GIDR 12

Dalam perjalanan pulang lagi-lagi nasya merutuki kebodohannya. Sekali lagi dokter rangga menikmati tubuh seksinya dengan hanya sekesar memandang dari luar. Mata dokter itu selalu beruntung jika di dekat Nasya. Nasya pun tak berniat memamerkan tubuhnya. Tapi kenapa setiap ada dia pasti ada kejadian yang sial dan membuatnya bodoh.

Sesampainya nasya di rumah ...

" Jas siapa yang kamu kenakan sya?" tanya sang kakak dengan nada sinis. Nasya duduk dan menatap kakaknya.

" Punya dokter rumah sakit itu kak," jawab nasya ambigu karena dokter di rumah sakit banyak.

" Kamu berkencan dengannya?" tanya azzam menyelidiki adiknya.

" No ... Kebetulan saja dia lewat dan melihat bajuku yang membuat mata laki-laki sakit. Jadi dia memberikan jasnya padaku," jawabnya santai sekali.

Azzam mendekati adiknya itu. Dan melihat jasnya. Azzam melirik sahabatnya.

" Sya ini jas mahal ... Kembalikan padanya!" perintah azzam.

" Ya ... Baiklah kakak. Sudah ya nasya mau istirahat mata ini rasanya lengket kak. Assalamualaikum," ucap Nasya sambil berjalan menuju kamarnya.

" Dek ... Mas langsung pulang ya!" seru Azzam.

" Ya ... Hati-hati di jalan kak!" teriak nasya.

Malam ini pun nasya menikmati ranjang empuknya rasanya lelah sekali. Ya rasanya capek tenaga terkuras habis. Alhamdulillah banyak pelanggan dan job. Sahabatnya itu harus sering istirahat saat ini sedang hamil muda. Jadi mungkin nasya akan sedikit lelah.

" Sepertinya Farish berusaha mendekati pemilik butik itu!" seru rangga pada istrinya.

" Ya ... Bagus dong mas. Berarti anak itu ada kemajuan," jawab Rubi dengan senyuman manis.

Rangga terlihat gusar. Dia tahu bahwa farish mencintai rubi bukanlah Nasya. Namun pada dasarnya rubi memang tidak mencintai farish sehingga dia mendukung saja pemuda itu. Dia anggap sudah biasa.

Entah apa yang sebenarnya dipikirkan oleh rangga. Gadis idiot itu sudah menyusahkannya sejak dia masih remaja. Meskipun hanya bertemu beberapa kali tapi nyatanya itu mampu mengusik hati rangga. Gadis itu memiliki khas sendiri untuk menilisik ke dalam hati rangga dan menganggu pikirannya.

" Mas ... Besok belanja perlengkapan baby ya?" tanya rubi pada rangga.

" Baiklah sayang ... Kurang 3 bulan lagi tidak terlalu cepat ya?" tanya rangga memastikan ucapan rubi.

" Buat siap-siap aja sih mas gapapa," jawab rubi kemudian. Rangga pum mengedikkan bahunya.

" Okelah ... Siap laksanakan," jawabnya tanpa ragu sedikit pun. " Bisa Kita tidur sekarang?" tanya rangga pada istrinya. Rubi mengangguk sambil tersenyum.

" Iya mas," jawab rubi.

Rangga memeluk istrinya. Dia bukan ingin menduakan perasaannya. Hanya saja saat ini nertemu dengan Nasya terlalu mengusik hidupnya. Sedangkan cinta kasihnya pada rubi belum sempurna betul. Tapi apapun yang terjadi rubi tetaplah nomor satu bagi dirinya.

Maaf sayang. Jika aku memikirkan perempuan lain. Hati ini sedikit berkhianat tapi pikirianku masih waras betul. Kupastikan semua akan fokus padamu setelah bayi kita lahir. Nasya tak sengaja mampir dalam pikiranku untuk menguji kesetiaanku padamu. Batin rangga saat menatap istrinya.

Dalam kamar lain ...

Nasya tak bisa tidur dia menatap langit-langit rumahnya. Farish kenapa menyuruhnya untuk menghindari rangga. Nasya sibuk memikirkan alasannya. Apa nasya nampak seperti pelakor sampai dia di suruh untuk menghindari kakaknya itu.

" Kurang ajar dokter cabul itu. Di kira aku pelakor apa sampai aku diminta menghindari kakaknya. Yang ada aku juga ogah sama dokter rangga. Tapi dia baik memang aku juga pernah mencintainya karena sahabatku yang resek itu. Aku bahkan tidak bercita-cita menikahi kalian berdua," monolog nasya dalam kamar dengan sangat jengkel. " Dasar laki-laki sialan, Farish!" teriak nasya kesal sekali.

.

.

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!