GIDR 5

Rangga di buat membeo oleh istrinya saat melihat video live si idiot. Kenal dari mana rubi dengan gadis yang selalu menyusahkannya itu. Rangga mengamati si idiot rupanya dia gadis yang cerdas. Ada satu kalimat yang membuat rangga merasa bahwa kata itu untuknya.

" Terima kasih untuk seseorang di sana. Secara tidak langsung hari ini saya sukses karena bantuan emergency yang dia berikan. Sekian terima kasih," ucap Nasya dalam live video kali ini. Semua yang menyaksikan termasuk istri rangga yang berada di sebelahnya.

" kasih Uplos dong sayang. Sukses tuh dia masih muda lagi," puji rubi. akhirya mau tidak mau dia ikut tepuk tangan seperti orang tidak jelas. Orangnya juga bakal gak tahu.

Selamat idiot. Batin rangga.

Rangga pun segera melakukan aktivitas lainnya karena meskipun dia jauh dari indonesia dia harus tetap melihat diagram keaktifan pegawai ayah. Dia mengamati semuanya sedang rubi istirhat.

Di indonesia ...

" gimana lan?" tanya nasya penuh semangat.

" Okelah ya setidaknya hari ini. Kamu mantap tahu ngomong tadi," jawab Dilan memuji sahabatnya.

" Oh ya kita ke butik yuk lan. Sekarang kan ndak ada jadwal kampus. Kita cari rupiah lagi yuk!" ajak nasya pada sahabatnya. Sahabatnya mengangguk dan langsung pergi mengikutinya.

Mereka pun pergi menuju butik dimana Nasya dibantu Dilan.

Butik yang tak jauh dari kampus ramai di kunjungi oleh orang- orang karena letaknya yang strategis. Selain harganya terjangkau barangnya juga elit. Nasya berupaya memberikan kualitas yang bagus namun harga tak menjulang ke langit.

Sesampainya di butik ...

" Bagaimana mbk hari ini?" tanya nasya pada penjaga butiknya.

" Alhamdulillah mbak nasya laris manis sama kayak mb nasya laris," jawab yang butik sambil nyengir.

" Hah ... Laris? Dari mananya mbak. Mbak ini ada saja-saja. Saya masuk dulu mbk!" seru nasya pada si penjaga toko. Nasya dan Dilan ke ruangan kebesarannya untuk mengecek barang dan keuangan. Saat ini Nasya fokus pada laptopnya dan Dilan cek dokumen yang ada di meja. Mereka berdua cek data saat libur kuliah.

2 minggu begitu berlalu dengan cepat. Nasya hari ini tidak ke kampus karena kurang sehat. Dia memilih berdiam diri di ruang kerjanya. Dilan tadinya mau libur tidak di perbolehkan oleh nasya. Alhasil, hanya ada pegawai nasya saja. Dilan berpesan agar selalu mengecek nasya karena dia sedang sakit.

Beberapa menit kemudian ada sepasang suami istri yang datang ke butik mereka.

" Nasya ada mbak?" tanya pengunjung padanya.

" Ada bu tapi sedang sakit," jawab pengunjung pelan. Khawatir nasya terganggu. pengunjung itu kemudian memilih-milih baju yang akan di pilih namun ...

" Mbak anterin nasya pulang yuk pake motor. Badannya udah gsk bisa di ajak kompromi nih," jawan nasya sambil tertatih-tatih. Suara nasya menarik perhatian salah satu pengunjung.

" Hai ... Sedang kenapa? Kok pucat ... " tanya rubi pada nasya tersenyum ramah padanya.

" Sedang kurang sehat mbak. Silahkan di pilih-pilih ya! Permisi," jawab nasya lalu pergi setelah rubi mengangguk.

Sesampainya di luar badannya terasa nyeri-nyeri dan pusing. Nasya coba berpegangan. Saat nasya sudah hampir kehilangan kesadarannya ada pemuda yang menangkap tubuh mungil nasya yang tak lain adalah Rangga.

" Hai bangun ...!" seru rangga.

Semua orang di dalam keluar termasuk istrinya. Rangga menatap istrinya yang nampak khawatir.

" Mas dia sedang sakit. Mbak kita antar nasya ke rumah sakit!" seru rubi mengajak pegawai nasya ke rumah sakit. Mereka mengangguk ranggapun menggendong nasya yang mungil karena tadi istrinya sudah mengkode.

Mereka semua berangkat ke rumah sakit. Pegawai nasya itu menciba menghubungi seseorang di sana.

" Mas ... Mbak nasya pingsan," ucap pegawainya.

" Saya ke sana sekarang!" jawabnya langsung.

Di sisi lain...

Mbak tadi mbak nasya jatuh pingsan dan di bawah ke rumah sakit seketika dilan ikutan panik. Dia segera menghambur untuk segera bersama nasya.

" Sya ... Kamu kenapa membuatku masuk jika tidak kuat seperti ini?" tanya dilan dalam hatinya.

Dilan terburu-buru untuk ke rumah sakit untuk menemui sahabatnya itu. Ketika di rumah sakit..

" Rangga?!" karena azzam melihat pemuda yang dia kenal di depannya. Rangga tersenyum pada azzam.

" Kok di sini?" tanya rangga pada azzam.

" Adikku masuk ICU ngga," jawab azzam nampak sedih," jawabnya dengan tidak fokus.

" Siapa adikmu zam?" tanya rangga kembali.

" Nasya ngga ... " jawab azzam singkat.

Rangga membeo di tempat jadi semenjak dulu dia tolong adalah adiknya azzam. Kenapa bisa? Mereka benar-benar tak mirip. Jika berjalan berdua pun nampak seperti kekasih.

Rubi nampak khawatir mondar mandir.

" Kok lama ya mas?" tanya rubi bingung.

" Sabarlah sebentar ..." jawab rangga. Azzam menatap mereka berdua.

" Kalian menunggu siapa?" tanya azzam.

" Adikmu zam. Tadi kami berbelanja di butiknya tapi dia pingsan tapi memang demam. Kali ini azzam yang nsmpak dibingungkaN oleh mereka. Nampak dari kejauhan fatimah datang.

" Bagaimana dia zam?" tanya fatimah. Azzam menggeleng. Fatimah menatap rangga.

" Dokter juga menunggu?" tanya fatimah

" Iya," jawabnya singkat padat jelas.

'Idiot kerja boleh tapi tidak boleh di forsir. Rupa-rupanya kamu terlalu bersemengat sejak hari itu,' batin rangga saat menatap ke brankar di dalam.

.

.

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!