GIDR 19

" Apakah nasya takut?" pertanyaan itu terngiang-ngiang di telinga nasya. Tapi dia tak kunjung menjawabnya. Fatimah dengan sabar menanti sambil mengelus - elus pundaknya.

" Kak ... Nasya takut ketemu pak Rangga. Bukankah dia menyalahkanku atas kematian istrinya itu," jawab nasya pada akhirnya. Fatimah menanggapinya dengan tersenyum.

" Maka tunjukkanlah padanya bahwa bukanlah kamu penyebab dari semua itu. Beranikanlah dirimu untuk bersama dengannya nasya supaya dia sadar bahwa kamu adalah gadis baik," jawab fatimah mencoba meyakinkan nasya. Tapi nasya menggelengKan kepalanya.

" Bahkan nasya tak berani menatapnya kak," jawab nasya lirih. Lagi-lagi fatimah menghela nafasnya supaya sedikit sabar.

" Sya ... Jika kamu takut maka rangga pasti meyakini bahwa kamu adalah yang menyebabkan istrinya meninggal. Baiklah semua terserah nasya saja. Jika sudah memiliki keputusan bilanglah pada kakak. Tapi satu hal yang harus nasya tahu rangga tidak akan membantu kesembuhan jika nasya tak menjadi halal baginya. Paham ya maksud kakak," ucap fatimah menjelaskan.

" Kak ... Itu artinya nasya harus menikah dengannya?" tanya nasya menatap dengan lesu ke arah fatimah yang mengangguk pasti.

" Iya sya ... " jawabnya.

Tak berselang lama fatimah keluar dari ruangan itu. Untuk kembali berdinas. Sedangkan rangga berjalan menuju bilik nasya dengan wajah lempeng. Sesampainya di sana ...

" Berhenti di sana!" seru nasya.

" Kenapa apakah kamu takut bertemu dengan suami orang yang kamu celakai?" tanya rangga dengan tersenyum miring. Nasya mulai sedikit memandang ke arah pemuda yang dulu sering menolongnya.

" Bahkan kamu datang hanya untuk mengolokku dokter rangga," jawab nasya pada akhirnya.

" Rupanya kamu sudah sembuh. Sudah bisa membalas olokanku. Berarti aku tidak usah berusaha untuk menyembuhkanmu," jawabannya begitu menggelikan.

" Apakah setiap pasien yang butuh pertolonganmu haruskan mereka semua menikah denganmu dokter. Dasar cabul!" teriak nasya yang sudah jengkel. Namun rangga menyeringai.

" Apapun perkataanmu. Kamu tetap harus menikah denganku tanggung jawablah pada bayi itu. Bayi yang ibunya tak bisa kamu selamatkan! Aku bahkan membencimu dari kala itu. Aku menyesal mengenalmu Idiot!" Teriak rangga sangat kesal. Dia akan benar-benar menghukum gadis itu yang selalu mengikuti pergerakan hidupnya. Rangga yang marah memecahkan gelas di sampingnya dengan meremasnya hingga retak. Hingga darah bercucuran dari tangannya.

Nasya sudah nampak ketakutan namun rangga tak menyadarinya. Nasy mulai gemetar saat melihat darah itu menetes.

" Ku mohon jangan lakukan apapun padaku. Maafkan aku pak. Jauhkan itu dariku! Ku mohon jangan sakiti aku lagi," nasya mundur hingga terjatuh dari brankar. Serta memojok di samping lemari kecil sebelah ranjangnya. Rangga yang melihat jadi kaget. Seketika itu dia memanggil suster.

" Jangan .. Kumohon. Lepaskan aku!" suara nasya gemetaran. Rangga jadi melongo melihat gadis itu menjadi histeris kembali.

" Dokter maafkan saya! Tapi bersihkan dulu luka itu. Nona ini phobia darah dokter dia akan terus mengigau seperti ini setiap saat kecuali jika di beri penenang. Maafkan kata-kata saya jika seperti mengusir dokter," ucap sang perawat.

" Baiklah ... Tangani dia!" seru rangga kemudian pergi dari sana.

Kemudian pemuda itu pergin ke ruangannya untu mengobati lukanya karena geram pada nasya sehingga dia emosi. Rangga melihat sisi lain lagi drai nasya. Selain dia itu ceroboh dia juga membuat orang lain repot karena phobia dan traumanya. Rangga kesal karena dibuat bingung tidak bisa berbuat apa-apa.

" Bahkan saat aku yang berduka sekalipun kamu masih merepotkanku sya. Tidakkah kamu kasihan padaku yang selalu iba berada di dekatmu," lirih rangga. Hati kecilnya selalu menaruh perhatian pada gadis itu. Tapi logikanya menyalahkannya atas kematian rubi.

Rangga menatap luka yang telah dia perban. Gara-gara luka ini nasya kembali pada traumanya. Dia membuat rangga muak karena menyebutnya dokter cabul.

" Sial!" teriak rangga di ruangannya. suaranya menggema di penjuru ruangan itu.

.

.

Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi kalian yang muslim. Maksihhhh udah mampir di novel ini. Jangan lupa like ya itu adalah bentuk support untuk author. Love you All.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!