Akarmani 19: Menembus Benteng Timur

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

Akhirnya sekitar lebih dua puluh prajurit berkuda yang dipimpin oleh Genggam Sekam dan Sumirah, tiba di titik berkumpulnya pasukan pimpinan Adipati Lalang Lengir.

Pertemuan gelap-gelapan antapemimpin pasukan pun terjadi. Namun, pertemuan dalam gelap itu tidak ada modus sedikit pun. Sumirah yang punya hubungan khusus dengan Genggam Sekam pun tidak mau usil mencuri kesempatan di dalam gelap. Maklum, Sumirah memiliki tipikal berani terhadap lelaki untuk urusan ser-seran.

“Kami semua akan menyamar sebagai pasukan Jintamani yang kalah dan minta masuk ke dalam benteng,” ujar Genggam Sekam menyampaikan rencananya. “Alangkah baiknya jika separuh dari pasukan Perguruan Pisau Merah ikut menyamar dan menyusup masuk.”

“Baik, kita dapat banyak kuda dan punya banyak seragam mayat prajurit Jintamani. Dua puluh murid Pisau Merah akan bergabung menyamar,” kata Adipaksa, murid utama Perguruan Pisau Merah yang memimpin pasukan perguruan.

Jadi, dengan bergabungnya dua puluh prajurit Perguruan Pisau Merah yang kemudian menyamar sebagai prajurit Jintamani, maka ada lebih dari 40 prajurit berkuda yang dipimpin oleh Genggam Sekam.

Sebagai tanda bahwa mereka adalah pasukan berkuda Kerajaan Jintamani, salah satu prajurit membawa panji pasukan yang sebelumnya Genggam Sekam pungut di titik penyergapan pertama.

Pasukan berkuda itupun menyiapkan diri di dalam kegelapan. Beberapa prajurit ada yang memakai baju terbalik karena tidak jelas mana bagian depan dan mana bagian bawah. Namun, itu tidak jadi masalah, asal jangan salah pasang celana.

Sementara itu bagi Sumirah, karena dia wanita sendiri, jadi dia harus menutupi kewanitaannya demi kelancaran pasukan penyamaran itu. Maksudnya menutupi wajah dan kepalanya serta menyamarkan sembulan dua gunungnya.

“Pasukan, siaaap?” teriak Genggam Sekam bertanya.

“Siaaap!” jawab puluhan prajurit yang sudah siap di kudanya masing-masing.

Suara teriakan mereka tidak akan sampai ke pendengaran prajurit di atas benteng timur Ibu Kota karena jarak yang jauh.

“Majuuu!” teriak Genggam Sekam.

“Heah heah heah!”

Pasukan itupun menggebah kuda-kudanya dengan keras. Mereka pun berlari kencang di jalan gelap yang sudah dirapikan dan sudah tidak ada batang pohon yang melintang lagi. Mereka tetap tidak membawa obor penerang.

Sementara itu di depan sana, lautan api sudah mengecil. Meski masih menyala, tetapi diduga kuat bisa dilompati dan diterabas oleh para kuda.

“Musang Kurap!” panggil Delik Aduan kepada Gawe Isang. Mereka berdua menjadi operator pelontar gentong minyak di atas benteng pada malam itu.

“Ada apa, Musang Mendoan?” tanya Gawe Isang dengan lirikan yang sinis.

“Aku sayup-sayup mendengar suara lari pasukan berkuda,” kata Delik Aduan.

“Ah, kau mengigau,” kata Gawe Isang tanpa serius menanggapi.

“Ada pasukan kuda yang datang!” teriak Banding Undak yang berposisi di mesin panah belalang. Dia dengan serius menunjuk ke depan jauh.

Semua prajurit di atas benteng segera dengan serius memandang jauh ke depan, ke dalam kegelapan yang ada di seberang lautan api.

Panglima Galagap yang baru mulai makan bubur kacang merah hangatnya yang kedua, jadi terdiam dengan posisi sendok sudah di depan mulut yang menganga. Telinganya yang lebih tajam pendengarannya dibandingkan para prajurit biasa, telah mendengar jelas suara lari pasukan berkuda.

“Jangan ada yang mencuri buburku!” teriak Panglima Galagap sambil cepat berlari menuju tangga.

Di tangga, panglima yang urusan buburnya belum kelar-kelar itu, melakukan dua lompatan saja untuk sampai ke atas benteng.

“Gusti Panglima, ada pasukan berkuda!” lapor Pajrit Kerismon.

“Aku sudah lihat,” kata Panglima Galagap.

Memang, pasukan berkuda pimpinan Genggam Sekam sudah muncul dari dalam kegelapan dan mendekati pagar api.

Semakin dekat kepada api, maka penampakan pasukan berkuda itu semakin terlihat. Model dan warna seragam sudah menunjukkan identitas pasukan itu, terlebih salah satu prajurit terdepan membawa panji yang dikenali.

“Buka pintu gerbaaang!” teriak Genggam Sekam sambil menunjuk-nunjuk ke arah pintu gerbang benteng.

Meski suara Genggam Sekam belum sampai ke telinga Panglima Galagap, tetapi sang panglima sudah mengerti maksudnya. Namun, sang panglima tidak langsung merespon.

Cahaya api tidaklah seterang cahaya matahari, jadi cahaya api di malam itu tidak bisa memberi gambaran secara terang benderang para penunggang kuda tersebut, terlebih Genggam Sekam menyembunyikan tongkat besinya di badan kuda.

“Gusti Panglima, mereka dikejar musuh!” teriak Pajrit Kerismon.

“Iya, aku juga lihat!” sahut Panglima Galagap.

Memang, Panglima Galagap dan pasukannya cukup dibuat terkejut, ketika melihat kemunculan lebih seratus prajurit yang berlari keluar dari kegelapan di belakang pasukan berkuda. Terkesan bahwa pasukan pelari itu sedang mengejar pasukan berkuda.

Pasukan berkuda sudah melompati pagar api dengan mudah.

“Buka pintu gerbaaang!” teriak Genggam Sekam lagi sambil memandang ke atas benteng dan menunjuk pintu gerbang yang tertutup rapat.

Kali ini, Panglima Galagap dan pasukannya sudah bisa mendengar teriakan Genggam Sekam.

“Buka pintu gerbang! Panah belalang, bidik pasukan musuh!” perintah Panglima Galagap kepada pasukannya.

“Buka pintu gerbang! Pasukan berkuda ingin masuuuk!” teriak Pajrit Kerismon kepada Para prajurit yang bertugas di balik pintu gerbang.

Pasukan Genggam Sekam yang sudah melewati pagar api, terus melaju kencang menuju gerbang benteng.

Sementara itu, seratus pasukan berseragam prajurit kadipaten yang mengejar pasukan berkuda terpaksa berhenti di depan pagar api, karena mereka tidak bisa melompati api yang masih setinggi dada orang berdiri.

“Panah!” perintah Adipati Panji Gumo yang memimpin pasukan pelari yang pura-pura mengejar.

Puluhan prajurit yang berhenti di depan api segera memasang pose memanah. Mereka membidik ke arah pasukan berkuda yang mereka kejar.

Set set set ...!

Puluhan anak panah dilepas melambung ke udara tinggi. Padahal sebenarnya mereka asal memanah karena hanya pura-pura, demi keberhasilan drama pasukan berkuda. Maka pastinyaa tidak ada satu pun anak panah yang mengenai prajurit berkuda ataupun kudanya.

“Panaaah!” perintah Panglima Galagap kepada operator mesin panah belalang.

Set set set ...!

“Munduuur!” teriak Adipati Panji Gumo saat melihat ada serangan panah dari atas benteng.

Buru-buru pasukan Adipati Panji Gumo berbalik dan berlari menjauhi pagar api.

“Aaak!” jerit seorang prajurit yang telat mundur.

Satu dari hujan panah itu mengenai paha kiri si prajurit, sementara puluhan panah yang lain menancap di tanah sekitarnya.

Melihat ada rekannya yang terluka, dua orang prajurit kadipaten segera berbalik menjemput prajurit yang terpanah lalu memapahnya untuk mundur, sebelum datang lagi hujan panah dari atas benteng.

“Buka pintu gerbaaang!” Genggam Sekam masih berteriak sambil mendekati pintu gerbang yang mulai dibuka bersama pasukan.

Di bawah penerangan obor-obor dari atas benteng, Panglima Galagap mencoba memerhatikan para prajurit berkuda itu dengan seksama. Meski tidak begitu jelas, Panglima Galagap yakin bahwa dia tidak mengenal wajah penunggang yang memimpin pasukan itu. Namun, itu bukan ukuran untuk curiga. Sebab, dia tentunya tidak mungkin harus mengenal semua wajah prajurit Kerajaan Jintamani, apalagi beda divisi.

Gerbang pintu benteng timur pun akhirnya terbuka lebar. Pasukan berkuda pimpinan Genggam Sekam masuk dengan leluasa melewati pintu gerbang dan Panglima Galagap sendiri tidak curiga.

Genggam Sekam terus membawa pasukannya masuk ke Ibu Kota dan meninggalkan area benteng. Dia tidak mau langsung membongkar penyamaran dan berurusan dengan pasukan penjaga benteng. (RH)

Terpopuler

Comments

🐊⃝⃟ ⃟🍒ᵇᵘᵗᵗᵉʳᶠˡʸ 𝒜𝓃𝒿𝒽𝓊🌺

🐊⃝⃟ ⃟🍒ᵇᵘᵗᵗᵉʳᶠˡʸ 𝒜𝓃𝒿𝒽𝓊🌺

𝑘𝑎𝑢 𝑏𝑒𝑛𝑒𝑟 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑘.... 𝑘𝑒𝑙𝑒𝑛 𝑚𝑎𝑢 𝑑𝑖 𝑠𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑡𝑢 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️

2023-09-13

1

🐊⃝⃟ ⃟🍒ᵇᵘᵗᵗᵉʳᶠˡʸ 𝒜𝓃𝒿𝒽𝓊🌺

🐊⃝⃟ ⃟🍒ᵇᵘᵗᵗᵉʳᶠˡʸ 𝒜𝓃𝒿𝒽𝓊🌺

𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ 𝑑𝑔𝑛 𝑠𝑡𝑟𝑎𝑡𝑒𝑔𝑖𝑠 😶😶

2023-09-13

1

Senajudifa

Senajudifa

what?? musang kurap??😁😁

2023-07-24

1

lihat semua
Episodes
1 Akarmani 1: Mengintai Pasukan Kerajaan
2 Akarmani 2: Pasukan Jintamani Tiba
3 Akarmani 3: Perang Kuda
4 Akarmani 4: Pasukan Kadipaten Tiba
5 Akarmani 5: Pasukan Panah
6 Akarmani 6: Memecah Pasukan Musuh
7 Akarmani 7: Memprovokasi Panglima Utama
8 Akarmani 8: Alma VS Surap Bentala
9 Akarmani 9: Angin Tujuh Langit
10 Akarmani 10: Senopati Gending Suro
11 Akarmani 11: Menyusuri Lorong Rahasia
12 Akarmani 12: Mengetuk Pintu Rahasia
13 Akarmani 13: Pertemuan Ratu, Prabu, Permaisuri
14 Akarmani 14: Panglima Dewi
15 Akarmani 15: Menghabisi Prajurit Jaga
16 Akarmani 16: Pasukan Genggam Sekam
17 Akarmani 17: Penyergapan Malam
18 Akarmani 18: Penasaran Panglima Galagap
19 Akarmani 19: Menembus Benteng Timur
20 Akarmani 20: Utusan Panglima Dewi
21 Akarmani 21: Menangkap Gebuk Sewu
22 Akarmani 22: Pesan untuk Panglima
23 Akarmani 23: Penyusup Pisau Merah
24 Akarmani 24: Siasat Ratu Tua
25 Akarmani 25: Menyerang Pasukan Benteng
26 Akarmani 26: Perkara Upah Prajurit
27 Akarmani 27: Tunduknya Dua Perwira
28 Akarmani 28: Berdua Masuk Penjara
29 Akarmani 29: Pangeran Bugar Jantung
30 Akarmani 30: Menguasai Ibu Kota
31 Akarmani 31: Bebasnya Para Pejabat
32 Akarmani 32: Pasukan dari Penjara
33 Akarmani 33: Serangan di Depan Benteng
34 Akarmani 34: Menyergap Pasukan Khusus
35 Akarmani 35: Menghancurkan Gerbang Benteng
36 Akarmani 36: Racun Tongkat
37 Akarmani 37: Putra Mahkota
38 Akarmani 38: Jebakan Buto Sisik
39 Akarmani 39: Pertemuan Alma-Manila
40 Akarmani 40: Hadangan Dua Macan
41 Akarmani 41: Alma Unjuk Sakti
42 Akarmani 42: Alma VS Dua Macan
43 Akarmani 43: Murka Senopati
44 Akarmani 44: Perang Depan Ruang Singa
45 Akarmani 45: Pasukan Pangeran Tiba
46 Akarmani 46: Alma-Senopati Berhadapan
47 Akarmani 47: Perlawanan Dua Macan
48 Akarmani 48: Alma Terkapar
49 Akarmani 49: Alma VS Senopati
50 Akarmani 50: Menerobos Kebal Senopati
51 Akarmani 51: Sabit Murka VS Letupan Neraka
52 Akarmani 52: Pasukan Pembebas Jintamani Menang
53 Akarmani 53: Secantik Telur Rebus
54 Akarmani 54: Jelang Sidang Umum
55 Akarmani 55: Alma Lepas Pangkat
56 Akarmani 56: Pesta Kemenangan
57 DAS 1: Adu Sesumbar
58 DAS 2: Duel Ringan
59 DAS 3: Warga Emas Jintamani
60 DAS 4: Berangkat ke Rawa Kabut
61 DAS 5: Ning Ana Pulang
62 DAS 6: Arguna Jatuh Cinta
63 DAS 7: Cinta Ditolak
64 DAS 8: Ke Negeri Sembunyi
65 DAS 9: Di Kampung Siluman
66 DAS 10: Bersiap
67 DAS 11: Duel Persahabatan
68 DAS 12: 13 Buah Kematian
69 DAS 13: Arguna di Ujung Maut
70 DAS 14: Melawan Wanita Sakti
71 DAS 15: Menjebak Tiga Buah
72 DAS 16: Seret Kelapa Berbulu
73 DAS 17: Obat dan Siksa
74 DAS 18: Tiba di Kotabatu
75 DAS 19: Perkenalan di Peniduran
76 DAS 20: Rubi Salangka
77 DAS 21: Topeng Rubi
78 DAS 22: Sengketa Bayi Dalam Perut
79 DAS 23: Gadis Kampung Siluman
80 DAD 24: Petunjuk Dari Galian
81 DAS 25: Kelompok Tombak Iblis
82 DAS 26: Ompong Fenomenal
83 DAS 27: Sunting Awan
84 DAS 28: Tarung Sengit Dimulai
85 DAS 29: Duet Bola dan Benang
86 DAS 30: Kejutan di Akhir Tarung
87 DAS 31: Manila Sari Hilang
88 DAS 32: Kolam Merah
89 DAS 33: Rubi VS Laris Manis
90 DAS 34: Demi Jabang Bayi
91 DAS 35: Raja Tombak Iblis
92 DAS 36: Syarat Raja Tombak Iblis
93 DAS 37: Direbutkan Lelaki
94 DAS 38: Ejekan Bungkuk Gila
95 DAS 39: Ribut Jelang Tarung
96 DAS 40: Terungkap Siapa Tebar Kembang
97 DAS 41: Raja Tombak Buto
98 DAS 42: Eksekusi Bola Hitam
99 DAS 43: Calon Ketua Baru
100 DKT 1: Hadiah Ketua Baru
101 DKT 2: Tuntutan Ratu Tombak
102 DKT 3: Bungkuk Gila Ikut
103 DKT 4: Penangkaran Betina Ranjang
104 DKT 5: Pertarungan Depan Pemakanan
105 DKT 6: Pelayan Setia
106 DKT 7: Pengiriman yang Salah
107 DKT 8: Berhadapan di Tengah Jalan
108 DKT 9: Peran Alma
109 DKT 10: Rantai Dedemit
110 DKT 11: Genggam Petir
111 DKT 12: Pendekar Tukang Ledek
112 DKT 13: Menghajar Pendekar Sakti
113 DKT 14: Menang
114 DKT 15: Lidah Untung
115 DKT 16: Sarang Betina Ranjang (21+)
116 DKT 17: Gerbang Sarang Betina
117 DKT 18: Bungkuk Gila Intip Pacu Kuda
118 DKT 19: Tuntutan Alma
119 DKT 20: Siasat Panglima
120 DKT 21: Jawaban Tebar Kembang
121 DKT 22: Tarung Mesum Bungkuk Gila
122 DKT 23: Hancurnya Perisai Cangkang Dewa
123 DKT 24: Yang Kalah Yang Mati
124 DKT 25: Dua Guru Cambuk Kalah
125 DKT 26: Betina Ranjang Bebas
126 DKT 27: Lidah Untung Menangis
127 DKT 28: Alma-Abah Berhadapan
128 DKT 29: Abah Sakti Dikeroyok
129 DKT 30: Sempurna Tugas Alma
130 DKT 31: Alma VS Keluarga Tombak
131 PKS 1: Pasukan Genggam Jagad
132 PKS 2: Rekrutan Pasukan Alma
133 PKS 3: Rahasia 10 Pemanah Cantik
134 PKS 4: Pasukan Bendera Laba-Laba
135 PKS 5: Berangkat Berperang
136 PKS 6: Berebut Kuda
137 PKS 7: Formasi Pasukan
138 PKS 8: Sergap Panah
139 PKS 9: Aksi Pasukan Panah Pelangi
140 PKS 10: Interogasi Anjengan
141 PKS 11: Kadipaten Sengat
142 PKS 12: Pasukan Tanduk Kemenangan
143 PKS 13: Bungkuk Gila Nongol Lagi
144 PKS 14: Pasukan Adipati Siap Tempur
145 PKS 15: Kemunculan Putra Mahkota
146 PKS 16: Alma Kirim Pasukan
147 PKS 17: Menyerang Prajurit Patroli
148 PKS 18: Dikepung Prajurit
149 PKS 19: Tangkapan Besar
150 PKS 20: Reuni Kakek Cucu
151 PKS 21: Penyelamatan di Dapur Umum
152 PKS 22: Kentut Bungkuk Gila
153 PKS 23: Pasukan Genggam Jagad Tiba
154 PKS 24: Menyerang Pengepung
155 PKS 25: Memilih Bokong Bagus
156 PKS 26: putra Mahkota Tiba
157 PKS 27: Tantangan Dari Ratu
158 PKS 28: Panglima VS Panglima
159 PKS 29: Tinju Racun Tanah (TAMAT)
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Akarmani 1: Mengintai Pasukan Kerajaan
2
Akarmani 2: Pasukan Jintamani Tiba
3
Akarmani 3: Perang Kuda
4
Akarmani 4: Pasukan Kadipaten Tiba
5
Akarmani 5: Pasukan Panah
6
Akarmani 6: Memecah Pasukan Musuh
7
Akarmani 7: Memprovokasi Panglima Utama
8
Akarmani 8: Alma VS Surap Bentala
9
Akarmani 9: Angin Tujuh Langit
10
Akarmani 10: Senopati Gending Suro
11
Akarmani 11: Menyusuri Lorong Rahasia
12
Akarmani 12: Mengetuk Pintu Rahasia
13
Akarmani 13: Pertemuan Ratu, Prabu, Permaisuri
14
Akarmani 14: Panglima Dewi
15
Akarmani 15: Menghabisi Prajurit Jaga
16
Akarmani 16: Pasukan Genggam Sekam
17
Akarmani 17: Penyergapan Malam
18
Akarmani 18: Penasaran Panglima Galagap
19
Akarmani 19: Menembus Benteng Timur
20
Akarmani 20: Utusan Panglima Dewi
21
Akarmani 21: Menangkap Gebuk Sewu
22
Akarmani 22: Pesan untuk Panglima
23
Akarmani 23: Penyusup Pisau Merah
24
Akarmani 24: Siasat Ratu Tua
25
Akarmani 25: Menyerang Pasukan Benteng
26
Akarmani 26: Perkara Upah Prajurit
27
Akarmani 27: Tunduknya Dua Perwira
28
Akarmani 28: Berdua Masuk Penjara
29
Akarmani 29: Pangeran Bugar Jantung
30
Akarmani 30: Menguasai Ibu Kota
31
Akarmani 31: Bebasnya Para Pejabat
32
Akarmani 32: Pasukan dari Penjara
33
Akarmani 33: Serangan di Depan Benteng
34
Akarmani 34: Menyergap Pasukan Khusus
35
Akarmani 35: Menghancurkan Gerbang Benteng
36
Akarmani 36: Racun Tongkat
37
Akarmani 37: Putra Mahkota
38
Akarmani 38: Jebakan Buto Sisik
39
Akarmani 39: Pertemuan Alma-Manila
40
Akarmani 40: Hadangan Dua Macan
41
Akarmani 41: Alma Unjuk Sakti
42
Akarmani 42: Alma VS Dua Macan
43
Akarmani 43: Murka Senopati
44
Akarmani 44: Perang Depan Ruang Singa
45
Akarmani 45: Pasukan Pangeran Tiba
46
Akarmani 46: Alma-Senopati Berhadapan
47
Akarmani 47: Perlawanan Dua Macan
48
Akarmani 48: Alma Terkapar
49
Akarmani 49: Alma VS Senopati
50
Akarmani 50: Menerobos Kebal Senopati
51
Akarmani 51: Sabit Murka VS Letupan Neraka
52
Akarmani 52: Pasukan Pembebas Jintamani Menang
53
Akarmani 53: Secantik Telur Rebus
54
Akarmani 54: Jelang Sidang Umum
55
Akarmani 55: Alma Lepas Pangkat
56
Akarmani 56: Pesta Kemenangan
57
DAS 1: Adu Sesumbar
58
DAS 2: Duel Ringan
59
DAS 3: Warga Emas Jintamani
60
DAS 4: Berangkat ke Rawa Kabut
61
DAS 5: Ning Ana Pulang
62
DAS 6: Arguna Jatuh Cinta
63
DAS 7: Cinta Ditolak
64
DAS 8: Ke Negeri Sembunyi
65
DAS 9: Di Kampung Siluman
66
DAS 10: Bersiap
67
DAS 11: Duel Persahabatan
68
DAS 12: 13 Buah Kematian
69
DAS 13: Arguna di Ujung Maut
70
DAS 14: Melawan Wanita Sakti
71
DAS 15: Menjebak Tiga Buah
72
DAS 16: Seret Kelapa Berbulu
73
DAS 17: Obat dan Siksa
74
DAS 18: Tiba di Kotabatu
75
DAS 19: Perkenalan di Peniduran
76
DAS 20: Rubi Salangka
77
DAS 21: Topeng Rubi
78
DAS 22: Sengketa Bayi Dalam Perut
79
DAS 23: Gadis Kampung Siluman
80
DAD 24: Petunjuk Dari Galian
81
DAS 25: Kelompok Tombak Iblis
82
DAS 26: Ompong Fenomenal
83
DAS 27: Sunting Awan
84
DAS 28: Tarung Sengit Dimulai
85
DAS 29: Duet Bola dan Benang
86
DAS 30: Kejutan di Akhir Tarung
87
DAS 31: Manila Sari Hilang
88
DAS 32: Kolam Merah
89
DAS 33: Rubi VS Laris Manis
90
DAS 34: Demi Jabang Bayi
91
DAS 35: Raja Tombak Iblis
92
DAS 36: Syarat Raja Tombak Iblis
93
DAS 37: Direbutkan Lelaki
94
DAS 38: Ejekan Bungkuk Gila
95
DAS 39: Ribut Jelang Tarung
96
DAS 40: Terungkap Siapa Tebar Kembang
97
DAS 41: Raja Tombak Buto
98
DAS 42: Eksekusi Bola Hitam
99
DAS 43: Calon Ketua Baru
100
DKT 1: Hadiah Ketua Baru
101
DKT 2: Tuntutan Ratu Tombak
102
DKT 3: Bungkuk Gila Ikut
103
DKT 4: Penangkaran Betina Ranjang
104
DKT 5: Pertarungan Depan Pemakanan
105
DKT 6: Pelayan Setia
106
DKT 7: Pengiriman yang Salah
107
DKT 8: Berhadapan di Tengah Jalan
108
DKT 9: Peran Alma
109
DKT 10: Rantai Dedemit
110
DKT 11: Genggam Petir
111
DKT 12: Pendekar Tukang Ledek
112
DKT 13: Menghajar Pendekar Sakti
113
DKT 14: Menang
114
DKT 15: Lidah Untung
115
DKT 16: Sarang Betina Ranjang (21+)
116
DKT 17: Gerbang Sarang Betina
117
DKT 18: Bungkuk Gila Intip Pacu Kuda
118
DKT 19: Tuntutan Alma
119
DKT 20: Siasat Panglima
120
DKT 21: Jawaban Tebar Kembang
121
DKT 22: Tarung Mesum Bungkuk Gila
122
DKT 23: Hancurnya Perisai Cangkang Dewa
123
DKT 24: Yang Kalah Yang Mati
124
DKT 25: Dua Guru Cambuk Kalah
125
DKT 26: Betina Ranjang Bebas
126
DKT 27: Lidah Untung Menangis
127
DKT 28: Alma-Abah Berhadapan
128
DKT 29: Abah Sakti Dikeroyok
129
DKT 30: Sempurna Tugas Alma
130
DKT 31: Alma VS Keluarga Tombak
131
PKS 1: Pasukan Genggam Jagad
132
PKS 2: Rekrutan Pasukan Alma
133
PKS 3: Rahasia 10 Pemanah Cantik
134
PKS 4: Pasukan Bendera Laba-Laba
135
PKS 5: Berangkat Berperang
136
PKS 6: Berebut Kuda
137
PKS 7: Formasi Pasukan
138
PKS 8: Sergap Panah
139
PKS 9: Aksi Pasukan Panah Pelangi
140
PKS 10: Interogasi Anjengan
141
PKS 11: Kadipaten Sengat
142
PKS 12: Pasukan Tanduk Kemenangan
143
PKS 13: Bungkuk Gila Nongol Lagi
144
PKS 14: Pasukan Adipati Siap Tempur
145
PKS 15: Kemunculan Putra Mahkota
146
PKS 16: Alma Kirim Pasukan
147
PKS 17: Menyerang Prajurit Patroli
148
PKS 18: Dikepung Prajurit
149
PKS 19: Tangkapan Besar
150
PKS 20: Reuni Kakek Cucu
151
PKS 21: Penyelamatan di Dapur Umum
152
PKS 22: Kentut Bungkuk Gila
153
PKS 23: Pasukan Genggam Jagad Tiba
154
PKS 24: Menyerang Pengepung
155
PKS 25: Memilih Bokong Bagus
156
PKS 26: putra Mahkota Tiba
157
PKS 27: Tantangan Dari Ratu
158
PKS 28: Panglima VS Panglima
159
PKS 29: Tinju Racun Tanah (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!