15. Ranvier Tau...

Saat Ranvier dan David asyik menikmati bubur ayam di kantin, saat itu lah sesuatu yang besar terjadi.

Rupanya Jack berhasil menetralisir kesurupan massal yang dialami siswa-siswa kelas tiga itu. Dan semua guru nampak menghela nafas lega saat satu per satu siswa siuman.

Aula yang semula diwarnai jeritan histeris pun berganti dengan gema tahmid tiap kali Jack berhasil membuat siswa siuman.

" Alhamdulillah...!" suara tahmid silih berganti terdengar di aula.

" Tolong singkirkan siswa yang sudah siuman supaya ga kembali dirasuki...!" perintah Jack dengan lantang.

" Siap Mas...!" sahut security yang senantiasa mendampinginya.

Dalam waktu singkat beberapa security dan para guru dibuat sibuk memapah para siswa yang baru saja siuman untuk kembali ke kelas masing-masing. Mereka juga meminta beberapa siswa untuk mendampingi sekaligus mengawasi pergerakan teman-teman mereka yang baru saja siuman itu.

" Alhamdulillah, tinggal sedikit lagi...," gumam kepala sekolah.

" Tapi kali ini bakal sulit Pak...," sahut Jack sambil menghapus peluh di keningnya.

" Lho kenapa Mas...?" tanya kepala sekolah tak mengerti.

Jack terdiam sambil menatap sepuluh siswa laki-laki yang masih kesurupan itu. Mereka nampak menjerit histeris sambil menangis. Bahkan seorang diantaranya nampak payah karena terus mengejang dan pipis di tempat. Suara geraman seperti orang meracau juga keluar dari mulutnya.

" Dia tau..., dia tauuuu...," gumam siswa itu sambil menggeram.

" Siapa nama siswa laki-laki yang tadi berdiri di dekat lapangan itu Pak...?" tanya Jack tiba-tiba sambil menoleh kearah security yang mendampinginya sejak tadi.

" Yang mana Mas, Kita kan ketemu banyak siswa laki-laki tadi...," sahut sang security.

" Yang kaya orang Arab itu lho Pak, anaknya tinggi, ganteng, hidungnya mancung...," kata Jack tak sabar.

Mendengar ucapan Jack, security itu tersenyum karena tahu siapa yang dimaksud. Karena siswa laki-laki dengan ciri-ciri yang disebut Jack hanya ada satu orang di sekolah yaitu Ranvier.

" Oh..., itu Ranvier Mas. Kenapa memangnya...?" tanya security.

" Panggil dia ke sini sekarang...," pinta Jack.

Meski tak tahu kenapa harus memanggil Ranvier, namun melihat mimik wajah Jack yang serius membuat sang security menuruti keinginan Jack. Ia bergegas keluar dari aula untuk mencari Ranvier. Karena sang security bertanya dengan panik membuat para siswa pun ikut membantu mencari Ranvier.

" Ranvieeerrr...! " panggil beberapa siswa bersamaan saat mereka melihat Ranvier berada di kantin.

Ranvier menoleh karena terkejut mendengar panggilan yang tak biasa itu.

" Dicari kemana-mana ga taunya nongrong di sini Lo. Buruan ke aula Vier, Lo dicariin sama Pak Jack tuh. Sekarang ya...," kata salah satu siswa dengan cepat.

" Pak Jack tuh siapa, Gue ga kenal...," sahut Ranvier sambil menyantap bubur ayam dengan santai.

" Ga ada waktu buat jelasin. Sekarang lebih baik Lo ke sana...," sahut para siswa tak sabar sambil menarik tangan Ranvier dengan paksa.

Melihat Ranvier ditarik paksa membuat David yang semula diam pun bangkit. Ia bahkan menarik tangan Ranvier hingga terlepas dari cekalan para siswa.

" Jangan main tarik aja dong. Ngomong baik-baik kan bisa...!" kata David lantang hingga mengejutkan semua orang terutama Ranvier.

Ranvier nampak menatap wajah David yang menyiratkan ketegasan, hal yang tak pernah ia lihat selama ini. Namun ucapan siswa yang menarik paksa tangannya tadi membuatnya terkejut.

" Apaan sih Lo, ini darurat tau !. Ranvier tuh dipanggil ke aula karena setan yang ngerasukin teman-teman nyariin dia...!" kata salah satu siswa tak kalah lantang.

" Apaaa...?!" tanya Ranvier dan semua siswa bersamaan.

" Udah ga usah banyak tanya. Sekarang buruan ke aula sebelum setannya ngamuk lagi. Asal Lo tau ya, hampir semua siswa udah siuman karena bantuan Pak Jack. Nah sekarang tinggal sepuluh orang yang masih kesurupan. Kalo Lo ga datang ke sana, bisa-bisa setan itu ngamuk dan merasuki semuanya lagi nanti...!" kata siswa itu sambil menarik tangan Ranvier dan membawanya keluar dari kantin.

Kali ini Ranvier menurut dan ikut melangkah cepat menuju aula. Di belakangnya David dan beberapa siswa juga nampak mengikuti.

Saat Ranvier tiba di ambang pintu aula, sepuluh siswa yang semula mengamuk itu terlihat lebih tenang. Mereka menatap kearah Ranvier dengan tatapan yang sulit dimengerti.

" Hanya Ranvier yang boleh masuk. Yang lain tunggu di luar yaa...," kata Jack sambil menggamit tangan Ranvier lalu membawanya mendekat kearah siswa yang kondisinya paling parah.

Ranvier nampak menutup hidung karena mencium aroma tak sedap yang menguar dari tubuh siswa itu.

" Bau banget sih...," kata Ranvier.

" Itu karena dia pipis di cela*a. Sekarang bisa kan Kamu kasih tau apa yang mereka inginkan atau apa yang menjadi sebab mereka marah...," kata Jack sambil berbisik.

" Saya ga tau, kenapa nanya sama Saya...?" tanya Ranvier bingung.

" Kamu ga usah bohong. Saya liat Kamu lagi ngobrol sama dia yang ada di dalam tubuh anak ini tadi...," kata Jack sambil melirik kearah siswa yang kesurupan itu.

" Kapan...?" tanya Ranvier.

" Waktu Saya jalan kearah aula, Kita kan sempet berpapasan. Saya ngeliat makhluk hitam besar sedang bicara sama Kamu. Itu sebabnya Saya ngeliat kearah Kamu berkali-kali tadi...," sahut Jack dengan sabar.

Ranvier nampak terkejut lalu mengusap wajahnya. Ia menatap siswa yang mengejang itu dengan tatapan kesal.

" Itu karena dia membuat ulah. Dia melakukan sesuatu yang membuat penjaga sekolah ini marah...," kata Ranvier lirih.

" Melakukan apa...?" tanya Jack.

Ranvier terdiam lalu menatap siswa yang kesurupan itu untuk bertanya pada makhluk hitam yang menguasai tubuhnya. Sesaat kemudian Ranvier nampak menganggukkan kepala.

" Dia ngajak sembilan orang itu untuk menghisap ganj* di taman belakang sekolah tadi...," sahut Ranvier sambil menatap sekilas sembilan siswa lainnya.

Ucapan Ranvier mengejutkan semua orang. Wajah kepala sekolah nampak merah padam menahan marah. Ia segera memerintahkan security mencari sisa barang haram itu di taman belakang sekolah sekaligus mengecek rekaman CCTV. Kepala sekolah juga menghubungi pihak berwajib karena kesal dengan aksi sepuluh siswa itu.

" Biar mereka mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sekolah tak bisa mentolerir tindakan mereka karena sudah membahayakan siswa lainnya...," kata kepala sekolah tegas.

Ajaib. Setelah mendengar ucapan kepala sekolah, sepuluh siswa yang sedang kesurupan itu pun perlahan siuman. Mereka nampak saling menatap linglung saat disoraki oleh siswa lain yang masih berkerumun di luar aula.

Kesepuluh siswa itu juga hanya bisa menunduk malu saat digelandang menunju mobil polisi yang datang beberapa saat kemudian.

Kepala sekolah nampak menepuk pundak Ranvier sebagai ungkapan salut dan terima kasih.

" Makasih ya Vier. Kamu sudah membantu mengungkap penyebab kejadian ga masuk akal ini. Soalnya selama sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kesurupan massal. Dan terjadinya kok pas acara kelulusan, ini luar biasa banget...," kata kepala sekolah sambil menggelengkan kepala.

" Sama-sama Pak...," sahut Ranvier singkat.

" Apa rekaman CCTV diikut sertakan sebagai bukti juga Pak...?" tanya Jack.

" Iya Mas. Kami terlalu sibuk hingga lengah dan ga mengamati pergerakan siswa hari ini...," sahut kepala sekolah dengan nada menyesal.

" Bukan salah sekolah Pak. Semua di luar kendali. Selain anak-anak itu yang nakal, sekolah juga ga menyangka bakal ada kesurupan massal karena memang ga pernah ada kejadian kaya gini sebelumnya. Iya kan...," kata Jack bijak.

" Betul Mas...," sahut kepala sekolah sambil tersenyum.

Dan hari itu berakhir dengan sendu. Pihak sekolah berjanji akan mengadakan perayaan kelulusan di lain hari untuk menggantikan acara yang rusak tadi.

Dan saat acara itu digelar Ranvier tak bisa hadir karena sedang berada di pesawat untuk menuju ke suatu tempat.

bersambung

Terpopuler

Comments

🥀princes_novel❤️🥀

🥀princes_novel❤️🥀

novel yg ke5 Thor msih nyimak🤭🤭
msih brharap ada lnjutn dri keturunan Iyas dan izar...🤗🤗🤗
tetap smngaaaaaaat slalu ya Thor smga sehat sllu dan sukses slalu 😘😘❤️❤️

2023-06-26

1

Nurhayati

Nurhayati

anakku mau mondok ya

2023-03-08

2

Siti komalasari

Siti komalasari

semoga ranvier bisa tumbuh dewasa dengan pemikiran yang matang...dan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak

2023-02-27

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ranvier
2 2. Berbeda...
3 3. Itu Buaya Kan ?
4 4. Darimana Kamu ?
5 5. Ga Sopan
6 6. Cerita Ranvier
7 7. Anak Lelaki
8 8. Isi Tas... ?
9 9. Teman Nyentrik
10 10. Ranvier Kembali
11 11. Memutus Ikatan
12 12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13 13. Ranvier Harus Lulus
14 14. Kesurupan Massal
15 15. Ranvier Tau...
16 16. Ketemu Eugene
17 17. Petani Ghaib
18 18. Melanggar Pantangan
19 19. Pantangan Apa ?
20 20. Kata Daeng Payau
21 21. Hanya Doa...?
22 22. Menghukum Tissa
23 23. Siulan Ranvier
24 24. Pamali
25 25. Ada Ular...!
26 26. Ditelephon Kakek
27 27. Ranvier Pergi ?
28 28. Diculik Lagi
29 29. Iming - Iming
30 30. Sinar Keperakan
31 31. Membujuk
32 32. Khodam Penjaga ?
33 33. Makhluk Planet
34 34. Pengagum Rahasia
35 35. Bayangan Perempuan
36 36. Mimpi Buruk Maudy
37 37. Kepala Tanpa Tubuh
38 38. Yang Ranvier Lakukan
39 39. Cita-Cita Akmal
40 40. Ternyata Ranvier...
41 41. Kaki Menggantung
42 42. Jijik
43 43. Cari Tempat Lain
44 44. Tongkat Ajaib Erwin
45 45. Hantu Homreng ?
46 46. Ancaman Daeng Payau
47 47. Arwah Penasaran
48 48. Jangan Mandi Bareng !
49 49. Ranvier Yang Menghadapi
50 50. Ranvier Pergi
51 51. Api Di Kartu Undangan
52 52. Mimpi Atau Bukan ?
53 53. Decker Dan Joshua
54 54. Siapa Albert ?
55 55. Anastasya...?
56 56. Bertamu Ke Rumah Albert
57 57. Mengintai
58 58. Teman Lama
59 59. Tunggu Kabar
60 60. Berkomunikasi Dengan Albert
61 61. Histeris
62 62. Menjalankan pesan
63 63. Jalan Buntu
64 64. Akmal Ngomel
65 65. Kata Ranvier
66 66. Kali Ke Dua
67 67. Janji Erwin
68 68. Nenek Misterius
69 69. Itu Setan...?
70 70. Ketemu Erwin
71 71. Ondel - Ondel
72 72. Sosok Kecil
73 73. Bayi Mencari Ibu
74 74. Tentang Ami
75 75. Bayi Ami
76 76. Memaafkan...
77 77. Karma ?
78 78. Waktu Keramat
79 79. Yang Pamit Siapa ?
80 80. Mau Pulang Pak ?
81 81. Aini Gentayangan...?
82 82. Jadi Tumbal ?
83 83. Tumbal Istimewa
84 84. Ada Orang...
85 85. Kyai Ireng
86 86. Sumpah Kyai Ireng
87 87. Jasad Tak Dikenal
88 88. Debt Colector
89 89. Dimomong Kuntilanak
90 90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91 91. Mencari Eugene
92 92. Aura Ga Enak
93 93. Luka Eugene
94 94. Hantu Baik
95 95. Pesona Ranvier
96 96. Kontrak Aneh
97 97. Cewek Berambut Kribo
98 98. Kena Pelet...?
99 99. Jadi Dia...
100 100. Sundel Bolong ?
101 101. Mengejar Mutiara
102 102. Menempel Terus
103 103. Jin Penghuni Bedak
104 104. Ranvier Ditagih Janji...
105 105. Pesona Arcana
106 106. Berbeda...?
107 107. Siapkan Waktu...
108 108. Patah Hati Bareng
109 109. Ijin Kakek Randu
110 110. Keluarga Kyai Ranggana
111 111. Penjelasan Arcana
112 112. Makin Terikat
113 113. Rasa Yang Salah
114 114. Pamit...
115 115. Dicomblangin
116 116. Mantan Yang Kembali
117 117. Menggelengkan Kepala
118 118. Dikenalin
119 119. Feeling Buruk
120 120. Gagasan Erwin
121 121. Sosok Lain
122 122. Ketauan Aslinya
123 124. Ide Nyeleneh Kakek
124 125. Lho Kok...?!
125 126. Siap...
126 127. Siapa Wijaya ?
127 127. Mengecoh
128 128. Pulang Ke Rumah
129 129. Serangan Ghaib
130 130. Pesan Terakhir Nada
131 131. Tali Jerami
132 132. Putus Hubungan
133 133. Terikat Jerami
134 134. Suara Di Kamar
135 135. Anaknya Wijaya
136 136. Kerasukan
137 137. Pengorbanan Ayu
138 138. Jadi Sosok Itu...
139 139. Diobati Dulu
140 140. Mantan...
141 141. Pengakuan Wijaya
142 142. Selingkuh
143 143. Kemarahan Siti
144 144. Tanda Lahir
145 145. Labirin Ghaib
146 146. Dimaafkan
147 147. Ultimatum Ranvier
148 148. Pesen Mama...
149 149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150 150. Perhatian
151 151. Klien Penting
152 152. Diusir
153 153. Melamar
154 154. Pesan Misterius
155 155. Siapa Zero ?
156 156. Nada Diculik
157 157. Pingitan Urung
158 158. Malu - Malu
159 159. Ranvier Pergi
160 160. Pencuri Di Kafe
161 161. Pengawal...?
162 162. Permintaan Ganesh
163 163. Memanggil
164 164. Teman Nada ?
165 165. Nama Untuk Bayi Arcana
166 166. Rusuh
167 167. Melihat Barong ?
168 168. Pulang Dulu...
169 169. Honey Moon
170 170. Berangkat
171 171. Berjuang Bersama
172 172. Kamila Yang Melengkapi
Episodes

Updated 172 Episodes

1
1. Ranvier
2
2. Berbeda...
3
3. Itu Buaya Kan ?
4
4. Darimana Kamu ?
5
5. Ga Sopan
6
6. Cerita Ranvier
7
7. Anak Lelaki
8
8. Isi Tas... ?
9
9. Teman Nyentrik
10
10. Ranvier Kembali
11
11. Memutus Ikatan
12
12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13
13. Ranvier Harus Lulus
14
14. Kesurupan Massal
15
15. Ranvier Tau...
16
16. Ketemu Eugene
17
17. Petani Ghaib
18
18. Melanggar Pantangan
19
19. Pantangan Apa ?
20
20. Kata Daeng Payau
21
21. Hanya Doa...?
22
22. Menghukum Tissa
23
23. Siulan Ranvier
24
24. Pamali
25
25. Ada Ular...!
26
26. Ditelephon Kakek
27
27. Ranvier Pergi ?
28
28. Diculik Lagi
29
29. Iming - Iming
30
30. Sinar Keperakan
31
31. Membujuk
32
32. Khodam Penjaga ?
33
33. Makhluk Planet
34
34. Pengagum Rahasia
35
35. Bayangan Perempuan
36
36. Mimpi Buruk Maudy
37
37. Kepala Tanpa Tubuh
38
38. Yang Ranvier Lakukan
39
39. Cita-Cita Akmal
40
40. Ternyata Ranvier...
41
41. Kaki Menggantung
42
42. Jijik
43
43. Cari Tempat Lain
44
44. Tongkat Ajaib Erwin
45
45. Hantu Homreng ?
46
46. Ancaman Daeng Payau
47
47. Arwah Penasaran
48
48. Jangan Mandi Bareng !
49
49. Ranvier Yang Menghadapi
50
50. Ranvier Pergi
51
51. Api Di Kartu Undangan
52
52. Mimpi Atau Bukan ?
53
53. Decker Dan Joshua
54
54. Siapa Albert ?
55
55. Anastasya...?
56
56. Bertamu Ke Rumah Albert
57
57. Mengintai
58
58. Teman Lama
59
59. Tunggu Kabar
60
60. Berkomunikasi Dengan Albert
61
61. Histeris
62
62. Menjalankan pesan
63
63. Jalan Buntu
64
64. Akmal Ngomel
65
65. Kata Ranvier
66
66. Kali Ke Dua
67
67. Janji Erwin
68
68. Nenek Misterius
69
69. Itu Setan...?
70
70. Ketemu Erwin
71
71. Ondel - Ondel
72
72. Sosok Kecil
73
73. Bayi Mencari Ibu
74
74. Tentang Ami
75
75. Bayi Ami
76
76. Memaafkan...
77
77. Karma ?
78
78. Waktu Keramat
79
79. Yang Pamit Siapa ?
80
80. Mau Pulang Pak ?
81
81. Aini Gentayangan...?
82
82. Jadi Tumbal ?
83
83. Tumbal Istimewa
84
84. Ada Orang...
85
85. Kyai Ireng
86
86. Sumpah Kyai Ireng
87
87. Jasad Tak Dikenal
88
88. Debt Colector
89
89. Dimomong Kuntilanak
90
90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91
91. Mencari Eugene
92
92. Aura Ga Enak
93
93. Luka Eugene
94
94. Hantu Baik
95
95. Pesona Ranvier
96
96. Kontrak Aneh
97
97. Cewek Berambut Kribo
98
98. Kena Pelet...?
99
99. Jadi Dia...
100
100. Sundel Bolong ?
101
101. Mengejar Mutiara
102
102. Menempel Terus
103
103. Jin Penghuni Bedak
104
104. Ranvier Ditagih Janji...
105
105. Pesona Arcana
106
106. Berbeda...?
107
107. Siapkan Waktu...
108
108. Patah Hati Bareng
109
109. Ijin Kakek Randu
110
110. Keluarga Kyai Ranggana
111
111. Penjelasan Arcana
112
112. Makin Terikat
113
113. Rasa Yang Salah
114
114. Pamit...
115
115. Dicomblangin
116
116. Mantan Yang Kembali
117
117. Menggelengkan Kepala
118
118. Dikenalin
119
119. Feeling Buruk
120
120. Gagasan Erwin
121
121. Sosok Lain
122
122. Ketauan Aslinya
123
124. Ide Nyeleneh Kakek
124
125. Lho Kok...?!
125
126. Siap...
126
127. Siapa Wijaya ?
127
127. Mengecoh
128
128. Pulang Ke Rumah
129
129. Serangan Ghaib
130
130. Pesan Terakhir Nada
131
131. Tali Jerami
132
132. Putus Hubungan
133
133. Terikat Jerami
134
134. Suara Di Kamar
135
135. Anaknya Wijaya
136
136. Kerasukan
137
137. Pengorbanan Ayu
138
138. Jadi Sosok Itu...
139
139. Diobati Dulu
140
140. Mantan...
141
141. Pengakuan Wijaya
142
142. Selingkuh
143
143. Kemarahan Siti
144
144. Tanda Lahir
145
145. Labirin Ghaib
146
146. Dimaafkan
147
147. Ultimatum Ranvier
148
148. Pesen Mama...
149
149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150
150. Perhatian
151
151. Klien Penting
152
152. Diusir
153
153. Melamar
154
154. Pesan Misterius
155
155. Siapa Zero ?
156
156. Nada Diculik
157
157. Pingitan Urung
158
158. Malu - Malu
159
159. Ranvier Pergi
160
160. Pencuri Di Kafe
161
161. Pengawal...?
162
162. Permintaan Ganesh
163
163. Memanggil
164
164. Teman Nada ?
165
165. Nama Untuk Bayi Arcana
166
166. Rusuh
167
167. Melihat Barong ?
168
168. Pulang Dulu...
169
169. Honey Moon
170
170. Berangkat
171
171. Berjuang Bersama
172
172. Kamila Yang Melengkapi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!