Kemudian Wira Bumi berkata; "Tadi Kakek bilang tentang masalah sang terpilih, menurut sepengatahuanku dan seluruh penduduk desa ini, Sang Terpilih adalah Cucu angkat Kakek sendiri, yang dahulu di temukan di tepi sungai Jelaga, Wira Bumi berhenti sejenak, lalu melanjutkan; yang menjadi pertanyaanku, mungkin juga termasuk semua penduduk desa, siapa sebenarnya Sang terpilih atau Bima Pawitra itu Kek".
Menarik napas secara perlahan dan menghembuskannya, baiklah dengan wajahnya yang serius Kakek Alam mulai berkata; "Mungkin ini juga baik untuk di ketahui oleh kalian bedua, juga kakek berharap setelah mengetahuinya, kalian bisa memberi tahu yang lainnya, supaya semuanya menjadi paham, juga tidak boleh memotong pembicaraanku sebelum selesai".
Jalu Rampang dan Wira Bumi secara bersamaan berkata; "baik Kek," keduanya menundukan kepalanya untuk pokus saat akan mendengarkan cerita tentang siapa sesungguhnya Sang terpilih atau Bima Pawitra."
Lalu Kakek Alam, mengangkat tangan kanannya dan mengibaskan kebelakang tepat kepintu kamar dimana Bima Pawitra sedang menstabilkan kekuatannya, tiba-tiba sebuah cahaya berwarna putih melesat keluar di tangan kanan Kakek Alam dan langsung menutupi pintu kamar Bima Pawitra. Setelah itu Kakek Alam melanjutkan perkataannya; "Ini hanya untuk berjaga-jaga supaya Bima Pawitra tidak mendengar pembicaran kita nanti, Bima Pawitra atau yang kita sebut sebagai Sang Terpilih, sudah di takdirkan menjadi pembuka jalan menuju kemerdekaan, dan kebebasan kita. Karena hanya dia satu-satunya orang yang akan mampu menghancurkan portal yang tersegel, akan tetapi Dia juga memiliki tanggung jawabnya sendiri, dikarenakan Dia bukan berasal dari dunia kita berada, jadi saat ini Dia sedang menstabilkan kekuatan yang telah disempurnakan, setelah stabil Dia akan keluar dari Dimensi ini untuk melakukan perjalanan di Dunianya yang di sebut Bumi, dalam mencari keberadaan kedua orang tuanya, itu tugas pertama saat berada di Bumi, yang kedua mendapatkan pengalaman hidup, menempa dirinya supaya lebih kuat dan lebih kuat. Setelah semua urusan di Bumi selesai Dia akan kembali kesini, dan saat itulah baru bisa membuka portal yang tersegel. Namun entah berapa lama Dia akan berada di Bumi..? hanya waktu yang menentukannya. Jadi Kita hanya bisa menunggu dan menunggu, akan tetapi kalian harus percaya bahwa Dia akan kembali. Bagaimana apa kalian sudah mengerti, Kakek Alampun berhenti setelah berkata seperti itu".
Jalu Rampang dan Wira Bumi, keduanya menganggukan kepalanya, lalu Jalu Rampang berkata; "Aku sekarang sudah mengerti, meskipun kemungkinan besar masih lama untuk kebebasan kita, tidak masalah menunggu lebih lama lagi.
"Bagaimana denganmu Wira?" Jalu Rampang berkata sambil melirik adiknya."
"Aku juga sudah mengerti Kang", ucap Wira.
"Oh ya Kek, tadi saat aku dan Kakang Rampang baru saja masuk, Kakek mengatakan bahwa ingin bertemu dengan kita berdua terutama aku, ada apa ya kek..? Maaf Kek, aku lancang." Wira Bumi berkata sambil menelangkupkan kedua tanganya, dengan ekspresi wajah penasaran."
"He..he.he.." Kakek Alam terkekeh, kemudian berkata; "Begini Kakek akan memberikan tugas pada kalian berdua, untukmu Rampang; Kasih tahu kepada seluruh orang-orang di desa ini tentang pembicaraan juga keputusanku tadi, tetapi ingat jangan ada yang di tutup-tutupi biar semuanya mengerti". Apa Kamu sanggup. Kakek Alam melirik pada Rampang.
"Rampangpun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju."
"Nah Karena tugas untuk Rampang sudah di sanggupi berarti sudah selesai." Ucap Kakek Alam
Kemudian untukmu Wira, Kakek Alam melirik kepada Wira dan melanjutkan perkataannya; "Karena kamu adalah yang termuda di antara penduduk desa ini, juga seumuran dengan Bima Pawitra, jadi tugasmu mendampingi, dan melindungi Bima sampai selesai saat berpetualang di Bumi, untuk mencari keberadaan orang tuanya, serta urusan-urusan lainnya. Bagaimana apa kamu sanggup juga..?"
Wira Bumi menganggukkan kepalanya dan berkata; "Baik Kek aku sanggup, akan tetapi Kek... anu..anu.."
"Anu apa Wira," kata Kakek Alam.
"Begini mungkin ada perbedaan antara disini dengan di bumi, apa aku tidak apa-apa kek," Wira Bumi penasaran
"Itu sudah pasti berbeda," kata Kakek Alam lalu melanjutkan perkataannya; "Nanti Kakek akan kasih tahu saat kamu akan pergi menemani Bima."
"Baiklah Kek", ucap Wira.
"Apa ada hal lain lagi yang ingin kalian katakan atau ada yang belum dipahami, silakan katakan saja unek-unek kalian," Kakek Alam melirik ke Rampang dan Wira.
"Tidak ada Kek", kata Rampang.
"kalau sudah tidak ada silakan Rampang, kamu boleh pergi sekarang dan laksanakan tugas dariku," ucap kakek Alam pada Rampang.
Kemudian Rampang berdiri dari silanya dan menelengkupkan kedua tanganya, lalu berkata; "Siap Kek, aku akan menjalankan tugas dari kakek sekarang.
Namun saat Jalu Rampang akan melangkah keluar dia menengok kebelakang, "kenapa kamu belum berdiri juga Wira, ayo kita pergi," kata Rampang
"Aku belum di suruh pergi, iya kan kek!", kata Wira sambil melirik pada Kakek Alam.
"Iya biarkan Wira disini dulu, karena ada hal-hal yang akan di bicarakan padanya, kamu pergi saja," ucap kakek Alam.
Akhirnya Jalu Rampangpun pergi, setelah mendapatkan penjelasan bahwa sementara Wira tetap berada di rumah Kakek Alam. Sesaat kemudian setelah kepergian Jalu Rampang, ada kehengian, baik Kakek Alam maupun Wira Bumi tidak ada yang berucap kata.
Pada Akhirnya untuk memecahkan keheningan, Wira Bumi mulai berkata; "Maaf Kek, memangnya ada hal apa lagi yang ingin kakek katakan padaku."
"Kakek akan memberitahu perbedaan antara Dimensi ini dengan Bumi tempat asalnya Bima Pawitra sekarang, supaya kamu bisa mempelajarinya," ucap Kakek Alam. Lalu melanjutkankanya; "simak baik-baik dan pahami...."
Beberapa saat kemudian, setelah Kakek Alam menjelaskan perbedaan-perbedaanya, "jadi apa kamu sudah paham Wira!" Kata Kakek Alam."
"Aku sudah paham dan aku pelajari dengan baik-baik Kek, Wira Bumi menjawabnya."
"Silahkan kamu pelajari apa yang tadi kakek kasih tahu, kamu tinggal disini dulu, kakek akan pergi sebentar," kata Kakek Alam. Tanpa menunggu respon maupun jawaban Wira, Kakek Alam sudah menghilang dari pandangan Wira Bumi.
Wira Bumi tidak terkejut atas menghilangnya Kakek Alam, karena memang dia adalah; orang terkuat diantara para penduduk desa Misterius. Kemudian Wira Bumi pun mulai mempelajari apa yang telah dikasih tahu oleh Kakek Alam tentang perbedaan Bumi dengan Dimensinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Sang Pencipta
cari pengalaman tapi didampingi atau dilindungi tuh udh bukan cari pengalaman lagi artinya lol
2023-07-02
2
ikmaliq
Mantabz 👍👍
2023-03-19
13
Jimmy Avolution
Terus...
2023-03-12
13