Saat Ranvier dan David asyik menikmati bubur ayam di kantin, saat itu lah sesuatu yang besar terjadi.
Rupanya Jack berhasil menetralisir kesurupan massal yang dialami siswa-siswa kelas tiga itu. Dan semua guru nampak menghela nafas lega saat satu per satu siswa siuman.
Aula yang semula diwarnai jeritan histeris pun berganti dengan gema tahmid tiap kali Jack berhasil membuat siswa siuman.
" Alhamdulillah...!" suara tahmid silih berganti terdengar di aula.
" Tolong singkirkan siswa yang sudah siuman supaya ga kembali dirasuki...!" perintah Jack dengan lantang.
" Siap Mas...!" sahut security yang senantiasa mendampinginya.
Dalam waktu singkat beberapa security dan para guru dibuat sibuk memapah para siswa yang baru saja siuman untuk kembali ke kelas masing-masing. Mereka juga meminta beberapa siswa untuk mendampingi sekaligus mengawasi pergerakan teman-teman mereka yang baru saja siuman itu.
" Alhamdulillah, tinggal sedikit lagi...," gumam kepala sekolah.
" Tapi kali ini bakal sulit Pak...," sahut Jack sambil menghapus peluh di keningnya.
" Lho kenapa Mas...?" tanya kepala sekolah tak mengerti.
Jack terdiam sambil menatap sepuluh siswa laki-laki yang masih kesurupan itu. Mereka nampak menjerit histeris sambil menangis. Bahkan seorang diantaranya nampak payah karena terus mengejang dan pipis di tempat. Suara geraman seperti orang meracau juga keluar dari mulutnya.
" Dia tau..., dia tauuuu...," gumam siswa itu sambil menggeram.
" Siapa nama siswa laki-laki yang tadi berdiri di dekat lapangan itu Pak...?" tanya Jack tiba-tiba sambil menoleh kearah security yang mendampinginya sejak tadi.
" Yang mana Mas, Kita kan ketemu banyak siswa laki-laki tadi...," sahut sang security.
" Yang kaya orang Arab itu lho Pak, anaknya tinggi, ganteng, hidungnya mancung...," kata Jack tak sabar.
Mendengar ucapan Jack, security itu tersenyum karena tahu siapa yang dimaksud. Karena siswa laki-laki dengan ciri-ciri yang disebut Jack hanya ada satu orang di sekolah yaitu Ranvier.
" Oh..., itu Ranvier Mas. Kenapa memangnya...?" tanya security.
" Panggil dia ke sini sekarang...," pinta Jack.
Meski tak tahu kenapa harus memanggil Ranvier, namun melihat mimik wajah Jack yang serius membuat sang security menuruti keinginan Jack. Ia bergegas keluar dari aula untuk mencari Ranvier. Karena sang security bertanya dengan panik membuat para siswa pun ikut membantu mencari Ranvier.
" Ranvieeerrr...! " panggil beberapa siswa bersamaan saat mereka melihat Ranvier berada di kantin.
Ranvier menoleh karena terkejut mendengar panggilan yang tak biasa itu.
" Dicari kemana-mana ga taunya nongrong di sini Lo. Buruan ke aula Vier, Lo dicariin sama Pak Jack tuh. Sekarang ya...," kata salah satu siswa dengan cepat.
" Pak Jack tuh siapa, Gue ga kenal...," sahut Ranvier sambil menyantap bubur ayam dengan santai.
" Ga ada waktu buat jelasin. Sekarang lebih baik Lo ke sana...," sahut para siswa tak sabar sambil menarik tangan Ranvier dengan paksa.
Melihat Ranvier ditarik paksa membuat David yang semula diam pun bangkit. Ia bahkan menarik tangan Ranvier hingga terlepas dari cekalan para siswa.
" Jangan main tarik aja dong. Ngomong baik-baik kan bisa...!" kata David lantang hingga mengejutkan semua orang terutama Ranvier.
Ranvier nampak menatap wajah David yang menyiratkan ketegasan, hal yang tak pernah ia lihat selama ini. Namun ucapan siswa yang menarik paksa tangannya tadi membuatnya terkejut.
" Apaan sih Lo, ini darurat tau !. Ranvier tuh dipanggil ke aula karena setan yang ngerasukin teman-teman nyariin dia...!" kata salah satu siswa tak kalah lantang.
" Apaaa...?!" tanya Ranvier dan semua siswa bersamaan.
" Udah ga usah banyak tanya. Sekarang buruan ke aula sebelum setannya ngamuk lagi. Asal Lo tau ya, hampir semua siswa udah siuman karena bantuan Pak Jack. Nah sekarang tinggal sepuluh orang yang masih kesurupan. Kalo Lo ga datang ke sana, bisa-bisa setan itu ngamuk dan merasuki semuanya lagi nanti...!" kata siswa itu sambil menarik tangan Ranvier dan membawanya keluar dari kantin.
Kali ini Ranvier menurut dan ikut melangkah cepat menuju aula. Di belakangnya David dan beberapa siswa juga nampak mengikuti.
Saat Ranvier tiba di ambang pintu aula, sepuluh siswa yang semula mengamuk itu terlihat lebih tenang. Mereka menatap kearah Ranvier dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Hanya Ranvier yang boleh masuk. Yang lain tunggu di luar yaa...," kata Jack sambil menggamit tangan Ranvier lalu membawanya mendekat kearah siswa yang kondisinya paling parah.
Ranvier nampak menutup hidung karena mencium aroma tak sedap yang menguar dari tubuh siswa itu.
" Bau banget sih...," kata Ranvier.
" Itu karena dia pipis di cela*a. Sekarang bisa kan Kamu kasih tau apa yang mereka inginkan atau apa yang menjadi sebab mereka marah...," kata Jack sambil berbisik.
" Saya ga tau, kenapa nanya sama Saya...?" tanya Ranvier bingung.
" Kamu ga usah bohong. Saya liat Kamu lagi ngobrol sama dia yang ada di dalam tubuh anak ini tadi...," kata Jack sambil melirik kearah siswa yang kesurupan itu.
" Kapan...?" tanya Ranvier.
" Waktu Saya jalan kearah aula, Kita kan sempet berpapasan. Saya ngeliat makhluk hitam besar sedang bicara sama Kamu. Itu sebabnya Saya ngeliat kearah Kamu berkali-kali tadi...," sahut Jack dengan sabar.
Ranvier nampak terkejut lalu mengusap wajahnya. Ia menatap siswa yang mengejang itu dengan tatapan kesal.
" Itu karena dia membuat ulah. Dia melakukan sesuatu yang membuat penjaga sekolah ini marah...," kata Ranvier lirih.
" Melakukan apa...?" tanya Jack.
Ranvier terdiam lalu menatap siswa yang kesurupan itu untuk bertanya pada makhluk hitam yang menguasai tubuhnya. Sesaat kemudian Ranvier nampak menganggukkan kepala.
" Dia ngajak sembilan orang itu untuk menghisap ganj* di taman belakang sekolah tadi...," sahut Ranvier sambil menatap sekilas sembilan siswa lainnya.
Ucapan Ranvier mengejutkan semua orang. Wajah kepala sekolah nampak merah padam menahan marah. Ia segera memerintahkan security mencari sisa barang haram itu di taman belakang sekolah sekaligus mengecek rekaman CCTV. Kepala sekolah juga menghubungi pihak berwajib karena kesal dengan aksi sepuluh siswa itu.
" Biar mereka mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sekolah tak bisa mentolerir tindakan mereka karena sudah membahayakan siswa lainnya...," kata kepala sekolah tegas.
Ajaib. Setelah mendengar ucapan kepala sekolah, sepuluh siswa yang sedang kesurupan itu pun perlahan siuman. Mereka nampak saling menatap linglung saat disoraki oleh siswa lain yang masih berkerumun di luar aula.
Kesepuluh siswa itu juga hanya bisa menunduk malu saat digelandang menunju mobil polisi yang datang beberapa saat kemudian.
Kepala sekolah nampak menepuk pundak Ranvier sebagai ungkapan salut dan terima kasih.
" Makasih ya Vier. Kamu sudah membantu mengungkap penyebab kejadian ga masuk akal ini. Soalnya selama sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kesurupan massal. Dan terjadinya kok pas acara kelulusan, ini luar biasa banget...," kata kepala sekolah sambil menggelengkan kepala.
" Sama-sama Pak...," sahut Ranvier singkat.
" Apa rekaman CCTV diikut sertakan sebagai bukti juga Pak...?" tanya Jack.
" Iya Mas. Kami terlalu sibuk hingga lengah dan ga mengamati pergerakan siswa hari ini...," sahut kepala sekolah dengan nada menyesal.
" Bukan salah sekolah Pak. Semua di luar kendali. Selain anak-anak itu yang nakal, sekolah juga ga menyangka bakal ada kesurupan massal karena memang ga pernah ada kejadian kaya gini sebelumnya. Iya kan...," kata Jack bijak.
" Betul Mas...," sahut kepala sekolah sambil tersenyum.
Dan hari itu berakhir dengan sendu. Pihak sekolah berjanji akan mengadakan perayaan kelulusan di lain hari untuk menggantikan acara yang rusak tadi.
Dan saat acara itu digelar Ranvier tak bisa hadir karena sedang berada di pesawat untuk menuju ke suatu tempat.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
🥀princes_novel❤️🥀
novel yg ke5 Thor msih nyimak🤭🤭
msih brharap ada lnjutn dri keturunan Iyas dan izar...🤗🤗🤗
tetap smngaaaaaaat slalu ya Thor smga sehat sllu dan sukses slalu 😘😘❤️❤️
2023-06-26
1
Nurhayati
anakku mau mondok ya
2023-03-08
2
Siti komalasari
semoga ranvier bisa tumbuh dewasa dengan pemikiran yang matang...dan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak
2023-02-27
2