Kepergian rangga dan istri di hadapan Nasya membuat gadis itu lunglai. Saat rangga memasuki mobilnya. Dia tak sengaja melihat spion kali ini dia melihat nasya berjalan nampak lesu hingga di bel oleh mobil yang akan lewat.
Tin. Tin. Tin.
Klakson mobil dibunyikan terus oleh sang pengemudi. Nasya pun terlonjak dan buru- buru ke tepi dan melipat tangannya untuk minta maaf. Rangga yang melihat jadi geleng- geleng kepala.
" Gadia idiot itu selalu berulah untuk apa dia ke rumah sakit ini," lirih rangga. Rubi yang sedikit samar-samar mendengar mencoba untuk menegur suaminya.
" Ada apa mas?" tanya rubi. Rangga menggeleng dan melajukan mobilnya dari parkiran rumah sakit.
" Tidak ada. Kita berangkat sekarang," jawab rangga.
Rangga pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya sesekali mencuri pandang. Gadis itu nampak terduduk seperti biasa.
Idiot ini selalu menganggu pikiranku. Batin rangga.
Namun rangga menepisnya. Dia ingin fokus pada rumah tangganya dengan rubi. Penerbangan akan di lakukan pada jam 15.00.
Di sisi lain ...
" Sialan kamu lan. Hiks hiks hiks," tangis nasya pada sahabatnya yang malam ini tidur di rumahnya.
" Ada apa sya?" tanya Dilan dengan tatapan tak mengerti.
" Aku patah hati tahu untung gak patah tulang," rengeknya di hadapan Dilan.
" What? Kamu ini kenapa sya? Marah gak jelas nangis gak jelas. Heran deh aku ke kamu," jawab Dilan dengan kesal.
" Si dokter itu udah punya istri lan cantik lagi. Pupus sudah harapan oneng," jawaban nasya malah membuat tertawa dengan keras.
" Sialan loh neng gue kira apaan udah serius nih aku pasang wajah. Yang bener aja kamu kalau ngomong!" seru Dilan menggeleng. Nasya menatap Dilan.
" Kan kamu yang memberikan aku harapan. Kesal akunya. Malu tahu lan misalnya mereka denger gue suka ama si ganteng," jawab Nasya dengan lesunya.
" Eh anak oneng denger baik-baik. Di kasih harapan itu jangan di telan mentah-mentah. Cermati dulu perlahan aja. Dasar gelo!" seru dilan akhirnya karena kesal. Sedang Nasya membeo tak berkedip.
" Malu banget sama asistennya lan," ucap nasya sambil menutup mata.
" Sekalian tuh pacarin asistennya!" seru dilan sambil tertawa.
Di prancis ...
Sebuah hotel megah nan mewah di persembahksn oleh rangga pada rubi. Istrinya yang kini berada di sampingnya. Rangga memeluk rubi yang sedang menatap pemandangan di balkon hotel.
" Sayang bisakah kita mulai," ucap rangga dengan mencium pundak isterinya serta memeluknya denga mesra. Rubi hanya tersenyum.
" Harus sekarang ya mas?" tanya rubi menggoda rangga.
" Tentu saja ... Aku tidak mau sebuah penolakan," jawab rangga sambil membalikkan badan rubi yang membelakanginya.
" Lalu untuk apa mas masih bertanya?" tanya rubi. Seketika rangga menarik rubi ke dalam dan menguasai istrinya itu. Mereka saling bertukar saliva dengan mesranya. Kali ini rangga mendudukkan rubi di pangkuannya. Serta membuka kancing kemejanya dan menyesap gunung kembar di balik bajunya. Mereka berdua menikmati indahnya negara prancis. Keindahan panaroma negara ini yang berbeda dengan indonesia. Suasana sore hari yang sangat indah. Rubi yang awalnya takut dengan sentuhan rangga saat ini sudah rileks dengan perlakuan rangga. Berbeda dengan sentuhan rangga yang pertama sangatlah kasar.
Sore ini rangga bermain sangat ramah lingkungan. Ups.heheheh. Karena hanya dengan cara ini dia mencoba menghilangkan rasa trauma yang di alami rubi. Gadis itu harus kembali pada asalnya. Rangga tulus padanya, cinta akan datang seiring berjalannya waktu.
" Terima kasih rubi ... " ucap rangga sambil membelai rambut rubi yang kini berada di pelukannya.
" Sama-sama mas," jawab rubi yang membalas pelukan rangga. Kini aroma tubuh rangga dapat ia nikmati tanpa rasa takut sedikitpun.
Rangga yang membelai rambut rubi dan melihat hp-nya yang baru saja menyala. Karena memang baru saja dia aktifkan. Saat ia menggapai hp-nya rubi pun ijin ke kamar mandi. Rangga menggangguk mengiyakan rubi. Dia pun mengecek pesan masuk dari asistennya.
" Dokter tadi ada gadis muda yang mencari anda. Ketika saya tanya kalau mau memeriksa kesehatan datanglah kembali 2 minggu lagi. Tapi dia ingin mengantarkan sebuah kotak makanan. Karena tidak bertemu anda dia memberikan itu pada saya. Maafkan saya ya dokter bekalnya saya makan," pesan dari asistennya membuatnya bingung. Gadis siapa? Kenapa mengantarkan makanan apa aku pesan sesuatu sebelum pergi. Sepertinya tidak.
Apa gadis idiot itu yang mengantarkan sekotak bekal makan siang. Tapi untuk apa? Kami tidak saling mengenal dan juga tadi rupanya dia seperti bersedih. Entahlah. Batin rangga
Dari arah kamar mandi.
" Sayang mandilah sudah ku siapkan setelah sholat kita jalan-jalan malam ya!" seru rubi. Rangga jadi dibuat tersenyum oleh istrinya itu.
" Baiklah sayang sebentar," rangga menaruh ponsel dan segera melenggang ke kamar mandi dengan semangat. Rubi hanya menggelengkan kepalanya.
Keesokan harinya ...
" Sya ... Demi apa loh!?" seru dilan yang mengagetkan nasya saat mengeringkan rambut. Dilan nampak bahagia sekali.
" Apa sih lan pagi-pagi udah berisik?" tanya nasya santai. Patah hatinya bentar doang dasar nasya labil.
" Loh nilai terbaik di semester ini anak oneng," ucap dilan sambil lompat-lompat. Nasya yang dengar sempat melotot karyanya benar-benar di hargai.
" Sumpah loh lan? Demi apaan .... gue bahagia banget lan," jawab nasya kegirangan. Namun itu terhenti saat dia menerima telpon dari kaprodinya.
" Datanglah ke kampus segera, kita lounching produk kamu bersama yang lain!" suara pak Raka menggema di kamarnya.
" Baik pak," jawab nasya kemudian berpelukan dengan sahabatnya.
" Lan gue bahagia banget akhirnya bisa memiliki tranding sendiri untuk butik gue. Makasi lan supportnya. You are is the best friend love you sekebon," ucap nasya saking bahagianya.
" Kita berangkat sekarang bu desainer?" goda dilan. Nasya senyum bahagia.
" Ayooo," jawab nasya.
Mereka pun pergi ke kampus tempat dimana dirinya berkuliah menuntut ilmu demi usahanya. Sesampainya di kampus pagelaran sudah banyak di datangi wartawan.
" Lannn gue gugup," ucap nasya.
" Sya ... Tenang. Jangan malu-maluin. Karena kali ini desain loh terbaik jadi omong di depan jangan ngasal," dilan memgingatkan nasya yang biasanya agak ngawur. Nasya mengangguk dan berjalan menuju ke depan bersama mahasiswi lainnya. Kamera sudah siap dan lounching terbaik gaun mewah di mulai.
Di pranciss ...
" Lihat apa sayang?" tanya rangga.
" Ini mas akhirnya pemilik butik N-Squela akhirnya menjadi desain terbaik yang di akui. Dia masih remaja mas. Aku adalah pelanggannya. Bahan yang digunakan juga bagus. Pemiliknya juga cantik," ujar rubi secara tidak langsung memuji nasya yang sedang di sorot. Rangga yang penasaran berjalan ke arah istrinya. Mata rangga melotot sempurna saat melihat gadis itu.
Idiot. Batinnya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments