Sang Ksatria Terbuang

Meski terlihat ogah-ogahan, pria berbaju serba hitam itu pun akhirnya terpaksa bersedia membawa Nick ke kota. Ia lantas sudah melepas penutup wajahnya dan kini mengenakan sebuah mantel besar untuk menutupi tubuh. Pria itu mengaku bernama Neil Graham, seorang pembunuh bayaran yang sedang mendapat tugas untuk mengeksekusi putra tunggal Duke Lincoln. Itulah kenapa ia menyerang anak kecil di kereta kuda tadi.

“Meskipun itu adalah pekerjaan bayaran, tapi bisa-bisanya kau setuju untuk membunuh seorang anak. Lebih dari itu, pekerjaan semacam itu benar-benar tidak bermoral,” omel Nick yang entah kenapa merasa bahwa Neil sebenarnya bukan orang yang jahat.

“Yah, aku tidak tahu kalau ternyata targetnya masih anak-anak. Duke Lincoln selalu menyembunyikan putranya. Aku baru mendapat kabar kalau anaknya yang dia sembunyikan itu akan datang ke kota ini,” sahut Neil beralasan.

Nick berdecak pelan. “Seharusnya orang sepertimu bisa bekerja di tempat yang lebih baik. Kenapa justru memilih menjadi pembunuh bayaran. Dengan kemampuanmu, kau bisa menjadi ksatria.”

Neil mendengkus pelan. “Saat muda dulu aku juga seorang ksatria kerajaan. Tapi sejak Raja Tiberias dijatuhkan, seluruh pengikutnya dieksekusi. Aku terpaksa melarikan diri untuk bisa selamat. Sampai sekarang aku masih malu dengan tindakanku itu. Aku sudah gagal sebagai seorang ksatria,” keluh Neil sembari menerawang ke setapak hutan yang lengang. Benteng kota sudah terlihat tak jauh dari tempat mereka berjalan. Sebentar lagi Nick akan melihat hiruk pikuk kota besar yang ramai.

“Setiap orang punya hal untuk tetap hidup. Kau sama sekali tidak melakukan kesalahan hanya karena memilih untuk menyelamatkan diri. Biar bagaimanapun nyawa lebih penting dari harga diri,” timpal Nick kemudian.

Neil tertawa hambar. “Sudah dua puluh tahun berlalu sejak saat itu. Aku hidup dalam pelarian dan menerima bayaran dari orang-orang brengsek itu untuk melakukan hal kotor bagi mereka. Nyawaku bahkan lebih tidak berguna dari sekedar harga diri,” sahut pria itu nanar.

“Tidak ada yang tahu masa depan akan berubah menjadi seperti apa. Setidaknya kau harus tetap hidup untuk memperbaiki kesalahan.”

Neil tertawa lagi. “Kau benar-benar bijak untuk ukuran anak seusiamu. Tadi kau bilang berasal dari mana?” tanyanya sembari memperhatikan Nick. Meski memiliki tubuh yang lebih besar darinya, tetapi jelas Nick berusia jauh lebih muda. Mungkin sekitar dua puluh tahun lebih muda dari Neil.

“Aku tinggal di Dataran Jauh sejak kecil. Ibuku tidak memberi tahu dari mana asalku,” jawab Nick apa adanya.

Neil mengerutkan dahi dengan heran. “Dataran jauh? Memangnya ada orang yang tinggal di tempat penuh monster seperti itu. Maksudmu desa Laoban? Kabarnya desa itu sudah menjadi lebih baik sekarang sejak sungai Philias mengalir lagi.”

Nick tahu desa yang dimaksud Neil adalah tempat tinggalnya enam bulan terakhir. Akan tetapi desa itu jelas bukan asal Nick hingga tumbuh dewasa seperti sekarang.

“Bukan. Bukan desa itu. Aku hidup di dataran jauh selama dua puluh tahun. Seingatku sejak aku masih sangat kecil,” sahut Nick mengoreksi.

Neil benar-benar kaget sekarang. Meski begitu pria tersebut juga tahu kalau Nick tidak akan berbohong untuk hal semacam itu. Cara berpedang Nick, termasuk keuatan serangannya jelas menunjukkan kalau pemuda yang berjalan bersamanya itu pasti sudah mengalami banyak pertarungan hebat melawan monster. Pada akhirnya Neil pun mau tidak mau mempercayai pengakuan Nick.

“Tunggu dulu … . Kalau kau memang berasal dari Dataran Jauh, apa itu artinya kau adalah sang pangeran yang dibuang dua puluh tahun yang lalu?” tanya Neil mencoba mencocokkan fakta yang dia dapatkan. Seketika tubuhnya merinding menyadari hal itu.

“Pangeran? Entahlah. Aku tidak tahu masa laluku sebelum berada di Dataran Jauh. Ibu tidak pernah menceritakannya padaku. Tapi aku memang punya ibu kandung yang sudah meninggal. Tapi aku tidak bisa mengingat siapa dia.”

Seketika Neil menghentikan langkahnya, lantas berlutut penuh hormat ke arah Nick. Pemuda itu terkejut lantas menatap Neil dengan heran.

“Apa yang kau lakukan?” ujarnya bingung.

“Yang … Yang Mulia Pangeran. Anda adalah Pangeran Nicodemus Tiberias. Putra mahkota dan keturunan terakhir dari Raja terdahulu. Saya tidak pernah membayangkan kalau bisa bertemu dengan Anda saat ini. Saya pikir Anda dan Yang Mulia Ratu sudah … ,” desah Neil penuh haru.

Nick justru semakin bingung. Ia mengangkat bahu Neil dan menyuruhnya berdiri. “Itu tidak benar. Mungkin kau hanya salah mengenali. Belum tentu aku adalah orang yang kau maksud. Bagaimana mungkin aku tiba-tiba menjadi seorang pangeran?” tanya pemuda itu sembari menyuruh Neil bangkit berdiri.

Neil bangun dari tempatnya berlutut dengan mata berkaca-kaca penuh rasa haru. “Tidak ada orang lain yang bisa tinggal di daerah penuh monster itu. Anda dan sang Ratu telah dibuang ke sana tepat dua puluh tahun yang lalu. Saat itu usia Anda baru tiga tahun. Semua petunjuk itu mengarah pada kemungkinan tersebut.

“Dan kemampuan Anda dalam berpedang. Itu bukanlah kemampuan yang lazim dimiliki oleh seorang ksatria atau ahli pedang biasa. Anda pasti sudah berlatih dengan melawan monster-monster berbahaya di Dataran Jauh. Kekuatan Anda sudah membuktikan bahwa Anda tidak berbohong,” tutur Neil bersikeras.

Nick benar-benar tidak pernah menyangka bahwa latar belakang hidupnya mungkin adalah menjadi seorang pangeran. Selama ini ia memang sering merasa penasaran terhadap asal usulnya, serta tentang ibunya yang sudah meninggal. Akan tetapi Calada, ibu naganya, tidak pernah memberi tahu Nick tentang masa lalunya sebelum berada di Dataran Jauh. Meski begitu, Nick masih belum sepenuhnya yakin bahwa dirinya adalah keturunan raja terdahulu, bahkan sebagai putra mahkota. Itu terlalu di luar bayangannya.

“Baiklah. Kita tidak tahu apakah perkiraanmu itu tepat atau tidak. Untuk saat ini, aku hanya ingin melihat kehidupan manusia biasa. Itulah yang ibuku katakan. Aku hanya disuruh untuk mempelajari kehidupan kaum kita, manusia. Karena itu aku tidak terlalu tertarik untuk membahas mengenai asal usulku tersebut.” ujar Nick kemudian.

“Walau begitu, Anda … .”

“Panggil saja dengan nyaman. Rasanya aneh kalau orang yang lebih tua berbicara sesopan itu padaku,” potong Nick.

Neil masih terlihat sungkan. Meskipun demikian ia yakin sekali pada asumsinya tersebut. setelah diperhatikan, Nick juga memiliki warna mata dan warna rambut seperti raja terdahulu. Rambut perak dan mata berwarna emas. Kedua perpaduan itu jelas hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan, orang yang pernah dia layani dulu. Akan tetapi Nick tentu saja tidak bisa langsung mempercayainya. Mereka baru saja bertemu. Dan Neil sudah memberikan kesan buruk di pertemuan pertama mereka. Pada akhirnya, Neil pun memutuskan untuk mengamati Nick saja terlebih dahulu.

“Baik. Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan bersikap terlalu formal. Tapi bagaimana kau bisa bertahan hidup di dataran jauh yang penuh monster itu? Kalau Ratu … maksudku ibumu meninggal saat kecil, siapa yang merawatmu? Ibu yang kau bilang itu? siapa dia?” Rentetan pertanyaan langsung membanjiri benak Neil. Ia masih ingin memastikan kehidupan Nick selama ini.

Nick menceritakan segalanya, termasuk tentang Calada, naga terakhir yang masih hidup di dunia ini. Tanpa rasa curiga, Nick menceritakan kehidupannya seperti anak kecil yang polos. Ini bukan pertama kalinya ia bercerita tentang kehidupannya. Para warga desa yang ia tolong semua juga sudah mengetahuinya.

Bagi Nick, itu bukanlah masalah besar, karena ia memang tidak merasa perlu menyembunyikan cerita tersebut. Toh selama ini ia memang tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang berniat mencelakainya gara-gara fakta tentang dirinya yang berasal dari Dataran Jauh. Calada juga tidak pernah melarang Nick untuk menyembunyikan fakta tersebut. Karena itu Nick bercerita seolah kehidupannya bersama seekor naga adalah hal yang sangat lumrah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!