"Yumna!! Mau kemana!!" teriak Ayah ikut berlari mengejar Yumna yang tak mendengar teriakan Bundanya.
Yumna menoleh ke arah Ayah dan Bunda yang memanggilnya dengan wajah panik serat kaget. Yumna pikir kedua orang tuanya sudah tidur.
"Bunda? Ayah? Belum tidur. Ekhemm di depan ada Kak Duta. Yumna ijin bertemu sebentar," cicit Yumna pelan.
Ayah Roby dan Bunda Sinta saling berpandangan. Tidak biasanya dan baru kali ini Duta datang larut sekali.
"Sepuluh menit saja. Gak lebih!! Ini sudah malam Yumna," titah Ayah Roby pada Yumna.
Yuman mengangguk pasrah. Tidak biasanya Duta datang. Suaranya pun terdengar parau seperti sesuatu sedang terjadi.
"Iya Ayah. Sepuluh menit," jawab Yumna senang.
Yumna langsung berlari ke arah pintu luar dan membukanya lalu menghampiri Duta. Duta masih berada di dalam mobil. Yumna pun masuk ke dalam.
"Kak Duta ... Ayah cuma kasih waktu sepuluh menit saja," ucap Yumna lirih.
Duta langsung memeluk tubuh Yumna erat. Duta habis mengalami hal yang kurang mengenakkan dan membuat mood dan semangatnya turun. Satu -satunya orang yang bisa membuat moodnya bagus adalah Yumna dan hanya Yumna.
Yumna terkejut saat Duta memeluknya erat.
"Kenapa Kak?" tanya Yumna lirih. Yumna membalas pelukan itu dan menguspa punggung Duta dengan sangat lembut.
"Kamu diam sebentar saja. Kakak datang hanya ingin memeluk kamu karena Kakak rindu dan Kakak ingin merasa lebih tenang lagi," ucap Duta pelan.
Yumna hanya mengangguk pasrah dan diam menuruti kata Duta.
Duta terus memeluk Yumna dengan erat.
Satu menit ...
Dua menit ...
Tiga menit ...
Tidak ada suara dan semuanya hening. Hanya ada suara desiran AC mobil yang terus bergetar.
Perlahan Duta melepaskan pelukan di tubuh Yumna dan menatap wajah cantik Yumna.
"Kakak pulang ya. Kamu istirahat. Tidur. Besok sudah mulai kelas kuliahnya kan?" tanya Duta pelan.
Yumna mengangguk pelan.
"Iya besok kuliah pagi. Gak akan telat kayak tadi Kak. Maaf tadi gak ikut ospeknya," ucap Yumna pelan.
"Gak apa -apa. Lain kali di siplin. Gak boleh gak ikut. Karena ada pengalaman yang berkesan di sana," ucap Duta pelan.
"Iya Kak. Yumna kesiangan," jawab Yumna pelan.
"Kesiangan? Gak nonton drakor lagi kan? Atau nonton film series?" tanya Duta menyelidik.
"Gak Kak. Kan udah Kakak hapus semua," jawab Yumna serius.
"Ya sudah sekarang masuk dan tidur. Ponselnya taruh meja," titah Duta pada Yumna.
"Iya Kak. Yumna masuk ke dalam ya Kak. Kakak hati -hati pulangnya," ucap Yumna pelan.
"Iya pasti hati -hati," jawab Duta lirih.
Yumna pun segera masuk kembali. Ia tidak berani melawan Ayah Roby jika sudah memberi amanah.
***
Duta sudah berada di rumah dan sudah mengabari Yumna melalui pesan singkat bahwa ia sudah sampai di rumah dengan selamat.
Tubuhnya terasa lelah di tambah kejadian tadi yang membuatnya malas bertemu dengan Atika.
Sekarang Duta sudah semester tiga. Mata kuliahnya pun semakin sulit dan banyak tugas yang harus di selesaikan di tengah semestet dan di akhir semester.
Waktunya juga akan semakin tersita dengan organisasinya. Apalagi sebentar lagi akan ada acara dies natalis juga dan wisuda periode ketiga di tahun ini. BEM harus membuat seminar leadership atau workshop agar jadwalnya tidak bentrok dengan acara kampus yang lain.
Periode ia menjabat haruslah aktif agar banyak program mahasiswa yang berjalan secara efektif dan efiisien. Tak hanya itu, Duta harus memotivasi setiap fakultas untuk tetap menjalankan jadwal kegiatan rutin agar tidak pasif.
Pikirannya mulai bercabang dan mulai banyak tersita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments