Ranvier mengerjapkan matanya saat mobil berhenti di suatu tempat. Saat menoleh dan melihat keluar jendela Ranvier terkejut karena telah berada di jalan tepat di depan sekolah.
" Kita sampai Ranvier...," kata Damar dari balik kemudi.
" Iya Pak. Makasih udah nganterin...," sahut Ranvier.
" Sama-sama..., " sahut Damar sambil tersenyum.
Ranvier pun membuka pintu mobil dan bersiap turun. Namun sebelumnya ia menoleh kearah Damar dan bertanya sesuatu.
" Mmm..., apa Kita bisa ketemu lagi Pak...?" tanya Ranvier.
Bukan tanpa alasan Ranvier menanyakan hal itu. Remaja itu merasa jika Damar adalah orang yang baik, meski pun sedikit kaku. Selain itu entah mengapa Ranvier merasa Damar adalah orang yang bisa dipercaya untuk menyimpan sebuah rahasia.
" Bisa. Suatu saat Kita pasti ketemu lagi...," sahut Damar mantap hingga membuat Ranvier tersenyum.
" Baik lah. Terima kasih sekali lagi...," kata Ranvier sambil turun dari mobil.
Sesaat setelah berhasil menjejak jalan beraspal dengan kedua kakinya, Ranvier pun menoleh karena ada sebuah suara memanggilnya dengan lantang.
" Ranvieeerr...!" panggil Tomi sambil berlari kearahnya.
Ranvier belum sempat menjawab panggilan itu karena Tomi langsung memeluknya erat.
" Lepasin Bang, sesak nih...," pinta Ranvier sambil berusaha mendorong tubuh Tomi.
" Oh iya, maaf...," kata Tomi sambil mengurai pelukannya.
" Ngapain di sini Bang...?" tanya Ranvier saat pelukan Tomi terlepas.
" Ngapain ?, ya nyari Lo lah. Ngapain lagi emangnya...," sahut Tomi ketus namun membuat Ranvier tersenyum.
" Disuruh Kakek ya...?" tanya Ranvier.
" Iya. Emang Lo nih darimana sih. Udah tiga Minggu ga pulang-pulang. Kasian tuh Kakek Randu kebingungan nyariin Lo. Pergi kok ga pamit, bikin ribet aja Lo...," kata Tomi.
" Apaan sih Bang. Ga usah lebay deh. Baru juga semalam ga pulang udah dibilang tiga Minggu aja...," kata Ranvier sambil tertawa.
" Wah ngigo nih anak. Lo udah pergi tiga Minggu tanpa kabar Vier. Kalo cuma semalam mana mungkin Kakek Randu secemas itu. Sampe lapor Polisi segala lho...," sahut Tomi dengan mimik wajah serius.
" Yang bener Bang. Tapi perasaan Gue cuma pergi sebentar dan nginep semalam di rumah Nyai Ranggana. Kalo ga percaya, Abang bisa tanya sama Pak Damar...," kata Ranvier.
" Pak Damar siapa...?" tanya Tomi.
" Pak Damar itu supirnya..., " ucapan Ranvier terputus karena ia tak mendapati Damar lagi di sana.
Ranvier pun mengedarkan pandangan ke segala penjuru untuk mencari mobil beserta supir yang mengantarnya tadi. Melihat sikap Ranvier membuat Tomi bingung dan ikut mengamati sekelilingnya.
" Cari siapa Vier...?" tanya Tomi.
" Pak Damar...," sahut Ranvier cepat.
" Ga ada siapa-siapa di sini Vier. Waktu Gue ngeliat Lo tadi, Lo emang lagi berdiri sendirian di sini...," kata Tomi.
" Masa sih. Gue diantar Pak Damar pake mobil tadi Bang. Masa Lo ga ngeliat Gue turun dari mobil segede gitu...," kata Ranvier tak percaya.
" Sumpah pocong juga Gue berani Vier !. Lo sendirian di sini, ga ada siapa-siapa apalagi mobil. Makanya Gue langsung bisa ngenalin Lo karena emang cuma Lo yang ada di tengah jalan...!" sahut Tomi gusar.
Ucapan Tomi mengejutkan Ranvier. Ia kembali mengedarkan pandangannya dan terkejut saat menyadari hari mulai gelap. Dan sesaat kemudian di kejauhan terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.
" Udah Maghrib Vier. Kita langsung pulang aja ya...," kata Tomi sambil menggamit tangan Ranvier.
" Tapi Bang...," ucapan Ranvier kembali terputus.
" Ga usah pake tapi-tapian. Gara-gara Lo, Gue diomelin sama Kakek Lo. Sekarang Kita pulang dan Lo jelasin semuanya di rumah ntar...," kata Tomi cepat.
Kemudian Tomi mulai menstarter motornya dan memaksa Ranvier duduk di belakangnya. Tak lama kemudian motor Tomi melaju cepat meninggalkan tempat itu.
Dari atas motor Ranvier mengamati sekelilingnya sekali lagi. Ia tak percaya jika Tomi tak melihat Damar dan mobil yang mengantarnya tadi.
\=\=\=\=\=
Ranvier dan Tomi tiba di rumah setengah jam kemudian. Saat itu Randu sedang berada di ruang tamu dan nampak sedang memarahi beberapa pria yang berdiri di depannya.
" Dasar bod*h, tol*l !. Nyari satu orang anak ABG aja ga bisa. Kalian kan udah tua dan ngakunya pinter. Kok nyari satu orang aja ga becus. Percuma Saya bayar mahal kalo Kalian ga bisa apa-apa...! " omel Randu sambil mengacungkan tongkatnya ke wajah para pria itu.
" Maaf Tuan. Tapi Kami...," ucapan salah seorang pria itu terputus saat Ranvier memanggil sang Kakek dengan lantang.
" Kakek...!" panggil Ranvier hingga membuat semua orang di dalam ruangan menoleh ke ambang pintu.
Randu nampak tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kepulangan cucu kesayangannya itu.
" Ranvier...!" kata Randu saat Ranvier masuk ke dalam pelukannya.
Untuk sejenak semua orang terdiam sambil menyaksikan dua orang yang saling memeluk itu.
" Kamu baik-baik aja kan Nak...?" tanya Randu sambil mengurai pelukannya.
" Aku baik Kek. Sehat wal afiat dan ga kurang apa pun...," sahut Ranvier sambil tersenyum.
" Syukur lah...," kata Randu dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian Randu memberi kode dengan matanya agar semua pria di ruangan itu meninggalkan dia dan Ranvier berdua saja.
" Darimana saja Kamu, kenapa ga ngasih tau Kakek kalo mau pergi. Apa Kamu ga tau kalo Kakek khawatir...? " tanya Randu.
" Maaf Kek...," sahut Ranvier.
" Baik lah. Kamu pasti lelah ya. Sekarang Kamu mandi dan ganti baju. Kakek tunggu Kamu di ruang makan...," kata Randu.
" Iya Kek...," sahut Ranvier.
Setelah Ranvier naik ke lantai dua, Randu pun memanggil Tomi dan meminta pria itu menceritakan semuanya.
" Jadi begitu. Apa Kamu liat siapa yang ngantar Ranvier tadi...?" tanya Randu.
" Saya ga ngeliat siapa pun Tuan. Tapi Ranvier keukeuh bilang kalo dia datang diantar pake mobil oleh seorang laki-laki bernama Damar...," sahut Tomi.
" Oh ya. Apa Kamu yakin...?" tanya Ranvier.
" Yakin Tuan...," sahut Tomi mantap.
Untuk sesaat ruangan itu menjadi hening karena Randu dan Tomi sibuk dengan pikiran masing-masing.
" Maaf kalo Saya lancang. Keliatannya Ranvier baru aja melintas ke alam ghaib Tuan...," kata Tomi hati-hati.
" Apa maksud Kamu Tomi. Saya ga percaya sama hal kaya gitu. Saya percaya kalo Ranvier diculik oleh saingan bisnis Saya karena mereka iri dengan pencapaian Saya. Mereka segera mengembalikan Ranvier karena tau kalo Saya udah lapor Polisi dan ga main-main sama ancaman Saya...!" kata Randu gusar.
Tomi pun menundukkan kepalanya mendengar ucapan sang majikan. Kemudian ia pamit undur diri saat Randu melangkah ke ruang makan.
\=\=\=\=\=
Randu terpaksa mempercayai ucapan Tomi setelah Ranvier menceritakan perjalanannya melintas dimensi. Saat Ranvier menceritakan semuanya, Randu nampak mendengarkan dengan seksama.
" Darimana mereka tau namamu Ranvier...?" tanya Randu.
Pertanyaan sang Kakek membuat Ranvier berhenti mengunyah makanan. Ranvier mencoba mengingat dan tersadar jika dirinya tak sekali pun memperkenalkan diri apalagi menyebut namanya.
" Kakek betul. Darimana mereka tau namaku ya...?" tanya Ranvier.
" Apa saat itu Kamu ga tanya sama mereka...?" tanya Randu.
" Ga Kek, ga kepikiran...," sahut Ranvier sambil kembali menyantap hidangan yang tersaji di hadapannya.
" Terus kenapa ga menelepon Kakek supaya Kakek ga kebingungan...? " tanya Randu.
" Maaf, Aku ga inget Kek...," sahut Ranvier.
Jawaban Ranvier membuat Randu mengerutkan keningnya. Ia mendekatkan wajahnya untuk mengamati sang cucu lebih dekat lalu kembali bertanya.
" Kamu tau kan sudah berapa lama Kamu pergi...?" tanya Randu.
" Seinget Aku sih Aku pergi sebentar dan nginep semalam doang di rumah Nyai Ranggana. Tapi Bang Tomi bilang Aku udah ga pulang selama tiga Minggu. Apa itu bener Kek...?" tanya Ranvier dengan mulut penuh.
" Tomi betul. Kamu hilang tiga Minggu dan kembali ke rumah di hari ke dua puluh dua setelah menghilang...," sahut Randu sambil menatap Ranvier lekat.
Ucapan sang Kakek membuat Ranvier tersedak hingga membuat makanan dalam mulutnya muncrat kemana-mana.
" Minum dulu biar ga tersedak...," kata Randu sambil menyodorkan segelas air putih.
Ranvier menyambut air tersebut dan meneguknya hingga tandas.
" Kalo Aku udah pergi tiga Minggu, apa itu artinya Aku pergi ke alam ghaib seperti yang dibilang Bang Tomi tadi Kek...?!" tanya Ranvier gusar.
" Kakek belum bisa jawab. Nanti Kita panggil Ustadz untuk mencari tau semuanya ya. Sekarang habiskan makananmu, setelah itu Kamu bisa istirahat di kamar...," kata Randu dengan suara tercekat.
" Baik Kek...," sahut Ranvier.
Kemudian Ranvier menyelesaikan makan malamnya dengan cepat karena merasa tak nyaman dengan tatapan sang Kakek.
\=\=\=\=\=
Ranvier berada di kamar sambil mengamati sekelilingnya. Tiba-tiba ia teringat dengan tas miliknya yang menggelembung itu.
Ranvier pun meraih tas miliknya dan terkejut saat melihat sebuah benda aneh di dalam tasnya. Saat Ranvier mencoba menyentuh benda itu tiba-tiba selarik sinar keperakan melesat keluar hingga membuat Ranvier terjengkang ke lantai karena terkejut.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Krisna Adhi
ehhh 3 minggu ?????
2024-08-31
1
Nurhayati
Jangan jangan bukan telor buaya😁🙏
2023-03-07
2
IG: _anipri
3 Minggu! gila
2023-03-05
2