Kemesraan rangga berlangsung sangat lama. Namun di tengah-tengah kemesraan itu wajah nasya selalu hadir dalam benak rangga. Kebodohan-kebodohan gadis itu muncul dalam benaknya terkadang membuatnya tertawa geli dengan sendirinya.
Di butik nasya...
" Kenapa loh sya? Lamun aja udah usia 20 bu gak nikah beneran," ujar sahabatnya dari semenjak SMA itu.
" Tahu gak sih lan ... Semenjak loh bikin gue naksir ke tuh dokter perasaan gue ambyar tau gak sih ke semua pria. Bodoh gak tuh, padahal gue gak bego-bego banget jadi perempuan. Kalau gue bodoh dan bego otomatis saat ini gue masih kuliah dong. Loh aja yang usianya 25 bisa jadi temen gue," cecar nasya pada sahabatnya itu.
" Gila sya ... Loh nyalain gue beb?" tanya sahabatnya dengan kesal.
" Bukan nyalahin sih. Cuman gue heran aja kenapa gue serasa jadi orang idiot hanya karena kebetulan dokter itu yang selalu jadi penyelamat. Padahal loh tahu sendiri itu dokter punya istri cantik," jawab nasya dengan nafas yang lengang seperti ada beban di hatinya.
" Sama aja beb ... Udah deh beb move on aja. Ada tuh dokter satunya siapa sih yang sering ngapelin loh lupa gue namanya," ucap sahabatnya dengan memikirkan sesuatu yang ada di benaknya.
" Dokter bego males gue sebut namanya," jawab nasya dengan kasar.
" Farish ... Ya dia sya. Dia juga tampan loh sya. Coba dulu deh sama dia," ucap sahabatnya dengan semangat.
" lupakan! Gue malas," jawab nasya yang kemudian akan menutup butiknya.
Akan tetapi tiba-tiba tangan seseorang menghalanginya.
" Lagi ngomongin aku ya?" tanya farish di balik pintu yang tertutup separuh. Nasya mencoba melepaskan tangannya.
" Lepasin gak? Main pegang-pegang aja gak jelas amat sih," bentak nasya. Farish langsung melepas tangannya.
" Oke sorry sya ... " jawab farish dengan mengangkat kedua alisnya.
Farish mendekati nasya yang terlihat ogah-ogahan. Sedangkan sahabatnya ijin pulang duluan. Dia ingin memberikan sahabatnya itu waktu luang. Nampak farish juga menyukainya.
" Ngapain ke sini dokter? Bukankah kita tidak berkepentingan lagi. Berhentilah berupaya untuk menemuiku. Katakan saja maksudmu mendekatiku," ujar nasya gamblang tanpa rasa sungkan sekalipun. Farish tersenyum miring saat nasya paham akan maksud dan tujuan mendekati dirinya.
" Nona Nasya sebenarnya kamu tidak jelek bahkan sangat cantik. Hanya saja kamu menanggapi segala sesuatunya dengan naif," ucap dokter farish dengan sinis.
" Jangan berbelit-belit langsung saja katakan tujuan anda," jawab nasya dengan sinis pula.
" Jauhilah kakakku rangga. Jangan membuatnya mengabaikan istrinya," ujar farish yang membuat nasya terkejut.
" Apa? Maksud anda menyuruh saya menjauhi kakak anda apa? Saya tidak memiliki hubungan apapun dengannya," jawab nasya menatap intens ke arah farish. Farish yang mendengar jadi tertawa.
" Tapi kalian sering bertemu. Tatapan kakakku pun berbeda padamu," jawab dokter farish.
" Anda jika mengkhayal jangan di sini pergilah jauh-jauh. Saya memang bodoh dalam hal berdekatan dengan pria. Tapi saya juga tidak selera untuk merebut suami orang. Keluarlah pintunya di sebelah sana!" seru nasya tanpa menatap farish. Dia kemudian menghampiri nasya dan berbisik di telinga nasya.
" Jika kamu tak menjauhi kakakku maka bersiaplah menikah dan hidup bersamaku selamanya," ujarnya tersenyum smirk.
" Dasar dokter sinting! Bawa kakakmu dan istrinya dari kehidupanku. Aku kesal dengan kehadiran kalian semua. Keluar sekarang jangan membuatku terlihat bodoh di hadapanmu," ujar nasya sudah kesal di ubun-ubun. Farish pun keluar dari butik. Saat nasya menutup butiknya. Mobil rangga yang melewati kawasan itu terhenti semenjak melihat mobil farish terparkir di sana.
" Idiot ... Kenapa dia kemari?" tanya rangga secara tiba-tiba yang membuat wardah terlonjak kaget.
" Astaga ... ( memegang dada), kalian ini sama-sama membuatku seperti orang bodoh. Yang satu mengatakan bahwa aku harus menjauhi kakaknya yang satunya lagi tiba-tiba muncul seperti setan tak di undang. Minggir gak pak aku mau pulang! Bisa-bisa tingkat kewarasanku berkurang," omel nasya dengan tanpa menatap ke arah rangga. Sedangkan rangga hanya menganga tidak jelas.
" Idiot .... sadar gak kamu saat ini seperti apa?" tanya rangga pada nasya dengan tatapan nakal. Nasya tak menjawab. Namun menatap orang di hadapannya.
" Seksi sekali gak salah pake baju kan?" tanya rangga yang membuat nasya kaget sekaget-kagetnya. Dia terlonjak dan berusaha membuka pintu mobil dengan cepat namun karena terburu-buru kunci mobilnya terjatuh. rasanya malau sekali. Tadi seusai farish keluar dia ke kamar mandi dan melepas baju outernya tapi lupa mengenakan kembali.
Rangga kemudian berinisiatif melepaskan jasnya dan membukakan pintu mobil nasya.
" Masuklah ... Lain kali tolong sikap cerobohnya di kurangi. Ini tempat umum jika kamu tak memakai luaran kayak tadi lelaki pasti tergiur. Permisi! Jasnya untukmu saja," pamit rangga yang kemudian pergi. Rangga hanya menggelengkan kepalanya. Selalu saja ada hal yang aneh saat mereka bertemu.
" Kenapa selalu kebetulan seperti ini? Pak dokter ini kenapa selalu membuatku terlihat bodoh saat bersamanya," batin nasya yang ingin berteriak. Dia malu pake banget saat rangga menatap siluet tubuhnya.
Malu banget! Teriak nasya dalam mobilnya.
" Dia selalu seperti itu memamerkan bentuk tubuhnya secara tidak sengaja. Apaan itu mah memguntungkan mata pria hidung belang. Tadi farish ngapain mengatakan itu apda nasya. Anak itu benar-benar di luar akal," omel rangga dalam perjalanan pulang.
.
.
Like yaaaa jangan lupa gift dan votenya sayang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments