Beberapa saat seusai rangga marah-marah pada dirinya yang tak konsisten itu. Sang asisten mengetuk pintu ruang kerjanya.
" Masuk!" seru rangga padanya.
" Dokter ... Nona Nasya sudah diberikan obat penenang. Saat ini sudah tidur," ucapnya.
" Baiklah. Terima kasih," jawab Reyhan setenang mungkin. Rasanya hati ini harus di kasih seminar biar berjalan sesuai dengan keadaan. Kenapa harmti rangga dan pikirannya seperti jalan-jalan sendiri. Benar-benar tak singkron.
" Sebenarnya kamu menggunakan pikat apa padaku nasya? Kamu selalu menganggu hatiku," lirih rangga dengan kesal.
Tapi bukan rangga jika dia tak menaruh perhatiaan pada nasya sejak gadis itu masih muda. Tak ada yang tahu jalinan hati mereka semenjak nasya masih kuliah. Rangga memang sempat terpikat padanya pada pertemuan pertama sebelum dia menikahi rubi. Ya, lekuk tubuh nasya yang dapat di tembus oleh rangga tapi pemuda itu membantu nasya untuk mengganti pakaian. Semenjak itulah rangga hidupnya selalu terkontaminasi dengan si cantik Nasya. Hingga saat pertemuan saat ini gadis itu tak kunjung menikah.
Kekhawatiran rangga selalu saja menjadi boomerang pada kehidupan rumah tangganya. Di saat dia menjauh tapi rubi malah mendekatkan mereka karena istrinya itu pelangga tetap butik nasya. Rangga selalu saja merasa di dekatkan oleh takdirnya.
Sesampainya di depan ruangan VIP nasya ...
" Kaki ini melangkah kemari untuk apa? Bukannya tadi sudah kemari. Hah," kesal rangga sambil mengacak-acak rambutnya. Tapi dia masuk saja untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.
Rangga mendekat pada nasyayang sedang tertidur pulas.
" Sebenarnya ada apa denganmu di masa lalu. Kenapa harus terlalu takut seperti tadi? Aku hanya marah pada diriku sendiri idiot. Kamu benar-benar sukses membuatku menjadi orang lain saat bersamamu seperti ini," keluh rangga sambil menatap nasa dengan lekat. Ketika rangga merasa ada yang membuka pintu dia berpura-pura membenahi infus nasya dan mengecek kondisinya.
" Dokter kamu sedang di sini!" seru fatimah. Rangga menoleh pada arah suara.
" Tadi dia kembali takut saat melihat tanganku terluka," jawab rangga menyatakan bahwa alasannya datang untuk memastikan.
" Iya aku mendengarnya. Maka aku datang kemari," jawab fatimah.
" Sebenarnya apa yang dia alami sampai melihat darah saja setakut itu. Phobia ini tidak wajar. Dia bilang jangan sakiti dan sebagainya. Seperti terkungkung dalam satu waktu yang menakutkan," ucap dokter rangga panjang lebar. Fatimah mengulas senyum pemuda itu tampak seperti mulai memprediksi keluhan nasya selama ini.
" Saya tidak begitu paham dok. Hanya saja kakaknya mengatakan bahwa dia pernah di sekap oleh seseorang," jawab fatimah sekilas. Karena dia memang bukan dokter yang menangani kasus nasya.
Nampak rangga menyembunyikan tangannya di balik punggungnya. Dia mengepalkan tangannya karena merasa marah terhadap hal yang terjadi pada nasya.
" Baiklah ... Aku permisi!" pamit rangga dengan rasa kesal di hatinya secara tiba-tiba. Fatimah mengangguk sambil tersenyum.
Rangga keluar dari ruangan itu dengan muka dinginnya. Farish melihat raut wajah rangga menelisik kakaknya itu. Ada apa dengan wajahnya itu. Tidak biasanya dia tidak humble di area rumah sakit.
Sementara ini hubungan farish dan Rangga kurang baik perihal kematian Rubi. Farish yang notabene-nya memang mencintai rubi dan cinta itu bertepuk sebelah tangan membuatnya merelakan rubi menikah dengan kakaknya yang tak pernah mencintai rubi. Pernikahan itu terjadi karena sebuah kecelakaan.
" Setidaknya seperti ini lebih baik untuk sementara waktu untuk kita kak," lirih farish dari kejauhan menatap kakaknya yang begitu dia banggakan. Rangga adalah kebanggan farish karena sikapnya yang baik meskipun dari keluarga berada. Namun saat ini farish sedang ingin menyendiri dan memahami keadaan.
...****************...
Aku bahkan tidak paham kenapa permasalahanmu lebih completed dari pada diriku. Aku merasa iba merasa kasihan merasa jiwaku terganggu oleh keadaan. Sebenarnya apa yang sedang kamu alami idiot. Kenapa jadi seperti ini? Aku ini sedang ingin marah padamu. Karena keberadaanmu membuat putriku di tinggal ibunya. Batin Rangga sambil dlosor si ruangan kerjanya. Seakan-akan dirinya sudah tak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri.
Alhamdulillah sudah uppp.... Jangan lupa dukung karya author dengan berbagai cara ya! Hihihi mkasihhhhh banyak readers.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments