13

Dafa menatap Yuri lekat. Pandangan matanya fokus pada dua bola mata hitam dengan bulu mata lentik Yuri. Yuri langsung menunduk. Tak kuasa di tatap seperti itu oleh Kak Dafa, lelaki yang selama ini diam -diam ia sukai.

Yuri hanya mampu bercerita pada Yumna bajwa ia kagum pada Kak Dafa. Sampai suatu hari pernah, Yumna berada di kamar Kak Dafa dan menyambungkan teleponnya pada Yuri. Yumna sengaja karena Yuri rindu suara Kak Dafa. Selucu itu kaum remaja yang baru mengenal cinta.

"Kok nunduk? Memang gak mau tunangan sama Kak Dafa?" tanya Dafa pada Yuri yang semakin membuat jantung Yuri loncat dari organ tubuhnya.

Deg ...

Kenapa ini harus terjadi. Rasanya malu sekali. Tapi suka.

"Kak ... Sudah malam. Takut kemalaman," pinta Yuri pada Kak Dafa.

"Oke ... Oke ... Yuk kita pulang. Kalau gak mau jawab sekarang gak apa -apa. Jawabannya boleh di titipin ke gadis manja atau Kak Dafa tunggu sampai ulang tahun Yumna," ucap Dafa menegaskan.

Yuri tak mampu menjawab. Rasanya ini seperti mimpi di siang bolong. Rasanya ini hanya kamuflase saja. Mereka baru kali ini dekat dan bicara. Selama ini, mereka hanya saling menyapa dan bertegur sapa dan tidak lebih dari itu.

Dafa sudah berada dinatas motor dan menunggu Yuri naik ke atas motor. Yuri bingung, pasalnya ia pakai rok bukan pakai celana bisa naik motor dengan melangkah.

"Kak? Duduknya miring ya," ucap Yuri pelan.

"Ekhemm ... Rumah kamu kan jauh Ri. Gak aman duduk miring. Melangkah saja," ucap Dafa pelan.

Dafa langsung melepas jaketnya dan memberikannya pada Yuri.

"Duduk melangkah ya. Tutup pakai jaket ini?" titah Kak Dafa lembut.

Dafa adalah lelaki penyayang dan peka. Dafa sayang pada Bundanya dan Yumna. Tentu itu modal awal ia pasti sayang pada wanita yang kelak akan menjadi kekasihnya.

Yuri menuruti ucapan Dafa. Ia duduk melangkah dan kedua pahanya yang terekspos pun di tutup dengan jaket besar milik Dafa.

"Terima kasih sudah menurut. Kita pulang sekarang. Jangan lupa pegangan tangan ya," ucap Dafa menasehati.

Keduanya pun melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah Yuri. Yuri memegang ujung kemeja Dafa bagian bawah. Rasanya masih malu dan canggung.

***

Hari semakin larut. Duta dan Atika masih sibuk membahas laporan yang harus selesai dan di laporkan pada Dekan.

"Sudah malam Tik. Kampus juga sudah sepi. Kamu lanjutkan sedikit lagi di kost saja. Aku mau pulang," ucap Duta pelan.

"Ekhemm ... Kita harus kerjakan bersama Ta. Soalnya ini ada yang masih belum aku pahami," ucap Atika beralasan.

Duta menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan. Ini sudah pukul sebelas malam dan mereka belum makan malam sejak tadi karena terlalu sibuk mengurus laporan untuk besok.

Atika memindahkan file dari komputer ke flash disknya untuk di lanjutkan di kerjakan di kamar kostnya.

"Aku ikut kamu ya, Ta. Sudah malam juga," ucap Atika lembut.

"Ya sudah kita bungkus makanan dulu. Setelah ini kita lanjutkan mengerjakan di kost kamu, Tika. Sambil makan ya biar kita gak sakit," ucap Duta pelan.

Tadi rencananya Duta mau ke rumah Yumna. Tapi, pekerjaannya belum selesai dan harus selesai malam ini juga sesuai instruksi.

Duta dan Atika pergi keluar ruangan dan mengunci ruangan itu. Lalu keduanya pergi menuju mobil Duta.

Sebelum ke kost Atika, Duta membeli dua bungkus nasi goreng untuk keduanya.

Sesampai di kost Atika. Keduanya langsung masuk ke kamar Atika dengan pintu kamar di buka. Kebetulan kost Atika memnag bebas dua puluh empat jam karena kebanyakan pegawai yang kost di sana. Jadi satu sama lain pada cuek.

"Ta ... Pintunya janagn di buka. Kan ada AC," titah Atika yang ingin ke kamar mandi dan mengganti bajunya.

"Gak enak Tik. Ntar di kira ngapa -ngapain. Biasanya kan juga kalau aku kesini pintu di buka," ucap Duta pelan.

"Udah malem Ta. Gak enak malah. Di kira orang pamer. Udah tutup aja," titah Atika pelan.

Duta mengangguk pelan. Intinya mereka hanya berteman dan tidak ngapa -ngapain.

"Loe makan aja duluan sekalian nyalain komputernya. Gue mau ganti baju dulu, gak enak lengket semua," ucap Atika pelan.

Atika masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Duta dengan cepat menyalakan komputer sambil memasukkan data tadi dan makan nasi goreng.

Lima menit kemudian, Atika keluar dari lamar mandi dengan sengaja memakai pakaian tidur tipis tanpa lengan. Aroma rempah yang segar tercium samapi ke rongga hidung Duta. Bagaimana tidak, kamar kost itu tidak besar dengan AC. Sudah jelas wangi apapun akan mudaj menyebar.

"Gimana? Sudah selesai?" tanya Atika yang sengaja duduk mepet di dekat Duta.

Atika sengaja menguncir rambutnya ke atas dan memperlihatkan lehernya yang putih dan mulus serta wangi.

Duta menyelesaikan makannya dan mulai mengerjakan kembali tanpa peduli pada Atika. Rasanya makin tidak nyaman.

"Dikit lagi Tika," ucap Duta pelan.

Akhirnya selesai juga.

"Selesai!!" teriak Tika keras smabil mengangkat kedua tanganya ke atas dan seketika lampu seluruh kost mati total.

Hanya keheningan dan kesunyian serta suara aneh -aneh terdengar dari kamar lain.

Atika sontak berteriak dengan keras dan memeluk Duta yang ada di sebelahnya.

"Arghhh ... Aku takut Ta. Aku takut gelap," ucap Atika pelan.

"Tenang Tika. Jangan takut. Ada gue juga di sini," ucap Duta pelan berusaha melepaskan pelukan Atika.

"Jangan di lepas Ta. Aku beneran takut," cicit Atika lirih fdan terdengar sesikit manja.

"Ya tapi jangan kayak gini Tika. Gak enak kalau di lihat orang," ucap Duta pelan.

"Ini gelap Ta. Gak ada yang lihat. Pintu kamar juga tertutup. Belum lagi, di kost ini juga kan gak ada yang kenal kamu, Ta," ucap Atika menjelaskan.

"Tapi gak gini juga Tika. Gue gak enak," ucap Duta pelan.

Jujur, Duta itu risih berdekatan dengan perempuan lain yang terkesan intim. Dengan Yumna pun, jarang berdekatan. Yumna juga bukan tipe perempuan yang sengaja ingin di sentuh atau butuh perhatian berlebih.

"Kamu kenapa sih Ta. Kita kan udah deket lama. Kalau aku nyaman sama kamu, itu wajar," ucap Tika pelan.

Deg ...

Degub jantung Duta semakin keras berdetak. Jangan sampai Atika salah paham dengan kedekatannya selama ini.

"Tika jangan begini," tegas Duta semakin kuat ingin melepas pelukan Tika di tubuhnya.

Atika semakin kalap dan semakin terobsebsi memiliki Duta sang Idola kampus. Kepala Atika di tenggelamkan di lehe Duta.

Atika sengaja memakai pakaian tipis tanpa memakai dalaman. Beberapa kali tangan Duta menyentuh bagian yang tak di inginkan. Ini gila dan benar -benar gila.

"Kamu apa -apan sih, Tika," teriak Duta kasar.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!