Membuka luka lama.

"Anak Om Danis bukanya masih sokolah SMK Pi?" tanya Bima akhirnya penasaran juga. Bima pernah bertemu Gayatri saat masih SD dulu, selebihnya Daniswara mengajak pindah keluarganya ke kota lain.

"Ya, tapi setelah lulus nanti kalian harus segera menikah," papi Ganendra menekankan.

"Cek! Papi... masa aku dipaksa menikah sama anak ingusan! Memang tidak ada wanita lain di dunia ini, lagian... memang anaknya Om Danis nggak kuliah dulu," dengan berbagai alasan Bima menolak.

"Anak Daniswara itu sudah 18 tahun Bim, setelah lulus nanti kami sudah sepakat akan menikahkan kalian, masalah kuliah... Daniswara tetap akan melanjutkan pendidikan putrinya, tapi kan tidak ada salahnya kuliah setelah menikah" bantah Ganendra.

"Sebaiknya dalam waktu dekat memang kita harus mengadakan pertemuan Pi, supaya Bima dan anak Banuwati saling kenal dulu," usul mami Seruni.

"Ide yang bagus Mi," jawab Ganendra.

"Terserah Papi sama Mami saja, aku ke kamar dulu Mi, Pi," sahut Bima tidak ingin berdebat. Bima menapaki anak tangga dengan lesu, selama ini ia belum pernah mencintai wanita. Namun setelah ada gadis yang mengisi ruang hatinya ternyata hanya mimpi belaka. Mungkin ia dengan gadis misterius itu belum berjodoh, Bima kini menyerah.

*********

Di rumah Daneswara pun, saat ini sedang membicarakan masalah perjodohan itu. "Nggak mau! Aku nggak mau dijodohkan sama anak teman Papa itu. Enak saja!" Gayatri melawan kedua orang tuanya. Dulu Gayatri bertemu Bima ketika Bima masih SMP anak jahil dan nyebelin menurut Gayatri kala itu.

"Kapan-kapan... Papa pertemukan kamu dengan Dia dulu Ratri, kamu pasti tidak akan menolak" papa Daniswara yakin begitu bertemu Bima putrinya akan jatuh cinta, wanita mana yang akan menolak pria seperti Bima.

"Minumnya Non" Ningrum membawa wedang jahe hangat permintaan Banuwati. Meletakkan minuman satu persatu di depan bos nya.

Pyuk!

"Aaahhh..." jerik Gayatri, ketika Ningrum meletakan minuman di depan nona mudanya, air jahe muncrat mengenai lengan Gayatri. Padahal hanya sedikit tetapi Ratri berlebihan.

"Maaf Non, Maaf" Ningrum mengusap-usap lengan Gayatri.

"Aaahhh lepas! Jangan sentuh saya dengan tangan kotormu itu!" sinis Ratri.

"Ratri..." Banuwati memberi kode.

"Stop Non! Bukankah saya sudah memperingatkan, jangan pernah menghina Mak saya!" Gendis yang diam sejak tadi mendekati Ratri, tidak terima jika ibunya dihina.

"Apa yang akan kamu lakukan pada putri saya? Gendis?!" Banuwati tidak ingin jika Gendis meladeni putrinya.

Daneswara bergeming, masih posisi duduk menumpangkan lutut.

"Plak!"

Satu tamparan mendarat di pipi mulus Gendis. Semua yang berada di tempat itu tercengang, karena yang melakukan pada Gendis justeru Ningrum. "Mamak sudah bilang dari kemarin kan... jangan ikut campur!" Ningrum menatap tajam mata Gendis.

"Maaf Mak" Gendis menatap ibu yang telah melahirkan sendu.

"Apa yang kamu lakukan Ningrum?! Kasar sekali kamu dengan darah daging kamu sendiri?!" Banuwati tidak ingin Gendis berbuat kasar pada Gayatri, bukan berarti membiarkan Ningrum berbuat semena-mena kepada Gendis.

"Berhenti!" bentak Daniswara, menghentikan perdebatan.

Ningrum menarik tangan Gendis menyingkir dari tempat itu.

Sementara Gayatri menghentakan kaki berniat ke kamar.

"Tunggu!" Banuwati menghentikan langah Gayatri. "Mama kecewa sama kamu Ratri, sudah berapa kali Mama katakan, jangan pernah melawan orang yang lebih tua," Banuwati merasa kesal.

"Aah... kenapa semua membela pembantu itu," sungut Ratri, kemudian benar-benar ke kamar menutup pintu dengan kencang.

Banuwati menjatuhkan bokongnya di kursi dengan kasar. "Mengapa putri kita sulit sekali di nasehat, Pa?" lirih Banuwati, meremas dagunya gusar.

"Sudahlah Ma..." Daniswara memeluk pundak istrinya. Daniswara bingung, mengapa sifat putrinya berbeda dengan istri nya yang lemah lembut itu.

"Aku ke kamar dulu Pa" Banuwati melepas pelukan suaminya, saat ini ia ingin sendiri.

"Ya sudah... kamu istirahat," titah Daniswara. Banuwati pun ke kamar lebih dulu.

Hanya tinggal Daniswara di tempat itu, ia menarik napas panjang. Sebenarnya yang membuat sikap Gendis menjadi kasar karena mama Ajeng. Selama ini setiap Danis maupun Banuwati menasehat Ratri. Mama Ajeng selalu membela Ratri entah salah maupun benar. Ratri pun tumbuh menjadi gadis manja dan selalu membangkang.

Daniswara pun beranjak bermaksud menyusul sang istri, tetapi melihat bayangan orang di dapur, Daniswara berjalan perlahan, menuju tempat tersebut. Mata elangnya menangkap wanita yang sedang bersandar di kitchen set sambil memegang gelas.

"Ningrum" suara bariton mengejutkan Ningrum. Ningrum menoleh sekilas kemudian melengos.

Tak" Ia letakkan gelas di wastavel lalu beranjak, tanpa berniat menjawab panggilan pria yang sudah merusak masa depan nya.

"Tunggu Ningrum" Danis menahan lengan Ningrum. Dengan cepat Ningrum menghempaskan tangan pria yang sudah menghancurkan hidupnya.

"Tuan Daniswara! Sebaiknya Anda susul istri Anda, saya kira tidak pantas pria beristri menemui pembantunya di tengah malam!" Ningrum bicara tanpa menatap pria yang ia benci seumur hidup nya.

"Sekarang katakan Rum, Gendis itu anak saya kan?" Daniswara berdiri di depan Ningrum. Namun Ningrum menatap ke samping menghindari mata Daniswara.

"Bukan!" jawab Ningrum cepat melirik sekilas ke arah Danis dengan tatapan yang dipenuhi dendam.

"Jangan bohong Rum, ketika saya menatap Gendis, seperti melihat bayangan saya sendiri," Daniswara penuh keyakinan.

"Jujur Rum, saya tidak terima setiap kamu berlaku kasar pada Gendis,"

"Apapun yang saya lalukan pada Gendis bukan urusan Anda! Gendis bukan anak Anda, dan saya peringatkan, sebaiknya Anda susul istri Anda, tidak pantas jika majikan menemui pembantu nya secara sembunyi-sembunyi," Ningrum menatap nyalang wajah Danis.

"Kamu jangan besar kepala Rum, saya kesini hanya ingin memastikan jika Gendis itu anak saya, jika kamu dendam dengan saya lakukan apa yang akan kamu lakukan, jika perlu bunuh saya. Tetapi saya mohon Rum, jangan melampiaskan kemarahan kamu pada Gendis yang tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi,"

"Baiklah... jika itu yang Anda mau! Saya akan memberi tahu istri Anda, bahwa Anda adalah laki-laki bejat yang sudah menodahi seorang wanita dan dengan tidak punya perasaan justeru menikahi wanita yang lain" air mata Ningrum bercucuran.

"Maaf Rum, jangan salahkan saya, seharusnya kamu tidak melarikan diri saat kejadian itu, padahal saat itu saya mencari kamu," jujur Daniswara.

"Jika Anda memang pria yang punya tanggung jawab, kenapa Anda saat itu tidak mencari saya, justeru menari di atas penderitaan saya mengadakan pesta besar-besaran padahal hati saya hancur!" kata Ningrum di sela-sela isak tangis.

"Itu karena kamu kabur Rum"

"Jangan alasan! Jika Anda berniat bertanggungjawab, seharusnya Anda mencari saya, katanya Anda orang kaya, saya rasa dengan uang, Anda dengan mudah bisa menemukan keberadaan saya bukan!" Ningrum benci semua ini. Luka lama Ningrum yang sudah mulai tertutup kini robek kembali, dan tersiram air cuka pula.

...Bersambung....

Terpopuler

Comments

💞R0$€_22💞

💞R0$€_22💞

Sebenci bencinya pada bapaknya ga sepatutya kamu benci ke Gendis mak ningrum, bagaimanapun dia anakmu..apa gada rasa welas asih barang sedikit.ck

2023-04-03

2

Is Wanthi

Is Wanthi

jangan jangan anak adopsi

2023-03-26

1

Dewi

Dewi

lanjut kak 😘

2023-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Gendis.
2 Menjalani dunia baru.
3 Orang di masa yang lalu.
4 Rindu pencuci mobil.
5 Berdebat.
6 Cinta layu sebelum berkembang.
7 Membuka luka lama.
8 Dendam.
9 Kehadiran nenek.
10 Membeli kucing dalam karung.
11 99 persen.
12 Keputusan.
13 Juara Umum.
14 Masa kecil.
15 Masuk kuliah pertama.
16 Beli Cincin.
17 Lari dari pernikahan.
18 Dibohongi bertahun-tahun.
19 Pergi.
20 Pulang ke rumah.
21 Bertemu dia lagi.
22 Pelukan dahsyat.
23 Setengah hari bersamamu.
24 Gibah pagi.
25 Tiba di rumah mewah.
26 Sudah dikepung.
27 Tertunduk malu.
28 Pengkhianat.
29 Main golf.
30 Tidak ingin dilahirkan.
31 Salah sangka
32 Tinggal reruntuhan.
33 Dirundung risau.
34 Meletus.
35 Mulai penyelidikan.
36 Minta mobil.
37 Di gigit kobra.
38 Diary.
39 Buku harian 1
40 Buku harian 2
41 Sesal.
42 Pengakuan senja
43 Rindu pelukanya.
44 Orlap.
45 Menyita kunci mobil.
46 Menyadari.
47 Gadis misterius.
48 Emoji Hati.
49 Kado Untuk Bima.
50 Jam tangan hilang.
51 Temani aku.
52 Mbak Kunti di bawah pohon beringin.
53 Bima Kesal.
54 Pertengkaran.
55 Mengembalikan kado.
56 Huru hara.
57 Kecelakaan.
58 Dua kenyataan pahit.
59 Saat-saat terakhir.
60 Ingin bertemu Nenek.
61 Sanggupkah.
62 Bau wangi.
63 Pria berkumis menghipnotis.
64 Kopi rasa cinta.
65 Gosip perusahaan.
66 Resepsi pernikahan ulang.
67 Masakan rasa cinta.
68 Memecat tidak hormat.
69 Cinta yang salah.
70 Bermain layang-layang.
71 Luka Hati Mak Ningrum.
72 Pengumuman
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Gendis.
2
Menjalani dunia baru.
3
Orang di masa yang lalu.
4
Rindu pencuci mobil.
5
Berdebat.
6
Cinta layu sebelum berkembang.
7
Membuka luka lama.
8
Dendam.
9
Kehadiran nenek.
10
Membeli kucing dalam karung.
11
99 persen.
12
Keputusan.
13
Juara Umum.
14
Masa kecil.
15
Masuk kuliah pertama.
16
Beli Cincin.
17
Lari dari pernikahan.
18
Dibohongi bertahun-tahun.
19
Pergi.
20
Pulang ke rumah.
21
Bertemu dia lagi.
22
Pelukan dahsyat.
23
Setengah hari bersamamu.
24
Gibah pagi.
25
Tiba di rumah mewah.
26
Sudah dikepung.
27
Tertunduk malu.
28
Pengkhianat.
29
Main golf.
30
Tidak ingin dilahirkan.
31
Salah sangka
32
Tinggal reruntuhan.
33
Dirundung risau.
34
Meletus.
35
Mulai penyelidikan.
36
Minta mobil.
37
Di gigit kobra.
38
Diary.
39
Buku harian 1
40
Buku harian 2
41
Sesal.
42
Pengakuan senja
43
Rindu pelukanya.
44
Orlap.
45
Menyita kunci mobil.
46
Menyadari.
47
Gadis misterius.
48
Emoji Hati.
49
Kado Untuk Bima.
50
Jam tangan hilang.
51
Temani aku.
52
Mbak Kunti di bawah pohon beringin.
53
Bima Kesal.
54
Pertengkaran.
55
Mengembalikan kado.
56
Huru hara.
57
Kecelakaan.
58
Dua kenyataan pahit.
59
Saat-saat terakhir.
60
Ingin bertemu Nenek.
61
Sanggupkah.
62
Bau wangi.
63
Pria berkumis menghipnotis.
64
Kopi rasa cinta.
65
Gosip perusahaan.
66
Resepsi pernikahan ulang.
67
Masakan rasa cinta.
68
Memecat tidak hormat.
69
Cinta yang salah.
70
Bermain layang-layang.
71
Luka Hati Mak Ningrum.
72
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!