Arga setelah mengalami kekalahan telak, segera membangunkan para pengawalnya yang pingsan lalu bergi tergesa-gesa, dia masih mengalami ketakutan mencekam dalam hatinya, Arga berusaha mengusir rasa takut di hatinya dan bertekad akan membalas semua kekalahannya. Ternyata dendamnya tidak pernah padam, setelah kembali ke kota Kembang, Arga tahu bahwa Jaya Arsha tidak akan membiarkannya dan kemungkinan besar sang penolong yang ahli beladiri akan berada di sampingnya, jadi sementara waktu geng serta jaringan dunia bawah tanahnya diserahkan pada sahabatnya, diapun pergi untuk mencari seorang guru ahli beladiri, dia berjanji akan melebihi orang itu dan mengalahkannya; berkat koneksinya Arga akhirnya mendapatkan petunjuk bahwa di gunung Cireme ada juru kunci yang bisa mempertemukan orang sakti.
Arga segera menuju gunung Cireme ditemani oleh dua orang.
Dunia Bumi sudahlah modern, kemajuan diberbagai bidang semakin cepat; namun fenomena-fenomena keanehan, keajaiban kadang kala muncul ditengah-tengah budaya masyarakat Bumi yang kebanyakan tidak percaya tentang hal-hal mistis. Di tengah hutan gunung Cireme ada sebuah gubuk, seorang pria sepuh duduk bersila, tangannya memegang gelas terbuat dari bambu lalu meminumnya. "glek-glek.. aah segarnya!, seorang tamu dari kota akan datang; sudah puluhan tahun menunggu akhirnya datang juga, "ha.ha.ha.." pria sepuh berbicara sendiri dan tertawa, seolah-olah penantian panjang telah berakhir.
"Keluarlah Bagaspati." pria sepuh memanggil Bagaspati untuk keluar,
tiba-tiba didepan pria sepuh ada bola api melayang.
"Ha..ha..haha.." tawa Bagaspati berbentuk bola api itu menggelegar.. "Ada apa kau memanggilku Runta! apa sudah menemukan tubuh yang cocok untukku hah.."
"Tenang saja aku sudah menemukannya, sebentar lagi akan datang dan sebaiknya kamu jangan muncul dulu sebelum aku perintahkan." Embah Runta melirik kearah pintu seperti sedang menerawang,
Bagaspati kemudian menghilang.
"Sampurasun..sampurasun, apa ada orang di dalam." Aku Arga ingin menemui Embah..!
"Rampees; silakan masuk..!"
Setelah mendengar ada yang menjawabnya Arga langsung masuk, "maaf Embah aku dengan lancang datang kesini tanpa ada pemberitahuan dulu," Arga beserta kedua pengawalnya menunduk dengan kedua tangannya ditelungkupkan.
"Aku sudah tahu tujuan kedatanganmu kesini anak muda, ingin membalas dendam karena merasa malu dikalahkan, jadi tidak perlu banyak peradatan." Embah Runta dengan senyum misteriusnya
"Karena sudah tahu apa bisa Embah mempertemukan dengan orang sakti itu..?" ucap Arga,
"Tentu saja bisa bukan hanya akan bertemu tapi, kamu beruntung bakal jadi pewarisnya," Embah Runta mengangguk.
"Benarkah Embah.!" wajah Arga menjadi cerah
"Akan tetapi hanya satu orang yang akan menjadi pewaris orang sakti tersebut." Embah Runta memandang ketiga tamunya.
"Tentu...tentu Embah yang dua orang ini hanya pengawalku saja." Arga menyahutnya tergesa-gesa takut diantara kedua pengawalnya akan dipilih.
"Baik karena sudah di tentukan namamu Arga iya kan, mulai nanti malam kamu ikut denganku untuk menemui orang sakti, sementara kedua pengawalmu bisa tinggal disini apa siap..?" Embah Runtah ke tiga tamu
Arga berpikir sebentar lalu berkata; "Iya aku siap embah."
Malam telah tiba suasana di hutan gunung Cireme terasa seram, udara semakin dingin; di gelapnya malam dua orang sedang berjalan di jalan setapak menuju sebuah gua, mereka adalah Embah Runta dan Arga; setelah sampai di depan Gua mereka berdua langsung masuk, Arga menggunakan ponselnya lalu menyalakan senter karena di dalam gua sangat gelap. beberapa saat kemudian sampailah di ujung gua, ada batu datar.. "kamu duduk di batu itu," Embah Runta memerintahkan Arga.
Arga langsung duduk, sedangkan Embah Runta maju kedepan membelakangi Arga, mulutnya komat-kamit.
Tiba-tiba bola api muncul, Arga saat melihat kemunculan bola api secara mendadak hatinya terkesiap bahkan jantungnya hampir berhenti berdetak.
"Bagaspati, tubuh yang sesuai selama ini kamu cari telah ada, saatnya kamu masuk ketubuh orang ini, kuasai jiwanya tekan dan hancurkan, maka sepenuhnya dapat kamu kuasai" Embah Runta menggunakan telepati saat berbicara dengan Bagaspati.
Jiwa Bagaspati berbentuk bola api, tib-tiba melesat ke arah Arga, Arga yang tidak tahu apa-apa matanya melotot kaget melihat bola api ke arahnya. Karena tidak ada persiapan bola api langsung masuk ketubuh Arga.
"Wussshhh.... Blaaarrr.."
"Panasss....panasss... Toloooongggg....berhenti jangan siksa aku." Arga berteriak kesakitan
Jerit kesakitan menggema di dalam goa meminta tolong, tubuhnya menyala seperti api namun tidak membuat tubunya terbakar , jiwanya meronta kesakitan akibat ada tekanan dari jiwa Bagaspati, membuat tubuhnya kejang-kejang. Namun apa daya Arga hanya orang biasa, berbeda dengan Bagaspati orang kuno berasal dari Duni Mistik, dan Jiwanya sangat kuat, membuat jiwa Arga dengan mudah dikuasainya. Beberapa saat kemudian api menyala di tubuh Arga menghilang. "sungguh tubuh yang sangat cocok aku tempati ternyata kau memiliki dendam, kau beristirahatlah dengan tenang suatu saat aku akan membalaskannya". "Ha..ha...haa... ha..." tawa Bagaspati menggema.
"Akhirnya aku bangkit kembali, gara-gara terlepasnya kurungan Dimensi membuatku dihukum dan diperintahkan untuk mencarinya, hingga akhirnya melintasi portal aneh dan membuat tubuhku hancur! jiwaku tersesat sampai akhirnya muncul di dunia yang aneh ini, berkat pertolongan dan perawatanmu jiwaku sudah hampir sembuh, dan sekarang setelah memiliki tubuh maka tidak akan lama lagi jiwaku akan sembuh total." Bagaspati berbicara didepan Embah Runta
"Meskipun kamu bisa cepat pulih namun tubuh baru masih lemah, aku harap kamu melatih tubuh barumu." kata Embah Runta pada Bagaspati,
"Baik aku mengerti Bagaspati memangguk, aku akan melatih tubuh baru ini disini juga menyesuaikannya."
"Berapa lama kamu akan berlatih..?" Embah Runta bertanya
"Setengah tahun," Bagaspati dengan tegas.
"Baik. Bagaimana urusan dengan dua pengawal orang itu..!!" kata Embah Runta
"Bilang padanya bahwa majikannya sedang berlatih dan tunggu sampai selesai, kalau bisa kamu latih dia biar nanti sedikit berguna" Bagaspati dengan senyum menyeramkan.
Embah Runta keluar dari dalam goa setelah mendapat perintah dari Bagaspati, sedangkan Bagaspati tanpa menunggu waktu lagi mulai melatih tubuh barunya dengan menggerak-gerakan tubuhnya. "fisik sangat lemah seandainya tidak cocok dengan jiwaku tidak perlu bersusah payah melatihnya." Bagaspati menggertakkan giginya kesal, tubuh barunya baru sebentar sudah kelelahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Berilna
sepertinya ini musuh terkuat mc
2023-02-24
24