16

Pagi ini hari bersejarah bagi Yumna. Untuk pertama kalinya, ia masuk dunia perkuliahan dan mulai masuk ke dalam kelas untuk mengikuti materi mata kuliah yang sudah di jadwalkan selama satu semester ini.

Yumna sudah rapi dengan celana jeans berwarna biru muda dengan kemeja berwarna pink. Rambutnya di kuncir ekor kuda dengan sepatu kets berwarna putih. Ia hanya menggunakan sunscreen dengan bedak tipis dan lipglos aroma strawberry.

Langkah kakinya perlahan menuruni anak tangga dengan tas ransel kecil di punggungnya. Tas ransel bewarna putih hanya berisi satu binder dan satu kotak pinsil terbuat dari kain bergambar hello kitty. Ia masih menunduk sambil membenarkan kemejanya yang terlihat kusut dan kurang rapi.

"Widih Maba nih," ucap Kak Jone dengan suara menggoda adik bungsunya.

Yumna langsung melotot ke arah Jone dan menunjukkan kepalan tangannya seolah ingin meninjunya dari belakang tempat Ayahnya duduk.

"Yumna. Sini duduk sayang," ucap Bunda Sinta pelan.

"Ayah ... Bunda ...." sapa Yumna pada Ayah dan Bundanya lalu mengecup pipi kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang.

"Pagi anak Ayah yang cantik. Masuk pagi? Bareng Ayah yuk? Biar teman kamu pada tahu, kalau punya Ayah ganteng seperti Ayah," ucap Ayah Roby tertawa.

"Mau. Siapa tahu pulangnya bisa di anter sama ayank," ucap Yumna dengan senang.

Yumna meneguk susu putih full cream kesukaannya dan menikmati roti gandum yang telah di panggang di dalam oven.

Jone dan Dafa pun melengos menatap ke arah lain. Mual rasanya mendengar ucapan Yumna yang merasa terlalu percaa diri.

"Heii ... Anak manja. Kamu yakin, Duta bakal ada waktu mengantarkan kamu? Jangankan buat nganterin kamu, buat chat kamu saja pasti ia tak ada waktu," cetus Jone dengan asal.

Yumna mendengus kesal mendengar ucapan Jone. Ia pun langsung menghabiskan susunya dan meraup kasar roti tawar gandum yang sudah di oven itu dengan cepat.

"Jone!! Jangan ganggu adikmu. Habiskan kamu," titah Ayah pada putra sulungnya yang agak nyeleneh.

Jone menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya dengan suapan besar.

"Syukurin!! Emang enak, bleee ...." Yumna menjulurkan lidahnya dengan hati bahagia.

"Yumna sudah. Gak usah di teruskan. Habiskan makanan kalian. Oh ya Dafa, Kamu pulang jam berapa? Kok Ayah dan Bunda sama sekali gak tahu kamu pulang," titah Bunda Sinta dengan suara sedikit nyaring.

"Maaf Bunda," jawab Yumna pelan.

"Kalian ini pagi -pagi paling suka bikin onar saja," ucap Bunda Sinta kesal.

"Jam delapan Bunda. Kemarin di ajakn makan malam berama orang tuana Yuri. maa iya mau di tolak. lagi pula hujan gede banget pake kilat nyamber -nyamber aja. Ngeri banget," jelas Dafa pelan.

Kedua mata Yumna langsung melotot bulat sempurna.

"Apa? Yuri? Yuri sahabat Yumna?" tana Yumna penasaran kepada Dafa yang langung terdiam seperti orang yang sedang kelepasan bicara.

"Memang ada lagi yang namaya Yuri?" tanya Bunda Sinta menggoda.

"Hah? Kok Yumna gak tahu sih? Kapan jadiannya?" tanya Yumna dengan rasa penasaran.

"Siapa yang bilang jadian? Kak Dafa gak bilang sudah jadian kan?" ucap Dafa santai tapi tetap terasa gugup.

Tadi malam memang malam yang tak pernah terbayangkan oleh Dafa. BIsa mengantarkan Yuri secara tidak sengaja. Awalnya hanya iseng. Cuma kagum biasa saja. Tapi setelah mengenal kedua orang tuanya malah makin membuat Dafa semakin ingin serius dengan Yuri. Baru saja ia akan mendekati Yuri dan mengenal lebih jauh, melalui Yumna atau juga melakukan secara langsung dengan komunikasi online. Dafa sudah memiliki nomor Yuri.

"Itu sih? Bisa main ke rumah Yuri? Gimana ceritanya? Yuri juga gak cerita sama Yumna. Cuma tadi malam cuma bilang. Hari ini hari paling membahagiakan. Oh jadi ternyata ini yang membahagiakan," cetus Yumna dengan suara cemprengnya. Terlihat kesal dan kecewa pada Yuri dan Kak Dafa.

"Seharusnya kamu itu berterima kasih sama Kakak, Yumna. Kakak yang membawa pulang motor hello kittymu ke rumah. Makanya Kakak yang anatr Yuri pulang ke rumah. Kasihan juga kan, perempuan, sudah larut, harus pulang naik angkutan?" ucap Kak Dafa membela Yuri.

"Hemmm ... Bisa -bisanya Kak Dafa saja itu sih," ucap Yumna kesal.

Uhuk ... Ayah Roby sengaja terbatuk untuk mengakhiri perdebatan kedua putra putrinya yang tak akan selesai. Dafa yang selalu pintar mencari alasan harus berdebat dengan putrinya yang manja dan selalu kepo urusan kedua kakak kandungnya. Walaaupun begitu mereka tetap saling sayang dan perhatian satu sama lain.

"Sudah selesai Yumna? Mau berangkat sekarang atau nanti?" tanya Ayah Roby pada putri bungsunya.

"Sekarang saja Ayah. Males, sama lelaki modus seeprti Kak Dafa. Hati -hati Kak Jone, ketularan nanti, malah ikutan gak waras," ucap Yumna menggoda Kak Dafa sambil terkekeh lalu berpamitan pada Bunda Sinta.

***

Selama di perjalanan menuju kampus Yumna bersama Ayah Roby. Sebenarnya ada pesan yang ingin di sampaikan Ayah Roby kepada Yumna.

"Gimana rasanya sudah tunangan? Ada bedanya gak?" tanya Ayah Roby dengan wajah serius dan fokus menatap jalan raya sambil menyetir.

Yumna menoleh ke arah Ayah Roby. Tidak biasanya Ayah Roby bertanya soal ini. Ayah Roby biasanya cenderung diam dan sama sekali tidak banyak bicara. Sikapnya memang hanya lebih memanjakan Yumna tanpa embel -embel dan baru kali bertanya soal hubungannya pada Duta. Biasanya Ayah Roby akan bertanya pada Bunda Sinta.

"Ekhemm ... Maksud Ayah gimana? Kok Yumna gak paham," tanya Yumna pelan.

"Bukankah selama ini kamu ingin hubungan kamu dan Duta lebih serius? AYah bisa saja, langsung menikahkan kalian berdua saat ini juga. Tapi kan, tidak semudah itu. Duta masih muda, jenjang karirnya masih sanagt panjang. Begitu juga kamu, yang masih harus banyak belajar dalam segala hal," ucap Ayah Roby.

Yumna mengehla napas panjang. Yumna malah tak pernha berpikir soal itu. Bisa bertunangan saja sudah sangat senang tanpa harus menikah terlebih dahulu. Yuman juga masi ingin kuliah, senang -senang dan mengejar cita -citanya sebagai seorang arsitektur.

"Yumna gak mau menikah muda Ayah. Kak Duta juga tidak akan setuju. Kita berdua punya mimpi masing -masing, Ayah. Yumna tidak pernah keberatan menunggu Kak Duta sampai Kak Duta sukses dan menggapai semua cita -citanya," jelas Yumna pada Ayah Roby.

"Bagus sekali jawaban kamu, Na. Ini adalah jawaban yang Ayah tunggu sejak kemarin. Ayah memang meresti hubungan kamu dengan Duta hanya sebatas tunangan, biar kalian saling memotivasi satu sama lain, saling menyuport dan saling menasehati," ucap Ayah Roby memberikan petuah pada anak gadisya.

"Siap Ayah. Yumna janji tidak akan mengecewakan Ayah, Bunda, Kak Jone dan Kak Dafa serta Kak Duta. Yumna mau belajar sungguh -sungguh dalam segala hal," ucap Yumna pelan.

"Bagus. Ayah tunggu semua janji kamu itu. Lulus cepat dengan nilai cumlaude dan jadi Arsitektur yang terkenal," tegas Ayah Roby.

Yumna mengangguk tegas. Ia sangat termotivasi sekali dengan nasihat Ayah Roby.

Tak terasa, Mobil Ayah juga telah sampai di halaman kampus Yumna. Tak terasa hampir satu jam mereka saling memberikan nasihat dan pujian.

Yumna langsung pamit Ayah Roby untuk segera turun menuju kampusnya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!