Ranvier pergi ke rumah Daeng Payau diantar Tomi dengan menggunakan motor. Sejak berhasil memutuskan ikatan dengan dunia ghaib, sejak saat itu lah Ranvier menjadikan Daeng Payau sebagai penasehat spiritualnya.
Daeng Payau memang berpenampilan nyentrik saat di luar rumah. Ia gemar mengenakan out fit yang mencolok dan menarik perhatian orang. Tapi saat berada di rumah, penampilan Daeng Payau justru berbanding terbalik 180°. Pria itu nampak sederhana dengan kaos dan sarungnya.
Saat pertama kali datang ke rumah Daeng Payau, Ranvier sempat dibuat ternganga dengan dekorasi rumahnya. Rumah itu terlihat berbeda dari rumah lainnya karena beratap rumbia dan berdinding kayu. Terlihat sederhana tapi sesungguhnya memiliki nilai seni tinggi dan tentu saja harga yang fantastis karena terbuat dari material yang bagus.
Rumah Daeng Payau berada di sebuah perumahan padat penduduk. Untuk tiba di rumah Daeng Payau, Ranvier harus melalui gang panjang yang berkelok. Jika tak mengamati dengan jeli, Ranvier yakin akan tersesat di sana karena semua gang memiliki ukuran yang sama dengan rumah yang nyaris sama.
" Rasanya kalo ke sini sendirian Aku ga bakal sanggup Bang...," kata Ranvier.
" Lho kenapa emangnya...? " tanya Tomi sambil menoleh ke belakang.
" Terlalu banyak gang dan semua rumah di awal gang punya warna dan bentuk yang sama. Itu aneh kan Bang...," sahut Ranvier.
Tomi pun tertawa mendengar ucapan Ranvier. Ia maklum jika tuannya itu bingung karena Ranvier memang belum pernah masuk ke perumahan padat penduduk seperti sekarang.
Selama ini Ranvier terbiasa tinggal di rumah besar nan mewah dengan teman yang juga tinggal di komplek perumahan elit. Jadi saat bertandang ke rumah Daeng Payau yang tinggal di gang sempit, Ranvier pun dibuat pusing.
Setelah melalui gang panjang berkelok, mereka pun tiba di rumah Daeng Payau. Saat itu sang empu rumah sedang berdiri di taman depan sambil bersedekap menghadap pohon rambutan berdaun rimbun.
" Assalamualaikum..., " sapa Tomi dan Ranvier bersamaan.
" Wa alaikumsalam. Kalian datang juga akhirnya..., " kata Daeng Payau sambil menoleh kearah Ranvier dan Tomi.
" Maafkan Kami Paman. Tadi Ranvier menyelesaikan tugas sekolahnya dulu sebelum ke sini...," sahut Tomi tak enak hati.
" Gapapa, Saya paham kok. Mari masuk...," ajak Daeng Payau sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
Tomi dan Ranvier pun mengekori sang tuan rumah lalu duduk di kursi antik terbuat dari batang pohon kelapa yang diplitur.
" Kenapa Paman berdiri di depan pohon rambutan sambil bersedekap tadi. Apa ada sesuatu di sana Paman...?" tanya Ranvier.
" Oh itu. Iya, ada sesuatu di sana. Penghuni pohon rambutan itu minta Aku membantu istrinya bersalin. Tapi Aku menolak karena Aku kan bukan bidan...," sahut Daeng Payau.
" Bersalin itu apa Paman...?" tanya Ranvier tak mengerti hingga membuat Tomi dan Daeng Payau tersenyum.
" Bersalin itu melahirkan Ranvier...," kata Tomi.
" Oh melahirkan. Terus penghuni pohon rambutan yang Paman maksud tuh siapa...?" tanya Ranvier lagi.
" Mereka sepasang suami istri dari golongan makhluk halus, genderuwo tepatnya. Mereka menghuni pohon rambutan itu udah lama banget, bahkan sebelum Saya membeli tanah ini dan membangunnya...," sahut Daeng Payau santai.
Ucapan Daeng Payau yang santai itu justru membuat Ranvier dan Tomi terkejut hingga saling menatap bingung. Ada ketakutan di wajah keduanya. Bahkan saat itu bulu kuduk keduanya pun ikut meremang.
" Genderuwo yang berbulu dan bertubuh besar itu Paman...?" tanya Tomi.
" Betul. Kenapa, Kalian takut ya...?" tanya Daeng Payau.
" Iya...," sahut Ranvier dan Tomi bersamaan sambil merapat kearah Daeng Payau.
Daeng Payau pun tak kuasa menahan tawa melihat sikap dua orang di hadapannya. Terlebih lagi melihat sikap Tomi yang tampil bak preman tapi takut dengan makhluk halus.
" Kok ketawa sih Paman. Kami beneran takut nih...," kata Ranvier.
" Betul. Tapi Paman kok bisa sesantai ini ngomongin mereka. Emangnya Paman ga takut sama mereka...?" tanya Tomi.
" Kedudukan manusia kan lebih mulia dari makhluk halus, jadi untuk apa takut. Tapi waktu melihat mereka pertama kali Saya kaget. Cuma kaget ya bukan takut. Itu karena mereka datang tiba-tiba dan berdiri di belakang Saya. Hampir aja Saya keluarin jurus pamungkas Saya saat itu...," kata Daeng Payau.
" Jurus pamungkas apaan Paman...?" tanya Ranvier.
" Jurus pamungkas ambil langkah seribu alias kabur Vier...," sahut Daeng Payau sambil nyengir hingga membuat Ranvier dan Tomi tertawa terbahak-bahak.
" Aku kira Paman ga punya rasa takut. Ternyata takut juga sama genderuwo...," kata Ranvier di sela tawanya.
" Manusiawi lah Vier. Apalagi sosok genderuwo yang ini beda banget sama yang pernah Saya liat. Yang ini emang bertubuh besar dan berbulu sama lebatnya dengan yang lain. Tapi kepala bagian atasnya tuh botak, rambut gondrong separo, mukanya rusak, mata besar berwarna merah dan gigi taring yang mencuat terbalik dengan liur yang menetes. Itu menjijikkan banget kan. Nah waktu dia memperlihatkan diri di belakang Saya, dia lagi menyeringai gitu. Ya pasti Saya kaget lah. Tapi setelah itu sih biasa lagi...," sahut Daeng Payau.
" Terus genderuwo itu marah karena Paman ga bisa membantu Istrinya melahirkan...?" tanya Ranvier.
" Ga lah. Saya kan udah bantu ngawasin sekitar rumahnya selama dia keluar cari bantuan lain. Waktu Kalian datang, dia juga datang. Makanya Saya ajak Kalian ke sini supaya ga ganggu orang yang membantu persalinan Istrinya itu...," sahut Daeng Payau.
" Jadi yang ngebantu persalinan nanti manusia Paman...?!" tanya Ranvier tak percaya.
" Iya. Coba Kamu liat ke sana...," sahut Daeng Payau sambil menunjuk pohon rambutan itu dengan ujung dagunya.
Saat itu Ranvier dan Tomi melihat seorang wanita berpakaian biru tengah berjongkok di depan pohon rambutan. Nampaknya ia adalah seorang bidan yang praktek tak jauh dari rumah Daeng Payau. Wanita itu nampak mengeluarkan alat medis dari tasnya lalu melakukan sesuatu, entah apa.
Ranvier menajamkan penglihatannya dan melihat wanita itu sedang bicara dengan sesuatu. Tanpa sadar Ranvier berdiri lalu berjalan kearah pintu.
" Jangan kesana Vier...," panggil Tomi namun segera dicegah oleh Daeng Payau.
" Biarkan saja. Ranvier harus belajar mengenali mereka supaya ga kaget lagi nanti...," kata Daeng Payau.
" Tapi kalo mereka marah dan menyakiti Ranvier gimana Paman...?" tanya Tomi cemas.
" Itu lah tujuannya...," sahut Daeng Payau.
" Apa maksud Paman...?" tanya Tomi tak mengerti.
" Ranvier datang ke sini untuk belajar Tom. Semua hal terutama mengenal makhluk halus yang ada di sekitarnya. Karena Indra keenam Ranvier sudah terbuka, artinya Ranvier akan bisa berinteraksi dengan makhluk ghaib nanti. Tapi supaya bisa berinteraksi dengan baik, Ranvier harus belajar melihat dan mengenali karakter mereka agar tak salah langkah nanti. Kamu ga usah khawatir Ranvier terluka, karena Saya ga akan biarin itu terjadi...," kata Daeng Payau dengan mimik wajah serius.
Tomi mengangguk usai mendengar penjelasan Daeng Payau. Kini ia bergeser menjauh seolah ingin memberi kesempatan Daeng Payau mengawasi Ranvier.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
IG: _anipri
wow tapi juga ngeri jika indra keenam Ranvier kebuka.
2023-03-24
0
💎hart👑
aku juga punya tuh jurus itu😅
2023-03-15
1
neng ade
uji nyali Ranvier .. serem thor ..
2023-02-26
0