Sang Kakek hanya mengangguk dan melihat cucunya sudah memasuki kamarnya, sang kakek bergumam; "sungguh berat ujianmu dimasa depan nak, akan tetapi kakek yakin dan percaya padamu bisa melewati ujian itu, karena kamu adalah Sang Terpilih, maafkan Kakek karena belum bisa memberitahumu sebagai Sang Terpilih".
Beberapa saat kemudian pintu rumah sang kakek ada yang mengetuknya beberapa kali, dan terdengar seseorang berteriak dari luar memanggilnya; "kek... kakek Alam apa ada dirumah..?"
Sang kakek yang menundukan kepalanya sambil melamun, mengangkat kepala dikarenakan ada yang memanggil namanya; "Iya aku ada di dalam masuk saja, pintu tidak dikunci; ucap Kakek Alam".
Kemudian pintu rumah kakek Alam terbuka, dan terlihat ada dua orang yang masuk, orang pertama terlihat pria paruh baya dengan kumis tebal, rambut sedikit memutih dan dikepalanya terikat sebuah tali berwarna merah, kira-kira berumur empat puluh tahunan, dan orang kedua seorang pemuda memiliki wajah biasa namun ada karisma tersendiri yang dimilikinya, serta dikepalanya terikat kain berwarna biru, umurnya seumuran dengan Bima Pawitra tujuh belas tahun. Kemudian kedua orang tamu itu berjalan sambil membungkuk dan kedua tangan mereka ditempelkan ke dadanya masing-masing, dan di wajah mereka ada ekpresi takut.
Kemudian pria paruh baya itu berkata dengan hati-hati; "Maaf Kek aku dan adikku dengan lancang datang kerumah kakek tanpa ada pemberitahuan dulu, mungkin kita berdua mengganggu kakek Alam yang sedang beristirahat".
Sedangkan sang kakek yang di sebut Kakek Alam oleh pria paruh baya tersebut, hanya tersenyum melihat tingkah kedua tamunya yang seolah-olah ketakutan, kemudian kakek Alam mengangkat tangan kanannya keatas lalu berkata; "Silakan duduk, sudah tidak apa-apa, tidak mengganggu sama sekali dan kebetulan juga kalian datang, padahal awalnya kakek akan menemui kalian bedua, terutama kamu Wira Bumi", Kake Alam sambil menunjuk pemuda itu.
"In..in..ini ad..ada apa kek." Wira terkejut
" He...He..he.. sudah duduk dulu." Sang Kakek tersenyum
Meskipun ada keterkejutan di wajah mereka berdua terutama Wira Bumi, namun karena sudah mendapat perintah untuk duduk, akhirnya kedua orang itu kemudian duduk sambil menundukkan kepalanya. Setelah melihat kedua orang tamu duduk, kakek Alam kembali berkata; "Jadi ada apa Rampang, Wira datang kemari untuk menemuku..? Sepertinya ada hal penting yang ingin kalian bedua sampaikan!!"
kedua orang tamu saling melirik, kemudian pria paruh baya yang dipanggil Rampang oleh Kakek Alam, sebenarny ada nama depannya; adalah Jalu, atau Jalu Rampang lengkapnya, namun semua penduduk desa Misterius suka memanggil nama belakangnya saja. Rampang berkata; "Begini Kek, kedatangan kita bedua ini ingin membahas beberapa hal, namun sebelumnya izinkan aku untuk menceritakan sesuatu supaya tidak ada kesalahpahaman".
"Silakan", Ucap Kakek Alam.
"Baik Kek," Rampang melanjutkan perkataannya; "Beberapa hari yang lalu saat Kakek tidak ada di rumah, Penduduk desa melakukan rapat atau musyawarah dengan hasil mufakat beberapa poin, awalnya aku menolak untuk rapat dikarenakan kakek tidak hadir, hingga akhirnya aku mengutus adikku Wira untuk menemui kakek; Namun beberapa saat kemudian Wira kembali dengan tangan kosong, mengatakan bahwa kakek tidak ada dirumahnya. Pada akhirnya aku dan adikku menghadiri rapat tersebut, hasil dari rapat ada beberapa poin.. Rampang berhenti sejenak untuk melihat reaksi Kakek Alam, namun Kakek Alam tetap diam. Rampangpun melanjutkan perkataannya; dari hasil rapat ada beberapa poin yang ingin ditanyakan pada Kakek Alam, karena Kakek tidak hadir; poin pertama yang ingin ditanyakan adalah kapan kita semua penduduk desa atau Dunia Dimensi ini akan kembali ke Duni asal kita, yang kedua kapan sang terpilih itu bisa membuka portal yang terhubung kedunia kita. Begitulah Kek, maka penduduk desa telah mengutus kita berdua, untuk menanyakan pada Kakek tentang masalah itu; Hanya Kakeklah yang tahu".
Yang dimaksud Sang terpilih oleh Jalu Rampang Adalah "Bima Pawitra".
Kakek Alam mengangguk-nganggukan kelapanya, setelah mendengar perkataan Rampang, kemudian Kakek Alam menarik napas beberapa saat dan membuangnya, Huuuu... lalu Kakek Alam Berkata; "Sejujurnya bukan hanya penduduk desa yang ingin kembali ke dunia asal kelahiran, Kakekpun ingin kembali juga. Kita dan semua penduduk desa sudah sangat lama tinggal disini, sudah dipastikan ingin secepatnya kembali ke tempat asal; Kakek Alam berhenti sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya; namun untuk saat ini tidak bisa".
"Kenapa tidak bisa Kek..!!" Wira memotong perkataan Kakek Alam, yang membuat Jalu Rampang melototi adiknya, Wira yang di pelototi oleh Kakaknya langsung menundukan kepalanya.
Kakek Alam menggeleng-gelengkan kepalanya, dan berkata; "Kenapa tidak bisa, dikarenakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun, mungkin juga puluhan tahun".
"Apaa..." Rampang dan Wira serempak kaget dan hampir berteriak, mulutpun menganga, namun keduanya langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Kenapa bisa begitu Kek", Rampang yang sudah tenang kembali bicara.
"Belum ada kepastian", ucap Kakek Alam. Jadi Kakek harap kalian dan penduduk desa Misterius ini, mohon lebih bersabar lagi, dan ini juga merupakan jawaban pertama.
"Huh gara-gara perguruan Karang Geni; kita semua terperangkap di Dimensi ini begitu lama," Jalu Rampang bergumam dengan wajah muramnya..
"Ada apa dengan wajahmu Rampang..? sepertinya kamu berkata sesuatu;" Ujar kakek Alam.
"Ah..tidak apa-apa kek," Rampang langsung pucat karena ketahuan mengatakan sesuatu, "Aku tadi hanya menggumamkan Perguruan Karang Genilah yang telah membuat kita begini; Akan tetapi berkat kakek jugalah kita semua bisa terlepas dari jeratan Perguruan Karang Geni, meskipun terpisah dari Dunia asal kita berada".
Kakek Alam hanya berucap Hmm.. terus berkata kembali; "Sekarang bagaimana apa kalian sudah mengerti."
Akhirnya Rampang dan Wirapun mengerti sambil menganggukan kepalanya.
"Untuk pertanyaan kedua bagaimana Kek," Rampang bertanya kembali.
"Untuk Sang Terpilih sudah selesai dalam menyempurnakan ilmunya, akan tetapi tidak bisa langsung menggunakan kekuatannya. Dan untuk saat ini Sang terpilih sedang menstabilkan kekuatanya". Jelas Kakek Alam
"Jadi setelah di stabilkan maka akan bisa digunakan kekuatannya untuk membuka portal itu begitu kan Kek," Rampang berkata.
"Tetap belum bisa, ucap Kakek Alam"
"kenapa bisa begitu kek, Rampang kembali bertanya".
"Kamu tahu siapa Sang terpilih itu," Kakek Alam malah balik bertanya kepada Rampang.
"Aku tahu Kek, itu adalah Cucu angkat Kakek sendiri, Bima Pawitra". Ucap Rampang
"Siapa Bima Pawitra itu..??" Kakek Alam balik bertanya kembali kepada Rampang.
Namun Rampang langsung menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Kakek Alam, karena memang Rampang tidak tahu siapa Bima Pawitra.
Wira Bumi yang sejak dari tadi hanya diam dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka berdua, pada akhirnya angkat bicara, karena hatinya merasa tergelitik dan keingin tahuan yang besar tentang siapa Bima Pawitra. "Kek mohon Izinkan aku bertanya pada kakek".
"Silakan", ucap Kakek Alam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Sang Pencipta
banyak bacot sirampang
2023-07-02
1
ikmaliq
Mantabz 👍
2023-03-19
15
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-03-12
15