Bella tersungging setelah dia berhasil mengirim sejumlah uang melalui kantor pos. Kedua orang tua Bella tidak tahu menahu soal ATM sehingga Bella selalu mengirimkan uang secara manual.
Terlihat Bella duduk di salah satu kursi yang berjajar. Dia mengambil ponselnya untuk memberi kabar pada sang Ayah.
📞📞📞
"Uangnya sudah ku kirim Yah.
"Terimakasih ya Nak.
"Sudah kewajiban ku Yah.
"Kapan kamu berkunjung? Mama mu rindu. Dia sering bermimpi buruk tentang mu.
Manik Bella terlihat berkaca-kaca menahan rasa sesak yang bergemuruh di dada. Selama ini dia menutup rapat perceraian dari kedua orang tuanya.
Bella tidak ingin terjadi sesuatu dengan sang Ibu yang tidak hanya menderita penyakit jantung saja. Kompilasi beberapa penyakit menggerogoti tubuh sehingga obat yang di tebus sangat mahal. Berita tersebut tentu akan mengangetkan dan mungkin akan berdampak buruk pada kesehatan sang Ibu.
"Bilang pada Mama untuk tidak berfikir macam-macam. Bella baik-baik saja di sini. Em.. Mas Leo sibuk sekali Yah. Dia mendapatkan promosi naik jabatan.
"Astaga syukurlah Nak. Semoga kalian selalu bahagia.
"Ya Yah. Em aku harus pulang. Cucianku hari ini banyak sekali.
"Oh iya Nak. Nanti kalau Mama mu sudah bangun. Ayah beritahu ya?
"Iya Yah. Salam untuk Mama.
📞📞📞
Bella menggenggam erat ponselnya lalu memasukkannya kembali. Dia harus kuat dan tidak boleh lemah.
Perkerjaan yang di geluti sekarang sengaja di pilih. Bella merasa trauma berkerja di perusahaan meski gelar sarjana dan pengalaman bagus di miliki.
Bella berusaha menjauh dari segala sesuatu yang mengarah pada masa lalu. Walaupun itu berarti kehidupan pahit harus dia jalani.
Triiiing
Bella kembali mengambil ponsel untuk memeriksa. Sebuah pesan baru saja masuk, bukan dari aplikasi melainkan WhatsApp.
💌Tolong jemput saya di Cafe DECCA.
💌Kenapa tidak pesan dari aplikasi?
💌Aplikasinya terhapus. Beruntung saya masih menyimpan kontak milik mu.
💌Oh begitu. Em mungkin sedikit lama. Saya berada jauh dari sana.
💌Tidak apa. Saya tunggu.
💌Setengah jam lagi saya sampai.
💌Baik.
"Semangat semangat!!" Ucap Bella memasukkan ponselnya lalu berdiri. Dia mengenakan helm juga masker untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan seperti tadi.
Singkat waktu. Setibanya di Cafe DECCA. Bella berusaha menghubungi si pemesan namun panggilan darinya di acuhkan. Terpaksa, dia memarkir motor di bahu jalan lalu melepaskan helm meski masker tidak di lepas.
"Apa ini pesanan fiktif?" Gumamnya menatap ke dalam Cafe dan berusaha mencari.
"Bella." Sontak Bella menoleh ketika sapaan itu terdengar. Matanya melebar sambil memundurkan tubuhnya, menatap ke arah Leo yang berdiri tidak jauh darinya.
"Kau yang memesan?" Tanya Bella memastikan.
"Ya."
"Astaga." Cepat-cepat Bella berjalan menuju motor. Dia berniat pergi untuk menghindari pembicaraan memuakkan.
"Tunggu dulu." Leo mencoba meraih pergelangan tangan Bella yang langsung di tolak mentah-mentah.
"Untuk apa? Membuang waktu saja." Bella naik ke motornya tanpa melihat ke arah Leo yang tengah berdiri di samping.
"Ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan."
"Pisah artinya selesai. Aku tidak mau membahas. Aku berusaha tidak menyalahkan siapapun atas ini. Ku anggap ini takdir dan ku harap kau juga seperti itu." Jawab Bella lantang.
"Aku belum bisa melupakan mu." Bella memasukkan kunci motornya dan berusaha tidak merespon." Mari berbicara sebentar saja." Imbuh Leo sambil menghalangi kepergian Bella dengan berdiri di depan motornya.
"Minggir Mas."
"Tidak. Sebelum kita bicara."
"Sialan." Gumam Bella turun. Dia mendorong tubuh Leo agar menjauh dari motornya." Apa yang akan kau bicarakan. Sesal!! Ingin kembali atau apa? Kau tahu apa yang tersisa di sini!!" Menepuk-nepuk dadanya." Benci Mas! Hanya benci! Aku muak melihat mu!!" Imbuhnya berteriak.
"Aku tahu aku salah."
"Jika kau tahu. Pergilah! Meski kau benar aku juga tidak mau bertemu dengan mu lagi. Minggir atau kau ku teriaki!!" Leo meminggirkan tubuhnya. Dia cukup merasa lega setelah melihat Bella baik-baik saja meski keadaannya sangat berantakan.
Segera saja Bella naik ke motor lalu melajukan dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan Leo yang masih terpaku menatapnya.
Seharusnya kamu tidak perlu terlalu angkuh. Aku yakin jika saat ini kamu sedang kesulitan karena obat Mama mu sangatlah mahal.
Eluh Leo berjalan malas menuju mobilnya. Dia berniat kembali ke perusahaan sambil berharap kesempatan kembali ada.
Bella sendiri memutuskan untuk pulang ke kost-an sederhana miliknya. Hari ini cukup terasa menyebalkan sebab dia bertemu dengan dua orang di masa lalu.
Setelah memarkir motornya di depan kost-an. Bella duduk lemah sambil melepas jaket juga masker.
Aku yakin Bara sudah bercerita.
"Kok sudah pulang Nak Bell?" Sapa si pemilik kost-an. Wanita paruh baya itu memiliki niat baik namun buruk menurut Bella. Dia berusaha merajuk Bella agar mau menikah dengan anaknya, si perjaka tua.
"Ya Bu. Hari ini panas sekali. Jadi saya pulang cepat. Permisi."
Daripada harus mengobrol aneh-aneh, Bella lebih memilih masuk bahkan mengunci pintu. Dia duduk di atas kasur busa tipis sambil menuang air putih. Tas kecil di letakkan lalu Bella berniat tidur sebentar.
Tok.. Tok.. Tok..
"Ah tidak lagi." Eluh Bella baru saja membaringkan tubuhnya. Dia menebak jika itu si pemilik kost-an yang biasanya merajuk dengan memberikan makanan." Kenapa orang tua itu tidak mau berhenti juga." Imbuhnya terpaksa kembali berdiri untuk membuka pintu.
Cklek...
Braaaakkkkk!!!
Dengan kasar Bella kembali menutup pintu lalu menguncinya sambil memundurkan tubuh. Jantungnya berpacu cepat di sertai mimik wajah menegang.
Nathan.
Tok.. Tok.. Tok..
"Bella tolong buka pintunya. Aku ingin bicara." Ucap Nathan dari balik pintu sambil terus mengetuk.
"Pergi!! Jangan menganggu ku lagi."
"Aku ingin meminta maaf."
"Aku sudah melupakan itu."
"Aku tahu kamu masih dendam tolong buka pintunya atau ku dobrak paksa."
Bella tidak bergeming dan masih terpaku menatap pintu. Terbesit rasa takut mengingat perbuatan yang pernah Nathan lakukan dulu.
Dan benar, setelah ketukan berlangsung beberapa menit. Kini sudah berganti dengan teriakan dan gebrakan pada pintu. Bella kebingungan mencari tempat bersembunyi. Andai ada pintu belakang, mungkin dia sudah kabur sejak tadi.
Braaaakkkkk!!!
"Agh!!" Pekik Bella ketika melihat pintu terbuka lebar. Nathan menyerbu masuk tanpa perduli pada tetangga kost-an yang tengah memperhatikan.
"Ikut aku." Tanpa basa-basi Nathan meraih pergelangan tangan Bella dan menyeretnya keluar.
"Lepas! Aku tidak mau. Tolong." Teriak Bella seraya meminta pertolongan pada tetangga sekitar.
"Jangan seperti ini Mas. Bicarakan baik-baik." Ujar salah satu tetangga.
"Di larang ikut campur! Ini masalah pribadi kami." Jawab Nathan setelah berhasil memasukkan Bella ke mobil. Terlihat Bella berusaha keluar dan meminta tolong namun tentu saja Nathan tidak perduli.
"Tetap saja tidak boleh kasar. Tolong keluarkan Mbak Bella dari sana. Kalau tidak kami akan melaporkan..." Nathan meraih ponsel si tetangga lalu melemparkannya sampai menjadi serpihan. Dia yakin si tetangga tengah merekam." Itu ponsel saya." Nathan mengeluarkan kartu nama lalu menyodorkannya.
"Hubungi kontak itu. Jangan merekam sembarangan atau kau sendiri yang ku tuntut." Ancam Nathan menunjuk kasar sebelum masuk ke dalam mobil.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Putri Cikal
thor buat bella pegi jauh,dan hidup nyah berubah jd lebih baik dan cantik thor
2023-07-21
0
amalia gati subagio
obat jantung kagak mehong, sigma penyakit jantung milik wong kayo bikin jantungan, isosorbide obat jantung generik 1strip 10 tablet HET Ro. 1.615,-, kalau hrs pasang ring itu baru ngeringis, tp bpjs nanggunging kok, so jgn jdkan alasan utk melegal kemurahan karakter krn org tua sakit!! bel lo hanya perlu fokus cari duit halal utk bayar iuran bln bpjs, hidup sehat, gak neko2, wong bejat songong abaikan, terlalu ganggu lapor polis, hdp bisa sesederhana itu kok, jk mau sih 🤔
2023-03-01
1
Yunita Indriani
omagat greget euyyy.
pengen tak unyeng² tu para lelaki.
cuslah kak ditunggu kelanjutannya.
2023-02-25
1