Setelah makan malam, Ranvier pun dipersilakan istirahat di kamar. Namun Ranvier menolak dan memilih duduk di teras menemani Tomi.
Saat sedang berbincang dengan Tomi, dua orang pria datang bertamu. Rupanya mereka adalah teman lama Tomi. Ketiganya langsung terlibat pembicaraan seru dan sedikit melupakan Ranvier.
Tak ingin menjadi pengganggu, Ranvier pun menepi dari teras. Ia berdiri di pinggir jalan di depan rumah sambil menatap ke sekelilingnya.
Tiba-tiba Ranvier teringat kakeknya. Ia pun segera menghubungi sang kakek dan mengabarkan keadaannya saat itu.
" Alhamdulillah, Kakek senang dengernya. Nanti sampein salam Kakek untuk orangtuanya Tomi ya Vier...," kata kakek Randu.
" Iya Kek, siaappp...," sahut Ranvier.
" Oh iya. Jangan lupa Kamu telephon Paman Daengmu itu Vier. Dia nanyain Kamu terus daritadi...," kata Kakek Randu mengingatkan.
" Ada apa ya Kek...?" tanya Ranvier.
" Mana Kakek tau. Coba aja tanya langsung sama dia...," sahut kakek Randu.
" Ok deh, Aku tutup dulu ya Kek. Assalamualaikum..., " kata Ranvier di akhir pembicaraan dengan sang kakek.
Kemudian Ranvier mendial nomor Daeng Payau. Namun sayang, setelah beberapa kali mencoba Daeng Payau tak juga merespon. Ranvier pun menghela nafas panjang dan bersiap masuk ke dalam rumah. Namun saat ia membalikkan tubuhnya, handphonenya kembali berdering.
Ranvier tersenyum saat melihat nama 'Paman Daeng' di layar ponselnya itu. Bergegas Ranvier menerima panggilan dan bicara banyak hal dengan sang guru spiritualnya itu.
" Jadi apa Kamu menemukan sesuatu Vier...?" tanya Daeng Payau setelah basa basi sejenak.
" Maksud Paman apa...?" tanya Ranvier.
" Saya merasa Kamu akan menemukan sesuatu atau justru telah menemukan sesuatu di sana. Apa ucapan Saya ini benar Vier...?" tanya Daeng Payau.
Ranvier berdehem untuk menetralisir rasa terkejutnya itu. Kemudian Ranvier sedikit mengecilkan suaranya saat menceritakan apa yang ditemuinya hari itu.
" Yang Aku mau tau kenapa mereka menampakkan diri di depan Aku Paman...?" tanya Ranvier gusar.
" Itu karena indra keenam Kamu terbuka jadi bisa melihat mereka Ranvier...," sahut Daeng Payau.
" Tapi kenapa harus terbuka ?. Dan sejak kapan Aku bisa melihat mereka Paman...?" tanya Ranvier.
Pertanyaan Ranvier mau tak mau membuat Daeng Payau tersenyum. Ia tak menyangka jika Ranvier masih saja tak paham dengan situasi yang sedang ia alami.
" Sejak Kamu pergi ke rumah Arcana, sejak saat itu lah Kamu bisa berinteraksi dengan makhluk halus Ranvier...," sahut Daeng Payau.
" Tapi Aku ga mau berinteraksi dengan mereka Paman...," kata Ranvier putus asa.
" Ga bisa Ranvier. Meski Kamu menolak, mereka akan tetap menampakkan diri di depanmu. Tak peduli Kamu suka atau tidak...," sahut Daeng Payau tegas.
Ranvier nampak mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa terjebak dan lelah. Saat itu Ranvier benar-benar menyesal karena pernah mengikuti ajakan Nyai Ranggana dulu.
" Ranvier...," panggil Daeng Payau dari seberang telephon.
" Iya Paman...," sahut Ranvier lirih.
" Saya mengerti kondisi Kamu. Sekarang Kamu lagi capek karena perjalanan jauh. Sebaiknya Kamu istirahat dan tidur. Insya Allah besok Kita bicara lagi...," kata Daeng Payau.
" Tapi Aku takut hantu Tissa dan Eugene ngikutin Aku Paman. Gimana Aku bisa istirahat dan tidur kalo kaya gitu...," sahut Ranvier sambil mengusak rambutnya.
" Kamu tenang aja, Saya akan berusaha membantumu...," kata Daeng Payau.
" Membantu gimana sih Paman. Kita kan berjauhan. Aku di Nusa Tenggara Barat lho sekarang dan bukan di Jakarta...," kata Ranvier mengingatkan.
" Saya tau. Tapi Kamu ga lupa kan kalo ilmu ghaib itu bisa menembus dimensi ruang dan waktu. Jadi jarak segini mah ga masalah untuk Saya...," sahut Daeng Payau santai.
" Yang bener Paman...?!" tanya Ranvier tak percaya.
" Iya. Sekarang Kamu masuk ke kamar dan tidur. Saya akan berusaha berkomunikasi dengan mereka dan minta mereka ga mengganggu Kamu malam ini...," sahut Daeng Payau.
" Kenapa hanya malam ini Paman ?. Itu artinya besok mereka bakal gangguin Aku dong...," kata Ranvier kesal.
" Kan besok Kita bakal ngobrol lagi buat ngebahas masalah ini. Insya Allah bakal ada solusinya biar Kamu ga diganggu terus sama mereka...," sahut Daeng Payau.
" Oh gitu. Ya udah deh, terserah Paman aja. Aku tidur dulu ya Paman. Assalamualaikum...," kata Ranvier mengakhiri pembicaraan dengan sang guru spiritual.
" Duduk sini yuk Vier...," ajak Tomi yang diangguki kedua temannya.
" Maaf, Gue udah ngantuk banget nih. Duluan ya Bang...," pamit Ranvier sambil tersenyum kearah Tomi dan kedua temannya.
" Ok...," sahut Tomi dan temannya bersamaan.
Setelah membasuh wajah di kamar mandi, Ranvier pun masuk ke dalam kamar Ialu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah itu. Tak butuh waktu lama Ranvier pun telah pergi ke alam mimpi.
Sejam kemudian Tomi masuk ke dalam kamar. Ia menggelengkan kepala melihat tubuh Ranvier yang melintang di atas tempat tidur.
" Kalo gini mah alamat Gue yang nyungsep ke lantai gara-gara ketendang sama Ranvier...," gumam Tomi.
Kemudian Tomi meraih bantal dari atas tempat tidur lalu membawanya ke lantai. Setelah menggelar tikar, Tomi pun berbaring. Dan sesaat kemudian Tomi ikut menyusul Ranvier pergi ke alam mimpi.
\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Ranvier pun mendapat kabar jika hantu Tissa yang terus mengikutinya sejak ia tiba di desa itu memang memerlukan bantuannya.
" Bantuan apa Paman...?" tanya Ranvier.
" Kamu temui keluarga Tissa lalu sampaikan sama mereka jangan terus meratapi kepergiannya. Mereka juga harus mengembalikan sesuatu yang mereka ambil supaya Tissa bisa pergi dengan tenang...," sahut Daeng Payau.
" Aku ga kenal sama keluarga Tissa Paman. Terus gimana caranya Aku bilang sama mereka?. Aku khawatir mereka curiga dan mengira Aku orang g*la karena bicara melantur...," kata Ranvier panik.
" Minta bantuan Bapaknya Tomi. Karena Tomi aja ga bakal cukup...," sahut Daeng Payau.
" Gimana kalo sekarang Aku sambungin Paman sama Bapaknya Bang Tomi ?. Paman bisa bicara sama Beliau dan menjelaskan semuanya nanti...," usul Ranvier hingga membuat Daeng Payau tersenyum.
" Kamu memang cerdik. Baik lah, tolong sambungkan Aku dengan Bapaknya Tomi ya...," pinta Daeng Payau.
Ranvier pun tersenyum lebar lalu bergegas menemui ayah Tomi yang sedang memberi makan kambing di belakang rumah.
" Siapa itu Paman Daeng...?" tanya ayah Tomi saat Ranvier menyampaikan keinginan Daeng Payau bicara dengannya.
" Itu guru spiritualnya Ranvier Pak...," sahut Tomi tiba-tiba saat Ranvier bingung bagaimana cara menjelaskan siapa Daeng Payau.
" Terus kenapa mau bicara sama Bapak...?" tanya ayah Tomi tak mengerti.
" Bapak bakal ngerti kalo ngomong langsung sama Daeng Payau...," sahut Tomi sambil menyodorkan ponsel milik Ranvier kepada ayahnya.
Untuk beberapa saat ayah Tomi tampak bicara serius dengan Daeng Payau melalui sambungan telephon. Pria itu nampak menganggukkan kepalanya tanda paham apa yang diinginkan Daeng Payau.
" Insya Allah Pak, sama-sama. Wa alaikumsalam...," kata ayah Tomi di akhir pembicaraannya dengan Daeng Payau.
Kemudian ayah Tomi mengembalikan ponsel milik Ranvier.
" Gimana Pak...?" tanya Tomi tak sabar.
" Ya begitu...," sahut ayah Tomi.
" Begitu apanya...?" tanya Tomi tak mengerti.
" Paman Daengmu itu minta tolong sama Bapak supaya bicara sama orangtuanya Tissa. Masalahnya, keluarga Tissa itu terkenal arogan dan sulit menerima masukan dari orang lain. Bapak khawatir malah jadi ribut dan jadi perhatian orang banyak nanti. Padahal ini kan masalah serius dan ga boleh diketahui orang banyak...," sahut ayah Tomi gusar.
Mendengar ucapan ayahnya membuat Tomi ikut gusar. Untuk sejenak Ranvier, Tomi dan ayahnya membisu di tempat. Hingga akhirnya suara ibu Tomi yang berada di dapur pun terdengar. Tomi dan ayahnya saling menatap kemudian tersenyum.
" Ibu...!" kata Tomi dan ayahnya bersamaan sambil adu toast.
Ranvier hanya bisa menatap bingung melihat tingkah kedua pria di hadapannya. Saat itu Ranvier hanya ingin masalah Tissa segera teratasi agar hantu Tissa tak lagi mengganggunya.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
💎hart👑
ayah dan Tomi pun tersadar akan menggunakan the power of emak-emak 😅
2023-03-15
2
💎hart👑
paman Daeng saktinya ga kaleng-kaleng dah
2023-03-15
2
Siti komalasari
lanjut lagi kak...salam semangat
2023-03-01
1