Kota Mawar

Kota Mawar merupakan kota besar dan ibukota dari provinsi Tatar parahyangan, gedung-gedung menjulang tinggi kemacetan dijalan sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat kota Mawar, polusi debu dan asap kendaraan serta asap dari pabrik berseliweran dimana-mana. Tiga mobil melaju dengan kecepatan sedang bahkan sesekali berhenti jika ada lampu merah, setelah melewati jalanan macet, ketiga mobil berbelok kiri menuju arah komplek vila sampai akhirnya tiba disebuah vila besar, saat akan masuk ke vila besar diberhentikan dua orang satpam namun setelah mengetahui bahwa itu adalah pemilik vila, kedua satpam mempersilakan masuk dengan badan sedikit membungkuk. Ternyata meraka adalah Jaya Arsah dan yang lainnya; Akhirnya perjalanan melelahkan ini sampai juga.

"Adik Bima dan Wira ayo turun,

inilah rumahku; Jaya Arsha berbicara dan tersenyum.

Keduanya menggangguk lalu berjalan mengikuti dari belakang, di depan pintu vila telah berdiri seorang pemuda berkacamata dengan pakaian resminya, merentangkan kedua tangan; "selamat datang kembali kerumah bos..!"

"Buat apa kamu disini Daniel..!! bukankah seharusnya kamu bekerja dan ngapain ingin memelukku, aku ini pria tulen," Jaya Arsha mengibaskan tangannya tidak ingin ada pelukan dari Daniel.

"Ha..haha..."

"aku hanya bercanda bos masalah pekerjaan aku telah memerintahkan wakilku untuk sementara di handle, aku sengaja menunggumu bos, o iya siapa dua orang itu; Daniel sang asisten berbicara sambil menunjuk pada Bima dan Wira."

"Dialah penolongku yang telah aku cerikan padamu." Ucap Jaya Arsha.

"Terimakasih telah menolong dan melindungi bosku" Daniel sedikit membungkuk kedua tanganya di kepalkan.

"Sudah menjadi kewajibanku membantu dan menolong orang sedang kesusahan," ucap Bima dengan wajah tenangnya.

"Baiklah mari masuk," Jaya Arsha sambil berjalan. Merekapun mengikutinya, setalah masuk beberapa pelayan muncul membawa barang bawaan dari majikan.

"Bi tolong berikan kamar kedua tamu terhormat ini di atas." Jaya Arsha memerintahkan para pelayan untuk membawa Bima dan Wira ke kamar agar beristirahat.

"Baik tuan". Pelayan mengangguk.

"Ayo den ke atas," kata pelayan pada Bima dan Wira.

Keduanya mengikuti pelayan matanya melirik kekiri kekanan, pertama kalinya mereka memasuki rumah yang besar serta di dalamnya banyak sekali barang-barang berkualitas tinggi.

Setalah sampai diatas pelayan berkata; "silakan den pilih kamar sesuai keinginan aden"

"Iya Bi." Kata Bima dan Wira secara bersamaan. Kemudian Bima dan Wira memasuki kamarnya masing-masing.

Jaya Arsha setelah melihat Bima dan Wira naik keatas untuk beristirahat, kemudian berbalik dan berkata pada Daniel; "Bagaimana tentang penangkapan Arga..!!"

"Aku telah melakukan sesuai perintahmu mengerahkan orang-orang kepercayaan untuk menangkap Arga, akan tetapi kita sedikit terlambat dalam bergerak sehingga Dia telah menghilang bahkan gengnya sudah di bubarkan, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Daniel mengeluh tangannya mengusap dahinya.

Jaya Arsha mengela napas karena merasa kecewa.

"Jangan khawatir Bos meski dia menghilang aku sudah mengutus orang untuk menyelidiki kemana dia pergi," Daniel memberi semangat kepada Jay Arsha.

"Oke lanjutkan penyelidikannya aku takut saat dia kembali akan membalas dendam kembali, jadi aku harus menangkapnya apapun resikonya." Jaya Arsha dengan serius.

"Siap Bos", kalau begitu aku pergi dulu.

kemudian saat Daniel akan melangkah bergi Jaya Arsha menarik tangannya, "jangan pergi dulu sebelum menyerahkan dua cek itu.." Mana sini Jaya Arsha mengulurkan tangannya.

"Aduh untung Bos mengingatkannya," Daniel menepuk jidatna kemudian menyerahkan dua cek masing-masing nominal seratus juta. "Apa tidak terlalu besar memberikan Cek sebesar itu bos..?" Daniel berkata karena penasaran.

"mereka telah menyelamatkan aku beserta anak istriku, jangan bilang padaku bahwa ini terlalu besar, apa dengan nominal dua ratus juta bisa menghidupkan kembali..?" Jaya Arsha mendengus.

Daniel menggelengkan kepalanya, "tentu tidak bos aku punya saran kasih pekerjaan."

"Aku memang sudah ada niat memberikan pekerjaan pada meraka, akan tetapi mereka berdua tidak memiliki Ijazah kelulusan." Jaya Arsha sedikit menyesal.

"Apaaa...!!!" Daniel terkejut, "jangan katakan padaku kalau mereka...."

"Memang tidak sekolah, andai bukan mereka sendiri yang katakan, akupun tidak percaya." Jaya Arsha menghela napas.

"Terus tindakan selanjutnya?" Daniel penasaran

"aku sudah memberi tahu mereka sebelum bekerja di tempatku, mereka harus sekolah dulu ikut kejar paket. maka dari itu sesuai janjiku besok aku akan menyewa guru-guru privat profesional datang kerumah untuk mengajarinya, sebab kalau belajar secara umum tidak mungkin." ucap Jaya Arsha.

Daniel mengacungkan jempol sebagai tanda setuju; "kalau begitu aku pergi dulu bos, kemudian Danielpun pergi."

Di dalam kamar Bima menyentuh kasur terus menekannya, " sangat empuk" pasti Kakang Wira sudah tertidur lelap, Bima tersenyum saat teringat dalam perjalanan karena begitu menyentuh kursi mobil yang empuk, Wira tertidur lelap. "memang benar apa yang dikatakan kakek, bumi sangat berbeda dengan tempatku berada dulu, aku harus terus belajar mempelajari tentang Bumi dan mencari keberadaan orang tuaku". pikiran Bima terus melayang. "Bumi memang berbeda dan peradabannya, tapi banyak misteri-misteri tersembunyi yang tidak terungkap kepermukaan, contonya tempatku di besarkan". Hingga akhirnya Bima tertidur.

Sore hari diruang makan, meja makan sudah terisi penuh oleh makanan lezat. "Apa mereka sudah bangun..?" Jaya Arsha berbicara pada pelayananya.

"belum tuan" pelayanan menggelengkan kepalanya

"kalau begitu cepat bagunkan mereka untuk makan bersama." ucap Jaya Arsha

"Baik tuan, pelayan itu pergi keatas, lalu mengetuk-ngetuk pintu. "Den kata tuan di suruh turun untuk makan."

Kedua pintu kamar terbuka; Bima dan Wira mengangguk, "silakan bibi turun duluan katakan pada tuanmu aku dan kakang Wira segera turun." ucap Bima.

"Baik den" pelayan mengangguk kemudian turun kembali.

"Bagaimana tidurmu kang?" Bima tersenyum.

"Pokoknya pulas apalagi tidur dikasur empuk," Wira menepuk dadanya dengan bangga

Tanpa ada yang bicara lagi Bima dan Wira turun kearah ruang makan, setelah berbasa basi sebentar akhirnya mereka makan.

"Besok kalian berdua bisa belajar, aku kan menyewa guru privat untuk mengajari kalian," kata Jaya Arsha setelah selesai makan dan mereka berkumpul di ruang kerja Jaya Arsha.

"Baik." Bima dan Wira mengangguk bersamaan sebagai tanda setuju.

Terpopuler

Comments

Ahmad Tamby

Ahmad Tamby

lanjuuuut, sehat wal'afiat selalu thooor

2024-12-22

0

Elis

Elis

menarik

2023-02-25

22

lihat semua
Episodes
1 Dunia Lain
2 Bumi
3 Sang Terpilih
4 Sang Terpilih 2
5 Keluar Dari Desa Misterius
6 Balas Dendam
7 Balas Dendam 2
8 Terlepas Dari Kematian
9 Obat Ajaib
10 Tibanya Rombongan Abah Rukma
11 Keputusan
12 Kebangkitan Bagaspati
13 Kota Mawar
14 Apa Yang Terjadi
15 Jatmiko
16 Joging
17 Menolong Wanita Tua
18 Berurusan Dengan Polisi
19 Surya
20 Keadilan
21 Terbebas Dari Hukuman
22 Kerinduan Seorang Ibu
23 Kejadian Tak Terduga
24 Menggagalkan Rencana
25 Ikut Andil
26 Barang Bukti
27 Menyembuhkan Seorang Anak
28 Makan bersama Warga
29 Menyelesaikan Masalah Kecil
30 Geng Srigala Hitam
31 Tamu Sengit
32 Tamu Sengit 2
33 Terkejut
34 Meminta Maaf
35 Misteri Barang Kuno
36 Kompensasi
37 Kompensasi 2
38 Rencana
39 Ruang Bawah Tanah
40 Penyelamatan Arya Mahesa
41 Guru Dan Murid
42 Perawatan Medis
43 Perawatan Medis 2
44 Taruhan
45 Pertempuran
46 Menyembuhkan Nenek Lastri
47 Penjelasan Diagnosis
48 Reputasi Mulai Menyebar Luas
49 Merasa Lega
50 Mengobati penyakit Kanker 1
51 Mengobati Penyakit Kanker 2
52 Serangan Malam
53 Kelompok Kelalawar Merah
54 Intrik Keluarga Arsha
55 Intrik Keluarga Arsha 2
56 Buat Kesepakatan
57 Berakting
58 Peringatan
59 Tidak Berani Menghentikannya
60 Perubahaan Besar Desa Cisaat
61 Enam Bulan
62 Lelang Tender
63 Kejadian Di Gedung Kosong 1
64 Kejadian Di Gedung Kosong 2
65 Kejadian Di Gedung Kosong 3
66 Lelang 1
67 Lelang 2
68 Paman Terimalah
69 Apa Yang Terjadi
70 Melawan Para Begal
71 Membereskan Semuanya
72 Mengunjungi Rumah Sakit
73 Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74 Pinggiran Hutan Larangan
75 Susunan formasi
76 Jebakan
77 Segel Kontrak
78 Goa Larangan
79 Goa Larangan 2
80 Goa Larangan 3
81 Berbagi Harta Karun
82 Satu Set Pelatihan
83 Sangat Merepotkan
84 Latar Belakang
85 Tidak Percaya
86 Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87 Cobalah Bernafas
88 Kondisi Luka Dalam
89 Perawatan
90 Perawatan 2
91 Keberuntungan Sidik Permana
92 Tujuh Brewok 1
93 Tujuh Brewok 2
94 Tujuh Brewok 3
95 Tujuh Brewok 4
96 Psikologis
97 Pertaruhan
98 Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99 Kitab Tertinggi
100 Perampokan Di Dalam Bis
101 Perampokan Di Dalam Bis 2
102 Jangan Halangi Jalan
103 Aku Menolak
104 Kalian Boleh Pergi
105 Dasar Bodoh
106 Jangan Mimpi
107 Terkejut
108 Misran Katili
109 Vaola Purwa
110 Apa Layak Disebut Master?
111 Mengalahkan Misran Katili
112 Permintaan
113 Lukisan Desain Rumah
114 Lama Tidak Berjumpa
115 Menagih Utang
116 Kejadian Tak terduga
117 Masih Suci
118 Tanggung Jawab
119 Siapa Gurumu?
120 Pulau Rakata
121 Bima Pawitra Vs 10 orang
122 Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124 Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125 Menghajar Benta Dan Bento
126 Bayangan Hitam
127 Hancurnya Bayangan Hitam
128 Cermin Dewa
129 Masa Bodoh
130 Terlihat Rapuh
131 Sangat Keren
132 Investigasi
133 Guru Terima Aku
134 Resep Obat Vitalitas
135 Di Atur Oleh Orang Lain
136 Tidak Tahu Malu
137 Pertemuan Dengan Neng Rossi
138 Sidik Permana Jadi Murid
139 Masdar Katili
140 Merah Delima.
141 Sudah Terlambat
142 Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143 Biarkan Aku mencobanya
144 Sepasang Wallet Putih
145 Menantang Array Seribu Revolusi
146 Menantang Array Seribu Revolusi 2
147 Menantang Array Seribu Revolusi 3
148 Menantang Array Seribu Revolusi 4
149 Menantang Array Seribu Revolusi 5
150 Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151 Berbeda
152 Fahri Abbas
153 Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154 Sikap Terpuji
155 Meminta Maaf
156 Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157 Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158 Kemenangan
159 Aku Hanya Ingin Sendirian
160 Kekesalan Mayang Sari
161 Sesombong Itu!
162 Laut Angker
163 Laut Angker 2
164 Lelang Cahaya Mentari
165 Ginseng 1000 Tahun
166 Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167 Ceritakan Identitas Kalian
168 Berlatih
169 Apakah Itu Nyata?
170 Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171 Membunuh Buaya Putih
172 Memasuki Hutan Angker
173 Ular Batu Vs Musang Madu
174 Si Kepala Baja
175 Panen Besar
176 Ibu
177 Menyelamatkan Seorang Anak 1
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Dunia Lain
2
Bumi
3
Sang Terpilih
4
Sang Terpilih 2
5
Keluar Dari Desa Misterius
6
Balas Dendam
7
Balas Dendam 2
8
Terlepas Dari Kematian
9
Obat Ajaib
10
Tibanya Rombongan Abah Rukma
11
Keputusan
12
Kebangkitan Bagaspati
13
Kota Mawar
14
Apa Yang Terjadi
15
Jatmiko
16
Joging
17
Menolong Wanita Tua
18
Berurusan Dengan Polisi
19
Surya
20
Keadilan
21
Terbebas Dari Hukuman
22
Kerinduan Seorang Ibu
23
Kejadian Tak Terduga
24
Menggagalkan Rencana
25
Ikut Andil
26
Barang Bukti
27
Menyembuhkan Seorang Anak
28
Makan bersama Warga
29
Menyelesaikan Masalah Kecil
30
Geng Srigala Hitam
31
Tamu Sengit
32
Tamu Sengit 2
33
Terkejut
34
Meminta Maaf
35
Misteri Barang Kuno
36
Kompensasi
37
Kompensasi 2
38
Rencana
39
Ruang Bawah Tanah
40
Penyelamatan Arya Mahesa
41
Guru Dan Murid
42
Perawatan Medis
43
Perawatan Medis 2
44
Taruhan
45
Pertempuran
46
Menyembuhkan Nenek Lastri
47
Penjelasan Diagnosis
48
Reputasi Mulai Menyebar Luas
49
Merasa Lega
50
Mengobati penyakit Kanker 1
51
Mengobati Penyakit Kanker 2
52
Serangan Malam
53
Kelompok Kelalawar Merah
54
Intrik Keluarga Arsha
55
Intrik Keluarga Arsha 2
56
Buat Kesepakatan
57
Berakting
58
Peringatan
59
Tidak Berani Menghentikannya
60
Perubahaan Besar Desa Cisaat
61
Enam Bulan
62
Lelang Tender
63
Kejadian Di Gedung Kosong 1
64
Kejadian Di Gedung Kosong 2
65
Kejadian Di Gedung Kosong 3
66
Lelang 1
67
Lelang 2
68
Paman Terimalah
69
Apa Yang Terjadi
70
Melawan Para Begal
71
Membereskan Semuanya
72
Mengunjungi Rumah Sakit
73
Teknik Akupuntur Tingkat Dewa
74
Pinggiran Hutan Larangan
75
Susunan formasi
76
Jebakan
77
Segel Kontrak
78
Goa Larangan
79
Goa Larangan 2
80
Goa Larangan 3
81
Berbagi Harta Karun
82
Satu Set Pelatihan
83
Sangat Merepotkan
84
Latar Belakang
85
Tidak Percaya
86
Apa Aku Pernah Berbohong Padamu?
87
Cobalah Bernafas
88
Kondisi Luka Dalam
89
Perawatan
90
Perawatan 2
91
Keberuntungan Sidik Permana
92
Tujuh Brewok 1
93
Tujuh Brewok 2
94
Tujuh Brewok 3
95
Tujuh Brewok 4
96
Psikologis
97
Pertaruhan
98
Tidak Akan Menjual Hasil Buruan
99
Kitab Tertinggi
100
Perampokan Di Dalam Bis
101
Perampokan Di Dalam Bis 2
102
Jangan Halangi Jalan
103
Aku Menolak
104
Kalian Boleh Pergi
105
Dasar Bodoh
106
Jangan Mimpi
107
Terkejut
108
Misran Katili
109
Vaola Purwa
110
Apa Layak Disebut Master?
111
Mengalahkan Misran Katili
112
Permintaan
113
Lukisan Desain Rumah
114
Lama Tidak Berjumpa
115
Menagih Utang
116
Kejadian Tak terduga
117
Masih Suci
118
Tanggung Jawab
119
Siapa Gurumu?
120
Pulau Rakata
121
Bima Pawitra Vs 10 orang
122
Bima Pawitra Vs 10 Orang (bag 2)
123
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 1
124
Menyantroni Markas Benta Dan Bento 2
125
Menghajar Benta Dan Bento
126
Bayangan Hitam
127
Hancurnya Bayangan Hitam
128
Cermin Dewa
129
Masa Bodoh
130
Terlihat Rapuh
131
Sangat Keren
132
Investigasi
133
Guru Terima Aku
134
Resep Obat Vitalitas
135
Di Atur Oleh Orang Lain
136
Tidak Tahu Malu
137
Pertemuan Dengan Neng Rossi
138
Sidik Permana Jadi Murid
139
Masdar Katili
140
Merah Delima.
141
Sudah Terlambat
142
Seni Rahasia Pemurnian Jiwa
143
Biarkan Aku mencobanya
144
Sepasang Wallet Putih
145
Menantang Array Seribu Revolusi
146
Menantang Array Seribu Revolusi 2
147
Menantang Array Seribu Revolusi 3
148
Menantang Array Seribu Revolusi 4
149
Menantang Array Seribu Revolusi 5
150
Tidak Ada Yang Perlu Di Jawab
151
Berbeda
152
Fahri Abbas
153
Biarkan Semuanya Terjadi Secara Alami
154
Sikap Terpuji
155
Meminta Maaf
156
Bima Pawitra Vs Banjar Segara
157
Bima Pawitra Vs Banjar Segara 2
158
Kemenangan
159
Aku Hanya Ingin Sendirian
160
Kekesalan Mayang Sari
161
Sesombong Itu!
162
Laut Angker
163
Laut Angker 2
164
Lelang Cahaya Mentari
165
Ginseng 1000 Tahun
166
Waktu Yang Tepat Untuk Penawaran
167
Ceritakan Identitas Kalian
168
Berlatih
169
Apakah Itu Nyata?
170
Perbedaan Tingkat Binatang Buas
171
Membunuh Buaya Putih
172
Memasuki Hutan Angker
173
Ular Batu Vs Musang Madu
174
Si Kepala Baja
175
Panen Besar
176
Ibu
177
Menyelamatkan Seorang Anak 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!