Kepanikan di pagi yang tenang

Matahari sudah tampak dan masuk ke celah jendela kamar Bella. Jendela terlihat terbuka, hanya tirai yang menghalangi sinar matahari masuk sehingga membuat penghuninya masih nyaman menutup mata.

Kepuasan yang di rasakan semalam menjadikan Bella semakin malas beraktivitas. Dia beranggapan itu hanya mimpi sampai-sampai dia enggan membuka mata dan ingin mimpi itu datang lagi.

Terdengar lirih suara ketukan yang berasal dari lantai satu. Bella hanya bergumam sambil merapatkan pelukannya pada guling.

Lama kelamaan, ketukan pintu berubah menjadi sangat kasar. Bella berdecak lalu terpaksa duduk. Dia panik ketika melihat keadaan tubuhnya yang telanjang bulat.

"Tidak!" Teriaknya sambil menarik selimut dan menatap sekitar kamar yang berantakan dengan baju miliknya yang berserakan. Berarti semalam bukan mimpi.

Bella menoleh ke arah jendela yang terbuka. Di meja kamar sudah tersaji sandwich dan teh manis.

"Mustahil!" Cepat-cepat Bella memungut baju lalu mengenakan. Dia mengikat rambutnya sembarangan dan membereskan ranjang dengan cepat. Apalagi suara ketukan sudah di iringi teriakan sang mertua." Bagaimana ini? Wanita tua itu akan mengomel." Eluhnya berjalan keluar kamar. Bella bahkan sempat tersandung kaki meja karena terlalu panik.

Setelah menghela nafas panjang, Bella membuka pintu rumah dan memasang senyuman sebagai sambutan untuk si mertua.

"Astaga! Kamu belum mandi!!" Teriak Bu Rita melotot. Bella tersenyum canggung sambil melirik ke pintu rumah Nathan yang tertutup.

"Maaf Ma saya kesiangan. Kemarin tidak bisa tidur karena hujan."

"Itu bukan alasan Bell. Wanita itu harus bangun pagi dan beberes rumah." Imbuhnya ketus.

"Saya tidak sengaja melakukannya."

"Kamu fikir saya bodoh?! Leo sering bercerita soal kelakuan mu yang sering bangun kesiangan." Bella menghela nafas panjang. Merasa payah namun sulit untuk merubah kebiasaan.

Setiap malam dia kesulitan tidur, apalagi saat rasa cemburu memenuhi otak. Leo kerapkali menghabiskan waktu dengan menonton televisi di ruang tengah bersama Lisa. Alasannya karena perkerjaan tapi Bella tidak sepenuhnya percaya dan tidak bisa berbuat banyak.

"Ya Ma." Jawab Bella pelan.

"Ini untuk makan." Bu Rita menyodorkan bungkusan ke arah Bella." Enak kan kalau tinggal makan." Ucapan Bu Rita cukup membuat Bella enggan menerima pemberian. Tapi jika dia menolak, perang dunia ke enam akan terjadi.

"Seharusnya Mama tidak perlu repot-repot memberikan masakan seperti ini."

"Nah terus Leo makan apa? Kalau kamu becus mengurus Suami, mana mungkin Mama repot-repot masak banyak."

"Biar kita mandiri Ma."

"Bagaimana bisa mandiri kalau kamu tidak bisa menyenangkan hati Suami mu. Bukankah kamu tahu Leo suka makan. Kalau beli setiap hari bisa-bisa gajian Leo habis untuk makanan saja!"

Lagi lagi Bu Rita membahas soal membeli makanan di luar. Padahal sebagian besar uang gaji di pegang Leo sendiri. Bella hanya di berikan nominal sesuai kebutuhannya.

"Mama mau masuk atau langsung pulang." Jawab Bella menawarkan, mencoba mengalihkan pembicaraan yang memuakkan.

"Langsung pulang! Jangan di makan semua ya, sisakan untuk Leo dan Lisa."

"Hm baik Ma. Hati-hati di jalan."

Bu Rita melenggang pergi sementara Bella masih berdiri di ambang pintu sambil memasang senyum palsu. Sungguh ingin rasanya dia berkata pedas pada Mertuanya itu.

"Tenang saja Ma. Aku tidak akan menyentuh makanan ini." Bella menutup pintu dengan sedikit membantingnya. Tidak lupa dia menguncinya lalu berjalan ke arah belakang untuk meletakkan masakan Bu Rita ke dalam kulkas." Ya Tuhan." Eluhnya lagi ketika mengingat kejadian naas semalam. Jadi itu bukan mimpi? Bagaimana mungkin aku melakukannya.

Meskipun Bella menikmati, tapi tentu saja penyesalan terbesit di hatinya. Dia masih tidak yakin dengan kejadian semalam dan berusaha melupakannya. Bella berjanji untuk lebih berhati-hati namun rupanya kenikmatan yang di suguhkan Nathan sedikit mengusik fikiran.

Suara dessahan, erangan dan cara Nathan memanggilnya berputar-putar di otak. Sampai-sampai Bella sesekali menghela nafas panjang karena menganggap jika semua adalah kesalahan.

"Aaaagh kenapa!!!" Teriak Bella seraya menguyur tubuhnya dengan air shower. Dia menuangkan sampo lagi dan lagi dan berharap otaknya bisa bersih.

Suara bunyi telepon membuat Bella cepat-cepat menyelesaikan acara mandinya. Dia tidak langsung keluar dan mengintip ke arah jendela juga pintu kamar. Setelah memastikan tertutup, Bella keluar dengan hanya mengenakan handuk yang terlilit di atas dadanya.

"Nomer siapa ini?" Gumamnya menatap layar ponsel yang kembali berdering. Segera saja dia mengangkat panggilan.

📞📞📞

"Hm halo.

"Ouch Baby. Kamu sudah bangun? Apa kamu mencari keberadaan ku. Maaf ya, aku sedang ada pertemuan di luar dan tidak sedang ada di rumah.

Jantung Bella berpacu cepat, di iringi sesak nafas yang tiba-tiba menjalar.

"Kau?

"Ya aku Nathan. Siapa lagi? Mulai semalam kita berpacaran oke.

"Apa maksudmu hah!!

Meski bergetar, Bella berusaha marah atas perbuatan yang di lakukan Nathan semalam.

"Jangan coba memblokir nomerku lagi atau kejadian semalam aku bongkar sekarang juga. Sudahlah Baby, terima saja. Aku merasa sangat bahagia pagi ini.

"Kau gila! Aku sudah bersuami.

Terdengar Nathan terkekeh nyaring. Suara musik menandakan jika kini Nathan tengah berada di sebuah Cafe.

"Sudah ku bilang kau harus bertanggung jawab. Tenang saja, aku akan memanjakan mu melebihi Suami mu. Kamu ingin ku bawakan oleh-oleh?

"Sialan!! Jangan menghubungi ku lagi!!!

"Tutup saja atau aku...

"Jangan bercanda! Kau akan membuatku tersandung masalah besar.

"Aku sengaja melakukan itu hehe. Sudah ya Baby. Tamuku datang. Aku pulang siang hari. Jangan merindukan ku ya. Bye. Sampai jumpa nanti.

📞📞📞

Tut.. Tut.. Tut...

Bella menatap lemah layar ponselnya yang sudah mati. Sekuat apapun dia berusaha melupakan, tapi panggilan dari Nathan menandakan jika kejadian semalam bukanlah mimpi. Nathan bahkan sengaja melakukannya untuk menebus kesalahan di masa lalu.

Bagaimana jika Mas Leo tahu?

Sementara Bella merasa panik. Lain hal dengan Nathan yang kini tengah melakukan pertemuan. Terlihat seorang lelaki dan wanita berbalut gaun ketat duduk saling berhadapan dengannya. Mereka membicarakan masalah kerjasama di bidang bisnis.

Penjahat ranjang yang melekat pada Nathan, memudahkan para relasi untuk mengembangkan bisnis. Hanya bermodalkan wanita cantik, Nathan kerapkali mengsetujui kerja sama meskipun nanti dirinya yang akan di rugikan.

Itu nominal yang kecil.

Begitulah tanggapan Nathan ketika kaki tangannya melaporkan soal kerugian.

"Nela akan menemani anda selama beberapa jam jika anda mau mengsetujui kontra kerja ini."

"Oh begitu. Baiklah." Segera saja Nathan membubuhkan tanda tangan. Elena terlihat melirik malas karena rasa cemburu. Bukan hanya menjabat sebagai sekertaris, Elena kerapkali di jadikan obyek untuk memuaskan hasrat Nathan.

"Katanya ingin langsung pulang Pak." Sahut Elena pelan. Dia merasa tidak rela jika Nathan bermandikan keringat dengan wanita lain.

"Hanya beberapa jam saja, lalu aku pulang. Em sebaiknya kamu bawa berkasnya dan silakan nikmati liburan mu." Elena menghela nafas panjang sambil membereskan berkas yang berserakan. Hubungan sembunyi-sembunyi membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Padahal Nathan sempat menjanjikan sebuah pernikahan.

"Saya akan mengantarkannya ke rumah."

"Tidak Elle. Mulai hari ini kamu di larang datang sembarangan ke sana."

"Kenapa Pak?"

"Apa perlu aku menjelaskan alasannya pada seorang sekertaris?" Jawaban kasar yang di lontarkan adalah peringatan untuk Elena. Terkadang dia tidak bisa mengendalikan perasaannya dan bersikap profesional.

"Em baik Pak. Saya permisi." Elena sempat melemparkan senyuman ke arah si relasi sebelum akhirnya keluar dari Cafe.

"Anda punya hubungan khusus dengan Sekertaris anda?"

"Oh tidak. Hanya main-main." Nathan tersenyum simpul ketika tangan lentik Nela mulai bergerilya di pahanya.

"Baik. Saya permisi. Terimakasih kerjasamanya dan nikmati bonusnya." Setelah berjabat tangan, si relasi pergi. Kini tatapan Nathan berubah nakal. Nela terlihat cantik dengan kulit seputih susu.

"Ayo. Aku tidak punya banyak waktu. Siang ini Istri ku menunggu di rumah." Nela tersenyum aneh. Setahunya, Nathan masih singel.

"Pak Nathan sudah menikah?"

"Hm sebentar lagi kalau Istri ku bercerai dari suaminya." Jawaban Nathan semakin membuat Nela bingung.

"Maksudnya bagaimana Pak?"

"Istriku masih menjadi Istri orang lain hehe."

"Pak Nathan bercanda?"

"Mungkin iya. Sudahlah, sekarang fikirkan soal cara memuaskan ku nanti."

"Beres Pak. Saya sudah terlatih."

"Oh menegangkan. Aku berharap sensasinya lain dari pada yang lain."

"Tentu saja Pak."

Keduanya berjalan keluar dan masuk ke mobil mewah milik Nathan menuju Apartemen. Sebuah tempat di mana Nathan kerapkali beradegan ranjang dengan banyak wanita.

🌹🌹🌹

Terimakasih dukungannya..

Jangan lupa kasih ulasan ya🤭🌹❤️Biar aku semangat buat lanjut🎉🎉

Terpopuler

Comments

Chy Trian

Chy Trian

sepertinya ada yg kurang tapi apa ya 😅. lanjut Thor

2023-08-30

0

Putri Cikal

Putri Cikal

maniak sex😊

2023-07-20

0

Yunita Indriani

Yunita Indriani

duh Nathan jd teh celup ga ilang², kasian Bella dpt bekasnya

2023-02-19

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!