16. Ketemu Eugene

Ranvier nampak menikmati perjalanannya kali ini. Setelah memikirkan semuanya, akhirnya Ranvier memilih pergi ke Nusa Tenggara Barat ditemani Tomi daripada hadir di acara kelulusan yang diselenggarakan di hari yang sama di sekolahnya.

Melihat Ranvier duduk bersandar dengan tenang Tomi pun tersenyum.

" Tidur aja dulu Vier. Ntar kalo udah sampe, Abang kasih tau...," kata Tomi.

" Emang masih jauh Bang...?" tanya Ranvier.

" Lumayan, setengah jam lagi kalo ga ada kendala...," sahut Tomi.

" Kendala apaan...?" tanya Ranvier penasaran.

" Namanya juga lewat hutan. Kendalanya pasti ga jauh-jauh dari pohon tumbang sama binatang buas...," sahut Tomi santai.

" Binatang buas apa Bang...?" tanya Ranvier makin penasaran.

" Harimau, babi hutan atau mony*t...," sahut Tomi sambil menguap.

" Lah, kok malah Lo yang ngantuk Bang...," kata Ranvier sambil tertawa.

" Iya Vier. Gue kan bangun sebelum Subuh tadi. Nyiapin semuanya mendadak gara-gara Tuan Randu nyuruh nemenin Lo yang katanya keukeuh minta liburan...," sahut Tomi kesal namun justru membuat Ranvier tertawa.

" Tapi kan Lo seneng juga Bang. Anggap aja Gue nganterin Lo mudik...," kata Ranvier di sela tawanya.

" Iya sih. Gue beruntung bisa mudik gratis plus bisa jalan-jalan nemenin Lo nanti...," sahut Tomi sambil nyengir.

" Dan untung juga Kita jalan pagi, jadi bisa dapat penerbangan pagi. Bayangin kalo Kita lelet dan terpaksa ambil penerbangan siang, pasti sampe sini udah sore atau bahkan menjelang Maghrib. Itu juga masih harus nyari kendaraan buat nganter ke rumah Lo. Ditambah harus lewatin hutan kaya gini yang Gue yakin pasti serem banget pas malam, kayanya ga banget deh Bang...," kata Ranvier sambil menggedikkan bahunya.

Tak ada sahutan. Rupanya Tomi benar-benar tertidur dan itu membuat Ranvier menggelengkan kepalanya.

Ranvier kembali menatap keluar jendela. Sesekali Ranvier tersenyum saat melihat beberapa kera melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Perlahan Ranvier pun diserang kantuk hingga membuat kedua matanya terpejam.

Namun kedua mata Ranvier yang belum sempurna menutup itu kembali terbuka saat sesuatu mengejutkannya. Ranvier melihat sosok pria mirip orang Eropa melekat erat di jendela bagian luar tepat dimana dia berada. Pria itu menatap Ranvier dengan tatapan menghiba.

Dengan wajah dan kedua telapak tangan yang melekat di jendela membuat Ranvier yakin jika pria itu bukan lah manusia tapi hantu. Karena saat itu bus yang ditumpangi Ranvier sedang melaju cepat di atas jalan raya yang membelah hutan. Rasanya mustahil pria itu menempel erat di jendela tanpa terjatuh padahal tak ada perekat apa pun di sana.

" Toooloonnggg...," kata pria itu lirih hingga membuat bulu kuduk Ranvier meremang.

Ranvier pun mengerjapkan mata dan sedetik kemudian sosok pria itu lenyap begitu saja hingga membuat Ranvier menghela nafas lega. Namun tubuh Ranvier kembali menegang karena saat ia melihat ke depan, ia melihat pria Eropa itu datang mendekat kearahnya.

" Boleh duduk di sini...?" tanya pria itu sambil menunjuk tempat kosong di samping Ranvier.

Ranvier terkejut saat mengetahui kursi yang tadi diduduki Tomi kosong. Karena tak bisa menolak, Ranvier pun mengangguk sambil mengomel dalam hati karena tak mendapati Tomi di sana.

" Kemana sih Bang Tomi, pergi kok ga bilang-bilang...," gerutu Ranvier dalam hati.

" Kenalkan Saya Eugene, Kamu siapa...?" tanya pria Eropa itu sambil mengulurkan tangannya.

Ranvier menoleh kearah pria itu saat mendengar betapa fasihnya pria itu bicara menggunakan bahasa Indonesia. Ranvier masih mematung sambil mengamati pria itu dari atas kepala hingga ujung kaki.

" Kenapa, apa Saya terlihat aneh...?" tanya Eugene.

" Oh ga, Saya Ranvier...," sahut Ranvier cepat sambil menjabat tangan Eugene erat.

Eugene tersenyum lalu duduk bersandar di sandaran kursi sambil menjulurkan kakinya di lantai bus. Dari tempat duduknya Ranvier bisa melihat jika Eugene tak mengenakan alas kaki. Bagian bawah celana panjangnya koyak hingga memperlihatkan sebagian kulitnya yang berwarna pucat itu.

Namun jantung Ranvier berdetak cepat saat melihat cairan berwarna merah kehitaman mengalir dari balik cel*na panjang Eugene. Tatapan Ranvier pun naik ke atas menyusuri tubuh pria Eropa itu. Ranvier terkejut saat melihat cairan berwarna merah kehitaman itu tak hanya keluar dari balik cel*na panjang tapi juga sudah menbasahi pakaian Eugene.

Dan detak jantung Ranvier seolah berhenti saat tatapannya membentur wajah Eugene. Bagaimana tidak. Saat itu Ranvier melihat wajah Eugene yang hancur seolah tengah menghadap kearahnya dengan kedua mata yang melotot dan mulut menganga.

Detik itu Ranvier tahu jika darah yang membasahi pakaian Eugene berasal dari kepalanya yang hancur itu.

" Astaghfirullah aladziim...! " kata Ranvier lantang sambil memejamkan mata.

" Kenapa Vier ?. Ranvier...!"

Tiba-tiba Ranvier mendengar suara Tomi berada dekat di sampingnya. Ia juga merasakan telapak tangan Tomi menepuk pipinya berkali-kali.

Ranvier pun memberanikan diri untuk membuka mata. Saat itu lah ia melihat wajah Tomi berada tepat di depannya. Ranvier pun mendorong wajah Tomi dengan telapak tangannya agar menjauh.

" Jangan deket-deket Bang. Mulut Lo bau karbit basi...!" kata Ranvier ketus.

Ucapan Ranvier mau tak mau membuat Tomi tertawa. Tomi kembali duduk sambil memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa. Sedangkan Ranvier tampak melengos sebal.

" Tapi bau mulut Gue berhasil bangunin Lo kan Vier...," kata Tomi di sela tawanya.

" Apaan sih Lo Bang. Gue ga tidur kok, jadi ngapain harus dibangunin segala...," sahut Ranvier.

" Masa ?. Tapi Lo tidur plus ngigo juga barusan Vier. Pake ngucap istighfar segala. Padahal kalo dipikir-pikir kenapa Lo istighfar. Kan Kita ada di tempat terbuka yang menyajikan pemandangan alam yang cantik. Harusnya Lo bertasbih atau bertahmid bukannya malah istighfar...," kata Tomi hingga mengejutkan Ranvier.

Ranvier pun menatap ke sekelilingnya dan tersenyum saat melihat gunung menjulang tinggi di kejauhan.

" Itu gunung apaan Bang...?" tanya Ranvier mengalihkan pembicaraan.

" Gunung Rinjani. Sebentar lagi Kita sampe Vier...," sahut Tomi.

" Daritadi Lo juga bilang gitu Bang. Tapi buktinya udah sejam ga nyampe-nyampe juga...," gerutu Ranvier.

" Kan Gue udah bilang kalo ga ada kendala Kita bisa cepet sampe. Tapi Lo tau sendiri, bis ini harus berhenti karena terhalang sesuatu di jalan tadi...," kata Tomi.

" Berhenti, kapan...?" tanya Ranvier tak percaya.

Bukan tanpa alasan Ranvier bertanya demikian, karena ia tak pernah merasa bus itu berhenti sekali pun di dalam perjalanan panjang mereka. Yang ada bus justru melaju cepat sejak tadi.

" Tadi...," sahut Tomi.

" Dimana...?" tanya Ranvier gusar.

" Di tengah hutan. Ada segerombolan sapi hutan melintas. Jumlahnya sampe seratusan kali, makanya bis berhenti lumayan lama tadi. Oh iya Gue lupa. Lo kan tidur ya, jadi ga tau kalo ada rombongan sapi hutan lewat di depan bis tadi...," sahut Tomi hingga membuat Ranvier mengerutkan keningnya.

Ranvier kembali membuka mulut untuk bertanya tapi dia urungkan saat supir memberitahu jika mereka telah tiba di pemberhentian terakhir.

Tomi pun bangkit lalu turun lebih dulu. Sementara itu Ranvier memilih turun paling akhir sambil mengamati situasi dalam bus. Saat itu lah pandangan Ranvier membentur percikan berwarna merah kehitaman di kursi yang tadi diduduki Tomi. Ia mengulurkan jemari tangannya untuk menyentuh cairan itu.

" Darah. Jadi tadi Gue ga mimpi kan...," gumam Ranvier panik lalu bergegas turun dari bus.

Tomi mengulurkan tangannya untuk membantu Ranvier yang terlihat sempoyongan itu.

" Lo kenapa Vier, mab*k perjalanan ?. Udah sampe tujuan kok baru mab*k, daritadi kan gapapa...," kata Tomi sambil mengerutkan keningnya.

" Gue gapapa Bang, kelamaan duduk kaki jadi kesemutan nih...," sahut Ranvier berbohong.

" Oh gitu. Ya udah, sekarang Kita jalan yuk. Deket kok dari sini...," ajak Tomi.

" Jangan bilang deket kalo masih lima kilo dari sini Bang...," kata Ranvier sambil cemberut.

" Ga lah. Kali ini emang beneran deket kok...," sahut Tomi sambil tertawa.

Ranvier pun mengangguk. Namun sebelum melangkah ia kembali menoleh kearah bus. Lagi-lagi Ranvier kembali melihat penampakan Eugene di sana. Pria Eropa itu nampak menyeringai di balik jendela tempat ia dan Tomi duduk tadi.

Kulit wajah Eugene kembali utuh namun dipenuhi darah yang berasal dari luka di mulutnya. Ranvier bergidik ngeri saat melihat luka menganga mulai dari bibir hingga ke telinga Eugene. Dan luka itu membuat rahang bawah Eugene menggantung bebas hampir terlepas.

Ranvier pun memalingkan wajahnya lalu berlari kecil menyusul Tomi yang berjalan lebih dulu.

\=\=\=\=\=

Terpopuler

Comments

💎hart👑

💎hart👑

Eugene bikin ngeri aja sih

2023-03-15

2

💎hart👑

💎hart👑

ehh... ada ya karbit basi🤣

2023-03-15

2

Nurhayati

Nurhayati

Oalah tak kira mau mondok ternyata liburan toh

2023-03-08

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ranvier
2 2. Berbeda...
3 3. Itu Buaya Kan ?
4 4. Darimana Kamu ?
5 5. Ga Sopan
6 6. Cerita Ranvier
7 7. Anak Lelaki
8 8. Isi Tas... ?
9 9. Teman Nyentrik
10 10. Ranvier Kembali
11 11. Memutus Ikatan
12 12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13 13. Ranvier Harus Lulus
14 14. Kesurupan Massal
15 15. Ranvier Tau...
16 16. Ketemu Eugene
17 17. Petani Ghaib
18 18. Melanggar Pantangan
19 19. Pantangan Apa ?
20 20. Kata Daeng Payau
21 21. Hanya Doa...?
22 22. Menghukum Tissa
23 23. Siulan Ranvier
24 24. Pamali
25 25. Ada Ular...!
26 26. Ditelephon Kakek
27 27. Ranvier Pergi ?
28 28. Diculik Lagi
29 29. Iming - Iming
30 30. Sinar Keperakan
31 31. Membujuk
32 32. Khodam Penjaga ?
33 33. Makhluk Planet
34 34. Pengagum Rahasia
35 35. Bayangan Perempuan
36 36. Mimpi Buruk Maudy
37 37. Kepala Tanpa Tubuh
38 38. Yang Ranvier Lakukan
39 39. Cita-Cita Akmal
40 40. Ternyata Ranvier...
41 41. Kaki Menggantung
42 42. Jijik
43 43. Cari Tempat Lain
44 44. Tongkat Ajaib Erwin
45 45. Hantu Homreng ?
46 46. Ancaman Daeng Payau
47 47. Arwah Penasaran
48 48. Jangan Mandi Bareng !
49 49. Ranvier Yang Menghadapi
50 50. Ranvier Pergi
51 51. Api Di Kartu Undangan
52 52. Mimpi Atau Bukan ?
53 53. Decker Dan Joshua
54 54. Siapa Albert ?
55 55. Anastasya...?
56 56. Bertamu Ke Rumah Albert
57 57. Mengintai
58 58. Teman Lama
59 59. Tunggu Kabar
60 60. Berkomunikasi Dengan Albert
61 61. Histeris
62 62. Menjalankan pesan
63 63. Jalan Buntu
64 64. Akmal Ngomel
65 65. Kata Ranvier
66 66. Kali Ke Dua
67 67. Janji Erwin
68 68. Nenek Misterius
69 69. Itu Setan...?
70 70. Ketemu Erwin
71 71. Ondel - Ondel
72 72. Sosok Kecil
73 73. Bayi Mencari Ibu
74 74. Tentang Ami
75 75. Bayi Ami
76 76. Memaafkan...
77 77. Karma ?
78 78. Waktu Keramat
79 79. Yang Pamit Siapa ?
80 80. Mau Pulang Pak ?
81 81. Aini Gentayangan...?
82 82. Jadi Tumbal ?
83 83. Tumbal Istimewa
84 84. Ada Orang...
85 85. Kyai Ireng
86 86. Sumpah Kyai Ireng
87 87. Jasad Tak Dikenal
88 88. Debt Colector
89 89. Dimomong Kuntilanak
90 90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91 91. Mencari Eugene
92 92. Aura Ga Enak
93 93. Luka Eugene
94 94. Hantu Baik
95 95. Pesona Ranvier
96 96. Kontrak Aneh
97 97. Cewek Berambut Kribo
98 98. Kena Pelet...?
99 99. Jadi Dia...
100 100. Sundel Bolong ?
101 101. Mengejar Mutiara
102 102. Menempel Terus
103 103. Jin Penghuni Bedak
104 104. Ranvier Ditagih Janji...
105 105. Pesona Arcana
106 106. Berbeda...?
107 107. Siapkan Waktu...
108 108. Patah Hati Bareng
109 109. Ijin Kakek Randu
110 110. Keluarga Kyai Ranggana
111 111. Penjelasan Arcana
112 112. Makin Terikat
113 113. Rasa Yang Salah
114 114. Pamit...
115 115. Dicomblangin
116 116. Mantan Yang Kembali
117 117. Menggelengkan Kepala
118 118. Dikenalin
119 119. Feeling Buruk
120 120. Gagasan Erwin
121 121. Sosok Lain
122 122. Ketauan Aslinya
123 124. Ide Nyeleneh Kakek
124 125. Lho Kok...?!
125 126. Siap...
126 127. Siapa Wijaya ?
127 127. Mengecoh
128 128. Pulang Ke Rumah
129 129. Serangan Ghaib
130 130. Pesan Terakhir Nada
131 131. Tali Jerami
132 132. Putus Hubungan
133 133. Terikat Jerami
134 134. Suara Di Kamar
135 135. Anaknya Wijaya
136 136. Kerasukan
137 137. Pengorbanan Ayu
138 138. Jadi Sosok Itu...
139 139. Diobati Dulu
140 140. Mantan...
141 141. Pengakuan Wijaya
142 142. Selingkuh
143 143. Kemarahan Siti
144 144. Tanda Lahir
145 145. Labirin Ghaib
146 146. Dimaafkan
147 147. Ultimatum Ranvier
148 148. Pesen Mama...
149 149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150 150. Perhatian
151 151. Klien Penting
152 152. Diusir
153 153. Melamar
154 154. Pesan Misterius
155 155. Siapa Zero ?
156 156. Nada Diculik
157 157. Pingitan Urung
158 158. Malu - Malu
159 159. Ranvier Pergi
160 160. Pencuri Di Kafe
161 161. Pengawal...?
162 162. Permintaan Ganesh
163 163. Memanggil
164 164. Teman Nada ?
165 165. Nama Untuk Bayi Arcana
166 166. Rusuh
167 167. Melihat Barong ?
168 168. Pulang Dulu...
169 169. Honey Moon
170 170. Berangkat
171 171. Berjuang Bersama
172 172. Kamila Yang Melengkapi
Episodes

Updated 172 Episodes

1
1. Ranvier
2
2. Berbeda...
3
3. Itu Buaya Kan ?
4
4. Darimana Kamu ?
5
5. Ga Sopan
6
6. Cerita Ranvier
7
7. Anak Lelaki
8
8. Isi Tas... ?
9
9. Teman Nyentrik
10
10. Ranvier Kembali
11
11. Memutus Ikatan
12
12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13
13. Ranvier Harus Lulus
14
14. Kesurupan Massal
15
15. Ranvier Tau...
16
16. Ketemu Eugene
17
17. Petani Ghaib
18
18. Melanggar Pantangan
19
19. Pantangan Apa ?
20
20. Kata Daeng Payau
21
21. Hanya Doa...?
22
22. Menghukum Tissa
23
23. Siulan Ranvier
24
24. Pamali
25
25. Ada Ular...!
26
26. Ditelephon Kakek
27
27. Ranvier Pergi ?
28
28. Diculik Lagi
29
29. Iming - Iming
30
30. Sinar Keperakan
31
31. Membujuk
32
32. Khodam Penjaga ?
33
33. Makhluk Planet
34
34. Pengagum Rahasia
35
35. Bayangan Perempuan
36
36. Mimpi Buruk Maudy
37
37. Kepala Tanpa Tubuh
38
38. Yang Ranvier Lakukan
39
39. Cita-Cita Akmal
40
40. Ternyata Ranvier...
41
41. Kaki Menggantung
42
42. Jijik
43
43. Cari Tempat Lain
44
44. Tongkat Ajaib Erwin
45
45. Hantu Homreng ?
46
46. Ancaman Daeng Payau
47
47. Arwah Penasaran
48
48. Jangan Mandi Bareng !
49
49. Ranvier Yang Menghadapi
50
50. Ranvier Pergi
51
51. Api Di Kartu Undangan
52
52. Mimpi Atau Bukan ?
53
53. Decker Dan Joshua
54
54. Siapa Albert ?
55
55. Anastasya...?
56
56. Bertamu Ke Rumah Albert
57
57. Mengintai
58
58. Teman Lama
59
59. Tunggu Kabar
60
60. Berkomunikasi Dengan Albert
61
61. Histeris
62
62. Menjalankan pesan
63
63. Jalan Buntu
64
64. Akmal Ngomel
65
65. Kata Ranvier
66
66. Kali Ke Dua
67
67. Janji Erwin
68
68. Nenek Misterius
69
69. Itu Setan...?
70
70. Ketemu Erwin
71
71. Ondel - Ondel
72
72. Sosok Kecil
73
73. Bayi Mencari Ibu
74
74. Tentang Ami
75
75. Bayi Ami
76
76. Memaafkan...
77
77. Karma ?
78
78. Waktu Keramat
79
79. Yang Pamit Siapa ?
80
80. Mau Pulang Pak ?
81
81. Aini Gentayangan...?
82
82. Jadi Tumbal ?
83
83. Tumbal Istimewa
84
84. Ada Orang...
85
85. Kyai Ireng
86
86. Sumpah Kyai Ireng
87
87. Jasad Tak Dikenal
88
88. Debt Colector
89
89. Dimomong Kuntilanak
90
90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91
91. Mencari Eugene
92
92. Aura Ga Enak
93
93. Luka Eugene
94
94. Hantu Baik
95
95. Pesona Ranvier
96
96. Kontrak Aneh
97
97. Cewek Berambut Kribo
98
98. Kena Pelet...?
99
99. Jadi Dia...
100
100. Sundel Bolong ?
101
101. Mengejar Mutiara
102
102. Menempel Terus
103
103. Jin Penghuni Bedak
104
104. Ranvier Ditagih Janji...
105
105. Pesona Arcana
106
106. Berbeda...?
107
107. Siapkan Waktu...
108
108. Patah Hati Bareng
109
109. Ijin Kakek Randu
110
110. Keluarga Kyai Ranggana
111
111. Penjelasan Arcana
112
112. Makin Terikat
113
113. Rasa Yang Salah
114
114. Pamit...
115
115. Dicomblangin
116
116. Mantan Yang Kembali
117
117. Menggelengkan Kepala
118
118. Dikenalin
119
119. Feeling Buruk
120
120. Gagasan Erwin
121
121. Sosok Lain
122
122. Ketauan Aslinya
123
124. Ide Nyeleneh Kakek
124
125. Lho Kok...?!
125
126. Siap...
126
127. Siapa Wijaya ?
127
127. Mengecoh
128
128. Pulang Ke Rumah
129
129. Serangan Ghaib
130
130. Pesan Terakhir Nada
131
131. Tali Jerami
132
132. Putus Hubungan
133
133. Terikat Jerami
134
134. Suara Di Kamar
135
135. Anaknya Wijaya
136
136. Kerasukan
137
137. Pengorbanan Ayu
138
138. Jadi Sosok Itu...
139
139. Diobati Dulu
140
140. Mantan...
141
141. Pengakuan Wijaya
142
142. Selingkuh
143
143. Kemarahan Siti
144
144. Tanda Lahir
145
145. Labirin Ghaib
146
146. Dimaafkan
147
147. Ultimatum Ranvier
148
148. Pesen Mama...
149
149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150
150. Perhatian
151
151. Klien Penting
152
152. Diusir
153
153. Melamar
154
154. Pesan Misterius
155
155. Siapa Zero ?
156
156. Nada Diculik
157
157. Pingitan Urung
158
158. Malu - Malu
159
159. Ranvier Pergi
160
160. Pencuri Di Kafe
161
161. Pengawal...?
162
162. Permintaan Ganesh
163
163. Memanggil
164
164. Teman Nada ?
165
165. Nama Untuk Bayi Arcana
166
166. Rusuh
167
167. Melihat Barong ?
168
168. Pulang Dulu...
169
169. Honey Moon
170
170. Berangkat
171
171. Berjuang Bersama
172
172. Kamila Yang Melengkapi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!