"Ya ... Ngapain tunangan kalau begini," ucap Yumna kesal.

"Lho ... Tunangan itu tandanya kamu sudah di pinang dan gak boleh dekat dengan lelaki lain. Tunangan itu satu tanda keseriusan sebelum kalian menikah. Restu dari keluarga juga penting kan?" ucap Bunda Sinta menjelaskan.

Yumna menatap cincin tunangannya yang terlihat indah da manis melingkar di jari manisnya.

"Yumna seneng sih. Kak Duta menepati janji, walaupun masih suka membatalkan sepihak," ucap Yumna kesal.

"Kamu yang sabar. Duta kan juga harus cepat lulus, biar cepat nikahin kamu juga," ucap Bunda Sinta tertawa.

Curhat di pagi hari membuat Yumna semakin paham bagaimana mempunyai hubungan yang baik dan tetap harmonis. Intinya salah satu harus mengalah.

***

Acara ospek di hari terakhir ini sangatlah seru sekali. Yuri merasa kesepian saat tahu Yumna, sahabatnya tidak datang.

Mau tidak mau ia nantk harus datang ke rumah Yumna untuk mengembalikan motor Yumna. Atau di titipkan saja pada Kak Dafa biar Yuri naik taksi saja.

Saat makan siang tiba. Yuri berjalan mencari keberadaan Kak Dafa.

"Kak Dafa," panggil Yuri dengan sopan.

Gadis mungil yang mirip dengan gadis manjanya Dafa di rumah.

"Hei ... Kenapa?" tanya Dafa yang keluar dari sebuah ruangan saat Yuri memanggilnya.

"Kak ... Mau kembalikan kunci motor Yumna. Nanti Yuri naik taksi saja," ucap Yuri pelan.

"Eitsss Jangan. Nanti Kakak anter saja pakai motor gak apa -apa ya?" ucap Dafa santai.

"Gak usah Kak. Nanti malah ngerepotin," ucap Yuri pelan tak enak hati.

"Gak apa -apa. Kamu mau nunggu sampai selesai acaranya?" tanya Dafa pelan.

"Iya kak. Sampai sore. Emang gak apa -apa Kak?" tanya Yuri pelan.

"Gak apa -apa. Santai saja. Kuncibya kamu bawa, nanti kalau mau pulang cari Kakak di sini ya," titah Dafa pada Yuri.

"Iya Kak. Makasih ya Kak," jawab Yuri lembut dan langsung pergi dari tempat itu

Yuri memang se -frekuensi dengan Yumna. Pemalu dan paling risih di lihat lelaki.

"Yuri ... Yumna kemana? Kenapa gak masuk?" tanya Lukas pada Yuri.

"Yuri gak tahu. Chat Yuri saja masih ceklis," jawab Yuri sekenanya.

"Rumah Yumna di mana sih?" tanya Lukas di sela maka siangnya.

"Rahasia. Pawangnya galak. Dia gak pernah terima tamu lawan jenis," ucap Yuri pelan.

"Oh ya? Bagus dong. Harus jadi kekasihnya kalau mau main ke rumahnya. Yumna itu cantik sekali," puji Lukas.

"Gak cuma cantik. Tapi juga pintar," ucap Yuri membocorkam sebuah rahasia.

"Oh ya? Wah ... Luar biasa. Makin kagum," ucap Lukas jujur.

Yuri hanya menatap Lukas sekilas. Lelaki itu sepertinya sedikit aneh dan tidak tulus dalam hal berteman. Seperti ada yang di sembunyikan dan terlalu modus.

***

Acara ospek sudah selesai. Acara yang di tutup dengan nama malam keakraban yang menampilkan pentas seni dari setiap kelompok.

Yuri sudah menunggu Dafa di parkiran motor. Tadi Yuri memnaggil Dafa dan Dafa menyuruhnya menunggu di pintu masuk parkiran.

"Yuri. Maaf ya agak lama. Tadi ada sedikit trouble," ucap Dafa pelan dan masuk ke dalam parkiran uang di ikuti oleh Yuri. Keduanya canggung.

"Gak apa -apa Kak. Yumna sakit Kak?" tanya Yuri pelan.

Ha ... ha ... haa ...

"Iya sakit," jawab Dafa singkat masih terkekeh.

"Sakit? Sakit apa?" tanya Yuri serius.

"Sakit jiwa," Dafa tertawa keras sambil menjawab.

"Hah? Sakit jiwa? Adik sendiri di bikang sakit jiwa," ucap Yuri pelan. Suasana canggung tadi mulai mencair. Dafa yang memang pendiam tapi suka celetuk lucu.

Yuri mulai menanggapi Kak Dafa.

"Iyalah. Sahabat kamu itu kan kemarin sudah tunangan sama Duta," jelas Dafa.

"Hah? Jadi udah tunangan? Kok gak undang Yuri," ucap Yuri kesal.

"Nanti kamu tunangannya sama Kakak saja," cetus Dafa asal.

"Hah? Tunangan sama Kak Dafa?," teriak Yuri.

Yuri melongo. Dafa tertawa keras saat melihat wajah Yuri melongo lucu. Dafa memasangkan Yuri helm di kepalanya.

Yuri makin salah tingkah karena perlakuan manis Kak Dafa.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!