Rangga yang mendengar Nasya di rawat. Dia segera berkunjung ke bangsalnya. Dia berharap kali ini hatinya tidak kembali di luluhkan oelh gadis idiot itu. Gadis yang paling ceroboh dalam perjalanan hidup rangga. Sesampainya rangga di ruangan Nasya.
" Pagi dokter!" seru suster yang menjaganya.
" Pagi," jawab rangga. Nasya tidak menatap ke arah rangga dia memunggungi pintu masuk. Dia pun tak merespon siapapun yang masuk ke ruangannya.
" Bagaimana keadaannya?" tanya rangga menyelidiki keadaan nasya. Ada rasa khawatir dalam hatinya namun dia menepisnya dalam-dalam.
" Masih belum stabil dokter. Nona nasya juga belum mau berkomunikasi dengan siapapun," jawab sang suster. Rangga mendekati brankar milik nasya. Tetapi dia berhenti saat sang pemilik suara mengatakan sesuatu.
" Jangan mendekat kemari. Aku sedang ingin sendiri. Siapapun di sana maafkan aku," jawab nasya dengan nada serak seperti orang habis menangis berkepanjangan.
" Sus?" tanya rangga.
" Dia sering menangis dokter. Berhenti sebentar karena lelah. Kakak laki-lakinya saja tidak boleh mendekat," jawab sang suster. Rangga paham dan mengangguk.
" Baiklah," jawab rangga kemudian keluar dari ruangan. Saat dia keluar berpapasan dengan fatimah.
" Rangga?" sapa fatimah sambil bertanya.
" Bilang pada kakaknya aku akan menikahi Nasya semua untuk kesembuhannya," jawab rangga dengan dingin.
" Tapi ... Ngga," ucap fatimah.
" Dia trauma karena keluargaku maka aku harus membantunya rapi dengan syarat dia harus halal saat tinggal di rumahku. Sampaikan pada azzam!" seru rangga kemudian pergi.
Saat rangga pergi fatimah menatap punggung pemuda itu. Dia melihat banyak perubahan pada diri rangga semenjak menikah dengan rubi dan kehilangan sahabatnya. Tak berselang lama terlihat azzam yang berjalan mendekat ke arahnya.
" Ada apa?" tanya azzam.
" Rangga meminta untuk menikahi adikmu," jawab fatimah mengambang. Rahang azzam mengeras. Dia tidak mungkin menikahkan nasya dengan rangga dalam keadaan pemuda itu dalam keadaan berduka. Ia khawatir dampaknya kurang baik bagi adiknya.
" Tidak mungkin aku menikahkan mereka fatimah," jawab azzam dengan cepat.
" Semua terserah padamu mas. Cobalah konsultasi dengan dokter nasya," jawab fatimah mengowoh gak jelas. Dia pergi dari hadapan azzam dengan tatapan yang bingung. Dia yang mendengar ucapan rangga tadi benar-benar tidak habis pikir. Baru beberapa waktu lalu dia mengatakan bahwa nasya harus bertanggung jawab atas istrinya saat ini dia malah meminta untuk menikahi nasya dengan alasan kesembuhannya.
" Pusing sekali aku mencerna masalah rangga dan Nasya. Permasalahan yang kompleks. Tapi jodoh tidak ada yang tahu. Siapa tahu ini jalan mereka untuk bersatu," batin fatimah sambil mengelus dada.
Azzam nampak bingung dan mondar mandir dengan memikirkan ucapan fatimah tadi. Saat ini adalah jam kunjung dokter nasya dia akan mencoba mempertanyakan perihal kesembuhan adiknya.
Beberapa saat kemudian ...
Azzam melihat dokter nasya berjalan menuju ke bangsalnya. azzam mengajaknya mengobrol beberapa saat.
" Dokter apakah harus menikah dengan keluarga yang membuatnya depresi atau penyebab traumanya?" salah satu pertanyaan azAm itu lolos dengan sempurna.
" Tidak harus menikah pak. Tapi tingkat kesembuhannya akan lebih optimal jika nasya mau berinteraksi dengan penyebabnya seperti ini. Baiklah saya cek kondisi nasya!" pamit dokter. Azzam pun tersenyum padanya.
Azzam dibuat bingung dokter memang tak menyarankan sebuah pernikahan tapi menyarankan jika interaksi lebih banyak maka tingkat kesembuhannya lebih besar. Tapi rangga tak menginginkan dekat jika hubungan ini tidak halal. Azzam benar-benar dibuat dilema olehnya.
" Benar-benar menyebalkan. Mana mungkin aku menyerahkan adikku padanya yang jelas-jelas saat ini dia sangat membenci adikku," gerutu azzam yang tak memiliki jalan keluar.
Fatimah menelponnya ...
" Mas ... Cobalah percayalah pada takdir. Mungkin saja Allah mendekat mereka dengan cara ini. Tolonglah sholat istikharah dan doakan terbaik untuk adikmu. Akupun tak memiliki jawaban lain saat ini," ucap fatimah.
" Syukron ... Sudah membantu kami," jawab azzAm.
Saat ini adiknya tak bisa diajak interaksi oleh siapapun. Tapi mana mungkin dia akan menikahkannya dalam keadaan seperti ini. Bahkan ini sangatlah tidak etis. Nasya sakit malah dinikahkan. Keterlaluan pilihan yang sulit namun harus dilakukan.
.
.
Likeeeeeeee.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments