Hari ini tibalah saat bagi Rangga Azhof menikahi Rubiah Annisa untuk mengikrarkan janji suci mereka. Untuk berkawan sehidup semati bersama. Berbagi suka dan duka serta saling mendukung satu sama lain untuk menggapai keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah bersama.
Pagi ini dekorasi pernikahan diantara mereka sangatlah cantik. Rangga pun nampak tampan dan gagah sedang Rubiah nampak sangat cantik. Kedua sejoli itu memang ditakdirkan untuk saling bersatu sama lain. Meskipun pada awalnya rangga menolak kehadiran rubi namun karena sebuah kecelakaan akhirnya mereka berdua di persatukan dalam ikatan di pagi hari ini.
" Sudah siap nak rangga?" tanya pak penghulu pada rangga.
" Siap pak," jawab rangga dengan mantap. Rubi yang mendengar sangat bahagia.
" Saya Nikahkan/ kawinkah engkau Rangga Azhof Khan dengan Rubiah Annisa Putri binti Reinaldi dengan mas kawin Berlian eberat 500gr dan seperangkat alat sholat di bayar tunai,"
" Saya terima nikah dan kawinnya Rubiah Annisa Putri binti Reinaldi dengan seperangkat mas kawin tersebut di atas di bayar tunai," ucap rangga dengan lancar dan mantap
" Bagaimana saksi sah ..." ujar pak penghulu.
" Sah .... " jawab semua orang yang hadir di pernikahan rangga.
" Barokallahulakuma ...... " di lantunkanlah doa oleh pak penghulu untuk rangga dan rubi. Gadia itu nampak menangis di hadapan Rangga. Pak penghulu mengarahkan agar mereka bertanda tangan dan Rubi mengambil telapak tangan rangga untuk di cium dengan takdzim sedang rangga mencium kening istrinya dengan penuh sayang.
Setelah rangkaian akad nikah selesai mereka pun melanjutkan dengan acara ramah tamah. Semua tamu di persilahkan untuk menikmati hidangan. Rangga duduk bersama mas rahman. Acara hari ini outdoor pengantin pun menemui tamu mereka .
" Mas ... Bagaimana izdi?" tanya rangga di tengah-tengah kebahagiaannya. Rahman menggeleng menandakan belum ada perubahan pada sahabatnya itu.
" Doakan yang terbaik untuk mereka Rangga," jawab rahman sambil menepuk tangan rangga yang masih mengkhawatirkan sahabatnya di dalam kebahagiaannya saat ini.
Nampak dari jauh si cantik Fatimah datang bersama seorang pemuda. Mereka menghampiri rangga dan mas rahman.
" Selamat dokter rangga semoga bahagia selalu," ucap fatimah pada seseorang yang pernah menaruh hati padanya. Rangga pun tersenyum pada fatimah dengan ramah.
" Makasih fatimah ... Ngomong-ngomong siapa di sebelahmu ini?" tanya mas rahman pada fatimah. Azzam pun memperkenalkan dirinya.
" Azzam ... Dokter," jawab azzam sambil menyalami dokter rangga dan dokter rahman. Mereka berempat nampak sangat akrab. Fatimah nampak mencari rubi setelah menemukan rubi.
" Mas ikut? Saya mau ke rubi dulu," ucap fatimah dengan sopan. Ketika mendengar dia begitu lemah lembut pada pemuda di hadapan ini rangga dan rahman ikut tersenyum. Namun azzam menggeleng.
" Saya di sini saja sama mas rahman dan pak rangga. Pergilah ke sana!" seru azzam pada fatimah.
" Baiklah permisi semua," pamit fatimah yang kemudian pergi ke arah rubi. Nampak fatimah menjabat tangan rubi. Mereka bersua nampak tertawa bersama Azzam memperhatikan keduanya dengan seksama.
" Apakah kamu kekasihnya zam?" tanya rangga pada pemuda di hadapannya itu. Azzam menoleh dan tersenyum pada rangga dan rahman.
" Apa aku bisa pak rangga membuatnya mencintaiku? Sedangkan dia sendiri acuh tak acuh pada laki-laki," jawab azzAm yang membuat rangga dan rahman tertawa bersama.
" Tapi dia begitu menghormatimu zam. Mungkin ada yang berbeda pada dirimu," jawab rahman menimpali. Setelah izdi tak ada yang pernah fatimah pacari. Gadis itu hanya berpacaran 1 kali selama perjalanan karirnya.
" Ya zam, aku saja tidak bisa membuatnya jatuh cinta," jawab rangga sambil mengenang saat dia mengejar fatimah. Azzam spontan tertawa geli.
" lah itu pak rangga yang keren jabatan dan harta melimpah saja fatimah tolak. Bagaimana dengan diriku ini," jawab azzam merendah. Seakan-akan dia orang dari kalangan biasa. Padahal dirinya adalah seorang CeO sebuah perusahàan.
Perbincangan kaum adam itu sangatlah terlihat menyenangkan. Rubi dan fatimah saling bertatapan. Mereka berdua sedari tadi menatap dengan tajam.
" Kekasihmu fatimah?" tanya rubi. Fatimah mengedikkan bahunya.
" Entahlah rubi ... Lebih tepatnya dia temanku sih. Aku nyaman aja mengajak dia karena dia tipikal pemuda yang sopan. Jadi aku merasa aman saat bersama dia," jawab fatimah jujur pada rubi. Rubi yang mendengarnya jadi manggut-manggut.
" Cepatlah menyusul kami fatimah," jawab rubi sambil tersenyum. Fatimah jadi membulatkan matanya.
Serangkaian acara pernikahan outdoor yang di gelar rangga-rubi berjalan dengan lancar. Hari ini mereka berdua sudah beristirahat di dalam kamar pengantin yang di siapkan oleh sang mama. Rubi yang masih di kamar mandi tak kunjung kekuar membuat rangga menunggu di luar tidak jelas.
" Rubi ... Why? Lama banget sih di kamar mandi?" tanya rangga di depan pintu kamar mandi. Tak berselang lama rubi keluar. Rangga sudah menatap tajan ke arah istrinya.
"Apa? Keapa tatapannya tidak enak begitu," tanya rubi. Rangga melihat istrinya dari bawah sampai atas.
" Ternyata istriku ini seksi yah," ucap rangga mulai nakal. Rubi membolakan matanya. Rangga kini mulai berani menggoda dirinya.
" Kamu ini ya. Minggir aku mau lewat rangga," ucap rubi mendorong rangga. Saat ini dia sedang tidak ingin berhadapan dengan rangga. Malu sangat malu. Rangga malah menarik rubi ke dalam pelukannya.
" Kita ulangi ya," bisik rangga yang membuat rubi begidik ngeri pada kejadian lalu.
" Rangga no .. Pasti sangat sakit. Aku takut malam itu masih terngiang-ngiang di bayanganku," jawab rubi jujur dia masih takut rangga melakukannya dengan sangat kasar.
" Rubi ... Maafkan aku. Kali ini aku sedang tidak di pengaruhi alkohol pasti aku melakukannya dengan hati-hati. Percayalah padaku ku mohon. Kemarin memang salahku," jawab rangga menyesal sudah melukai harga diri istrinya.
Rubi pun memberanikan diri membalas pelukan rangga yang sangat hangat baginya. Rubi mungkin bukan gadis yang di cintai rangga. Tapi pemuda yang kini jadi suaminya itu sudah berupaya membuktikan bahwa dia bukan pria brengsek pada umumnya. Dia masih punya etika untuk berbuat baik pada perempuan yang sudah dia lecehkan.
" Mandilah rangga," jawab rubi pada akhirnya. Rangga pun secara spontam mencium pipi istrinya dan berlari ke kamar mandi. Rubi hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan rangga.
" Dia dulu begitu tidak sukanya pada diriku ini. Saat ini Allah malah membuatnya menikahiku," monolog rubi saat rangga sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Rubi dan Rangga adalah pasangan yang di nikahkan karena sebuah kecelakaan. Rangga saat itu yang sedang patah hati membuat dirinya memasuki area terlarang dan meminum minuman penuh laknat itu. Sehingga membuatnya hilang kesadaran. Di saat dia kehilangan kestabilan pada dirinya Rubi datang untuk mengoloknya. Rubi melakukan itu bukan tanpa dasar ia merasa hina karena penolakan rangga. Sehingga terjadilah pelecehan itu pada rubi yang di lakukan rangga. Rubi yang trauma membuat rangga menjadi merasa bersalah. Sehingga rangga berupaya supaya rubi mau menikah dengannya.
" Aku tidak boleh mengingat kejadian itu lagi. Saat ini rangga sudah menjadi suamiku trauma ini harus di sembuhkan," ucap rubi.
.
.
.
Boom like ya, giftnya, Votenya.
Kisah rangga baru di mulai inii......
Visual dokter rangga versi author ya, tapi kalian boleh bayangin siapa saja sesuka hati yak heheheh.s
Visual dokter Rubi ya ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments