Sang Terpilih 2

Kemudian Wira Bumi berkata; "Tadi Kakek bilang tentang masalah sang terpilih, menurut sepengatahuanku dan seluruh penduduk desa ini, Sang Terpilih adalah Cucu angkat Kakek sendiri, yang dahulu di temukan di tepi sungai Jelaga, Wira Bumi berhenti sejenak, lalu melanjutkan; yang menjadi pertanyaanku, mungkin juga termasuk semua penduduk desa, siapa sebenarnya Sang terpilih atau Bima Pawitra itu Kek".

Menarik napas secara perlahan dan menghembuskannya, baiklah dengan wajahnya yang serius Kakek Alam mulai berkata; "Mungkin ini juga baik untuk di ketahui oleh kalian bedua, juga kakek berharap setelah mengetahuinya, kalian bisa memberi tahu yang lainnya, supaya semuanya menjadi paham, juga tidak boleh memotong pembicaraanku sebelum selesai".

Jalu Rampang dan Wira Bumi secara bersamaan berkata; "baik Kek," keduanya menundukan kepalanya untuk pokus saat akan mendengarkan cerita tentang siapa sesungguhnya Sang terpilih atau Bima Pawitra."

Lalu Kakek Alam, mengangkat tangan kanannya dan mengibaskan kebelakang tepat kepintu kamar dimana Bima Pawitra sedang menstabilkan kekuatannya, tiba-tiba sebuah cahaya berwarna putih melesat keluar di tangan kanan Kakek Alam dan langsung menutupi pintu kamar Bima Pawitra. Setelah itu Kakek Alam melanjutkan perkataannya; "Ini hanya untuk berjaga-jaga supaya Bima Pawitra tidak mendengar pembicaran kita nanti, Bima Pawitra atau yang kita sebut sebagai Sang Terpilih, sudah di takdirkan menjadi pembuka jalan menuju kemerdekaan, dan kebebasan kita. Karena hanya dia satu-satunya orang yang akan mampu menghancurkan portal yang tersegel, akan tetapi Dia juga memiliki tanggung jawabnya sendiri, dikarenakan Dia bukan berasal dari dunia kita berada, jadi saat ini Dia sedang menstabilkan kekuatan yang telah disempurnakan, setelah stabil Dia akan keluar dari Dimensi ini untuk melakukan perjalanan di Dunianya yang di sebut Bumi, dalam mencari keberadaan kedua orang tuanya, itu tugas pertama saat berada di Bumi, yang kedua mendapatkan pengalaman hidup, menempa dirinya supaya lebih kuat dan lebih kuat. Setelah semua urusan di Bumi selesai Dia akan kembali kesini, dan saat itulah baru bisa membuka portal yang tersegel. Namun entah berapa lama Dia akan berada di Bumi..? hanya waktu yang menentukannya. Jadi Kita hanya bisa menunggu dan menunggu, akan tetapi kalian harus percaya bahwa Dia akan kembali. Bagaimana apa kalian sudah mengerti, Kakek Alampun berhenti setelah berkata seperti itu".

Jalu Rampang dan Wira Bumi, keduanya menganggukan kepalanya, lalu Jalu Rampang berkata; "Aku sekarang sudah mengerti, meskipun kemungkinan besar masih lama untuk kebebasan kita, tidak masalah menunggu lebih lama lagi.

"Bagaimana denganmu Wira?" Jalu Rampang berkata sambil melirik adiknya."

"Aku juga sudah mengerti Kang", ucap Wira.

"Oh ya Kek, tadi saat aku dan Kakang Rampang baru saja masuk, Kakek mengatakan bahwa ingin bertemu dengan kita berdua terutama aku, ada apa ya kek..? Maaf Kek, aku lancang." Wira Bumi berkata sambil menelangkupkan kedua tanganya, dengan ekspresi wajah penasaran."

"He..he.he.." Kakek Alam terkekeh, kemudian berkata; "Begini Kakek akan memberikan tugas pada kalian berdua, untukmu Rampang; Kasih tahu kepada seluruh orang-orang di desa ini tentang pembicaraan juga keputusanku tadi, tetapi ingat jangan ada yang di tutup-tutupi biar semuanya mengerti". Apa Kamu sanggup. Kakek Alam melirik pada Rampang.

"Rampangpun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju."

"Nah Karena tugas untuk Rampang sudah di sanggupi berarti sudah selesai." Ucap Kakek Alam

Kemudian untukmu Wira, Kakek Alam melirik kepada Wira dan melanjutkan perkataannya; "Karena kamu adalah yang termuda di antara penduduk desa ini, juga seumuran dengan Bima Pawitra, jadi tugasmu mendampingi, dan melindungi Bima sampai selesai saat berpetualang di Bumi, untuk mencari keberadaan orang tuanya, serta urusan-urusan lainnya. Bagaimana apa kamu sanggup juga..?"

Wira Bumi menganggukkan kepalanya dan berkata; "Baik Kek aku sanggup, akan tetapi Kek... anu..anu.."

"Anu apa Wira," kata Kakek Alam.

"Begini mungkin ada perbedaan antara disini dengan di bumi, apa aku tidak apa-apa kek," Wira Bumi penasaran

"Itu sudah pasti berbeda," kata Kakek Alam lalu melanjutkan perkataannya; "Nanti Kakek akan kasih tahu saat kamu akan pergi menemani Bima."

"Baiklah Kek", ucap Wira.

"Apa ada hal lain lagi yang ingin kalian katakan atau ada yang belum dipahami, silakan katakan saja unek-unek kalian," Kakek Alam melirik ke Rampang dan Wira.

"Tidak ada Kek", kata Rampang.

"kalau sudah tidak ada silakan Rampang, kamu boleh pergi sekarang dan laksanakan tugas dariku," ucap kakek Alam pada Rampang.

Kemudian Rampang berdiri dari silanya dan menelengkupkan kedua tanganya, lalu berkata; "Siap Kek, aku akan menjalankan tugas dari kakek sekarang.

Namun saat Jalu Rampang akan melangkah keluar dia menengok kebelakang, "kenapa kamu belum berdiri juga Wira, ayo kita pergi," kata Rampang

"Aku belum di suruh pergi, iya kan kek!", kata Wira sambil melirik pada Kakek Alam.

"Iya biarkan Wira disini dulu, karena ada hal-hal yang akan di bicarakan padanya, kamu pergi saja," ucap kakek Alam.

Akhirnya Jalu Rampangpun pergi, setelah mendapatkan penjelasan bahwa sementara Wira tetap berada di rumah Kakek Alam. Sesaat kemudian setelah kepergian Jalu Rampang, ada kehengian, baik Kakek Alam maupun Wira Bumi tidak ada yang berucap kata.

Pada Akhirnya untuk memecahkan keheningan, Wira Bumi mulai berkata; "Maaf Kek, memangnya ada hal apa lagi yang ingin kakek katakan padaku."

"Kakek akan memberitahu perbedaan antara Dimensi ini dengan Bumi tempat asalnya Bima Pawitra sekarang, supaya kamu bisa mempelajarinya," ucap Kakek Alam. Lalu melanjutkankanya; "simak baik-baik dan pahami...."

Beberapa saat kemudian, setelah Kakek Alam menjelaskan perbedaan-perbedaanya, "jadi apa kamu sudah paham Wira!" Kata Kakek Alam."

"Aku sudah paham dan aku pelajari dengan baik-baik Kek, Wira Bumi menjawabnya."

"Silahkan kamu pelajari apa yang tadi kakek kasih tahu, kamu tinggal disini dulu, kakek akan pergi sebentar," kata Kakek Alam. Tanpa menunggu respon maupun jawaban Wira, Kakek Alam sudah menghilang dari pandangan Wira Bumi.

Wira Bumi tidak terkejut atas menghilangnya Kakek Alam, karena memang dia adalah; orang terkuat diantara para penduduk desa Misterius. Kemudian Wira Bumi pun mulai mempelajari apa yang telah dikasih tahu oleh Kakek Alam tentang perbedaan Bumi dengan Dimensinya.

Terpopuler

Comments

Sang Pencipta

Sang Pencipta

cari pengalaman tapi didampingi atau dilindungi tuh udh bukan cari pengalaman lagi artinya lol

2023-07-02

2

ikmaliq

ikmaliq

Mantabz 👍👍

2023-03-19

13

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2023-03-12

13

lihat semua
Episodes
1 Dunia Lain
2 Bumi
3 Sang Terpilih
4 Sang Terpilih 2
5 Keluar Dari Desa Misterius
6 Balas Dendam
7 Balas Dendam 2
8 Terlepas Dari Kematian
9 Obat Ajaib
10 Tibanya Rombongan Abah Rukma
11 Keputusan
12 Kebangkitan Bagaspati
13 Kota Mawar
14 Apa Yang Terjadi
15 Jatmiko
16 Joging
17 Menolong Wanita Tua
18 Berurusan Dengan Polisi
19 Surya
20 Keadilan
21 Terbebas Dari Hukuman
22 Kerinduan Seorang Ibu
23 Kejadian Tak Terduga
24 Menggagalkan Rencana
25 Ikut Andil
26 Barang Bukti
27 Menyembuhkan Seorang Anak
28 Makan bersama Warga
29 Menyelesaikan Masalah Kecil
30 Geng Srigala Hitam
31 Tamu Sengit
32 Tamu Sengit 2
33 Terkejut
34 Meminta Maaf
35 Misteri Barang Kuno
36 Kompensasi
37 Kompensasi 2
38 Rencana
39 Ruang Bawah Tanah
40 Penyelamatan Arya Mahesa
41 Guru Dan Murid
42 Perawatan Medis
43 Perawatan Medis 2
44 Taruhan
45 Pertempuran
46 Menyembuhkan Nenek Lastri
47 Penjelasan Diagnosis
48 Reputasi Mulai Menyebar Luas
49 Merasa Lega
50 Mengobati penyakit Kanker 1
51 Mengobati Penyakit Kanker 2
52 Serangan Malam
53 Kelompok Kelalawar Merah
54 Intrik Keluarga Arsha
55 Intrik Keluarga Arsha 2
56 Buat Kesepakatan
57 Berakting
58 Peringatan
59 Tidak Berani Menghentikannya
60 Perubahaan Besar Desa Cisaat
61 Enam Bulan
62 Lelang Tender
63 Kejadian Di Gedung Kosong 1
64 Kejadian Di Gedung Kosong 2
65 Kejadian Di Gedung Kosong 3
66 Lelang 1
67 Lelang 2
68 Paman Terimalah
69 Apa Yang Terjadi
70 Melawan Para Begal
71 Membereskan Semuanya
72 Mengunjungi Rumah Sakit
73 Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74 Pinggiran Hutan Larangan
75 Susunan formasi
76 Jebakan
77 Segel Kontrak
78 Goa Larangan
79 Goa Larangan 2
80 Goa Larangan 3
81 Berbagi Harta Karun
82 Satu Set Pelatihan
83 Sangat Merepotkan
84 Latar Belakang
85 Tidak Percaya
86 Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87 Cobalah Bernafas
88 Kondisi Luka Dalam
89 Perawatan
90 Perawatan 2
91 Keberuntungan Sidik Permana
92 Tujuh Brewok 1
93 Tujuh Brewok 2
94 Tujuh Brewok 3
95 Tujuh Brewok 4
96 Psikologis
97 Pertaruhan
98 Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99 Kitab Tertinggi
100 Perampokan Di Dalam Bis
101 Perampokan Di Dalam Bis 2
102 Jangan Halangi Jalan
103 Aku Menolak
104 Kalian Boleh Pergi
105 Dasar Bodoh
106 Jangan Mimpi
107 Terkejut
108 Misran Katili
109 Vaola Purwa
110 Apa Layak Disebut Master?
111 Mengalahkan Misran Katili
112 Permintaan
113 Lukisan Desain Rumah
114 Lama Tidak Berjumpa
115 Menagih Utang
116 Kejadian Tak terduga
117 Masih Suci
118 Tanggung Jawab
119 Siapa Gurumu?
120 Pulau Rakata
121 Bima Pawitra Vs 10 orang
122 Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125 Menghajar Benta Dan Bento
126 Bayangan Hitam
127 Hancurnya Bayangan Hitam
128 Cermin Dewa
129 Masa Bodoh
130 Terlihat Rapuh
131 Sangat Keren
132 Investigasi
133 Guru Terima Aku
134 Resep Obat Vitalitas
135 Di Atur Oleh Orang Lain
136 Tidak Tahu Malu
137 Pertemuan Dengan Neng Rossi
138 Sidik Permana Jadi Murid
139 Masdar Katili
140 Merah Delima.
141 Sudah Terlambat
142 Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143 Biarkan Aku mencobanya
144 Sepasang Wallet Putih
145 Menantang Array Seribu Revolusi
146 Menantang Array Seribu Revolusi 2
147 Menantang Array Seribu Revolusi 3
148 Menantang Array Seribu Revolusi 4
149 Menantang Array Seribu Revolusi 5
150 Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151 Berbeda
152 Fahri Abbas
153 Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154 Sikap Terpuji
155 Meminta Maaf
156 Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157 Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158 Kemenangan
159 Aku Hanya Ingin Sendirian
160 Kekesalan Mayang Sari
161 Sesombong Itu!
162 Laut Angker
163 Laut Angker 2
164 Lelang Cahaya Mentari
165 Ginseng 1000 Tahun
166 Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167 Ceritakan Identitas Kalian
168 Berlatih
169 Apakah Itu Nyata?
170 Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171 Membunuh Buaya Putih
172 Memasuki Hutan Angker
173 Ular Batu Vs Musang Madu
174 Si Kepala Baja
175 Panen Besar
176 Ibu
177 Menyelamatkan Seorang Anak 1
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Dunia Lain
2
Bumi
3
Sang Terpilih
4
Sang Terpilih 2
5
Keluar Dari Desa Misterius
6
Balas Dendam
7
Balas Dendam 2
8
Terlepas Dari Kematian
9
Obat Ajaib
10
Tibanya Rombongan Abah Rukma
11
Keputusan
12
Kebangkitan Bagaspati
13
Kota Mawar
14
Apa Yang Terjadi
15
Jatmiko
16
Joging
17
Menolong Wanita Tua
18
Berurusan Dengan Polisi
19
Surya
20
Keadilan
21
Terbebas Dari Hukuman
22
Kerinduan Seorang Ibu
23
Kejadian Tak Terduga
24
Menggagalkan Rencana
25
Ikut Andil
26
Barang Bukti
27
Menyembuhkan Seorang Anak
28
Makan bersama Warga
29
Menyelesaikan Masalah Kecil
30
Geng Srigala Hitam
31
Tamu Sengit
32
Tamu Sengit 2
33
Terkejut
34
Meminta Maaf
35
Misteri Barang Kuno
36
Kompensasi
37
Kompensasi 2
38
Rencana
39
Ruang Bawah Tanah
40
Penyelamatan Arya Mahesa
41
Guru Dan Murid
42
Perawatan Medis
43
Perawatan Medis 2
44
Taruhan
45
Pertempuran
46
Menyembuhkan Nenek Lastri
47
Penjelasan Diagnosis
48
Reputasi Mulai Menyebar Luas
49
Merasa Lega
50
Mengobati penyakit Kanker 1
51
Mengobati Penyakit Kanker 2
52
Serangan Malam
53
Kelompok Kelalawar Merah
54
Intrik Keluarga Arsha
55
Intrik Keluarga Arsha 2
56
Buat Kesepakatan
57
Berakting
58
Peringatan
59
Tidak Berani Menghentikannya
60
Perubahaan Besar Desa Cisaat
61
Enam Bulan
62
Lelang Tender
63
Kejadian Di Gedung Kosong 1
64
Kejadian Di Gedung Kosong 2
65
Kejadian Di Gedung Kosong 3
66
Lelang 1
67
Lelang 2
68
Paman Terimalah
69
Apa Yang Terjadi
70
Melawan Para Begal
71
Membereskan Semuanya
72
Mengunjungi Rumah Sakit
73
Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74
Pinggiran Hutan Larangan
75
Susunan formasi
76
Jebakan
77
Segel Kontrak
78
Goa Larangan
79
Goa Larangan 2
80
Goa Larangan 3
81
Berbagi Harta Karun
82
Satu Set Pelatihan
83
Sangat Merepotkan
84
Latar Belakang
85
Tidak Percaya
86
Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87
Cobalah Bernafas
88
Kondisi Luka Dalam
89
Perawatan
90
Perawatan 2
91
Keberuntungan Sidik Permana
92
Tujuh Brewok 1
93
Tujuh Brewok 2
94
Tujuh Brewok 3
95
Tujuh Brewok 4
96
Psikologis
97
Pertaruhan
98
Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99
Kitab Tertinggi
100
Perampokan Di Dalam Bis
101
Perampokan Di Dalam Bis 2
102
Jangan Halangi Jalan
103
Aku Menolak
104
Kalian Boleh Pergi
105
Dasar Bodoh
106
Jangan Mimpi
107
Terkejut
108
Misran Katili
109
Vaola Purwa
110
Apa Layak Disebut Master?
111
Mengalahkan Misran Katili
112
Permintaan
113
Lukisan Desain Rumah
114
Lama Tidak Berjumpa
115
Menagih Utang
116
Kejadian Tak terduga
117
Masih Suci
118
Tanggung Jawab
119
Siapa Gurumu?
120
Pulau Rakata
121
Bima Pawitra Vs 10 orang
122
Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125
Menghajar Benta Dan Bento
126
Bayangan Hitam
127
Hancurnya Bayangan Hitam
128
Cermin Dewa
129
Masa Bodoh
130
Terlihat Rapuh
131
Sangat Keren
132
Investigasi
133
Guru Terima Aku
134
Resep Obat Vitalitas
135
Di Atur Oleh Orang Lain
136
Tidak Tahu Malu
137
Pertemuan Dengan Neng Rossi
138
Sidik Permana Jadi Murid
139
Masdar Katili
140
Merah Delima.
141
Sudah Terlambat
142
Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143
Biarkan Aku mencobanya
144
Sepasang Wallet Putih
145
Menantang Array Seribu Revolusi
146
Menantang Array Seribu Revolusi 2
147
Menantang Array Seribu Revolusi 3
148
Menantang Array Seribu Revolusi 4
149
Menantang Array Seribu Revolusi 5
150
Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151
Berbeda
152
Fahri Abbas
153
Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154
Sikap Terpuji
155
Meminta Maaf
156
Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157
Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158
Kemenangan
159
Aku Hanya Ingin Sendirian
160
Kekesalan Mayang Sari
161
Sesombong Itu!
162
Laut Angker
163
Laut Angker 2
164
Lelang Cahaya Mentari
165
Ginseng 1000 Tahun
166
Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167
Ceritakan Identitas Kalian
168
Berlatih
169
Apakah Itu Nyata?
170
Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171
Membunuh Buaya Putih
172
Memasuki Hutan Angker
173
Ular Batu Vs Musang Madu
174
Si Kepala Baja
175
Panen Besar
176
Ibu
177
Menyelamatkan Seorang Anak 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!