5. Ga Sopan

Ranvier mengerjapkan mata untuk menetralisir cahaya menyilaukan yang masuk ke dalam matanya. Sesaat kemudian Ranvier bangkit berdiri sambil mengusap belakang tubuhnya yang terasa sakit akibat terjatuh tadi.

" Sinar apaan tuh, silau banget. Tapi kayanya sinar itu berasal dari benda yang ada di dalam tas Gue...," batin Ranvier sambil menatap lekat tas miliknya yang terbuka.

Setelah menunggu beberapa saat, Ranvier memberanikan diri mendekat kearah tas dan berniat menyentuhnya. Namun saat ujung jemarinya hampir menyentuh tas, ketukan di pintu kamar mengejutkannya.

" Tok... tok... tok...!"

" Mas Ranvier...!" panggil seorang wanita yang dikenali Ranvier sebagai asisten rumah tangga Kakeknya.

" Iya Mbok Rah...!" sahut Ranvier sambil bergegas membuka pintu kamar.

Saat pintu terbuka Ranvier melihat Mbok Rah nampak berdiri dengan wajah bingung. Sesekali ia menoleh ke kanan dan ke kiri seolah tak sabar menunggu sesuatu.

" Ada apa Mbok...?" tanya Ranvier.

" Tuan Randu Mas...," sahut mbok Rah.

" Apa terjadi sesuatu sama Kakek...?" tanya Ranvier tak sabar.

" Tuan Randu jatuh di kamarnya Mas dan sekarang mau dibawa ke Rumah Sakit. Mas Ranvier mau ikut atau ga...?" tanya mbok Rah hingga membuat buat Ranvier terkejut bukan kepalang.

" Ya Allah. Kakek...!" panggil Ranvier histeris lalu bergegas keluar dari kamar.

Ranvier berlari cepat menuruni anak tangga menuju ruang tengah dimana ia melihat beberapa pria tengah berkerumun. Para pria itu menoleh lalu menepi untuk memberi ruang kepada Ranvier dan kakeknya.

Ranvier pun langsung menghambur memeluk sang Kakek yang terbaring lemah di atas sofa. Wajah Kakek Randu tampak pucat. Ia hanya memejamkan mata tanpa merespon panggilan sang cucu.

" Kakek kenapa ?. Kakek sakit apa ?. Bangun Kek, jangan tinggalin Aku...!" kata Ranvier dengan air mata yang menderas di wajahnya.

" Maaf Mas. Sebaiknya Kita bawa Tuan ke Rumah Sakit sekarang...," kata pria bernama Krisna.

" Kenapa ga panggil dokter Ilham ke sini aja Pak Kris...?!" tanya Ranvier.

" Ga bisa Mas. Dokter Ilham lagi dinas keluar kota. Kita ga bisa menunggu lagi. Jadi Kita bawa sekarang aja ya...," kata Krisna cepat.

" Betul Pak. Mobil juga udah siap di depan...," sela Tomi mengingatkan.

" Ok. Kita angkat Tuan Randu sekarang...," kata Krisna yang diangguki Tomi dan rekan-rekannya.

Dengan sigap para pria itu menggotong tubuh Kakek Randu lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Ranvier pun ikut masuk ke dalam mobil mendampingi sang Kakek.

Tak lama kemudian mobil pun melaju cepat meninggalkan kediaman kakek Randu menuju Rumah Sakit.

\=\=\=\=\=

Ranvier sedang berada di kamar rawat inap sang Kakek. Saat itu Ranvier nampak mengamati sang kakek dalam diam. Ranvier ingat jika beberapa saat yang lalu sang Kakek baru saja mendapat pertolongan medis.

" Kakek Randu hanya kelelahan dan kurang istirahat. Keliatannya Beliau sedang banyak pikiran ya, makanya jadi ngedrop kaya gini...," kata dokter.

" Apa Kakek gapapa dok...?" tanya Ranvier cemas.

" Insya Allah gapapa. Tekanan darahnya naik itu yang menyebabkan beliau pusing dan pingsan tadi. Sebaiknya Kakek Randu istirahat sebentar dan jangan diajak ngobrol dulu ya. Biarkan beliau tidur dan terbangun sendiri nanti...," sahut sang dokter sambil tersenyum.

" Baik, makasih dokter...," kata Ranvier dan Krisna bersamaan.

" Sama-sama. Kalo gitu Saya permisi dulu yaa...," pamit sang dokter sambil melangkah menuju pintu.

" Silakan dok...," sahut Krisna sambil tersenyum.

Setelah menutup pintu, Krisna kembali mendekati Kakek Randu yang terbaring di atas tempat tidur.

" Saya beli kopi dulu sebentar ya Mas. Apa Mas Ranvier mau pesan sesuatu...?" tanya Krisna.

" Aku pesen jus jeruk aja Pak, makasih...," sahut Ranvier.

" Ok, Saya tinggal sebentar ya...," kata Krisna yang diangguki Ranvier.

Setelah Krisna keluar dari ruangan, Ranvier pun melangkah menuju sofa. Ia membaringkan tubuhnya yang lelah itu sambil memikirkan ucapan dokter yang membicarakan kondisi kesehatan sang Kakek.

" Pasti gara-gara mikirin Gue Kakek jadi ngedrop kaya gini...," batin Ranvier sambil menghela nafas panjang.

Sambil menatap langit-langit kamar, ingatan Ranvier pun melayang kembali pada saat masuk ke kediaman Nyai Ranggana.

" Betul juga kata Kakek. Gue kan ga pernah nyebutin nama Gue, darimana mereka tau kalo nama Gue Ranvier ?. Dan kenapa perbedaan waktunya jauh banget ya. Ga sampe sehari semalam di sana tapi udah tiga Minggu waktu di dunia nyata...," gumam Ranvier sambil mengacak rambutnya.

Lamunan Ranvier buyar saat pintu terbuka. Di balik pintu tampak Krisna datang bersama seorang pria bersahaja.

" Silakan Ustadz...," kata Krisna dengan santun.

" Makasih Pak Kris...," sahut sang ustadz sambil tersenyum.

Dari tempat duduknya Ranvier bisa melihat apa yang dilakukan sang ustadz pada Kakeknya. Ranvier pun bangkit lalu mendekati Krisna dan sang ustadz.

" Siapa Pak Kris...?" tanya Ranvier setengah berbisik.

" Ini Ustadz Rahman. Beliau datang untuk menjenguk Tuan. Sebelumnya Tuan sudah menghubungi beliau untuk meminta bantuan menangani Mas Ranvier...," sahut Krisna cepat.

" Apa ada yang salah sama Aku ?. Kenapa harus minta bantuan Ustadz Rahman segala sih...?" tanya Ranvier.

" Sssttt..., jangan berisik Mas...," kata Krisna mengingatkan.

" Iya iya...," sahut Ranvier sambil mendengus kesal.

Setelah mendoakan kakek Randu, ustadz Rahman menoleh kearah Ranvier. Saat tatapan mereka bertemu Ranvier merasakan sesuatu yang berbeda. Karena tak kuat menatap kedua mata ustadz Rahman, Ranvier pun membuang pandangannya kearah lain.

" Oh iya Ustadz, kenalin ini Mas Ranvier. Cucu tunggal Tuan Randu...," kata Krisna.

" Assalamualaikum Ranvier...," sapa ustadz Rahman sambil mengulurkan tangannya.

Ranvier nampak membisu dan tak merespon uluran tangan sang ustadz. Melihat hal itu Ustadz Rahman tersenyum namun Krisna nampak tak enak hati.

" Mas Ranvier...," panggil Krisna sambil menyentuh pundak Ranvier.

" Apa...?" kata Ranvier dengan tatapan bingung.

" Yang sopan dong. Cium tangannya Ustadz Rahman biar ga kualat...," bisik Krisna di telinga Ranvier.

" Kualat kenapa ?. Kan Ustadz itu bukan siapa-siapa Aku...," kata Ranvier.

" Tapi beliau orang yang mumpuni dan berilmu, doanya udah berhasil membantu banyak orang lepas dari beban hidup. Jadi, sebaiknya Mas Ranvier harus sopan kalo ga mau disumpahin jadi kodok...," kata Krisna setengah mengancam.

Ucapan Krisna mengejutkan sekaligus menakutkan untuk Ranvier. Karenanya remaja itu bergegas menyambut uluran tangan sang ustadz walau sedikit enggan.

" Hallo Ustadz, senang bertemu dengan Ustadz...," kata Ranvier sambil menjabat tangan sang ustadz dengan erat.

Ucapan Ranvier membuat Krisna menepuk dahinya. Ia nampak sedikit kesal melihat sikap tak sopan remaja di hadapannya itu. Namun ustadz Rahman hanya tersenyum sambil menyentuh lengan Krisna untuk menenangkannya.

" Gapapa Pak Kris. Ranvier pasti belum tau gimana harus bersikap karena selama ini terlalu dimanja sama Kakeknya...," bisik ustadz Rahman.

" Betul Ustadz, tolong maafin sikap Ranvier ya Ustadz...," pinta Krisna yang diangguki sang ustadz.

Di tempatnya Ranvier nampak mengerutkan keningnya melihat interaksi Krisna dengan ustadz Rahman.

\=\=\=\=\=

Terpopuler

Comments

Krisna Adhi

Krisna Adhi

nama gw thor 😁😁😁

2024-08-31

1

🎎 Lestari Handayani 🌹

🎎 Lestari Handayani 🌹

apa yg sudah dikasih ke ranvier ya

2023-02-23

3

Siti komalasari

Siti komalasari

semoga kakek baik-baik saja..

2023-02-21

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ranvier
2 2. Berbeda...
3 3. Itu Buaya Kan ?
4 4. Darimana Kamu ?
5 5. Ga Sopan
6 6. Cerita Ranvier
7 7. Anak Lelaki
8 8. Isi Tas... ?
9 9. Teman Nyentrik
10 10. Ranvier Kembali
11 11. Memutus Ikatan
12 12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13 13. Ranvier Harus Lulus
14 14. Kesurupan Massal
15 15. Ranvier Tau...
16 16. Ketemu Eugene
17 17. Petani Ghaib
18 18. Melanggar Pantangan
19 19. Pantangan Apa ?
20 20. Kata Daeng Payau
21 21. Hanya Doa...?
22 22. Menghukum Tissa
23 23. Siulan Ranvier
24 24. Pamali
25 25. Ada Ular...!
26 26. Ditelephon Kakek
27 27. Ranvier Pergi ?
28 28. Diculik Lagi
29 29. Iming - Iming
30 30. Sinar Keperakan
31 31. Membujuk
32 32. Khodam Penjaga ?
33 33. Makhluk Planet
34 34. Pengagum Rahasia
35 35. Bayangan Perempuan
36 36. Mimpi Buruk Maudy
37 37. Kepala Tanpa Tubuh
38 38. Yang Ranvier Lakukan
39 39. Cita-Cita Akmal
40 40. Ternyata Ranvier...
41 41. Kaki Menggantung
42 42. Jijik
43 43. Cari Tempat Lain
44 44. Tongkat Ajaib Erwin
45 45. Hantu Homreng ?
46 46. Ancaman Daeng Payau
47 47. Arwah Penasaran
48 48. Jangan Mandi Bareng !
49 49. Ranvier Yang Menghadapi
50 50. Ranvier Pergi
51 51. Api Di Kartu Undangan
52 52. Mimpi Atau Bukan ?
53 53. Decker Dan Joshua
54 54. Siapa Albert ?
55 55. Anastasya...?
56 56. Bertamu Ke Rumah Albert
57 57. Mengintai
58 58. Teman Lama
59 59. Tunggu Kabar
60 60. Berkomunikasi Dengan Albert
61 61. Histeris
62 62. Menjalankan pesan
63 63. Jalan Buntu
64 64. Akmal Ngomel
65 65. Kata Ranvier
66 66. Kali Ke Dua
67 67. Janji Erwin
68 68. Nenek Misterius
69 69. Itu Setan...?
70 70. Ketemu Erwin
71 71. Ondel - Ondel
72 72. Sosok Kecil
73 73. Bayi Mencari Ibu
74 74. Tentang Ami
75 75. Bayi Ami
76 76. Memaafkan...
77 77. Karma ?
78 78. Waktu Keramat
79 79. Yang Pamit Siapa ?
80 80. Mau Pulang Pak ?
81 81. Aini Gentayangan...?
82 82. Jadi Tumbal ?
83 83. Tumbal Istimewa
84 84. Ada Orang...
85 85. Kyai Ireng
86 86. Sumpah Kyai Ireng
87 87. Jasad Tak Dikenal
88 88. Debt Colector
89 89. Dimomong Kuntilanak
90 90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91 91. Mencari Eugene
92 92. Aura Ga Enak
93 93. Luka Eugene
94 94. Hantu Baik
95 95. Pesona Ranvier
96 96. Kontrak Aneh
97 97. Cewek Berambut Kribo
98 98. Kena Pelet...?
99 99. Jadi Dia...
100 100. Sundel Bolong ?
101 101. Mengejar Mutiara
102 102. Menempel Terus
103 103. Jin Penghuni Bedak
104 104. Ranvier Ditagih Janji...
105 105. Pesona Arcana
106 106. Berbeda...?
107 107. Siapkan Waktu...
108 108. Patah Hati Bareng
109 109. Ijin Kakek Randu
110 110. Keluarga Kyai Ranggana
111 111. Penjelasan Arcana
112 112. Makin Terikat
113 113. Rasa Yang Salah
114 114. Pamit...
115 115. Dicomblangin
116 116. Mantan Yang Kembali
117 117. Menggelengkan Kepala
118 118. Dikenalin
119 119. Feeling Buruk
120 120. Gagasan Erwin
121 121. Sosok Lain
122 122. Ketauan Aslinya
123 124. Ide Nyeleneh Kakek
124 125. Lho Kok...?!
125 126. Siap...
126 127. Siapa Wijaya ?
127 127. Mengecoh
128 128. Pulang Ke Rumah
129 129. Serangan Ghaib
130 130. Pesan Terakhir Nada
131 131. Tali Jerami
132 132. Putus Hubungan
133 133. Terikat Jerami
134 134. Suara Di Kamar
135 135. Anaknya Wijaya
136 136. Kerasukan
137 137. Pengorbanan Ayu
138 138. Jadi Sosok Itu...
139 139. Diobati Dulu
140 140. Mantan...
141 141. Pengakuan Wijaya
142 142. Selingkuh
143 143. Kemarahan Siti
144 144. Tanda Lahir
145 145. Labirin Ghaib
146 146. Dimaafkan
147 147. Ultimatum Ranvier
148 148. Pesen Mama...
149 149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150 150. Perhatian
151 151. Klien Penting
152 152. Diusir
153 153. Melamar
154 154. Pesan Misterius
155 155. Siapa Zero ?
156 156. Nada Diculik
157 157. Pingitan Urung
158 158. Malu - Malu
159 159. Ranvier Pergi
160 160. Pencuri Di Kafe
161 161. Pengawal...?
162 162. Permintaan Ganesh
163 163. Memanggil
164 164. Teman Nada ?
165 165. Nama Untuk Bayi Arcana
166 166. Rusuh
167 167. Melihat Barong ?
168 168. Pulang Dulu...
169 169. Honey Moon
170 170. Berangkat
171 171. Berjuang Bersama
172 172. Kamila Yang Melengkapi
Episodes

Updated 172 Episodes

1
1. Ranvier
2
2. Berbeda...
3
3. Itu Buaya Kan ?
4
4. Darimana Kamu ?
5
5. Ga Sopan
6
6. Cerita Ranvier
7
7. Anak Lelaki
8
8. Isi Tas... ?
9
9. Teman Nyentrik
10
10. Ranvier Kembali
11
11. Memutus Ikatan
12
12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13
13. Ranvier Harus Lulus
14
14. Kesurupan Massal
15
15. Ranvier Tau...
16
16. Ketemu Eugene
17
17. Petani Ghaib
18
18. Melanggar Pantangan
19
19. Pantangan Apa ?
20
20. Kata Daeng Payau
21
21. Hanya Doa...?
22
22. Menghukum Tissa
23
23. Siulan Ranvier
24
24. Pamali
25
25. Ada Ular...!
26
26. Ditelephon Kakek
27
27. Ranvier Pergi ?
28
28. Diculik Lagi
29
29. Iming - Iming
30
30. Sinar Keperakan
31
31. Membujuk
32
32. Khodam Penjaga ?
33
33. Makhluk Planet
34
34. Pengagum Rahasia
35
35. Bayangan Perempuan
36
36. Mimpi Buruk Maudy
37
37. Kepala Tanpa Tubuh
38
38. Yang Ranvier Lakukan
39
39. Cita-Cita Akmal
40
40. Ternyata Ranvier...
41
41. Kaki Menggantung
42
42. Jijik
43
43. Cari Tempat Lain
44
44. Tongkat Ajaib Erwin
45
45. Hantu Homreng ?
46
46. Ancaman Daeng Payau
47
47. Arwah Penasaran
48
48. Jangan Mandi Bareng !
49
49. Ranvier Yang Menghadapi
50
50. Ranvier Pergi
51
51. Api Di Kartu Undangan
52
52. Mimpi Atau Bukan ?
53
53. Decker Dan Joshua
54
54. Siapa Albert ?
55
55. Anastasya...?
56
56. Bertamu Ke Rumah Albert
57
57. Mengintai
58
58. Teman Lama
59
59. Tunggu Kabar
60
60. Berkomunikasi Dengan Albert
61
61. Histeris
62
62. Menjalankan pesan
63
63. Jalan Buntu
64
64. Akmal Ngomel
65
65. Kata Ranvier
66
66. Kali Ke Dua
67
67. Janji Erwin
68
68. Nenek Misterius
69
69. Itu Setan...?
70
70. Ketemu Erwin
71
71. Ondel - Ondel
72
72. Sosok Kecil
73
73. Bayi Mencari Ibu
74
74. Tentang Ami
75
75. Bayi Ami
76
76. Memaafkan...
77
77. Karma ?
78
78. Waktu Keramat
79
79. Yang Pamit Siapa ?
80
80. Mau Pulang Pak ?
81
81. Aini Gentayangan...?
82
82. Jadi Tumbal ?
83
83. Tumbal Istimewa
84
84. Ada Orang...
85
85. Kyai Ireng
86
86. Sumpah Kyai Ireng
87
87. Jasad Tak Dikenal
88
88. Debt Colector
89
89. Dimomong Kuntilanak
90
90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91
91. Mencari Eugene
92
92. Aura Ga Enak
93
93. Luka Eugene
94
94. Hantu Baik
95
95. Pesona Ranvier
96
96. Kontrak Aneh
97
97. Cewek Berambut Kribo
98
98. Kena Pelet...?
99
99. Jadi Dia...
100
100. Sundel Bolong ?
101
101. Mengejar Mutiara
102
102. Menempel Terus
103
103. Jin Penghuni Bedak
104
104. Ranvier Ditagih Janji...
105
105. Pesona Arcana
106
106. Berbeda...?
107
107. Siapkan Waktu...
108
108. Patah Hati Bareng
109
109. Ijin Kakek Randu
110
110. Keluarga Kyai Ranggana
111
111. Penjelasan Arcana
112
112. Makin Terikat
113
113. Rasa Yang Salah
114
114. Pamit...
115
115. Dicomblangin
116
116. Mantan Yang Kembali
117
117. Menggelengkan Kepala
118
118. Dikenalin
119
119. Feeling Buruk
120
120. Gagasan Erwin
121
121. Sosok Lain
122
122. Ketauan Aslinya
123
124. Ide Nyeleneh Kakek
124
125. Lho Kok...?!
125
126. Siap...
126
127. Siapa Wijaya ?
127
127. Mengecoh
128
128. Pulang Ke Rumah
129
129. Serangan Ghaib
130
130. Pesan Terakhir Nada
131
131. Tali Jerami
132
132. Putus Hubungan
133
133. Terikat Jerami
134
134. Suara Di Kamar
135
135. Anaknya Wijaya
136
136. Kerasukan
137
137. Pengorbanan Ayu
138
138. Jadi Sosok Itu...
139
139. Diobati Dulu
140
140. Mantan...
141
141. Pengakuan Wijaya
142
142. Selingkuh
143
143. Kemarahan Siti
144
144. Tanda Lahir
145
145. Labirin Ghaib
146
146. Dimaafkan
147
147. Ultimatum Ranvier
148
148. Pesen Mama...
149
149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150
150. Perhatian
151
151. Klien Penting
152
152. Diusir
153
153. Melamar
154
154. Pesan Misterius
155
155. Siapa Zero ?
156
156. Nada Diculik
157
157. Pingitan Urung
158
158. Malu - Malu
159
159. Ranvier Pergi
160
160. Pencuri Di Kafe
161
161. Pengawal...?
162
162. Permintaan Ganesh
163
163. Memanggil
164
164. Teman Nada ?
165
165. Nama Untuk Bayi Arcana
166
166. Rusuh
167
167. Melihat Barong ?
168
168. Pulang Dulu...
169
169. Honey Moon
170
170. Berangkat
171
171. Berjuang Bersama
172
172. Kamila Yang Melengkapi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!