Saat kata-kata keluar dari pria sepuh, Bima mulai melihat di sekeliling; " terlalu serius hingga melupakan bahwa aku sekarang dibumi", Bima tersenyum masam.
"Maaf Kek telah mengganggu meditasimu, tadi aku terlalu serius dan melupakan sesuatu.." kata Bima kepada pria sepuh.
Namun kedua pengawal yang telah bangun menghardiknya; "apa kamu bilang..! emang dia kakekmu, jaga omonganmu anak muda! apa kamu belum tahu siapa dia..?"
Bima hanya memandang sekilas pada pengawal dan tidak menghiraukannya, kemudian berkata kembali; "apakah kakek merasakan saat bermeditasi aliran darah kejantungmu tersumbat, dan mengendap, juga napas terasa sesak. Itu akibat dari luka lama saat kamu masih muda, bila dibiarkan lebih lama maka jantungmu akan berhenti.. lalu.."
"Berhenti omong kosongmu itu anak muda." pengawal pria sepuh menghadirknya
"Cukup." Pria sepuh membentak pengawalnya dan melototinya.
"Tapi tuan..."
Aku bilang cukup jangan bicara lagi, apa kamu mengerti;
pengawal langsung mengangguk ketakutan tidak melanjutkan perkataannya.
Ketika pria sepuh mendengar kata-kata dari Bima, wajahnya terkejut karena hanya beberapa orang yang mengetahuinya, akan tetapi pria muda dihadapannya juga baru bertemu telah mengetahuinya. "Apakah dia seorang ahli beladiri, atau dokter tapi bagaimana mungkin usia masih begitu muda, bisa dengan mudahnya hanya dengan sekali lihat; aku harus mendekatinya" kata dalam hati Pria sepuh.
Dia sudah melakukan perawatan dan pengobatan keberbagai dokter ahli, pengobatan tradisional juga di lakukan, namun luka dalamnya tidak pernah sembuh dan hanya bisa menekannya dengan mengolah pernapasan, akan tetapi apa yang dikatakan Bima; saat meditasi mengolah pernapasan, aliran darahnya tersumbat, napas terasa sesak.
Pikiran Pria sepuh melayang pada kejadian masalalu ketika masih muda, dia adalah jenius beladiri namanya terkenal, setiap kali pertandingan tak terkalahan oleh lawan-lawannya, namun suatu waktu ketika pertandingan final dia dikhianati temannya sendiri, meminum air mineral yang telah di bubuhi racun, meskipun tidak mematikan akibatnya saat bertarung dadanya terkena pukulan yang telah di aliri tenaga dalam, oleh lawan seketika juga langsung pingsan. Beruntung racun bisa di netralisir namun luka dalam tidak bisa sembuh hingga saat ini.
"Siapa namamu anak muda..? kelihatannya kamu orang baru disini..! perkenalkan nama orang tua ini Jatmiko." Pria sepuh bernama Jatmiko mengulukan tangannya memperkenalkan diri, mulai berbicara pada Bima, dengan sopan yang membuat para pengawal terkejut karena majikannya terkenal keras kepala dan tidak pernah sopan pada orang sembarangan apalagi orang baru dilihat.
Bima menjabat tangan Jatmiko, lalu berkata; "namaku Bima dan memang aku orang baru disini".
Dimana tempat tinggalmu nak, Jatmiko kembali betanya dengan tersenyum.
"Aku berada di blok C no. 10 kek" ucap Bima
Jatmiko menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti; "Tadi kamu mengatakan bahwa luka dalamku bila terus di biarkan maka aku akan mati, Jatmiko mengehela napas lalu melanjutkan perkataannya; aku sudah berusaha puluhan kali, mungkin ratusan kali melakukan perawatan keberbagai dokter ahli maupun pengobatan tradsional, namun sampai sekarang tidak ada hasilnya, yang mampu aku lakukan hanya bisa menekannya, meskipun bisa ditekan energiku sudah semakin berkurang. Jadi apa yang kamu katakan sudah benar, akan tetapi aku penasaran dan ingin bertanya padamu apa luka dalamku bisa disembuhkan..?"
Sebenarnya Bima bisa saja dengan mudah menyembuhkan luka dalam Jatmiko, namun bagi dia tidak semudah itu untuk memambantunya, karena belum tahu sifat dan karakternya. Setelah berfikir lama menimbang baik buruknya, juga mengingat pesan dari kakeknya *berbuat baik dan tolong-menolong antar sesama* Bima kemudian berkata; "luka dalam kakek bisa di sembuhkan, namun tidak sekaligus perlu beberapa kali perawatan karena luka dalammu sudah lama mengendap."
"Ah.... benarkah perkataanmu nak..!!" Wajah Jatmiko cerah, senyumnya semakin lebar. Pada awalnya Jatmiko merasa khawatir karena dia lama tidak ada jawaban.
"Benar, namun tidak bisa sekarang; Bima berkata kembali. Sebenarnya Bima bisa langsung menyembukannya saat ini juga, namun seperti dalam pikirannya dia ingin melihat sifat dam karakter Jatmiko."
"Kenapa nak...!!" Jatmiko penasaran.
"Aku meninggalkan saudaraku dirumah, ditakutkan saudaraku akan mencarinya apalagi hari sudah siang." Ucap Bima.
Walau Jatmiko sedikit menyesal namun tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi memaksanya maka dipastikan dia akan menolaknya dan tentu saja bayangan kesembuhannya akan hilang, tangan Jatmiko merogoh saku bajunya mengambil kartu Bank dan berkata; "Ini kartu bank untukmu didalamnya ada sepuluh juta sebagai tanda jadi untuk melakukan perawatanku, juga besok pagi pengawalku akan menjemputmu."
Bima menggelengkan kepala, lalu berkata; "tidak perlu kek, karena aku belum melakukan apapun terhadapmu. Juga aku minta maaf besok tidak bisa. Kedua pengawal Jatmiko."
ketika mendengar jawaban Bima hanya menggertakkan giginya, dalam hatinya berkata "sungguh bodoh" sangat beruntung mengenal tuan Jatmiko.
Jatmiko menghela napas, seandainya tidak membutuhkan perawatan dia, dipastikan akan menggunakan kekuasaan untuk menekannya. "Lalu kapan bisanya..!! kenapa besok tidak bisa juga," dengan senyum sedikit dipaksakan.
"Aku dan saudaraku besok akan mulai belajar, akan tetapi kamu tidak perlu khawatir aku akan memenuhinya sekitar satu minggu lagi, dan ini adalah pil untuk sementara menahan luka dalammu lebih lama;" Bima melemparkan Pil lalu pergi tanpa meliriknya lagi.
Jatmiko menangkap pil tersebut lalu menciumnya ada aroma obat yang kuat namun juga harum, "apa benar dengan pil ini bisa menahan luka dalamku..? namun saat aku melihat wajahnya ketika dia berbicara tidak ada kebohongan". Jatmiko berpikir dalam hatinya.
"Tuan kenapa tidak dipaksa saja bocah itu, dengan kekuasaan tuan maka dengan mudahnya siapapun akan tunduk" seorang pengawal bericara pada Jatmiko.
"Berapa lama kamu sudah mengikutiku." Kata Jatmiko pada pengawalnya.
"Sudah lebih dari lima belas tahun tuan," pengawalnya sedikit bingung tapi tetap menjawabnya.
"Lalu kenapa sampai sekarang kamu belum tahu sifatku, aku bisa saja menekannya dengan kekuasaanku, namun tidak semudah itu. Apalagi bocah yang bernama Bima tidak sesederhana yang kita lihat; hanya dengan sekali pandang dia dapat dengan mudah melihat penyakitku, kemudian saat kalian aku suruh untuk menghentikan meditasinya, belum juga menyentuhnya kalian berdua sudah terpental; Apa kalian sudah lupa..?" Jatmiko menekankan kata-katanya pada pengawalnya."
Kedua pengawal hanya menganggukan kepalanya,
Kemudian Jatmiko kembali berbicara; "Walaupun aku bisa menggunakan kekuasaan, aku pikir tidak ada gunanya setelah melihat bocah aneh itu, aku yakin dia adalah ahli beladiri kuno yang tersembunyi yang tercatat di buku kuno, ingat jangan pernah sesekali menyinggung orang seperti itu apalagi membuatnya marah, meskipun punya kekuatan dan kekuasaan tidak ada gunanya di hadapan mereka, hanya dengan sekali mengibaskan tangannya habislah kita."
Setelah mendengar perkataan tuannya, kedua pengawal menggidikan lehernya terasa menakutkan, kedua pengawal telah mendengar dari tuannya bahwa meskipun Bumi ini kebudayaan serta teknologinya sudah maju, tidak sesederhana yang dilihat. masih ada kekuatan-kekuatan tersembunyi yanga mampu menghancurkan bumi hanya dengan menjentikkan jarinya.
Pikiran kedua pengawal awalnya hanya mitos, karena tidak mungkin zaman yang sudah sangat modern, masih ada hal supranatural, akan tetapi pikiran itu menghilang setelah mereka merasakannya ketika akan menyentuh Bima namun belum juga menyentuhnya malah terpental. Ini membuktikan bahwa kekuatan supranatural itu memang ada.
"Kita bedua sudah mengerti tuan, setelah memikirkan apa yang baru saja terjadi, lalu tentang pil pemberian bocah itu apa yang akan tuan lalakukan.?" ucapsalah satu pengawal.
"Masalah pil ini aku pasti akan meminumnya tapi tidak disini; ayo pulang," Jatmiko memerintahkan pengawalnya sambil berjalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
rizky nandala
sudah berbau bau cina
2024-01-23
0
sudin we
mencontoh cerita fantasi timur
2023-07-09
0
Fatkhur Kevin
jadi ahli pengobatan
2023-06-05
9