18. Melanggar Pantangan

Hanya butuh waktu sebentar untuk tiba di kediaman orangtua Tomi.

Setelah mengucapkan terima kasih pada Bayu dan semua petani, Ranvier dan Tomi pun turun dari mobil pick up itu. Sedangkan Bayu dan para petani melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman mereka masing-masing.

" Rumah orangtua Abang ya cuma begini Vier. Makanya Abang nanya sama Lo berkali-kali tadi, apa Lo yakin mau nginep di sini...," kata Tomi sambil menatap Ranvier.

Ranvier tersenyum maklum. Ia paham mengapa Tomi khawatir ia menolak menginap. Kondisi rumah orangtua Tomi memang tak sebagus rumahnya di Jakarta. Rumah orangtua Tomi terletak di desa yang masih kental dengan adat istiadatnya. Rumah di sana masih berdinding bambu dan beratap jerami.

Ranvier menepuk punggung Tomi dengan lembut untuk menyatakan kesediaannya.

" Santai aja Bang. Gue ga keberatan kok. Tapi kalo Gue ga betah, bisa kan Lo anterin Gue nyari penginapan...?" tanya Ranvier sambil menaik turunkan alisnya.

" Ck, dasar ABG labil...," gerutu Tomi hingga membuat Ranvier tertawa.

Kedatangan Tomi dan Ranvier disambut dengan suka cita oleh kedua orangtua Tomi. Bahkan Ranvier tak kuasa menahan tawa melihat Tomi merengek di dalam pelukan orangtuanya.

" Maklum lah Nak. Tomi ini kan anak bungsu. Ketiga Kakaknya sudah menikah semua dan tinggal Tomi yang masih membujang...," kata ayah Tomi.

" Iya, gapapa Pak. Saya cuma kaget aja ngeliat Bang Tomi ngerengek kaya anak kecil tadi. Biasanya kan Bang Tomi itu gahar bin sangar, sesuai banget sama penampilannya yang kaya preman itu...," sahut Ranvier di sela tawanya.

" Ga usah lebay deh Vier...," kata Tomi sambil mengurai pelukan dan mengusap wajahnya yang basah itu dengan punggung tangannya.

Kemudian Tomi mengajak Ranvier duduk dan berbincang banyak hal dengan kedua orangtuanya. Tomi juga menceritakan bagaimana antusiasnya Ranvier membantu warga panen sayuran tadi.

Sebelum adzan Maghrib berkumandang, mereka menghentikan obrolan karena ayah Tomi mengajak Tomi dan Ranvier sholat berjamaah di masjid.

" Ayo siap-siap, Kita sholat berjamaah di masjid nanti...!" kata ayah Tomi.

Tomi dan Ranvier mengangguk lalu bergegas membersihkan diri bergantian. Setelahnya Tomi dan Ranvier mengekori ayah Tomi yang berjalan lebih dulu menuju masjid.

Usai sholat Maghrib berjamaah, ayah Tomi mengajak Ranvier dan Tomi berkunjung ke rumah salah satu tetangga yang menggelar pengajian.

" Pengajian dimana Pak...?" tanya Tomi.

" Rumahnya Pak Wid. Anak perempuannya kan akan menikah sama Badrun lusa. Karena anak perempuannya cuma satu, maka Pak Wid bakal menggelar pesta untuk merayakan acara pernikahan anaknya itu. Nah sekarang diadakan pengajian sebagai rangkaian acara pernikahan...," sahut ayah Tomi.

" Wah bakal ada pesta rakyat dong Pak...," sela Ranvier antusias.

" Iya Nak. Kebetulan ya, jadi Kamu bisa sekalian ngeliat pesta adat di sini...," sahut ayah Tomi sambil tersenyum.

" Anaknya Pak Wid yang namanya Linda itu kan Pak...?" tanya Tomi memastikan.

" Betul...," sahut ayah Tomi cepat.

" Linda mau nikah sama Badrun. Bukannya Badrun udah nikah ya sama si Tissa...?" tanya Tomi.

" Oh itu. Bapak lupa bilang kalo Tissa dan Badrun ga jadi menikah. Tissa meninggal dua hari sebelum pernikahan. Dan setelah setahun lebih, akhirnya Badrun menemukan pengganti Tissa dan bisa melupakan tunangannya itu...," sahut ayah Tomi hingga mengejutkan Tomi.

" Tissa meninggal...?" tanya Tomi tak percaya.

" Iya...," sahut sang ayah.

" Kalo boleh tau Tissa meninggal karena apa Pak...?" tanya Tomi.

" Biasa lah Tom, Tissa ga sengaja melanggar pantangan. Mungkin karena lama tinggal di kota, Tisaa jadi meremehkan adat istiadat di desa ini. Seharusnya sih jangan melanggar adat. Kan Tissa akan menikah di sini, jadi ya harus mengikuti aturan yang berlaku di sini dong. Lain cerita kalo dia memang mau menikah di luar kota. Mungkin peraturannya bisa sedikit longgar...," sahut ayah Tomi yang diangguki Tomi.

Ranvier nampak menyimak cerita ayah Tomi dengan seksama. Saat itu lah ia baru mengerti jika desa itu memiliki aturan adat yang tak bisa dilanggar jika tak ingin berakhir dengan kematian.

Ranvier pun masuk ke dalam rumah yang terlihat meriah karena dihias sedemikian rupa. Rumah Pak Wid memang terlihat berbeda dibanding rumah warga desa lainnya.

" Sini Vier, jangan jauh-jauh dari Gue. Biar kalo ada apa-apa Gue bisa bantuin...," ajak Tomi sambil berbisik.

" Iya Bang...," sahut Ranvier sambil duduk merapat di samping Tomi.

" Pak Wid ini orang paling kaya di sini. Rumahnya luas, punya peternakan kuda dan ladangnya banyak. Salah satu ladang yang digarap warga ya ada di tempat Kita panen tadi Vier...," kata Tomi.

" Oh gitu...," sahut Ranvier sambil mengangguk.

Sebelum pengajian dimulai, Pak Wid memberi sedikit kata sambutan selaku tuan rumah. Saat tatap matanya membentur sosok Ranvier ia pun nampak mengerutkan keningnya. Ayah Tomi pun memperkenalkan Ranvier sebagai keponakannya yang tinggal di Jakarta.

" Assalamualaikum Bapak-bapak, kenalkan nama Saya Ranvier...," kata Ranvier dengan santun.

" Wa alaikumsalam. Semoga betah di kampung ini ya Nak...," sahut Pak Wid ramah mewakili semua warga yang tersenyum menyambut kehadiran Ranvier di sana.

" Aamiin, makasih Pak...," kata Ranvier.

" Sama-sama..., " sahut warga bersamaan.

Kemudian pengajian pun dimulai. Saat tengah mengaminkan doa yang dibacakan sang ulama desa, Ranvier kembali melihat penampakan wanita berbaju kuning yang dilihatnya di ladang tadi.

Wanita yang diyakini Ranvier sebagai hantu itu nampak berdiri di halaman rumah sambil menatap ke dalam rumah dengan mata berkaca-kaca. Penampilannya kali ini terlihat lebih menyeramkan dibandingkan saat pertama kali Ranvier melihatnya di ladang. Dan itu membuat Ranvier mendadak ingin pipis.

Menyadari Ranvier yang gelisah Tomi pun menoleh dan bertanya.

" Kenapa Vier...?" tanya Tomi.

" Gapapa Bang. Cuma kebelet pipis...," sahut Ranvier.

" Lo bisa numpang pipis di toilet kalo Lo mau Vier. Apa perlu Gue anterin...?" tanya Tomi.

" Ga usah dianterin Bang, tolong mintain ijin aja sama Pak Wid...," sahut Ranvier yang diangguki Tomi.

Saat pengajian selesai, Tomi pun bergegas mendekat kearah Pak Wid dan meminta ijin untuk ke toilet.

" Silakan Nak, toiletnya di belakang sana ya. Lewat sini boleh, atau kalo malu lewat samping juga boleh...," kata pak Wid dengan ramah.

" Saya lewat samping aja Pak...," sahut Ranvier sambil bergegas melangkah mengikuti Tomi hingga membuat Pak Wid menggelengkan kepala.

" Sayang anak perempuanku cuma satu. Kalo Linda punya adik perempuan pasti bakal Aku nikahin sama anak itu...," gumam Pak Wid sambil tersenyum.

Rupanya Pak Wid memang mengagumi Ranvier. Karena menurutnya, selain tampan Ranvier juga istimewa dengan sikap santunnya itu.

" Gue tunggu di sini ya Vier...," kata Tomi saat tiba di pintu belakang.

" Ga usah Bang, Lo ke depan aja. Ntar ditinggal sama Bapak yang ngirain Kita udah balik duluan lho...," sahut Ranvier.

" Oh iya. Tapi Lo berani kan Vier...?" tanya Tomi.

" Berani Bang. Udah buruan ke depan gih...," sahut Ranvier sambil bergegas masuk ke toilet.

Beberapa saat kemudian Ranvier pun keluar dari toilet. Ia sempat berpapasan dengan para ibu yang sibuk membantu di dapur. Ranvier pun tersenyum lalu pamit undur diri.

Saat melintas di halaman samping rumah Pak Wid, Ranvier kembali melihat penampakan wanita berbaju kuning itu. Kali ini Ranvier benar-benar takut karena wanita itu tak lagi mengenakan caping bambu di kepalanya. Rambutnya yang panjang dan kusut dibiarkan terurai hingga membuat penampilannya mirip kuntilanak.

" Aku Tissa...," kata hantu wanita itu lirih namun terdengar jelas di telinga Ranvier.

Ranvier yang ketakutan pun bergegas lari ke teras depan karena tak sanggup menghadapi hantu Tissa seorang diri.

bersambung

Terpopuler

Comments

Nurhayati

Nurhayati

aduuh aku kok ya merinding

2023-03-08

1

Siti komalasari

Siti komalasari

sedikit -sedikit lama-lama jadi berani ya ranvier ayo semangat

2023-03-01

1

neng ade

neng ade

kenapa dngn arwah Tissa.. kematian jayadi misteri.. semoga Ranvier dpt membantu nya

2023-03-01

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ranvier
2 2. Berbeda...
3 3. Itu Buaya Kan ?
4 4. Darimana Kamu ?
5 5. Ga Sopan
6 6. Cerita Ranvier
7 7. Anak Lelaki
8 8. Isi Tas... ?
9 9. Teman Nyentrik
10 10. Ranvier Kembali
11 11. Memutus Ikatan
12 12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13 13. Ranvier Harus Lulus
14 14. Kesurupan Massal
15 15. Ranvier Tau...
16 16. Ketemu Eugene
17 17. Petani Ghaib
18 18. Melanggar Pantangan
19 19. Pantangan Apa ?
20 20. Kata Daeng Payau
21 21. Hanya Doa...?
22 22. Menghukum Tissa
23 23. Siulan Ranvier
24 24. Pamali
25 25. Ada Ular...!
26 26. Ditelephon Kakek
27 27. Ranvier Pergi ?
28 28. Diculik Lagi
29 29. Iming - Iming
30 30. Sinar Keperakan
31 31. Membujuk
32 32. Khodam Penjaga ?
33 33. Makhluk Planet
34 34. Pengagum Rahasia
35 35. Bayangan Perempuan
36 36. Mimpi Buruk Maudy
37 37. Kepala Tanpa Tubuh
38 38. Yang Ranvier Lakukan
39 39. Cita-Cita Akmal
40 40. Ternyata Ranvier...
41 41. Kaki Menggantung
42 42. Jijik
43 43. Cari Tempat Lain
44 44. Tongkat Ajaib Erwin
45 45. Hantu Homreng ?
46 46. Ancaman Daeng Payau
47 47. Arwah Penasaran
48 48. Jangan Mandi Bareng !
49 49. Ranvier Yang Menghadapi
50 50. Ranvier Pergi
51 51. Api Di Kartu Undangan
52 52. Mimpi Atau Bukan ?
53 53. Decker Dan Joshua
54 54. Siapa Albert ?
55 55. Anastasya...?
56 56. Bertamu Ke Rumah Albert
57 57. Mengintai
58 58. Teman Lama
59 59. Tunggu Kabar
60 60. Berkomunikasi Dengan Albert
61 61. Histeris
62 62. Menjalankan pesan
63 63. Jalan Buntu
64 64. Akmal Ngomel
65 65. Kata Ranvier
66 66. Kali Ke Dua
67 67. Janji Erwin
68 68. Nenek Misterius
69 69. Itu Setan...?
70 70. Ketemu Erwin
71 71. Ondel - Ondel
72 72. Sosok Kecil
73 73. Bayi Mencari Ibu
74 74. Tentang Ami
75 75. Bayi Ami
76 76. Memaafkan...
77 77. Karma ?
78 78. Waktu Keramat
79 79. Yang Pamit Siapa ?
80 80. Mau Pulang Pak ?
81 81. Aini Gentayangan...?
82 82. Jadi Tumbal ?
83 83. Tumbal Istimewa
84 84. Ada Orang...
85 85. Kyai Ireng
86 86. Sumpah Kyai Ireng
87 87. Jasad Tak Dikenal
88 88. Debt Colector
89 89. Dimomong Kuntilanak
90 90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91 91. Mencari Eugene
92 92. Aura Ga Enak
93 93. Luka Eugene
94 94. Hantu Baik
95 95. Pesona Ranvier
96 96. Kontrak Aneh
97 97. Cewek Berambut Kribo
98 98. Kena Pelet...?
99 99. Jadi Dia...
100 100. Sundel Bolong ?
101 101. Mengejar Mutiara
102 102. Menempel Terus
103 103. Jin Penghuni Bedak
104 104. Ranvier Ditagih Janji...
105 105. Pesona Arcana
106 106. Berbeda...?
107 107. Siapkan Waktu...
108 108. Patah Hati Bareng
109 109. Ijin Kakek Randu
110 110. Keluarga Kyai Ranggana
111 111. Penjelasan Arcana
112 112. Makin Terikat
113 113. Rasa Yang Salah
114 114. Pamit...
115 115. Dicomblangin
116 116. Mantan Yang Kembali
117 117. Menggelengkan Kepala
118 118. Dikenalin
119 119. Feeling Buruk
120 120. Gagasan Erwin
121 121. Sosok Lain
122 122. Ketauan Aslinya
123 124. Ide Nyeleneh Kakek
124 125. Lho Kok...?!
125 126. Siap...
126 127. Siapa Wijaya ?
127 127. Mengecoh
128 128. Pulang Ke Rumah
129 129. Serangan Ghaib
130 130. Pesan Terakhir Nada
131 131. Tali Jerami
132 132. Putus Hubungan
133 133. Terikat Jerami
134 134. Suara Di Kamar
135 135. Anaknya Wijaya
136 136. Kerasukan
137 137. Pengorbanan Ayu
138 138. Jadi Sosok Itu...
139 139. Diobati Dulu
140 140. Mantan...
141 141. Pengakuan Wijaya
142 142. Selingkuh
143 143. Kemarahan Siti
144 144. Tanda Lahir
145 145. Labirin Ghaib
146 146. Dimaafkan
147 147. Ultimatum Ranvier
148 148. Pesen Mama...
149 149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150 150. Perhatian
151 151. Klien Penting
152 152. Diusir
153 153. Melamar
154 154. Pesan Misterius
155 155. Siapa Zero ?
156 156. Nada Diculik
157 157. Pingitan Urung
158 158. Malu - Malu
159 159. Ranvier Pergi
160 160. Pencuri Di Kafe
161 161. Pengawal...?
162 162. Permintaan Ganesh
163 163. Memanggil
164 164. Teman Nada ?
165 165. Nama Untuk Bayi Arcana
166 166. Rusuh
167 167. Melihat Barong ?
168 168. Pulang Dulu...
169 169. Honey Moon
170 170. Berangkat
171 171. Berjuang Bersama
172 172. Kamila Yang Melengkapi
Episodes

Updated 172 Episodes

1
1. Ranvier
2
2. Berbeda...
3
3. Itu Buaya Kan ?
4
4. Darimana Kamu ?
5
5. Ga Sopan
6
6. Cerita Ranvier
7
7. Anak Lelaki
8
8. Isi Tas... ?
9
9. Teman Nyentrik
10
10. Ranvier Kembali
11
11. Memutus Ikatan
12
12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13
13. Ranvier Harus Lulus
14
14. Kesurupan Massal
15
15. Ranvier Tau...
16
16. Ketemu Eugene
17
17. Petani Ghaib
18
18. Melanggar Pantangan
19
19. Pantangan Apa ?
20
20. Kata Daeng Payau
21
21. Hanya Doa...?
22
22. Menghukum Tissa
23
23. Siulan Ranvier
24
24. Pamali
25
25. Ada Ular...!
26
26. Ditelephon Kakek
27
27. Ranvier Pergi ?
28
28. Diculik Lagi
29
29. Iming - Iming
30
30. Sinar Keperakan
31
31. Membujuk
32
32. Khodam Penjaga ?
33
33. Makhluk Planet
34
34. Pengagum Rahasia
35
35. Bayangan Perempuan
36
36. Mimpi Buruk Maudy
37
37. Kepala Tanpa Tubuh
38
38. Yang Ranvier Lakukan
39
39. Cita-Cita Akmal
40
40. Ternyata Ranvier...
41
41. Kaki Menggantung
42
42. Jijik
43
43. Cari Tempat Lain
44
44. Tongkat Ajaib Erwin
45
45. Hantu Homreng ?
46
46. Ancaman Daeng Payau
47
47. Arwah Penasaran
48
48. Jangan Mandi Bareng !
49
49. Ranvier Yang Menghadapi
50
50. Ranvier Pergi
51
51. Api Di Kartu Undangan
52
52. Mimpi Atau Bukan ?
53
53. Decker Dan Joshua
54
54. Siapa Albert ?
55
55. Anastasya...?
56
56. Bertamu Ke Rumah Albert
57
57. Mengintai
58
58. Teman Lama
59
59. Tunggu Kabar
60
60. Berkomunikasi Dengan Albert
61
61. Histeris
62
62. Menjalankan pesan
63
63. Jalan Buntu
64
64. Akmal Ngomel
65
65. Kata Ranvier
66
66. Kali Ke Dua
67
67. Janji Erwin
68
68. Nenek Misterius
69
69. Itu Setan...?
70
70. Ketemu Erwin
71
71. Ondel - Ondel
72
72. Sosok Kecil
73
73. Bayi Mencari Ibu
74
74. Tentang Ami
75
75. Bayi Ami
76
76. Memaafkan...
77
77. Karma ?
78
78. Waktu Keramat
79
79. Yang Pamit Siapa ?
80
80. Mau Pulang Pak ?
81
81. Aini Gentayangan...?
82
82. Jadi Tumbal ?
83
83. Tumbal Istimewa
84
84. Ada Orang...
85
85. Kyai Ireng
86
86. Sumpah Kyai Ireng
87
87. Jasad Tak Dikenal
88
88. Debt Colector
89
89. Dimomong Kuntilanak
90
90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91
91. Mencari Eugene
92
92. Aura Ga Enak
93
93. Luka Eugene
94
94. Hantu Baik
95
95. Pesona Ranvier
96
96. Kontrak Aneh
97
97. Cewek Berambut Kribo
98
98. Kena Pelet...?
99
99. Jadi Dia...
100
100. Sundel Bolong ?
101
101. Mengejar Mutiara
102
102. Menempel Terus
103
103. Jin Penghuni Bedak
104
104. Ranvier Ditagih Janji...
105
105. Pesona Arcana
106
106. Berbeda...?
107
107. Siapkan Waktu...
108
108. Patah Hati Bareng
109
109. Ijin Kakek Randu
110
110. Keluarga Kyai Ranggana
111
111. Penjelasan Arcana
112
112. Makin Terikat
113
113. Rasa Yang Salah
114
114. Pamit...
115
115. Dicomblangin
116
116. Mantan Yang Kembali
117
117. Menggelengkan Kepala
118
118. Dikenalin
119
119. Feeling Buruk
120
120. Gagasan Erwin
121
121. Sosok Lain
122
122. Ketauan Aslinya
123
124. Ide Nyeleneh Kakek
124
125. Lho Kok...?!
125
126. Siap...
126
127. Siapa Wijaya ?
127
127. Mengecoh
128
128. Pulang Ke Rumah
129
129. Serangan Ghaib
130
130. Pesan Terakhir Nada
131
131. Tali Jerami
132
132. Putus Hubungan
133
133. Terikat Jerami
134
134. Suara Di Kamar
135
135. Anaknya Wijaya
136
136. Kerasukan
137
137. Pengorbanan Ayu
138
138. Jadi Sosok Itu...
139
139. Diobati Dulu
140
140. Mantan...
141
141. Pengakuan Wijaya
142
142. Selingkuh
143
143. Kemarahan Siti
144
144. Tanda Lahir
145
145. Labirin Ghaib
146
146. Dimaafkan
147
147. Ultimatum Ranvier
148
148. Pesen Mama...
149
149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150
150. Perhatian
151
151. Klien Penting
152
152. Diusir
153
153. Melamar
154
154. Pesan Misterius
155
155. Siapa Zero ?
156
156. Nada Diculik
157
157. Pingitan Urung
158
158. Malu - Malu
159
159. Ranvier Pergi
160
160. Pencuri Di Kafe
161
161. Pengawal...?
162
162. Permintaan Ganesh
163
163. Memanggil
164
164. Teman Nada ?
165
165. Nama Untuk Bayi Arcana
166
166. Rusuh
167
167. Melihat Barong ?
168
168. Pulang Dulu...
169
169. Honey Moon
170
170. Berangkat
171
171. Berjuang Bersama
172
172. Kamila Yang Melengkapi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!