nuansa rumah sakit yang tidak mengenakkan serta mencekam. Bau obat-obatan yang menjadi ciri khas. Menjadikan kakak nasya yang saat ini menjadi wali nasya satu-satunya. Nasya yang terlalu sibuk dengan karirnya terkadang melupakan bahwa dia butuh vitamin untuk tubuhnya.
" Sayang jangan mondar mandir gini!" seru rangga pada istrinya.
" Kasihan mas tadi pucat banget. Biasanya juga ceria gitu," jawabnya sedih. Rangga bingung kenapa biasanya apa mereka dekat sekali.
" Kamu sangat dekat dengannya?" tanya rangga.
" Nggak sih mas aku ikutin IG dan akun-akun sosmednya. Dia anaknya hamble aku juga like," jawab istrinya membuat rangga menghela nafas tidak jelas.
Ya elah istri gue ini ternyata gini amat yak. Batin rangga.
Mereka pun menunggu kabar dari dokter yang menangani nasya. Ketika dokter keluar ruangan azzam langsung berlari ke arahnya.
" Bagaimana dokter?" tanya azzam dengan panik.
" Dia kekurangan cairan pak. Agaknya jika bekerja mohon diperhatikan sudah mengambil asupan yang cukup atau tidak. Jika tidak terpenuhi asupan gizinya dia akan kembali tumbang," ujar sang dokter. Azzam mengangguk paham pada apa yang di ucapkan oleh dokter.
Saat mendengar penuturan dokter rubi dan rangga yang plong akhirnya memutuskan untuk berpamitan pulang.
" Zam ... Kami pulang ya? Rubi harus istirahat karena dia sedang hamil," ucap rangga. Azzam mengangguk sambil tersenyum.
" Makasih ngga ... Dokter rubi terima kasih sudah menolong adik saya," ucap azzAm pada keduanya.
" Sama-sama. Assalamualaikum ..." ucap rangga
" Waalaikumsalam ... "
Mereka pun beranjak pergi dan keluar dari pelataran rumah sakit. Dalam perjalanan pulang istrinya bercerta tentang Nasya terus menerus.
" Sayang ... Sudah dong cerita nasya-nya. Kamu mau membuatku tertarik padanya? Hmmm? Katakan .. " ucap rangga yang spontan membuat gadis itu menggeleng sempurna. Sebaik baik nasya dia tidak ingin nasya mengambil suaminya.
" Janganlah mas ... Kan hanya kagum," jawabnya manja.
" Jika kagum padanya jangan menceritakannya padaku. Simpanlah sendiri hati orang siapa yang tahu ke depannya sayang. Jagalah hati suamimu ini," jawab Rangga mengingatkan istrinya. Tiba-tiba saja Rubi meneteskan air matanya.
" Loh kok nangis sih sayang?" tanya rangga pada istrinya. Pengen mewek aja sih kayaknya si cantik rubi.
" Mas .. Hatiku insicure nih mas. Jangan ngomong gitu dong ah. Nyesek nih akunya," manja rubi padanya. Rangga tersenyum dan mengecup kening istrinya.
" Sayang ... Apapun itu kamu adalah milikku begitu pun sebalinya," jawab rangga sambil tersenyum.
Di rumah sakit ...
Azzam menatap adiknya yang terlihat pucat pasi namun masih meneduhkan. Dia menatap adiknya yang dulu masih bermanja ria sekarang melihat dia sudah dewasa.
" Dek ... Jagalah kesehatanmu jangan terlalu di forsir. Kakak tidak melarangmu bekerja tapi ingatlah kesehatan. Menikahlah jika perlu sya!" lirih azzam pada adiknya itu.
Tak berselang lama fatimah datang menghampiri. Dia nampak membawa sesuatu ke arah azzam.
" Sayang mandilah dulu setelah itu makan malam bersama! Maaf ya seharian tidak langsung ke sini tadi pasiennya banyak sekali," ucap fatimah nampak lelah. Azzam tersenyum bahagia. Dalam keadaan lelah pujaam hatinya masih memperhatikan kebutuhannya.
" Makasih sayang ... " jawab azzam yang kemudian memeluk dan mencium kening istrinya. Kemudian berlalu ke kamar mandi. Fatimah kemudian menengok adiknya yang sedang berbaring. Dia mengecek suhu tubuh adiknya yang sudah normal. Fatimah mengistihatkan tubuhnya sebentar. Baru beberapa menit dia menutup mata terdengar suara lirih adiknya itu memanggil kakak. Fatimah segera terjaga.
" Ada apa nasya?" tanya fatimah mendekat ke arah adiknya.
" Kak ... Nasya pulang ya. Nasya gak betah di sini," jawab nasya sangat manja.
" Sya ... Kamu harus di sini dulu. Besok ada dokter piket coba nasya tanyakan boleh rawat jalan gak," jawab kakaknya dengan bijak.
Dengan itu bersamaan si azzam keluar dari kamar mandi dengan aroma bunga yang wangi sekali. Dia sudah terlihat segar daripada sebelumnya.
" Mas ... dokter yang menangani nasya siapa?" tanya fatimah sambil menoleh ke arah suaminya. Azzam pun menjawab sambil mencoba mengingat-ingat.
" Siapa ya? Dokter faris mungkin ... "
Dr. Farish Nur Adriansyah adalah dokter umum terbaik rumah sakit medika. Piawainya dia menangani pasien membuat siapa yang dia tangani lrkas sembuh. Wajahnya yang teduh, tampan sikap ramah sudah tersematkan dalam jati dirinya.
" Oh ... Dokter tampan itu. Harusnya kamu betah sih sya. Biar kalian berjodoh," jawab fatimah dengan santainya.
Azzam yamg mendengar jadi mengoh. Ini istrinya bilang tampan pada orang lain. Bahaya meskipun dia menjodohkan ke nasya tapi tampannya itu. Awas ya fatimah kira-kira itu yang ada di benak azAm guys. Hihihi.
" Kakak ... Ini orang sakit malah di tawari dokter tampan," protes nasya.
" biar kamu ada yang jaga sya ... Kamu ini sudah waktunya memikirkan pasangan loh," ucap fatimah tanpa sungkan lagi. Nasya hanya tersenyum kecut.
Selama ini nasya memang tidak pernah memikirkan hal itu akrena dia malas. Dia lebih suka dalam karirnya. Dia menganggap semua laki-laki sama. Tidak ada gairah untuk menjalin sebuah hubungan yang memiliki komitmen bersama.
Azzam yang melihat kakak-adik itu jadi tersenyum getir. Karena nasya memang dalam pengawasannya tapi dia juga tidak memikirkan ke arah itu karena dia menganggap nasya masih kecil saja.
" Sya ... Kakakmu benar. Tapi jika kamu sudah punya bawa saja ke rumah kenalkan pada kami," ucap azzam ikut-ikutan kak fatimah.
" Kakak apa sih ... Mana ada nasya yang kayak gituan. Aseli males kak. Bisnis nasya lagi asik-asiknya nih. Banyak proyek dilan saja sampai ku kirim ke luar negeri bersama suaminya.
" Lah ituuu dilan aja udah nikah dek," ucap azzam menekankan kata-kata menikah. Namun nasya menghela nafas panjang tanpa menjawab lagi.
Sebenarnya bukan dia tidak ingin menikah tapi masih belum tertarik saja.
" Farish ... Setampan apa sih pemuda itu sehingga kakak memujinya di hadapan mas azzam.
Saat malam datang ...
" Ehmmmmm . Ehmmmm. Tadi ada yang muji cowok nih. Kayaknya tampan banget sih itu dokter ya daripada sama suaminya," ujar azzam mengejek istrinya.
" Ya elah masku tersayang ... itu adalah kunci jitu untuk membuat adikmu tertarik. Heran aku padanya apa tidak ada laki-laki yang dia sukai seblumnya. Padahal dia gadis sukses ceria cantik kaya," panjang lebar yang fatimah bicarakab.
" Stopped ... Sayangku. Hanya aku yang boleh menilai calon suami adikku," jawab azzam.
" Apa iya? Okelah silahkan. Aku mau piket!" seru fatimah kesal pada suaminya itu. Azzam mencegahnya.
" Kok piket sih?" tanya azzam.
" Aku malas sama kamu mas," jawab fatimah malas sekali jika memonopoli adiknya yang sudah dewasa itu.
" Maaf deh ... Duduk lagi ya! Please. Aku tahu kamu bohong jika hari ini piket," ucap azzam.
" emang ... " fatimah malas dengan suaminya. Tapi pura-pura.
" Ehmmmm ... Dasar. Pasti bercanda ini!" seru azzam. Sedang fatimah sudah tertawa.
.
.
Likeeè
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
sharvik
q rs tdk trlalu nyambung bc crta in psing q . .bgmn jln crta y in . .tp ttp pengen baca hahah
2025-01-18
0