Bumi

Sang Kakek sambil menyeruput tehnya, kemudian melanjutkan; "Karena kakek memiliki keyakinan bahwa kamu bukan berasal dari desa ini, kakekpun keluar dari Desa atau Dimensi dan, setelah kakek keluar dari desa ternyata dunia tempatmu berada sangat berbeda dari Dimensi ini",

"Kenapa berbeda kek..?" Bima mempertanyakan kembali,

Sang Kakek lalu berkata; "begini nak, kenapa berbeda, kakekpun waktu itu kaget karena tidak ada satupun orang-orang dari Duniamu mengolah atau berlatih beladiri, itu yang sementara kakek tahu saat kakek pertama kali melihat duniamu.

Lalu karena makin penasaran, sambil mencari keberadaan orang tuamu, pada akhirnya kakek melanjutkan pencarian. Semakin jauh dari Desa ini, semakin berbeda, walaupun Duniamu tidak ada pembudi daya tapi banyak alat-alat canggih."

"Apa itu alat-alat canggih kek" ucap Bima

"He..he.he.."

Sang kakek hanya tertawa karena melihat Bima sangat penasaran. Lalu berkata; "Yang di sebut alat canggih itu, orang hanya duduk di sebuah alat canggih, lalu alat canggih itu bisa lari sangat cepat. Orang-orang yang berasal dari Duniamu menyebutnya Mobil. Selain bisa lari cepat juga ada alat canggih lainnya, orang hanya duduk kemudian alat canggih itu bisa terbang dan menyebutnya pesawat terbang. Dan Masih banyak hal lain lagi yang membuat kakek bingung."

Sang Kakek menggeleng-gelengkan kepalanya, dan berkata, "sungguh luar biasa Duniamu nak, menutupi kekurangan dengan ilmu pengetahuan, hingga bisa menciptakan peralatan canggih. Juga mematuhi aturan hukum yang berlaku, agar orang-orang di duniamu tidak bisa berbuat semena-mena."

Sementara itu Bima hanya mengerutkan keningnya, karena tidak tau apa itu mobil, apa itu pesawat. Bahkan mendengarpun baru sekarang. "Masalah Hukum bukankah di desa ini juga para penduduknya mematuhi aturan hukum," dalam benak Bima. Namun tidak mengutarakan kepada sang kakeknya.

Namun Bima bertanya sebaliknya; "lalu kek apa kakek sudah tahu keberadaan orang tuaku..?"

"Kakek tidak tahu nak meskipun kakek mencari sampai keduniamu kakek tidak menemukannya. Namun ada satu barang yang mungkin bisa menjadi sebuah bukti jika suatu saat kamu bertemu dengan orang tuamu." Sang Kakek menggelengkan kepala.

Mendengar ucapan kakeknya bahwa ada satu barang yang mungkin bisa menjadi bukti, wajah Bima sedikit cerah. "Barang apa itu kek..?"

Kemudian sang kakek mengeluarkan barang tersebut dari tas kecil yang hanya seukuran dua jari orang dewasa yang menggantung di lehernya, setelah di keluarkan barang itu berupa sebuah kalung mutiara, juga ada liontin berbentuk *LOVE.* Ditengah-tengah Liontin tertera jelas ada tulisan, atau sebuah nama *PAWITRA.*

Sang Kakek memberikan kalung mutiara kepada cucunya, kemudian berkata; "coba kamu perhatikan dengan seksama kalung ini, mungkin ini bisa menjadi sebuh petunjuk buatmu untuk mengatahui asal-usulmu."

Bimapun menerimanya, "Iya kek.." lalu Bima mulai melihat-lihat kalung mutiara dan menelitinya, setelah beberapa saat Bima tidak menemukan keanehan atau tanda-tanda petunjuk.

"Setelah aku teliti tidak ada hal aneh kek", Bima merasa Bingung

"Coba lihat liontin itu lebih jelas lagi", sang kakek memberi petunjuk agar Bima melihat liontin.

"hanya ada tulisan *PAWITRA* tidak ada lain lagi," Bima berujar sambil mengerutkan keningnya.

"Menurut kakek Liontin yang ada tulisan Pawitra, itu adalah petunjuk kecil, apa kamu mengerti nak..?" Sang Kakek menunjuk ke arah tulisan

Bima menggelengkan kepalanya. Karena memang tidak tahu arti dari kata Pawitra, "tidak kek aku tidak tahu", Bima menggelengkan kepala

Kemudian sang kakek menjelaskannya; "begini nak Liontin bertuliskan Pawitra itu bisa jadi nama dari keluargamu, jadi saat Kakek menemukanmu dan melihat kalung dan Liontin yang tergantung di lehermu, kakek mengeluarkannya dan kakek melihat di liontin ada tulisan pawitra; maka dari itu kakek memberi nama *PAWITRA* setelah di depannya nama *BIMA.* Sebagai pertanda atau bukti biar suatu saat nanti kamu bertemu dengan orang tuamu mudah untuk membuktikannya."

"Jadi bagaimana apa kamu sudah mengerti nak..?" Sang kakek menjelaskan dengan panjang lebar.

Bima akhirnya mengangguk, "Iya kek sekarang aku paham."

Lalu Bima berkata kembali untuk mengajukan pertanyaan kedua; pertanyaan pertama sudah kake jawab, jadi pertanyaan kedua, "siapa kakek dan penduduk di desa ini.?"

Kemudian Sang kakek menjawab; "untuk jawaban kedua sebenarnya sudah di jawab bersamaan pertanyaanmu nak,"

"Apa itu kek", Bima menyahutnya

"He..he..."

Sang kakek tertawa dan menjelaskannya; "Kakek dan penduduk desa bukan berasal dari Dimensi ini, maupun Duniamu."

"Lalu kalau bukan dari Dimensi ini kakek dari mana.!" Bima kembali bertanya."

"Untuk masalah ini kakek rasa belum waktunya kamu mengetahuinya." Sang Kakek tersenyum.

Walaupun Bima merasa kurang atas jawaban sang kakek, tetapi Bima tidak melanjutkan, namun Bima betanya kembali masalah lain; "Terimakasih kek atas jawaban kakek walaupun belum membuat aku puas, apalagi kakek mengatakan bahwa aku belum waktunya mengetahui asal kakek sebenarnya." Tapi bolehkah aku menanyakan beberapa hal lain lagi pada kakek.

"Silahkan nak apa yang ingin kamu tanyakan", ucap sang kakek

Bima mulai berkata kembali; "Untuk masalah ini adalah Kakek menyebutkan bahwa aku bukan berasal dari Dimensi ini, Lalu pertanyaanku berasal dari dunia manakah aku ini, juga apa nama Dunia itu."

Kemudian sang kakekpun menjawabnya, "kamu berasal dari Dunia fana dan nama Duniamu adalah yang di sebut Bumi."

"Bumi..Bumi..Bumi.." Bima menyebutkan kata bumi tiga kali.

Untuk beberapa saat ada keheningan, setelah banyak obrolan maupun pertanyaan diantara dua orang berbeda usia. Keduanya memiliki pemikiran masing-masing, entah apa yang mereka pikirkan, sang kakek dengan wajah tenangnya menatap cucunya, sedangkan tangan kanannya memegang gelas terbuat dari bambu, dan gelas yang berisi teh itu di seruputnya beberapa kali.

Disisi lain yaitu Bima masih melamun, pikirannya terus melayang; memikirkan apa langkah selanjutnya saat dia keluar dari Dimensi atau Desa misterius ini, karena sudah pasti akan pergi.. Saat Bima Masih melamun dengan pikiran tidak tentu.

"Apa yang sedang kamu pikirkan nak..?" tegur sang Kakek.

Bimapun sedikit terkejut.. kemudian berkata; "ah tidak apa-apa kek, aku hanya sedikit bigung untuk langkah selanjutnya kek."

Sang Kakek tersenyum lembut, lalu berkata; "Ingat perkataan kakekmu ini nak, dimana ada kesulitan pasti ada kemudahan, dimana ada kesempitan pasti ada keluasan, begitupun dengan kebingungan karena tidak bisa mengambil keputusan, maka akan ada jalan keluarnya... kemudian sang kakek melanjutkan perkataannya setelah berhenti sejenak; Sebagai pegangan hidup, pertama harus memiliki kepercayaan diri serta teguhkan hati dan tekadmu, kedua harus yakin dalam setiap langkah bahwa tujuan akan tercapai, dan yang terakhir adalah tetap berada di jalan lurus apapun yang terjadi".

"Baik kek, aku akan mengingat selalu wejangan kakek, pikiran dan hatiku sudah bulat, lalu kira-kira kapan aku akan pergi kek". Ucap Bima

"Kamu bisa pergi setelah menstabilkan ilmu yang telah kamu sempurnakan, kira-kira tiga hari kamu bisa pergi." Ucap Sang Kakek

"Baik kek aku akan menstabilkan dulu, kalau begitu aku mohon pamit, kemudian setelah berkata seperti itu." Bima bangkit dari duduknya dan memasuki kamarnya.

Terpopuler

Comments

VILLAINSS “SHADOW SENPAI” シ

VILLAINSS “SHADOW SENPAI” シ

Mayan lah

2025-02-05

0

ikmaliq

ikmaliq

Mantabz 👍👍

2023-03-19

14

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Hadir...

2023-03-12

13

lihat semua
Episodes
1 Dunia Lain
2 Bumi
3 Sang Terpilih
4 Sang Terpilih 2
5 Keluar Dari Desa Misterius
6 Balas Dendam
7 Balas Dendam 2
8 Terlepas Dari Kematian
9 Obat Ajaib
10 Tibanya Rombongan Abah Rukma
11 Keputusan
12 Kebangkitan Bagaspati
13 Kota Mawar
14 Apa Yang Terjadi
15 Jatmiko
16 Joging
17 Menolong Wanita Tua
18 Berurusan Dengan Polisi
19 Surya
20 Keadilan
21 Terbebas Dari Hukuman
22 Kerinduan Seorang Ibu
23 Kejadian Tak Terduga
24 Menggagalkan Rencana
25 Ikut Andil
26 Barang Bukti
27 Menyembuhkan Seorang Anak
28 Makan bersama Warga
29 Menyelesaikan Masalah Kecil
30 Geng Srigala Hitam
31 Tamu Sengit
32 Tamu Sengit 2
33 Terkejut
34 Meminta Maaf
35 Misteri Barang Kuno
36 Kompensasi
37 Kompensasi 2
38 Rencana
39 Ruang Bawah Tanah
40 Penyelamatan Arya Mahesa
41 Guru Dan Murid
42 Perawatan Medis
43 Perawatan Medis 2
44 Taruhan
45 Pertempuran
46 Menyembuhkan Nenek Lastri
47 Penjelasan Diagnosis
48 Reputasi Mulai Menyebar Luas
49 Merasa Lega
50 Mengobati penyakit Kanker 1
51 Mengobati Penyakit Kanker 2
52 Serangan Malam
53 Kelompok Kelalawar Merah
54 Intrik Keluarga Arsha
55 Intrik Keluarga Arsha 2
56 Buat Kesepakatan
57 Berakting
58 Peringatan
59 Tidak Berani Menghentikannya
60 Perubahaan Besar Desa Cisaat
61 Enam Bulan
62 Lelang Tender
63 Kejadian Di Gedung Kosong 1
64 Kejadian Di Gedung Kosong 2
65 Kejadian Di Gedung Kosong 3
66 Lelang 1
67 Lelang 2
68 Paman Terimalah
69 Apa Yang Terjadi
70 Melawan Para Begal
71 Membereskan Semuanya
72 Mengunjungi Rumah Sakit
73 Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74 Pinggiran Hutan Larangan
75 Susunan formasi
76 Jebakan
77 Segel Kontrak
78 Goa Larangan
79 Goa Larangan 2
80 Goa Larangan 3
81 Berbagi Harta Karun
82 Satu Set Pelatihan
83 Sangat Merepotkan
84 Latar Belakang
85 Tidak Percaya
86 Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87 Cobalah Bernafas
88 Kondisi Luka Dalam
89 Perawatan
90 Perawatan 2
91 Keberuntungan Sidik Permana
92 Tujuh Brewok 1
93 Tujuh Brewok 2
94 Tujuh Brewok 3
95 Tujuh Brewok 4
96 Psikologis
97 Pertaruhan
98 Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99 Kitab Tertinggi
100 Perampokan Di Dalam Bis
101 Perampokan Di Dalam Bis 2
102 Jangan Halangi Jalan
103 Aku Menolak
104 Kalian Boleh Pergi
105 Dasar Bodoh
106 Jangan Mimpi
107 Terkejut
108 Misran Katili
109 Vaola Purwa
110 Apa Layak Disebut Master?
111 Mengalahkan Misran Katili
112 Permintaan
113 Lukisan Desain Rumah
114 Lama Tidak Berjumpa
115 Menagih Utang
116 Kejadian Tak terduga
117 Masih Suci
118 Tanggung Jawab
119 Siapa Gurumu?
120 Pulau Rakata
121 Bima Pawitra Vs 10 orang
122 Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125 Menghajar Benta Dan Bento
126 Bayangan Hitam
127 Hancurnya Bayangan Hitam
128 Cermin Dewa
129 Masa Bodoh
130 Terlihat Rapuh
131 Sangat Keren
132 Investigasi
133 Guru Terima Aku
134 Resep Obat Vitalitas
135 Di Atur Oleh Orang Lain
136 Tidak Tahu Malu
137 Pertemuan Dengan Neng Rossi
138 Sidik Permana Jadi Murid
139 Masdar Katili
140 Merah Delima.
141 Sudah Terlambat
142 Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143 Biarkan Aku mencobanya
144 Sepasang Wallet Putih
145 Menantang Array Seribu Revolusi
146 Menantang Array Seribu Revolusi 2
147 Menantang Array Seribu Revolusi 3
148 Menantang Array Seribu Revolusi 4
149 Menantang Array Seribu Revolusi 5
150 Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151 Berbeda
152 Fahri Abbas
153 Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154 Sikap Terpuji
155 Meminta Maaf
156 Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157 Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158 Kemenangan
159 Aku Hanya Ingin Sendirian
160 Kekesalan Mayang Sari
161 Sesombong Itu!
162 Laut Angker
163 Laut Angker 2
164 Lelang Cahaya Mentari
165 Ginseng 1000 Tahun
166 Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167 Ceritakan Identitas Kalian
168 Berlatih
169 Apakah Itu Nyata?
170 Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171 Membunuh Buaya Putih
172 Memasuki Hutan Angker
173 Ular Batu Vs Musang Madu
174 Si Kepala Baja
175 Panen Besar
176 Ibu
177 Menyelamatkan Seorang Anak 1
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Dunia Lain
2
Bumi
3
Sang Terpilih
4
Sang Terpilih 2
5
Keluar Dari Desa Misterius
6
Balas Dendam
7
Balas Dendam 2
8
Terlepas Dari Kematian
9
Obat Ajaib
10
Tibanya Rombongan Abah Rukma
11
Keputusan
12
Kebangkitan Bagaspati
13
Kota Mawar
14
Apa Yang Terjadi
15
Jatmiko
16
Joging
17
Menolong Wanita Tua
18
Berurusan Dengan Polisi
19
Surya
20
Keadilan
21
Terbebas Dari Hukuman
22
Kerinduan Seorang Ibu
23
Kejadian Tak Terduga
24
Menggagalkan Rencana
25
Ikut Andil
26
Barang Bukti
27
Menyembuhkan Seorang Anak
28
Makan bersama Warga
29
Menyelesaikan Masalah Kecil
30
Geng Srigala Hitam
31
Tamu Sengit
32
Tamu Sengit 2
33
Terkejut
34
Meminta Maaf
35
Misteri Barang Kuno
36
Kompensasi
37
Kompensasi 2
38
Rencana
39
Ruang Bawah Tanah
40
Penyelamatan Arya Mahesa
41
Guru Dan Murid
42
Perawatan Medis
43
Perawatan Medis 2
44
Taruhan
45
Pertempuran
46
Menyembuhkan Nenek Lastri
47
Penjelasan Diagnosis
48
Reputasi Mulai Menyebar Luas
49
Merasa Lega
50
Mengobati penyakit Kanker 1
51
Mengobati Penyakit Kanker 2
52
Serangan Malam
53
Kelompok Kelalawar Merah
54
Intrik Keluarga Arsha
55
Intrik Keluarga Arsha 2
56
Buat Kesepakatan
57
Berakting
58
Peringatan
59
Tidak Berani Menghentikannya
60
Perubahaan Besar Desa Cisaat
61
Enam Bulan
62
Lelang Tender
63
Kejadian Di Gedung Kosong 1
64
Kejadian Di Gedung Kosong 2
65
Kejadian Di Gedung Kosong 3
66
Lelang 1
67
Lelang 2
68
Paman Terimalah
69
Apa Yang Terjadi
70
Melawan Para Begal
71
Membereskan Semuanya
72
Mengunjungi Rumah Sakit
73
Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74
Pinggiran Hutan Larangan
75
Susunan formasi
76
Jebakan
77
Segel Kontrak
78
Goa Larangan
79
Goa Larangan 2
80
Goa Larangan 3
81
Berbagi Harta Karun
82
Satu Set Pelatihan
83
Sangat Merepotkan
84
Latar Belakang
85
Tidak Percaya
86
Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87
Cobalah Bernafas
88
Kondisi Luka Dalam
89
Perawatan
90
Perawatan 2
91
Keberuntungan Sidik Permana
92
Tujuh Brewok 1
93
Tujuh Brewok 2
94
Tujuh Brewok 3
95
Tujuh Brewok 4
96
Psikologis
97
Pertaruhan
98
Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99
Kitab Tertinggi
100
Perampokan Di Dalam Bis
101
Perampokan Di Dalam Bis 2
102
Jangan Halangi Jalan
103
Aku Menolak
104
Kalian Boleh Pergi
105
Dasar Bodoh
106
Jangan Mimpi
107
Terkejut
108
Misran Katili
109
Vaola Purwa
110
Apa Layak Disebut Master?
111
Mengalahkan Misran Katili
112
Permintaan
113
Lukisan Desain Rumah
114
Lama Tidak Berjumpa
115
Menagih Utang
116
Kejadian Tak terduga
117
Masih Suci
118
Tanggung Jawab
119
Siapa Gurumu?
120
Pulau Rakata
121
Bima Pawitra Vs 10 orang
122
Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125
Menghajar Benta Dan Bento
126
Bayangan Hitam
127
Hancurnya Bayangan Hitam
128
Cermin Dewa
129
Masa Bodoh
130
Terlihat Rapuh
131
Sangat Keren
132
Investigasi
133
Guru Terima Aku
134
Resep Obat Vitalitas
135
Di Atur Oleh Orang Lain
136
Tidak Tahu Malu
137
Pertemuan Dengan Neng Rossi
138
Sidik Permana Jadi Murid
139
Masdar Katili
140
Merah Delima.
141
Sudah Terlambat
142
Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143
Biarkan Aku mencobanya
144
Sepasang Wallet Putih
145
Menantang Array Seribu Revolusi
146
Menantang Array Seribu Revolusi 2
147
Menantang Array Seribu Revolusi 3
148
Menantang Array Seribu Revolusi 4
149
Menantang Array Seribu Revolusi 5
150
Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151
Berbeda
152
Fahri Abbas
153
Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154
Sikap Terpuji
155
Meminta Maaf
156
Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157
Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158
Kemenangan
159
Aku Hanya Ingin Sendirian
160
Kekesalan Mayang Sari
161
Sesombong Itu!
162
Laut Angker
163
Laut Angker 2
164
Lelang Cahaya Mentari
165
Ginseng 1000 Tahun
166
Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167
Ceritakan Identitas Kalian
168
Berlatih
169
Apakah Itu Nyata?
170
Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171
Membunuh Buaya Putih
172
Memasuki Hutan Angker
173
Ular Batu Vs Musang Madu
174
Si Kepala Baja
175
Panen Besar
176
Ibu
177
Menyelamatkan Seorang Anak 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!