Berurusan Dengan Polisi

Baru saja kata-kata ibu Lasmi keluar dari mulutnya, terdengar suara serine di barengi suara memakai pengeras suara.

"Mohon semuanya harap minggir menjauh dari jalan jangan mengganggu lalulintas".

Ternyata itu pasukan keamanan kepolisian kota telah tiba, setelah mendapatkan informasi ada keributan serta kemacetan, orang-orang yang berkerumun mulai menyingkir. pasukan keamanan kota, grup 2 mulai mengurai kemacetan dengan mengalihkan rute jalan, sedang kan grup 1 sudah mengepung Bima, "Patuhi hukum angkat tangan anda keatas dan jangan melalukan pergerakan lagi", Komandan polisi menodongkan senjata api kearah Bima.

Bima bukannya mengangkat tangan malah memasukan tangannya ke saku celana lalu berkata; "Untuk apa aku harus mengangkat tangan, jika aku tidak salah".

"Jangan melalukan pembelaan sebaiknya anda ikuti kami kekantor untuk melakukan pemeriksaan, jika anda tidak salah maka kami akan melepaskannya, borgol dia.!" komandan polisi berkata lalu melirik ke anggotanya.

Anggota polisi langsung sigap ketika mendapat perintah dari komandannya, lalu segera bergerak.

"Tahan aku akan mengikuti tapi tidak boleh memborgolku". Ucap Bima.

Anggota polisi berhenti, dan melirik ke komandanya.

Sang komandan mengangguk; "Baik turuti dia tapi kalian tetap berada dalam jarak yang dekat mengawasinya."

"Siap komandan", ucap salah satu anggota poilisi bersikap tegas.

"Bagaimana dengan orang itu?" Bima menunjuk kearah pemuda pingsan.

"Kami tetap akan membawanya melalukan perawatan setelah sadar maka akan di lakukan pemeriksaan" Kata komandan dengan tegas.

"Ayo pergi" Komandan memerintahkan ke Bima, juga anggota polisi. Komandan polisi mulai bergerak melangkah kearah mobil.

Akan tetapi sebelum naik kemobil polisi, ada orang berteriak.

"Tolong berhenti sebentar",

Ada apa bu..?

komandan melihat kearah orang itu,

Ternyata Ibu Lasmi yang berteriak. Ibu Lasmi yang di papah oleh Wira berhenti tepat didepan komandan polisi lalu berkata; " penyebab semua masalah ini adalah karena aku, jadi aku minta biarkan aku saja yang di tangkap, jangan dia karena tidak salah", bu Lasmi menunjuk kearah Bima,

Sedangkan komandan polisi merenung; memang ada laporan bahwa kejadian itu awalnya dari seorang ibu-ibu meyebrang.

Setelah merenung sebentar komandan polisi berkata; "sebaiknya untuk lebih jelasnya, kami harap ibu ikut juga untuk pemeriksaan dan laporan ibu tentang kejadian sebenarnya."

"Bu sebaiknya segera pulang, biarkan aku dan adikku yang menanganinya," kata Wira saat melihat mimik ibu Lasmi seperti sedang berfikir setelah ada jawaban dan polisi.

Bima yang melihat ikut bicara; "ya bu ikuti saran dari kakakku."

"Tapi nak ini semua gara-gara ibu, jadi ibu juga harus tanggung jawab dan ikut ke kantor polisi, ini adalah keputusannku jadi jangan di cegah", ucap ibu Lasmi.

Keduanya hanya mengehela napas.

"Kalau sudah begini ayo lanjutkan" Wira dengan tegas

"Siapanya kamu terhadap dia?" seorang anggota menunjuk kearah Wira

"Aku tentu saja kakaknya dia, jadi aku sebagai kakaknya akan mendukung apapun yang terjadi", kata Wira.

"Baik kekantor juga sekarang." komandan polisi memerintahkan dan memotong pembicaraan mereka.

Pada akhirnya mereka bertiga ikut kekantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan, sedangkan pemuda yang pingsan di bawa kemobil ambulance untuk dilakukan perawatan medis dahulu.

Orang-orang yang melihat kejadian sudah menyingkir ketepi jalan, namun masih tetap melihatnya. Bahkan ada yang menyaksikan dari awal sampai munculnya polisi masih tetap setia menyaksikannya, kamera hpnya bahkan dinyalakan, ada yang memfhoto, bahkan memvideokan, dan di uploud ke sosmed hanya dengan waktu singkat kejadian kekacauan di jalan mulai ramai, banyak dibicarakan ada yang kasihan pada akhirnya Bima berurusan dengan polisi, merasa puas pada Bima karena telah menghajar orang tersebut sampai pingsan. Membuat Bima dan Wira mulai dikenal. Namun Bima dan Wira tidak mengetahui akan menjadi terkenal setelah kejadian itu.

Setelah tersangka perkelahian, serta orang bersangkutan lainnya di tangkap dan dibawa ke kantor polisi, kerumunan mulai bubar, jalan raya tadinya macet sudah mulai normal kembali.

Ada satu orang menyaksikan dari awal sampai akhir, orang itu adalah salah satu pengawal dari Jatmiko, tujuan awal sebenarnya ingin menemui Bima, tapi karena Bima keburu menolong ibu Lasmi, pengawal Jatmiko tidak jadi menemuinya karena terlambat, namun pengawal Jatmiko tidak pergi malah menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Ini sungguh menarik"; gumam pengawal Jatmiko.

Kemudian pengawal Jatmiko mengeluarkan ponselnya, lalu menelfon tuannya dan menceritakan semua kejadian di jalan raya.

"Kamu bantu dia bebas dari hukuman, lalu kamu kasih tahu keluarga Marwan jangan bertindak gegabah", Jatmiko di seberang telfon.

"Baik tuan". Pengawal itu menjawabnya lalu pergi kekantor polisi untuk membantu Bima dan Wira.

Disudut lainpun terjadi pembicaraan di telfon, bahkan marah-marah. "Kamu cepat pergi kekantor polisi, kasih ancaman ke mereka bilang bahwa aku yang memerintahkannya, dan aku akan pergi kerumahsakit menjemput anakku".

"Siap tuan", sang penelfon menutupnya lalu pergi.

...----------------...

Beberapa saat kemudian.

Kantor kepolisian kota Mawar, Bima, Wira dan bu Lasmi langsung duduk setelah mendapat perintah, kemudian seorang polisi datang lalu duduk didepan mereka bertiga, mengeluarkan kertas dari laci meja. tangannya mengetuk-ngetuk meja lalu bertanya; "Sebutkan nama kalian masing-masing."

"mau nama panjang atau pendek", Wira dengan acuh tak acuhnya menjawab.

"Jangan membuat lelucon!! jawab saja setiap pertanyaanku nanti," petugas pencatat sedikit membentak ke Wira.

"Kenapa Bapak membentakku, Bapak yang terhormat menanyai namaku, sebelum aku menjawab, aku bertanya kepada anda; mau nama panjang atau pendek, apa ada yang salah," Wira tetap dengan acuh tak acuhnya.

"Kau...!!"

Petugas pencatat mukanya sudah memerah karena marah menunjuk ke Wira, namun karena tugasnya mencatat akhirnya menahan emosinya dengan menarik napas, kemudian berkata; "terserah kamu mau nama panjang atau pendek."

Bima hanya tersenyum melihat tingkah laku saudaranya, sedangkan bu Lasmi awalnya ingin bicara, namun tidak jadi setelah mendapat isyarat dari Bima dengan sedikit menekan tangannya ketangan bu Lasmi.

"Namaku Wira, sebelah kanan adikku Bima, dan yang ujung kanan adalah sang korban, namanya ibu Lasmi; jadi untuk nama panjanganyaaa...."

"Cukup tidak perlu di lanjutkan, petugas pencatat melambaikan tangan menghentikan perkataan Wira.

Umur kalian!!", petugas pencatat bertanya kembali.

"Mau umur asli atau palsu", Wira tetap cuek menjawabnya..

"Kau......!!", petugas pencatat menggertakkan gigi, tangannya menekan pulpen sampai kertas berlobang.

"Sudahlah kang jangan buat dia emosi", ucap Bima

Wira hanya mengangkat bahunya.

Petugas pencatat menarik napas panjang, karena sangat kesal juga emosi.."dasar orang aneh" kata dalam hatinya, kemudian mengulurkan tangannya, "lebih baik serahkan tanda pengenal kalian."

kemudian bu lasmi menyerahkan tanda pengenal sedangkan Bima dan Wira tetap diam.

"kenapa kalian berdua tidak menyerahkannya", petugas pencatat itu mengangkat alisnya.

Bahkan bu Lasmi meliriknya lalu berkata; "kenapa kalian tidak menyerahkan tanda pengenalmu nak, tapi aku lihat kalian berdua masih sangatlah muda jadi setidaknya masih pelajar, serahkan saja identitas pelajar kalian, supaya masalah ini cepat selesai."

Terpopuler

Comments

Rinz

Rinz

crazy up ya thor

2023-02-25

19

lihat semua
Episodes
1 Dunia Lain
2 Bumi
3 Sang Terpilih
4 Sang Terpilih 2
5 Keluar Dari Desa Misterius
6 Balas Dendam
7 Balas Dendam 2
8 Terlepas Dari Kematian
9 Obat Ajaib
10 Tibanya Rombongan Abah Rukma
11 Keputusan
12 Kebangkitan Bagaspati
13 Kota Mawar
14 Apa Yang Terjadi
15 Jatmiko
16 Joging
17 Menolong Wanita Tua
18 Berurusan Dengan Polisi
19 Surya
20 Keadilan
21 Terbebas Dari Hukuman
22 Kerinduan Seorang Ibu
23 Kejadian Tak Terduga
24 Menggagalkan Rencana
25 Ikut Andil
26 Barang Bukti
27 Menyembuhkan Seorang Anak
28 Makan bersama Warga
29 Menyelesaikan Masalah Kecil
30 Geng Srigala Hitam
31 Tamu Sengit
32 Tamu Sengit 2
33 Terkejut
34 Meminta Maaf
35 Misteri Barang Kuno
36 Kompensasi
37 Kompensasi 2
38 Rencana
39 Ruang Bawah Tanah
40 Penyelamatan Arya Mahesa
41 Guru Dan Murid
42 Perawatan Medis
43 Perawatan Medis 2
44 Taruhan
45 Pertempuran
46 Menyembuhkan Nenek Lastri
47 Penjelasan Diagnosis
48 Reputasi Mulai Menyebar Luas
49 Merasa Lega
50 Mengobati penyakit Kanker 1
51 Mengobati Penyakit Kanker 2
52 Serangan Malam
53 Kelompok Kelalawar Merah
54 Intrik Keluarga Arsha
55 Intrik Keluarga Arsha 2
56 Buat Kesepakatan
57 Berakting
58 Peringatan
59 Tidak Berani Menghentikannya
60 Perubahaan Besar Desa Cisaat
61 Enam Bulan
62 Lelang Tender
63 Kejadian Di Gedung Kosong 1
64 Kejadian Di Gedung Kosong 2
65 Kejadian Di Gedung Kosong 3
66 Lelang 1
67 Lelang 2
68 Paman Terimalah
69 Apa Yang Terjadi
70 Melawan Para Begal
71 Membereskan Semuanya
72 Mengunjungi Rumah Sakit
73 Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74 Pinggiran Hutan Larangan
75 Susunan formasi
76 Jebakan
77 Segel Kontrak
78 Goa Larangan
79 Goa Larangan 2
80 Goa Larangan 3
81 Berbagi Harta Karun
82 Satu Set Pelatihan
83 Sangat Merepotkan
84 Latar Belakang
85 Tidak Percaya
86 Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87 Cobalah Bernafas
88 Kondisi Luka Dalam
89 Perawatan
90 Perawatan 2
91 Keberuntungan Sidik Permana
92 Tujuh Brewok 1
93 Tujuh Brewok 2
94 Tujuh Brewok 3
95 Tujuh Brewok 4
96 Psikologis
97 Pertaruhan
98 Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99 Kitab Tertinggi
100 Perampokan Di Dalam Bis
101 Perampokan Di Dalam Bis 2
102 Jangan Halangi Jalan
103 Aku Menolak
104 Kalian Boleh Pergi
105 Dasar Bodoh
106 Jangan Mimpi
107 Terkejut
108 Misran Katili
109 Vaola Purwa
110 Apa Layak Disebut Master?
111 Mengalahkan Misran Katili
112 Permintaan
113 Lukisan Desain Rumah
114 Lama Tidak Berjumpa
115 Menagih Utang
116 Kejadian Tak terduga
117 Masih Suci
118 Tanggung Jawab
119 Siapa Gurumu?
120 Pulau Rakata
121 Bima Pawitra Vs 10 orang
122 Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125 Menghajar Benta Dan Bento
126 Bayangan Hitam
127 Hancurnya Bayangan Hitam
128 Cermin Dewa
129 Masa Bodoh
130 Terlihat Rapuh
131 Sangat Keren
132 Investigasi
133 Guru Terima Aku
134 Resep Obat Vitalitas
135 Di Atur Oleh Orang Lain
136 Tidak Tahu Malu
137 Pertemuan Dengan Neng Rossi
138 Sidik Permana Jadi Murid
139 Masdar Katili
140 Merah Delima.
141 Sudah Terlambat
142 Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143 Biarkan Aku mencobanya
144 Sepasang Wallet Putih
145 Menantang Array Seribu Revolusi
146 Menantang Array Seribu Revolusi 2
147 Menantang Array Seribu Revolusi 3
148 Menantang Array Seribu Revolusi 4
149 Menantang Array Seribu Revolusi 5
150 Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151 Berbeda
152 Fahri Abbas
153 Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154 Sikap Terpuji
155 Meminta Maaf
156 Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157 Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158 Kemenangan
159 Aku Hanya Ingin Sendirian
160 Kekesalan Mayang Sari
161 Sesombong Itu!
162 Laut Angker
163 Laut Angker 2
164 Lelang Cahaya Mentari
165 Ginseng 1000 Tahun
166 Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167 Ceritakan Identitas Kalian
168 Berlatih
169 Apakah Itu Nyata?
170 Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171 Membunuh Buaya Putih
172 Memasuki Hutan Angker
173 Ular Batu Vs Musang Madu
174 Si Kepala Baja
175 Panen Besar
176 Ibu
177 Menyelamatkan Seorang Anak 1
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Dunia Lain
2
Bumi
3
Sang Terpilih
4
Sang Terpilih 2
5
Keluar Dari Desa Misterius
6
Balas Dendam
7
Balas Dendam 2
8
Terlepas Dari Kematian
9
Obat Ajaib
10
Tibanya Rombongan Abah Rukma
11
Keputusan
12
Kebangkitan Bagaspati
13
Kota Mawar
14
Apa Yang Terjadi
15
Jatmiko
16
Joging
17
Menolong Wanita Tua
18
Berurusan Dengan Polisi
19
Surya
20
Keadilan
21
Terbebas Dari Hukuman
22
Kerinduan Seorang Ibu
23
Kejadian Tak Terduga
24
Menggagalkan Rencana
25
Ikut Andil
26
Barang Bukti
27
Menyembuhkan Seorang Anak
28
Makan bersama Warga
29
Menyelesaikan Masalah Kecil
30
Geng Srigala Hitam
31
Tamu Sengit
32
Tamu Sengit 2
33
Terkejut
34
Meminta Maaf
35
Misteri Barang Kuno
36
Kompensasi
37
Kompensasi 2
38
Rencana
39
Ruang Bawah Tanah
40
Penyelamatan Arya Mahesa
41
Guru Dan Murid
42
Perawatan Medis
43
Perawatan Medis 2
44
Taruhan
45
Pertempuran
46
Menyembuhkan Nenek Lastri
47
Penjelasan Diagnosis
48
Reputasi Mulai Menyebar Luas
49
Merasa Lega
50
Mengobati penyakit Kanker 1
51
Mengobati Penyakit Kanker 2
52
Serangan Malam
53
Kelompok Kelalawar Merah
54
Intrik Keluarga Arsha
55
Intrik Keluarga Arsha 2
56
Buat Kesepakatan
57
Berakting
58
Peringatan
59
Tidak Berani Menghentikannya
60
Perubahaan Besar Desa Cisaat
61
Enam Bulan
62
Lelang Tender
63
Kejadian Di Gedung Kosong 1
64
Kejadian Di Gedung Kosong 2
65
Kejadian Di Gedung Kosong 3
66
Lelang 1
67
Lelang 2
68
Paman Terimalah
69
Apa Yang Terjadi
70
Melawan Para Begal
71
Membereskan Semuanya
72
Mengunjungi Rumah Sakit
73
Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74
Pinggiran Hutan Larangan
75
Susunan formasi
76
Jebakan
77
Segel Kontrak
78
Goa Larangan
79
Goa Larangan 2
80
Goa Larangan 3
81
Berbagi Harta Karun
82
Satu Set Pelatihan
83
Sangat Merepotkan
84
Latar Belakang
85
Tidak Percaya
86
Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87
Cobalah Bernafas
88
Kondisi Luka Dalam
89
Perawatan
90
Perawatan 2
91
Keberuntungan Sidik Permana
92
Tujuh Brewok 1
93
Tujuh Brewok 2
94
Tujuh Brewok 3
95
Tujuh Brewok 4
96
Psikologis
97
Pertaruhan
98
Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99
Kitab Tertinggi
100
Perampokan Di Dalam Bis
101
Perampokan Di Dalam Bis 2
102
Jangan Halangi Jalan
103
Aku Menolak
104
Kalian Boleh Pergi
105
Dasar Bodoh
106
Jangan Mimpi
107
Terkejut
108
Misran Katili
109
Vaola Purwa
110
Apa Layak Disebut Master?
111
Mengalahkan Misran Katili
112
Permintaan
113
Lukisan Desain Rumah
114
Lama Tidak Berjumpa
115
Menagih Utang
116
Kejadian Tak terduga
117
Masih Suci
118
Tanggung Jawab
119
Siapa Gurumu?
120
Pulau Rakata
121
Bima Pawitra Vs 10 orang
122
Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125
Menghajar Benta Dan Bento
126
Bayangan Hitam
127
Hancurnya Bayangan Hitam
128
Cermin Dewa
129
Masa Bodoh
130
Terlihat Rapuh
131
Sangat Keren
132
Investigasi
133
Guru Terima Aku
134
Resep Obat Vitalitas
135
Di Atur Oleh Orang Lain
136
Tidak Tahu Malu
137
Pertemuan Dengan Neng Rossi
138
Sidik Permana Jadi Murid
139
Masdar Katili
140
Merah Delima.
141
Sudah Terlambat
142
Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143
Biarkan Aku mencobanya
144
Sepasang Wallet Putih
145
Menantang Array Seribu Revolusi
146
Menantang Array Seribu Revolusi 2
147
Menantang Array Seribu Revolusi 3
148
Menantang Array Seribu Revolusi 4
149
Menantang Array Seribu Revolusi 5
150
Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151
Berbeda
152
Fahri Abbas
153
Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154
Sikap Terpuji
155
Meminta Maaf
156
Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157
Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158
Kemenangan
159
Aku Hanya Ingin Sendirian
160
Kekesalan Mayang Sari
161
Sesombong Itu!
162
Laut Angker
163
Laut Angker 2
164
Lelang Cahaya Mentari
165
Ginseng 1000 Tahun
166
Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167
Ceritakan Identitas Kalian
168
Berlatih
169
Apakah Itu Nyata?
170
Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171
Membunuh Buaya Putih
172
Memasuki Hutan Angker
173
Ular Batu Vs Musang Madu
174
Si Kepala Baja
175
Panen Besar
176
Ibu
177
Menyelamatkan Seorang Anak 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!