4. Darimana Kamu ?

Ranvier mengerjapkan matanya saat mobil berhenti di suatu tempat. Saat menoleh dan melihat keluar jendela Ranvier terkejut karena telah berada di jalan tepat di depan sekolah.

" Kita sampai Ranvier...," kata Damar dari balik kemudi.

" Iya Pak. Makasih udah nganterin...," sahut Ranvier.

" Sama-sama..., " sahut Damar sambil tersenyum.

Ranvier pun membuka pintu mobil dan bersiap turun. Namun sebelumnya ia menoleh kearah Damar dan bertanya sesuatu.

" Mmm..., apa Kita bisa ketemu lagi Pak...?" tanya Ranvier.

Bukan tanpa alasan Ranvier menanyakan hal itu. Remaja itu merasa jika Damar adalah orang yang baik, meski pun sedikit kaku. Selain itu entah mengapa Ranvier merasa Damar adalah orang yang bisa dipercaya untuk menyimpan sebuah rahasia.

" Bisa. Suatu saat Kita pasti ketemu lagi...," sahut Damar mantap hingga membuat Ranvier tersenyum.

" Baik lah. Terima kasih sekali lagi...," kata Ranvier sambil turun dari mobil.

Sesaat setelah berhasil menjejak jalan beraspal dengan kedua kakinya, Ranvier pun menoleh karena ada sebuah suara memanggilnya dengan lantang.

" Ranvieeerr...!" panggil Tomi sambil berlari kearahnya.

Ranvier belum sempat menjawab panggilan itu karena Tomi langsung memeluknya erat.

" Lepasin Bang, sesak nih...," pinta Ranvier sambil berusaha mendorong tubuh Tomi.

" Oh iya, maaf...," kata Tomi sambil mengurai pelukannya.

" Ngapain di sini Bang...?" tanya Ranvier saat pelukan Tomi terlepas.

" Ngapain ?, ya nyari Lo lah. Ngapain lagi emangnya...," sahut Tomi ketus namun membuat Ranvier tersenyum.

" Disuruh Kakek ya...?" tanya Ranvier.

" Iya. Emang Lo nih darimana sih. Udah tiga Minggu ga pulang-pulang. Kasian tuh Kakek Randu kebingungan nyariin Lo. Pergi kok ga pamit, bikin ribet aja Lo...," kata Tomi.

" Apaan sih Bang. Ga usah lebay deh. Baru juga semalam ga pulang udah dibilang tiga Minggu aja...," kata Ranvier sambil tertawa.

" Wah ngigo nih anak. Lo udah pergi tiga Minggu tanpa kabar Vier. Kalo cuma semalam mana mungkin Kakek Randu secemas itu. Sampe lapor Polisi segala lho...," sahut Tomi dengan mimik wajah serius.

" Yang bener Bang. Tapi perasaan Gue cuma pergi sebentar dan nginep semalam di rumah Nyai Ranggana. Kalo ga percaya, Abang bisa tanya sama Pak Damar...," kata Ranvier.

" Pak Damar siapa...?" tanya Tomi.

" Pak Damar itu supirnya..., " ucapan Ranvier terputus karena ia tak mendapati Damar lagi di sana.

Ranvier pun mengedarkan pandangan ke segala penjuru untuk mencari mobil beserta supir yang mengantarnya tadi. Melihat sikap Ranvier membuat Tomi bingung dan ikut mengamati sekelilingnya.

" Cari siapa Vier...?" tanya Tomi.

" Pak Damar...," sahut Ranvier cepat.

" Ga ada siapa-siapa di sini Vier. Waktu Gue ngeliat Lo tadi, Lo emang lagi berdiri sendirian di sini...," kata Tomi.

" Masa sih. Gue diantar Pak Damar pake mobil tadi Bang. Masa Lo ga ngeliat Gue turun dari mobil segede gitu...," kata Ranvier tak percaya.

" Sumpah pocong juga Gue berani Vier !. Lo sendirian di sini, ga ada siapa-siapa apalagi mobil. Makanya Gue langsung bisa ngenalin Lo karena emang cuma Lo yang ada di tengah jalan...!" sahut Tomi gusar.

Ucapan Tomi mengejutkan Ranvier. Ia kembali mengedarkan pandangannya dan terkejut saat menyadari hari mulai gelap. Dan sesaat kemudian di kejauhan terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.

" Udah Maghrib Vier. Kita langsung pulang aja ya...," kata Tomi sambil menggamit tangan Ranvier.

" Tapi Bang...," ucapan Ranvier kembali terputus.

" Ga usah pake tapi-tapian. Gara-gara Lo, Gue diomelin sama Kakek Lo. Sekarang Kita pulang dan Lo jelasin semuanya di rumah ntar...," kata Tomi cepat.

Kemudian Tomi mulai menstarter motornya dan memaksa Ranvier duduk di belakangnya. Tak lama kemudian motor Tomi melaju cepat meninggalkan tempat itu.

Dari atas motor Ranvier mengamati sekelilingnya sekali lagi. Ia tak percaya jika Tomi tak melihat Damar dan mobil yang mengantarnya tadi.

\=\=\=\=\=

Ranvier dan Tomi tiba di rumah setengah jam kemudian. Saat itu Randu sedang berada di ruang tamu dan nampak sedang memarahi beberapa pria yang berdiri di depannya.

" Dasar bod*h, tol*l !. Nyari satu orang anak ABG aja ga bisa. Kalian kan udah tua dan ngakunya pinter. Kok nyari satu orang aja ga becus. Percuma Saya bayar mahal kalo Kalian ga bisa apa-apa...! " omel Randu sambil mengacungkan tongkatnya ke wajah para pria itu.

" Maaf Tuan. Tapi Kami...," ucapan salah seorang pria itu terputus saat Ranvier memanggil sang Kakek dengan lantang.

" Kakek...!" panggil Ranvier hingga membuat semua orang di dalam ruangan menoleh ke ambang pintu.

Randu nampak tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kepulangan cucu kesayangannya itu.

" Ranvier...!" kata Randu saat Ranvier masuk ke dalam pelukannya.

Untuk sejenak semua orang terdiam sambil menyaksikan dua orang yang saling memeluk itu.

" Kamu baik-baik aja kan Nak...?" tanya Randu sambil mengurai pelukannya.

" Aku baik Kek. Sehat wal afiat dan ga kurang apa pun...," sahut Ranvier sambil tersenyum.

" Syukur lah...," kata Randu dengan mata berkaca-kaca.

Kemudian Randu memberi kode dengan matanya agar semua pria di ruangan itu meninggalkan dia dan Ranvier berdua saja.

" Darimana saja Kamu, kenapa ga ngasih tau Kakek kalo mau pergi. Apa Kamu ga tau kalo Kakek khawatir...? " tanya Randu.

" Maaf Kek...," sahut Ranvier.

" Baik lah. Kamu pasti lelah ya. Sekarang Kamu mandi dan ganti baju. Kakek tunggu Kamu di ruang makan...," kata Randu.

" Iya Kek...," sahut Ranvier.

Setelah Ranvier naik ke lantai dua, Randu pun memanggil Tomi dan meminta pria itu menceritakan semuanya.

" Jadi begitu. Apa Kamu liat siapa yang ngantar Ranvier tadi...?" tanya Randu.

" Saya ga ngeliat siapa pun Tuan. Tapi Ranvier keukeuh bilang kalo dia datang diantar pake mobil oleh seorang laki-laki bernama Damar...," sahut Tomi.

" Oh ya. Apa Kamu yakin...?" tanya Ranvier.

" Yakin Tuan...," sahut Tomi mantap.

Untuk sesaat ruangan itu menjadi hening karena Randu dan Tomi sibuk dengan pikiran masing-masing.

" Maaf kalo Saya lancang. Keliatannya Ranvier baru aja melintas ke alam ghaib Tuan...," kata Tomi hati-hati.

" Apa maksud Kamu Tomi. Saya ga percaya sama hal kaya gitu. Saya percaya kalo Ranvier diculik oleh saingan bisnis Saya karena mereka iri dengan pencapaian Saya. Mereka segera mengembalikan Ranvier karena tau kalo Saya udah lapor Polisi dan ga main-main sama ancaman Saya...!" kata Randu gusar.

Tomi pun menundukkan kepalanya mendengar ucapan sang majikan. Kemudian ia pamit undur diri saat Randu melangkah ke ruang makan.

\=\=\=\=\=

Randu terpaksa mempercayai ucapan Tomi setelah Ranvier menceritakan perjalanannya melintas dimensi. Saat Ranvier menceritakan semuanya, Randu nampak mendengarkan dengan seksama.

" Darimana mereka tau namamu Ranvier...?" tanya Randu.

Pertanyaan sang Kakek membuat Ranvier berhenti mengunyah makanan. Ranvier mencoba mengingat dan tersadar jika dirinya tak sekali pun memperkenalkan diri apalagi menyebut namanya.

" Kakek betul. Darimana mereka tau namaku ya...?" tanya Ranvier.

" Apa saat itu Kamu ga tanya sama mereka...?" tanya Randu.

" Ga Kek, ga kepikiran...," sahut Ranvier sambil kembali menyantap hidangan yang tersaji di hadapannya.

" Terus kenapa ga menelepon Kakek supaya Kakek ga kebingungan...? " tanya Randu.

" Maaf, Aku ga inget Kek...," sahut Ranvier.

Jawaban Ranvier membuat Randu mengerutkan keningnya. Ia mendekatkan wajahnya untuk mengamati sang cucu lebih dekat lalu kembali bertanya.

" Kamu tau kan sudah berapa lama Kamu pergi...?" tanya Randu.

" Seinget Aku sih Aku pergi sebentar dan nginep semalam doang di rumah Nyai Ranggana. Tapi Bang Tomi bilang Aku udah ga pulang selama tiga Minggu. Apa itu bener Kek...?" tanya Ranvier dengan mulut penuh.

" Tomi betul. Kamu hilang tiga Minggu dan kembali ke rumah di hari ke dua puluh dua setelah menghilang...," sahut Randu sambil menatap Ranvier lekat.

Ucapan sang Kakek membuat Ranvier tersedak hingga membuat makanan dalam mulutnya muncrat kemana-mana.

" Minum dulu biar ga tersedak...," kata Randu sambil menyodorkan segelas air putih.

Ranvier menyambut air tersebut dan meneguknya hingga tandas.

" Kalo Aku udah pergi tiga Minggu, apa itu artinya Aku pergi ke alam ghaib seperti yang dibilang Bang Tomi tadi Kek...?!" tanya Ranvier gusar.

" Kakek belum bisa jawab. Nanti Kita panggil Ustadz untuk mencari tau semuanya ya. Sekarang habiskan makananmu, setelah itu Kamu bisa istirahat di kamar...," kata Randu dengan suara tercekat.

" Baik Kek...," sahut Ranvier.

Kemudian Ranvier menyelesaikan makan malamnya dengan cepat karena merasa tak nyaman dengan tatapan sang Kakek.

\=\=\=\=\=

Ranvier berada di kamar sambil mengamati sekelilingnya. Tiba-tiba ia teringat dengan tas miliknya yang menggelembung itu.

Ranvier pun meraih tas miliknya dan terkejut saat melihat sebuah benda aneh di dalam tasnya. Saat Ranvier mencoba menyentuh benda itu tiba-tiba selarik sinar keperakan melesat keluar hingga membuat Ranvier terjengkang ke lantai karena terkejut.

\=\=\=\=\=

Terpopuler

Comments

Krisna Adhi

Krisna Adhi

ehhh 3 minggu ?????

2024-08-31

1

Nurhayati

Nurhayati

Jangan jangan bukan telor buaya😁🙏

2023-03-07

2

IG: _anipri

IG: _anipri

3 Minggu! gila

2023-03-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ranvier
2 2. Berbeda...
3 3. Itu Buaya Kan ?
4 4. Darimana Kamu ?
5 5. Ga Sopan
6 6. Cerita Ranvier
7 7. Anak Lelaki
8 8. Isi Tas... ?
9 9. Teman Nyentrik
10 10. Ranvier Kembali
11 11. Memutus Ikatan
12 12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13 13. Ranvier Harus Lulus
14 14. Kesurupan Massal
15 15. Ranvier Tau...
16 16. Ketemu Eugene
17 17. Petani Ghaib
18 18. Melanggar Pantangan
19 19. Pantangan Apa ?
20 20. Kata Daeng Payau
21 21. Hanya Doa...?
22 22. Menghukum Tissa
23 23. Siulan Ranvier
24 24. Pamali
25 25. Ada Ular...!
26 26. Ditelephon Kakek
27 27. Ranvier Pergi ?
28 28. Diculik Lagi
29 29. Iming - Iming
30 30. Sinar Keperakan
31 31. Membujuk
32 32. Khodam Penjaga ?
33 33. Makhluk Planet
34 34. Pengagum Rahasia
35 35. Bayangan Perempuan
36 36. Mimpi Buruk Maudy
37 37. Kepala Tanpa Tubuh
38 38. Yang Ranvier Lakukan
39 39. Cita-Cita Akmal
40 40. Ternyata Ranvier...
41 41. Kaki Menggantung
42 42. Jijik
43 43. Cari Tempat Lain
44 44. Tongkat Ajaib Erwin
45 45. Hantu Homreng ?
46 46. Ancaman Daeng Payau
47 47. Arwah Penasaran
48 48. Jangan Mandi Bareng !
49 49. Ranvier Yang Menghadapi
50 50. Ranvier Pergi
51 51. Api Di Kartu Undangan
52 52. Mimpi Atau Bukan ?
53 53. Decker Dan Joshua
54 54. Siapa Albert ?
55 55. Anastasya...?
56 56. Bertamu Ke Rumah Albert
57 57. Mengintai
58 58. Teman Lama
59 59. Tunggu Kabar
60 60. Berkomunikasi Dengan Albert
61 61. Histeris
62 62. Menjalankan pesan
63 63. Jalan Buntu
64 64. Akmal Ngomel
65 65. Kata Ranvier
66 66. Kali Ke Dua
67 67. Janji Erwin
68 68. Nenek Misterius
69 69. Itu Setan...?
70 70. Ketemu Erwin
71 71. Ondel - Ondel
72 72. Sosok Kecil
73 73. Bayi Mencari Ibu
74 74. Tentang Ami
75 75. Bayi Ami
76 76. Memaafkan...
77 77. Karma ?
78 78. Waktu Keramat
79 79. Yang Pamit Siapa ?
80 80. Mau Pulang Pak ?
81 81. Aini Gentayangan...?
82 82. Jadi Tumbal ?
83 83. Tumbal Istimewa
84 84. Ada Orang...
85 85. Kyai Ireng
86 86. Sumpah Kyai Ireng
87 87. Jasad Tak Dikenal
88 88. Debt Colector
89 89. Dimomong Kuntilanak
90 90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91 91. Mencari Eugene
92 92. Aura Ga Enak
93 93. Luka Eugene
94 94. Hantu Baik
95 95. Pesona Ranvier
96 96. Kontrak Aneh
97 97. Cewek Berambut Kribo
98 98. Kena Pelet...?
99 99. Jadi Dia...
100 100. Sundel Bolong ?
101 101. Mengejar Mutiara
102 102. Menempel Terus
103 103. Jin Penghuni Bedak
104 104. Ranvier Ditagih Janji...
105 105. Pesona Arcana
106 106. Berbeda...?
107 107. Siapkan Waktu...
108 108. Patah Hati Bareng
109 109. Ijin Kakek Randu
110 110. Keluarga Kyai Ranggana
111 111. Penjelasan Arcana
112 112. Makin Terikat
113 113. Rasa Yang Salah
114 114. Pamit...
115 115. Dicomblangin
116 116. Mantan Yang Kembali
117 117. Menggelengkan Kepala
118 118. Dikenalin
119 119. Feeling Buruk
120 120. Gagasan Erwin
121 121. Sosok Lain
122 122. Ketauan Aslinya
123 124. Ide Nyeleneh Kakek
124 125. Lho Kok...?!
125 126. Siap...
126 127. Siapa Wijaya ?
127 127. Mengecoh
128 128. Pulang Ke Rumah
129 129. Serangan Ghaib
130 130. Pesan Terakhir Nada
131 131. Tali Jerami
132 132. Putus Hubungan
133 133. Terikat Jerami
134 134. Suara Di Kamar
135 135. Anaknya Wijaya
136 136. Kerasukan
137 137. Pengorbanan Ayu
138 138. Jadi Sosok Itu...
139 139. Diobati Dulu
140 140. Mantan...
141 141. Pengakuan Wijaya
142 142. Selingkuh
143 143. Kemarahan Siti
144 144. Tanda Lahir
145 145. Labirin Ghaib
146 146. Dimaafkan
147 147. Ultimatum Ranvier
148 148. Pesen Mama...
149 149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150 150. Perhatian
151 151. Klien Penting
152 152. Diusir
153 153. Melamar
154 154. Pesan Misterius
155 155. Siapa Zero ?
156 156. Nada Diculik
157 157. Pingitan Urung
158 158. Malu - Malu
159 159. Ranvier Pergi
160 160. Pencuri Di Kafe
161 161. Pengawal...?
162 162. Permintaan Ganesh
163 163. Memanggil
164 164. Teman Nada ?
165 165. Nama Untuk Bayi Arcana
166 166. Rusuh
167 167. Melihat Barong ?
168 168. Pulang Dulu...
169 169. Honey Moon
170 170. Berangkat
171 171. Berjuang Bersama
172 172. Kamila Yang Melengkapi
Episodes

Updated 172 Episodes

1
1. Ranvier
2
2. Berbeda...
3
3. Itu Buaya Kan ?
4
4. Darimana Kamu ?
5
5. Ga Sopan
6
6. Cerita Ranvier
7
7. Anak Lelaki
8
8. Isi Tas... ?
9
9. Teman Nyentrik
10
10. Ranvier Kembali
11
11. Memutus Ikatan
12
12. Genderuwo Di Pohon Rambutan
13
13. Ranvier Harus Lulus
14
14. Kesurupan Massal
15
15. Ranvier Tau...
16
16. Ketemu Eugene
17
17. Petani Ghaib
18
18. Melanggar Pantangan
19
19. Pantangan Apa ?
20
20. Kata Daeng Payau
21
21. Hanya Doa...?
22
22. Menghukum Tissa
23
23. Siulan Ranvier
24
24. Pamali
25
25. Ada Ular...!
26
26. Ditelephon Kakek
27
27. Ranvier Pergi ?
28
28. Diculik Lagi
29
29. Iming - Iming
30
30. Sinar Keperakan
31
31. Membujuk
32
32. Khodam Penjaga ?
33
33. Makhluk Planet
34
34. Pengagum Rahasia
35
35. Bayangan Perempuan
36
36. Mimpi Buruk Maudy
37
37. Kepala Tanpa Tubuh
38
38. Yang Ranvier Lakukan
39
39. Cita-Cita Akmal
40
40. Ternyata Ranvier...
41
41. Kaki Menggantung
42
42. Jijik
43
43. Cari Tempat Lain
44
44. Tongkat Ajaib Erwin
45
45. Hantu Homreng ?
46
46. Ancaman Daeng Payau
47
47. Arwah Penasaran
48
48. Jangan Mandi Bareng !
49
49. Ranvier Yang Menghadapi
50
50. Ranvier Pergi
51
51. Api Di Kartu Undangan
52
52. Mimpi Atau Bukan ?
53
53. Decker Dan Joshua
54
54. Siapa Albert ?
55
55. Anastasya...?
56
56. Bertamu Ke Rumah Albert
57
57. Mengintai
58
58. Teman Lama
59
59. Tunggu Kabar
60
60. Berkomunikasi Dengan Albert
61
61. Histeris
62
62. Menjalankan pesan
63
63. Jalan Buntu
64
64. Akmal Ngomel
65
65. Kata Ranvier
66
66. Kali Ke Dua
67
67. Janji Erwin
68
68. Nenek Misterius
69
69. Itu Setan...?
70
70. Ketemu Erwin
71
71. Ondel - Ondel
72
72. Sosok Kecil
73
73. Bayi Mencari Ibu
74
74. Tentang Ami
75
75. Bayi Ami
76
76. Memaafkan...
77
77. Karma ?
78
78. Waktu Keramat
79
79. Yang Pamit Siapa ?
80
80. Mau Pulang Pak ?
81
81. Aini Gentayangan...?
82
82. Jadi Tumbal ?
83
83. Tumbal Istimewa
84
84. Ada Orang...
85
85. Kyai Ireng
86
86. Sumpah Kyai Ireng
87
87. Jasad Tak Dikenal
88
88. Debt Colector
89
89. Dimomong Kuntilanak
90
90. Diganggu Ummu Sibyan ?
91
91. Mencari Eugene
92
92. Aura Ga Enak
93
93. Luka Eugene
94
94. Hantu Baik
95
95. Pesona Ranvier
96
96. Kontrak Aneh
97
97. Cewek Berambut Kribo
98
98. Kena Pelet...?
99
99. Jadi Dia...
100
100. Sundel Bolong ?
101
101. Mengejar Mutiara
102
102. Menempel Terus
103
103. Jin Penghuni Bedak
104
104. Ranvier Ditagih Janji...
105
105. Pesona Arcana
106
106. Berbeda...?
107
107. Siapkan Waktu...
108
108. Patah Hati Bareng
109
109. Ijin Kakek Randu
110
110. Keluarga Kyai Ranggana
111
111. Penjelasan Arcana
112
112. Makin Terikat
113
113. Rasa Yang Salah
114
114. Pamit...
115
115. Dicomblangin
116
116. Mantan Yang Kembali
117
117. Menggelengkan Kepala
118
118. Dikenalin
119
119. Feeling Buruk
120
120. Gagasan Erwin
121
121. Sosok Lain
122
122. Ketauan Aslinya
123
124. Ide Nyeleneh Kakek
124
125. Lho Kok...?!
125
126. Siap...
126
127. Siapa Wijaya ?
127
127. Mengecoh
128
128. Pulang Ke Rumah
129
129. Serangan Ghaib
130
130. Pesan Terakhir Nada
131
131. Tali Jerami
132
132. Putus Hubungan
133
133. Terikat Jerami
134
134. Suara Di Kamar
135
135. Anaknya Wijaya
136
136. Kerasukan
137
137. Pengorbanan Ayu
138
138. Jadi Sosok Itu...
139
139. Diobati Dulu
140
140. Mantan...
141
141. Pengakuan Wijaya
142
142. Selingkuh
143
143. Kemarahan Siti
144
144. Tanda Lahir
145
145. Labirin Ghaib
146
146. Dimaafkan
147
147. Ultimatum Ranvier
148
148. Pesen Mama...
149
149. Menjatuhkan Dua Nyamuk
150
150. Perhatian
151
151. Klien Penting
152
152. Diusir
153
153. Melamar
154
154. Pesan Misterius
155
155. Siapa Zero ?
156
156. Nada Diculik
157
157. Pingitan Urung
158
158. Malu - Malu
159
159. Ranvier Pergi
160
160. Pencuri Di Kafe
161
161. Pengawal...?
162
162. Permintaan Ganesh
163
163. Memanggil
164
164. Teman Nada ?
165
165. Nama Untuk Bayi Arcana
166
166. Rusuh
167
167. Melihat Barong ?
168
168. Pulang Dulu...
169
169. Honey Moon
170
170. Berangkat
171
171. Berjuang Bersama
172
172. Kamila Yang Melengkapi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!