17

Yumna sudah berjalan menuju di lobby menuju bagian pengumuman untuk melihat ruang kelas yang akan ia tempati pagi ini untuk menerima materi perkuliahan.

Kakinya melangkah pelan menaiki anak tangga menuju lobby kampus dan terlihat dari seberang jalan dekat taman kampus, mobil Duta memasuki halaman parkir.

Duta keluar dari dalam mobil. Tapi lihat, dia tidak sendiri, ada Atika yang juga ikut turun bersama Duta dari pintu mobil yang lain.

"Dih ... Pagi -pagi sudah bikin cemburu. Yumna gak di jemput, tapi sekertarisnya di jemput. Aneh banget sih," cicit Yumna lemah. Ia tadi begitu bersemangat sekali. Melihat pandangan barusan menjadi hilang semangatnya terbawa pada urusan overthinking.

"Dor!!" suara Yuri begitu kencang dengan tepukan keras di bahu Yumna membuat kaget gadis cantik itu.

Yumna terperanjat kaget dan menoleh ke arah belakang.

"Jantungan Yumna begini caranya!! Tdi pagi Kak Dafa yang bikin Yumna olah raga jantung. Sekarang kamu, Ri," ucap Yumna pelan seolah tak tahu soal kemarin.

Yuri berpura- pura tak mendengar dan berjalan begitu saja meninggalkan Yumna. Ia tahu sebenatr lagi sahabatnya akan memberondong banyak pertanyaan soal kemarin. Tadi pagi, Yuri sempat di chat Kak Dafa, kalau Yumna kesal dan mereka berdua malah berencana membuat gadis cantik itu semakin kesal dan emosi.

"Yuri!! Malah diam lagi!! Ngeselin banget sih," ucap Yumna kesal.

Yumna mengejar Yuri ke arah lobby menuju papan pengumuman untuk melihat jadwal ruangan kelas yang akan mereka pakai.

Perdana masuk dunia perkuliahan membuat Yuri merasa kurang nyaman dengan semua teman baru yang ia lihat. Bayangkan semuanya nampak dewasa mulai dari dandan dan cara berpakaian. Usianya masih belia tapi wajah dan gaya sudah seperti tante -tante usia dua puluhan yang belum dapat jodoh alias perawan tua. Semua ini akan menjadi sarapan dan makanan sehari -hari Yumna. Tapi, mereka bukan level gaya Yumna. Yuman terlalu cuek untuk bergaya menyaingi gadis kampus yang terlalu moderenisasi.

"Kita di lantai tiga ruang lima. Yuk ah," ajak Yuri pada Yumna. Yuri mengajak naik tangga manual saja lebih cepat. Lihat saja di bagian depan lift sudah penuh dengan antrian yang mau naik menuju lantai yang di inginkan.

"Jam berapa ke rumah Yumna? Kok Yumna gak tahu?" tanya Yumna pelan saat menaiki tangga.

"Kamu nanyak? Kamu bertanya -tanya? Kapan aku ke rumah kamu?" ucap Yuri tertawa keras sambil menoleh ke arah belakang menatap Yumna yang tengah bersiap memukul Yuri dengan tas punggungnya.

"Awas kamu. Gak ada restu untuk seorang sahabat. Bodo amat lah," teriak Yumna kesal. Langkah kakinya di hentakkan dengan kencang ke lantai dengan sepatu ketsnya yang masih putih bersih.

"Widih ... Sahabat Yuri mulai mengancam. Menunjukkan taringnya dengan cara tak memberi restu. Restu buat apa sih? Kok aku gak paham ya?" tanya Yuri pura -pura sambil menarik tangan Yumna dan menggandengnya erat.

Yumna hanya melirik sekilas dan mengerucutkan bibirnya yang menandakan ia masih sangat kesal sekali.

"Lagian main selonong boy aja. Kudu minta ijin sama adik bungsu ini," ucap Yumna tertawa keras menggema di selasar lorong menuju ruang lima.

Teriakan itu membuat seluruh orang yang ada di selasar itu menatap Yumna dengan aneh. Gadis beliua dengan gaya sedikit kekanak -kanankan.

"Husss ... Banyak yang lihatin kamu tuh. Mulutnya tolong di kondisikan kalau ketawa. Dari luar kelihatan hello kitty alim banget setelah ngakak malah bar -barnya keluar," cetus Yuri tertawa mengejek.

"Hemmm ... Ejek terus ini adik ipar bukan musuh dalam selimut," cetus Yumna asal.

Kedua matanya terfokus ke arah dua sejoli yang terlihat mesra dan fokus pada berkas yang mereka pegang.

Yuri menyikut lengan Yumna yang sudah melihat kehadiran Duta yang sejak tadi melirik ke arah Yumna. Duta bahkan tahu apa yang baru saja di lakukan gadis kesayangannya itu beru saja hingga semua orang menatap Yumna dengan tatapan aneh.

"Kak Duta tuh," cicit Yuri lirih sambil menatap ke arah Atika yang berjalan di sebelah Duta dengan mesra. Tubuh Atika sengaja menempel pada Duta. tapi Duta berusaha menghindari kontak tubuh itu dengan perlahan.

"Terus? Yumna harus lari dan meluk gitu? Biar semua orang tahu? Soal hubungan Yumna sama Kak Duta? Kak Duta kan gak suka begitu dari dulu. Dia maunya, Yumna di sembunyikan biar tidak di jahili banyak orang karena telah menjadi bagian dari hidup Kak Duta" ucap Yumna lirih. etap saja ada perasaan cemburu, walaupun ia sudah bertunangan. Jangankan bertunangan, menikah saja ada yang pisah dan bercerai," ucap Yumna menjelaskan.

"Gak usah cemburu. Dia cuma sekertaris, dan kamu tunangannya. Beda jauh ya," ucap Yuri mencoba menenangkan hati Yumna yang terasa panas.

"Iya," jawab Yumna pasrah.

Yuri langsung menarik tangan Yumna dan masuk ke dalam ruang lima. Ternyata, Duta juga kuliah di ruang empat. Ruang mereka bersebelahan. Saat melewati ruang Yumna, Duta melirik ke arah Yumna yang sudah duduk di bagian depan bersama Yuri.

***

Kuliah sesi pertama dan kedua sudah selesai. Sudah saatnya perut kedua gadis belia itu minta di isi. Kuliah perdana mereka cukup berkesan. Dosennya cukup baik dan ramah.

Yumna masih membereskan binder dan alat tulisnya lalu di masukkan ke dalam tas punggungnya yang mungil.

Hari bawaan bukunya hanyasedikit. Mulai hari ini, Yumna dan Yuri akan mencari buku paket yang di rekomendasikan oleh dosen sebagai penunjang belajar untuk memahami mata kulaih dasar sebagai seorang arsitektur.

"Makan yuk, Yum," ajak Lukas menghampiri meja Yumna dan Yuri.

Yumna menatap Lukas dan menggendong tas punggungnya sambil menunggu Yuri yang belum selesai merapikan buku dan alat tulisnya. Yuri baru selesai mencatat.

"Yumna mau makan siang sama Yuri. Sudah janjian," jawab Yumna dengan malas. Yumna sengaja menaikkan tangannya di atas meja agar cincin tunangannya juga terlihat di depan Lukas.

"Ya sudah gak apa- apa. Kitya makan bertiga. Gue yang traktir. Kalian berdua mau pesen apa saja, terserah," titah Lukas pad Yumna dan Yuri.

Kedua gadis belia itu saling menatap. Yuri mengangkat bahunya dan itu tandanya terserah Yumna.

"Tapi Yumna cuma makan di kantin aja," ucap Yumna pelan.

"Ya gak apa -apa. Mau di kantin apa di kafe, gue tetep ngikut sama loe. Kalau perlu kita jalan sekarang cari buku paket? Gimana? Seru gak?" tanya Lukas nampak semangat sekali.

"Yumna cuma mau makan. Habis itu mau ke perpustakaan sama Yuri. Iya kan Ri?" tanya Yumna pelan kepada Yuri.

"Iya. Kita mau ke perpustakaan," ucap Yuri santai.

"Yuk ah. umna mau makan. Udah lapar," ucap Yumna pelan.

"Yuk," jawab Yuri kemudian.

Kedua sahabat itu pun berjalan lebih dulu dan Lukas mengikuti dari belakang.

Mereka berjalan melewati ruang empat yang terbuka lebar. Duta menatap ke luar ruangan dan melihat tas Yumna sedang di ganduli oleh Lukas. Hatinya juga terbakar api cemburu.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 36
38 37
39 38
40 39
41 40
42 41
43 42
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 Pengumuman
89 Kisah Lain.1
90 2
91 3
92 4
93 5
94 6
95 7
96 8
97 9
98 10
99 11
100 12
101 14
102 15
103 16
104 17
105 18
106 19
107 20
108 21
109 22
110 23
111 24
112 25
113 26
114 27
115 28
116 29
117 30
118 31
119 32
120 33
121 34
122 35
123 36
124 37
125 38
126 39
127 40
128 41
129 42
130 43
131 44
132 45
133 46
134 47
135 48
136 49
137 50
138 51
139 52
140 53
141 54
142 55
143 56
144 57
145 58
146 59
147 60
148 61
149 62
150 63
151 64
152 65
153 66
154 67
155 68
156 69
157 70
158 71
159 72
160 73
161 74
162 75
163 76
164 77
165 78
166 79
167 80
168 81
169 82
170 83
171 84
172 85
173 86
174 87
175 88
176 89
177 90
178 91
179 92
180 93
181 94
182 95
183 96
184 97
185 98
186 99
187 100
188 101
189 102
190 103
191 104
192 105
193 106
194 107
195 108
196 109
197 110
198 111
199 112
200 113
201 114
202 115
203 116
204 117
205 118
Episodes

Updated 205 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
36
38
37
39
38
40
39
41
40
42
41
43
42
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
Pengumuman
89
Kisah Lain.1
90
2
91
3
92
4
93
5
94
6
95
7
96
8
97
9
98
10
99
11
100
12
101
14
102
15
103
16
104
17
105
18
106
19
107
20
108
21
109
22
110
23
111
24
112
25
113
26
114
27
115
28
116
29
117
30
118
31
119
32
120
33
121
34
122
35
123
36
124
37
125
38
126
39
127
40
128
41
129
42
130
43
131
44
132
45
133
46
134
47
135
48
136
49
137
50
138
51
139
52
140
53
141
54
142
55
143
56
144
57
145
58
146
59
147
60
148
61
149
62
150
63
151
64
152
65
153
66
154
67
155
68
156
69
157
70
158
71
159
72
160
73
161
74
162
75
163
76
164
77
165
78
166
79
167
80
168
81
169
82
170
83
171
84
172
85
173
86
174
87
175
88
176
89
177
90
178
91
179
92
180
93
181
94
182
95
183
96
184
97
185
98
186
99
187
100
188
101
189
102
190
103
191
104
192
105
193
106
194
107
195
108
196
109
197
110
198
111
199
112
200
113
201
114
202
115
203
116
204
117
205
118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!