Tibanya Rombongan Abah Rukma

Bima dan Wira setelah melihat Jaya Arsha pergi dan masuk kemobil untuk mengobati luka memar pada Lina, Bima kemudian bersila mulai menghirup napas dan menahannya sebentar, kemudian mengeluarkannya; Bima melakukan beberapa kali dan merasakan udara perbukitan yang sejuk.

"Ternyata apa yang dikatakan Kakek benar, energi di Bumi sangatlah tipis bahkan bisa di katakan tidak ada" gumam Bima.

Sedangkan Wira dengan tenangnya mengunyah daging rusa asap, Wira mengeluarkannya dari tas penyimpanan saat Jaya Arsha pergi.

"Sepertinya enak daging rusa asap kang", Bima langsung menyambarnya dari tangan Wira saat akan digigitnya,

Wira hanya mendengus namun tidak marah dia kembali mengeluarkan daging rusa asapnya dan mengunyahnya.

Setelah selesai makan, Wira mulai berbicara; "kemana sebenarnya yang akan kita tuju adik, apa kita mengikuti dulu Jaya Arsha..?"

"Kita ikuti saja kang siapa tahu disana ada petunjuk keberadaan orang tuaku;" Bima menjawab dengan wajah tenangnya.

"Baik, itu memang ide bagus." Wira mengangkat jempolnya.

Beberapa saat kemudian Jaya Arsha kembali, dengan wajah senang; "sekali lagi aku mengucapkan terimakasih, berkat obat ajaib ini lukaku dan istriku sudah sembuh."

"Itu hanya salep biasa" Wira berkata dengan acuh tak acuhnya.

Jaya Arsha hanya tersenyum kecut kemudian berkata kembali; "aku sebagai perwakilan istriku meminta maaf, karena tidak bisa menemaninya mengobrol.!!"

"tidak apa-apa biarkan istrimu beristirahat lagian cuaca diluar dingin dan bisa mempengaruhi anak kalian," ucap Bima dengan tenang kemudian kembali berbicara; "ngomong-ngomong kapan kerabat kang Jaya akan tiba, ini sudah sepuluh menitan menunggu, kalau aku dan kang Wira tidak masalah aku hanya kasihan pada anak kang Jaya apalagi masih bayi, meskipun di dalam mobil udara dingin tetap akan masuk."

"Itu sudah pasti akan datang, aku yakin karena sinyal SOS jelas telah sampai, kita tunggu sebentar lagi;" Jaya Arsha berbicara tangannya menggaruk-garukan kepala diapun bingung padahal sudah menunggu.

"Oke" Bima mengangguk, akhirnya semuanya diam.

Tiba-tiba terdengar suara mobil yang menderu-deru dari kejauhan

"Brumm...brumm.brum.."

"Itu pasti dia kerabatku pasti yang datang," Jaya Arsha langsung kepinggir jalan kepalanya celingak-celinguk untuk melihat dan memastikan yang datang adalah kerabatnya.

Bima dan Wira tetap diam meskipun sudah mendengar suara mobil dari kejauhan.

Hingga akhirnya sebuah mobil bak muncul di hadapan mereka semua, pintu mobil terbuka Abah Rukma langsung bergegas keluar dan berteriak dengan cemas; "bagaimana nak apa kamu tidak apa-apa, memegang bahu Jaya Arsha dengan erat",

"Aku dan Lina tidak apa-apa Abah," Jaya Arsha tersenyum

"Dimana Lina kenapa tidak bersamamu;" Abah Rukma dengan cemas."

"Aku disini Abah," Lina menyahutnya dan berjalan kepada Ayahnya.

"Syukurlah kalian selamat Abah sangat cemas setelah mengetahui dari Pardi, kalian dalam musibah," Abah Rukma berkata sambil memeluk Lina.

"Abah dimana emak kenapa tidak ikut?" Lina melirik ke kiri dan ke kanan

"Ketika kamu sudah pergi, Emak mu di panggil oleh warga karena ada yang mau lahiran, jadi tidak tahu; mungkin sekarang Emak sudah tahu dan pasti sangat khawatir." Abah Rukma menghibur Lina

Lina mengangguk setelah ada penjelasan dari Ayahnya.

Pardi dan ketiga temannya ketika melihat semuanya selamat, hati mereka menjadi tenang juga bahagia, Bima dan Wira juga tersenyum senang.

"Ayo kita kembali pulang." ucap Pardi

"iya sebaiknya kita segera pulang" seorang teman Pardi ikut bicara

"Sebentar Kang Pardi dan juga yang lainnya, ini perkenalkan mereka bedualah yang telah menolongku dan istriku, yang baju putih coklat namanya Bima dan, berbaju hitam kakaknya Bima namanya, Wira." Jaya Arsha berbicara sambil menunjuk satu persatu.

Bima dan Wira hanya mengangkat tangannya dan tersenyum.

Rombongan Pardipun "mengangguk."

"Sebenarnya apa yang terjadi..?" Abah Rukma penasaran.

"Nanti kita bicarakan dirumah saja Abah", ucap Jaya Arsha.

"Kalau begitu tunggu apalagi ayo kita pulang." kata Abah Rukma.

Pada Akhirnya semuanya naik ke mobil bak, Lina duduk didepan karena membawa anaknya, untuk yang lain semuanya duduk dibelakang termasuk Abah Rukma. sedangkan mobil Jaya Arsha di biarkan begitu saja karena bemper depan rusak parah akibat menambrak tiang listrik.

Mobilpun mulai melaju namun tidak cepat, tidak ada obrolan saat mereka pulang. "oh jadi begini rasanya naik mobil enak juga..!!" pikiran Bima dan Wira sama saat pertama kalinya naik mobil. Tak terasa dua puluh menit kemudian mobil yang di tumpangi mereka akhirnya sampai depan pintu masuk desa Sinar, cahaya lampu sudah menerangi rumah-rumah warga serta jalanan, karena memang waktu sudah malam saat mereka tiba.

Dirumah Abah Rukma ada beberapa orang sedang berkumpul dengan perasaan cemas, bahkan seorang wanita paruh baya bernama emak Warsih istri dari abah Rukma yang baru saja siuman; sedang mondar-mandir kesana-kemari hatinya sangat gelisah.

karena ketika dia pulang kerumah setelah menangani warga yang lahiran, ternyata tidak ada satupun orang dirumah, kemudian bertanya kepada warga sekitar barangkali tahu kemana anak dan suaminya pergi, seorang tetangga memberitahunya bahwa anak dan suaminya telah pergi untuk menjemput Jaya dan Lina karena terjadi musibah kecelakaan dijalan raya, saat kembali ke kota Kembang. Membuat emak Warsih langsung pingsan setelah mendengar penjelasan tetangganya, para tetanggapun langsung membopongnya dan dibawa masuk kerumahnya.

"Bagaimana ini! apa kalian sudah mengutus sesorang untuk menyusulnya," Emak Warsih sangat cemas.

"Sudah Emak, Emak sabar dulu jangan mondar-mandir terus membuat kita juga semakin bingung." ucap seorang warga yang menemani emak Warsih

"Bagaimana mungkin aku tidak cemas jika seperti ini," Emak Warsih gelisah

Beberapa warga yang menunggu hanya menghela napas, merekapun mengerti perasaannya. Karena jika terjadi pada diri mereka masing-masing maka akan seperti Emak Warsih.

"Emak.... Emak... Emak Warsih"

Ada seorang anak muda berlari masuk kedalam rumah, berteriak memanggil Emak Warsih,

"ada apa Udin kamu berteriak-teriak." seorang warga yang menemani Emak Warsih bertanya pada Udin.

"Anu.. mang...!!" Udin tersengal karena napasnya naik turun dengan cepat ketika belari.

"Anu apa cepat katakan jangan bikin cemas orang." si Mang membentak Udin,

"Ini Mang; tadi waktu aku akan menyusul Abah Rukma, dan baru saja mau berangkat; dari kejauhan dipintu gapura aku melihat mobil Abah Rukma sudah datang, jadi sebentar lagi pasti sampai kesini." Ucap Udin

"Kamu benar melihatnya dengan jelas udin," mimik Emak Warsih sedikit berubah.

"Iya mak aku sangat yakin." Udin langsung menyahutnya.

Akhirnya wajah semua orang, apalagi Emak Warsih menjadi gembira hatipun tenang kembali.

"Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Abah Rukma beserta rombongan sudah tiba, dan terdengar oleh Emak Warsih dan para tetangga, Emak Warsih pun berjalan keluar sedikit tergesa-gesa untuk menemui suami beserta rombongannya, setelah tiba, Emak Warsih melihat dengan jelas beberapa orang yang di khawatirkan selamat, buru-buru memeluk anak kesayangannya yaitu Lina juga menciumi cucu satu-satunya.

Semua Warga melihatnya penuh kegembiraan, kemudian karena Abah Rukma sudah mengetahui kejadian sebenarnya setelah di beritahu oleh menantunya saat di mobil, diapun mulai menceritakan juga siapa penolong anak menantunya dan memperkenalkannya. Setelah mendengarnya baik itu warga apalagi istrinya merasa geram, namun senang juga karena sudah selamat di tolong oleh dua orang pemuda.

Terpopuler

Comments

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

up

2023-06-05

11

ikmaliq

ikmaliq

Mantabz 👍👍

2023-03-19

12

Azzam

Azzam

semangat👍👍

2023-02-24

12

lihat semua
Episodes
1 Dunia Lain
2 Bumi
3 Sang Terpilih
4 Sang Terpilih 2
5 Keluar Dari Desa Misterius
6 Balas Dendam
7 Balas Dendam 2
8 Terlepas Dari Kematian
9 Obat Ajaib
10 Tibanya Rombongan Abah Rukma
11 Keputusan
12 Kebangkitan Bagaspati
13 Kota Mawar
14 Apa Yang Terjadi
15 Jatmiko
16 Joging
17 Menolong Wanita Tua
18 Berurusan Dengan Polisi
19 Surya
20 Keadilan
21 Terbebas Dari Hukuman
22 Kerinduan Seorang Ibu
23 Kejadian Tak Terduga
24 Menggagalkan Rencana
25 Ikut Andil
26 Barang Bukti
27 Menyembuhkan Seorang Anak
28 Makan bersama Warga
29 Menyelesaikan Masalah Kecil
30 Geng Srigala Hitam
31 Tamu Sengit
32 Tamu Sengit 2
33 Terkejut
34 Meminta Maaf
35 Misteri Barang Kuno
36 Kompensasi
37 Kompensasi 2
38 Rencana
39 Ruang Bawah Tanah
40 Penyelamatan Arya Mahesa
41 Guru Dan Murid
42 Perawatan Medis
43 Perawatan Medis 2
44 Taruhan
45 Pertempuran
46 Menyembuhkan Nenek Lastri
47 Penjelasan Diagnosis
48 Reputasi Mulai Menyebar Luas
49 Merasa Lega
50 Mengobati penyakit Kanker 1
51 Mengobati Penyakit Kanker 2
52 Serangan Malam
53 Kelompok Kelalawar Merah
54 Intrik Keluarga Arsha
55 Intrik Keluarga Arsha 2
56 Buat Kesepakatan
57 Berakting
58 Peringatan
59 Tidak Berani Menghentikannya
60 Perubahaan Besar Desa Cisaat
61 Enam Bulan
62 Lelang Tender
63 Kejadian Di Gedung Kosong 1
64 Kejadian Di Gedung Kosong 2
65 Kejadian Di Gedung Kosong 3
66 Lelang 1
67 Lelang 2
68 Paman Terimalah
69 Apa Yang Terjadi
70 Melawan Para Begal
71 Membereskan Semuanya
72 Mengunjungi Rumah Sakit
73 Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74 Pinggiran Hutan Larangan
75 Susunan formasi
76 Jebakan
77 Segel Kontrak
78 Goa Larangan
79 Goa Larangan 2
80 Goa Larangan 3
81 Berbagi Harta Karun
82 Satu Set Pelatihan
83 Sangat Merepotkan
84 Latar Belakang
85 Tidak Percaya
86 Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87 Cobalah Bernafas
88 Kondisi Luka Dalam
89 Perawatan
90 Perawatan 2
91 Keberuntungan Sidik Permana
92 Tujuh Brewok 1
93 Tujuh Brewok 2
94 Tujuh Brewok 3
95 Tujuh Brewok 4
96 Psikologis
97 Pertaruhan
98 Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99 Kitab Tertinggi
100 Perampokan Di Dalam Bis
101 Perampokan Di Dalam Bis 2
102 Jangan Halangi Jalan
103 Aku Menolak
104 Kalian Boleh Pergi
105 Dasar Bodoh
106 Jangan Mimpi
107 Terkejut
108 Misran Katili
109 Vaola Purwa
110 Apa Layak Disebut Master?
111 Mengalahkan Misran Katili
112 Permintaan
113 Lukisan Desain Rumah
114 Lama Tidak Berjumpa
115 Menagih Utang
116 Kejadian Tak terduga
117 Masih Suci
118 Tanggung Jawab
119 Siapa Gurumu?
120 Pulau Rakata
121 Bima Pawitra Vs 10 orang
122 Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125 Menghajar Benta Dan Bento
126 Bayangan Hitam
127 Hancurnya Bayangan Hitam
128 Cermin Dewa
129 Masa Bodoh
130 Terlihat Rapuh
131 Sangat Keren
132 Investigasi
133 Guru Terima Aku
134 Resep Obat Vitalitas
135 Di Atur Oleh Orang Lain
136 Tidak Tahu Malu
137 Pertemuan Dengan Neng Rossi
138 Sidik Permana Jadi Murid
139 Masdar Katili
140 Merah Delima.
141 Sudah Terlambat
142 Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143 Biarkan Aku mencobanya
144 Sepasang Wallet Putih
145 Menantang Array Seribu Revolusi
146 Menantang Array Seribu Revolusi 2
147 Menantang Array Seribu Revolusi 3
148 Menantang Array Seribu Revolusi 4
149 Menantang Array Seribu Revolusi 5
150 Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151 Berbeda
152 Fahri Abbas
153 Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154 Sikap Terpuji
155 Meminta Maaf
156 Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157 Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158 Kemenangan
159 Aku Hanya Ingin Sendirian
160 Kekesalan Mayang Sari
161 Sesombong Itu!
162 Laut Angker
163 Laut Angker 2
164 Lelang Cahaya Mentari
165 Ginseng 1000 Tahun
166 Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167 Ceritakan Identitas Kalian
168 Berlatih
169 Apakah Itu Nyata?
170 Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171 Membunuh Buaya Putih
172 Memasuki Hutan Angker
173 Ular Batu Vs Musang Madu
174 Si Kepala Baja
175 Panen Besar
176 Ibu
177 Menyelamatkan Seorang Anak 1
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Dunia Lain
2
Bumi
3
Sang Terpilih
4
Sang Terpilih 2
5
Keluar Dari Desa Misterius
6
Balas Dendam
7
Balas Dendam 2
8
Terlepas Dari Kematian
9
Obat Ajaib
10
Tibanya Rombongan Abah Rukma
11
Keputusan
12
Kebangkitan Bagaspati
13
Kota Mawar
14
Apa Yang Terjadi
15
Jatmiko
16
Joging
17
Menolong Wanita Tua
18
Berurusan Dengan Polisi
19
Surya
20
Keadilan
21
Terbebas Dari Hukuman
22
Kerinduan Seorang Ibu
23
Kejadian Tak Terduga
24
Menggagalkan Rencana
25
Ikut Andil
26
Barang Bukti
27
Menyembuhkan Seorang Anak
28
Makan bersama Warga
29
Menyelesaikan Masalah Kecil
30
Geng Srigala Hitam
31
Tamu Sengit
32
Tamu Sengit 2
33
Terkejut
34
Meminta Maaf
35
Misteri Barang Kuno
36
Kompensasi
37
Kompensasi 2
38
Rencana
39
Ruang Bawah Tanah
40
Penyelamatan Arya Mahesa
41
Guru Dan Murid
42
Perawatan Medis
43
Perawatan Medis 2
44
Taruhan
45
Pertempuran
46
Menyembuhkan Nenek Lastri
47
Penjelasan Diagnosis
48
Reputasi Mulai Menyebar Luas
49
Merasa Lega
50
Mengobati penyakit Kanker 1
51
Mengobati Penyakit Kanker 2
52
Serangan Malam
53
Kelompok Kelalawar Merah
54
Intrik Keluarga Arsha
55
Intrik Keluarga Arsha 2
56
Buat Kesepakatan
57
Berakting
58
Peringatan
59
Tidak Berani Menghentikannya
60
Perubahaan Besar Desa Cisaat
61
Enam Bulan
62
Lelang Tender
63
Kejadian Di Gedung Kosong 1
64
Kejadian Di Gedung Kosong 2
65
Kejadian Di Gedung Kosong 3
66
Lelang 1
67
Lelang 2
68
Paman Terimalah
69
Apa Yang Terjadi
70
Melawan Para Begal
71
Membereskan Semuanya
72
Mengunjungi Rumah Sakit
73
Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74
Pinggiran Hutan Larangan
75
Susunan formasi
76
Jebakan
77
Segel Kontrak
78
Goa Larangan
79
Goa Larangan 2
80
Goa Larangan 3
81
Berbagi Harta Karun
82
Satu Set Pelatihan
83
Sangat Merepotkan
84
Latar Belakang
85
Tidak Percaya
86
Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87
Cobalah Bernafas
88
Kondisi Luka Dalam
89
Perawatan
90
Perawatan 2
91
Keberuntungan Sidik Permana
92
Tujuh Brewok 1
93
Tujuh Brewok 2
94
Tujuh Brewok 3
95
Tujuh Brewok 4
96
Psikologis
97
Pertaruhan
98
Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99
Kitab Tertinggi
100
Perampokan Di Dalam Bis
101
Perampokan Di Dalam Bis 2
102
Jangan Halangi Jalan
103
Aku Menolak
104
Kalian Boleh Pergi
105
Dasar Bodoh
106
Jangan Mimpi
107
Terkejut
108
Misran Katili
109
Vaola Purwa
110
Apa Layak Disebut Master?
111
Mengalahkan Misran Katili
112
Permintaan
113
Lukisan Desain Rumah
114
Lama Tidak Berjumpa
115
Menagih Utang
116
Kejadian Tak terduga
117
Masih Suci
118
Tanggung Jawab
119
Siapa Gurumu?
120
Pulau Rakata
121
Bima Pawitra Vs 10 orang
122
Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125
Menghajar Benta Dan Bento
126
Bayangan Hitam
127
Hancurnya Bayangan Hitam
128
Cermin Dewa
129
Masa Bodoh
130
Terlihat Rapuh
131
Sangat Keren
132
Investigasi
133
Guru Terima Aku
134
Resep Obat Vitalitas
135
Di Atur Oleh Orang Lain
136
Tidak Tahu Malu
137
Pertemuan Dengan Neng Rossi
138
Sidik Permana Jadi Murid
139
Masdar Katili
140
Merah Delima.
141
Sudah Terlambat
142
Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143
Biarkan Aku mencobanya
144
Sepasang Wallet Putih
145
Menantang Array Seribu Revolusi
146
Menantang Array Seribu Revolusi 2
147
Menantang Array Seribu Revolusi 3
148
Menantang Array Seribu Revolusi 4
149
Menantang Array Seribu Revolusi 5
150
Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151
Berbeda
152
Fahri Abbas
153
Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154
Sikap Terpuji
155
Meminta Maaf
156
Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157
Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158
Kemenangan
159
Aku Hanya Ingin Sendirian
160
Kekesalan Mayang Sari
161
Sesombong Itu!
162
Laut Angker
163
Laut Angker 2
164
Lelang Cahaya Mentari
165
Ginseng 1000 Tahun
166
Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167
Ceritakan Identitas Kalian
168
Berlatih
169
Apakah Itu Nyata?
170
Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171
Membunuh Buaya Putih
172
Memasuki Hutan Angker
173
Ular Batu Vs Musang Madu
174
Si Kepala Baja
175
Panen Besar
176
Ibu
177
Menyelamatkan Seorang Anak 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!