Ke esokan paginya kota Kembang, udara masih segar sesuai dengan janjinya, Jaya Arsha pergi kegedung perkantoran untuk menyewa guru-guru privat, Kemudian memasuki gedung.
"Selamat datang".
Seorang resepsionis menyambut dengan senyum hangatnya, setelah melihat ada tamu.
Jaya Arsha memandang sekitarnya beberapa saat dan kemudian bertanya; tolong berikan aku daftar nama-nama guru frivat.
"Tunggu sebentar".
Resepsionis tersenyum dan mengangguk kemudian mengambil buku di laci, dan menyerahkannya, ini tuan silakan di lihat, guru-guru kami disini semuanya profesional.
Jaya Arsha memeriksa dan melihatnya, walaupun mahal tidak jadi masalah, kemudian berkata; "Aku membutuhkan beberapa guru privat untuk lima mata pelajaran utama."
Resepsionis tersenyum cerah "baik akan aku lakukan, namun untuk kelas berapa..?"
"Mulai paket A sampai C, untuk jam kunjungan kita bisa atur." ucap Jaya Arsha.
Resepsionis tercengang, "ini...ini.. apa mereka tidak bersekolah langsung, atau apa mungkin..?? sehingga tuan menyewa guru privat..?"
"Temanku memang tidak sekolah," Jaya Arsha mengela napas.
"Itu.. Resepsionis semakin tercengang, untuk masalah ini aku akan menghubungi ketua guru privat dulu."
"Silakan lebih cepat lebih baik." Jaya Arsha mengangguk
kemudian resepsionis menghubungi ketua guru privat via telfon, beberapa saat kemudian resepsionis berkata; "Tuan dipersilakan masuk, mari tuan."
"Baik." Jaya Arsha mengikuti dari belakang kemudian memasuki satu ruangan.
Seorang Wanita paruh bayu terlihat sedang duduk, ditangan memegang buku, ketika melihat ada yang masuk wanita paruh baya berdiri, senyum hangat memenuhi wajahnya; "Silakan duduk, ada yang bisa aku bantu..?"
"Tentu," setelah duduk Jaya Arsha melanjutkan pembicaraan; Sementara wanita paruh baya wajahnya sesekali berubah setelah mendengarkan pembicaraan. "Jadi aku membutuhkan beberapa guru privat karena waktu yang dibutuhkan untuk masuk perguruan tinggi enam bulan lagi, jika Ibu Yosi sanggup memenuhinya berapapun biaya akan aku penuhi."
Bu Yosi berpikir sebentar lalu berkata; "Bisa tentu bisa di lakukan, namun dikarenakan orang yang akan belajar sudah berusia tujuh belas tahunan, maka dari pihak kami akan memberlakukan perlakuan khusus dan Ijazah istimewa, dan mungkin ini pertama kalinya muncul."
Sepakat Jaya Arsha langsung setuju, "kalau begitu aku serahkan semuanya pada guru-guru privat disini." Jaya Arsha keluar dari ruangan bu Yuli, lalu pergi ke kantor perusahaannya.
Sementa disisi lain Bima sudah bangun dari tadi, lalu keluar berencana olah raga lari pagi, saat melirik ke pintu sebelah tempat Wira tidur, "sepertinya masih tidur" awalnya Bima mau membangunkan setelah kepikiran seperti itu akhirnya tidak jadi. kemudian Bima turun.
"Mau kemana den.." Seorang pelayan bertanya
"Aku mau keluar sebentar bi" ucap Bima
"Apa sebaiknya aden makan dulu..!! dimeja sudah tersedia, lagian aden baru saja ada disini jadi tidak mengenal wilayah sini, sebaiknya jangan terlalu jauhnya." pelayan bertanya kembali dan mengingatkan.
"Nanti saja bi aku belum lapar, aku mengerti oh ya bila saudaraku bangun bilang saja aku sedang kaluar." Bima langsung keluar.
Bima berjalan di sekitar lingkungan komplek vila, untuk mencari tempat cocok saat mengolah teknik pernapasan, namun Bima tidak menyangka bahwa komplek Vila sangat luas, tapi Bima terus berjalan sampai akhirnya di tengah-tengah lingkungan komplek Vila ada danau buatan, juga ada taman.
"Sepertinya danau ini lumayan cocok, juga ada taman disekitarnya". dalam pikiran Bima, lalu Bima melihat sekilingnya mencari tempat pas, saat menengok kesebelah kanan di tepi danau ada dua batu datar, namun satunya sudah ada yang menempatinya, dibelakang pria yang duduk itu ada dua orang berdiri. Namun Bima tidak memikirkannya, karena merasa pas Bima mengampiri batu tersebut lalu duduk bersila dan memejamkan matanya. Dengan teknik pernapasan Bima mulai mengolahnnya secara perlahan-lahan, angin disekitar danau mulai tersedot masuk ketubuhnya. Samar-samar mengeluarkan cahaya keemasan di tubuhnya dan mulai mengubah angin menjadi energi tenaga dalam.
Angin disekitarnya terus masuk ketubuhnya, semakin lama semakin kencang. Semula air danau tenang mulai muncul riak-riak tertepa angin, dedaunan kering di taman mulai beterbangan, semua itu menuju arah Bima.
Seorang pria sepuh yang lebih awal bermeditasi di samping Bima, merasa terganggu dikarenakan angin mulai kencang tidak seperti biasanya, kedua mata pria sepuh terbuka sedikit dan menyipit kesamping; kedua matanya langsung melotot seolah-olah tidak percaya apa yang dilihat, "Ini..ini.. bagaimana mungkin hanya anak kecil mampu melakukan seperti ini, cepat bangunkan dia" pria sepuh sedikit berteriak keada dua pengawalnya.
Kedua pengawal awalnya akan menyentuh pundak Bima, namun belum juga menyentunya kedua pengawal terpental kebelakang....
"Uhuk...Uhuk...uhuk." kedua pengawal batuk-batuk, melirik kearah majikannya.
Bima membuka matanya, karena merasa ada yang akan menyentuhnya, kemudian melirik kesamping, Bima mengerutkan keningnya; " apa yang terjadi."
"Anak muda, kamu bilang apa yang terjadi; coba lihat disekelilingmu." pria sepuh mendengus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
sudin we
blum apa"sudah memperlihatkan kn kesaktian,,,
2023-07-09
0
ig : @tuan_angkasaa
semangat up thor, jangan lupa mampir jg ya;)
2023-02-24
10