Kehilangan selera

Sudah setengah jam berjalan. Nathan tetap tidak bisa merespon rangsangan yang di suguhkan Nela. Padahal wanita itu terlihat cantik dengan busana minim. Namun aneh! Cacing berotot milik Nathan tidak tertarik. Mimik wajah datarnya menandakan jika Nathan tidak berselera.

Aku lelah! Apa lelaki ini normal? Kenapa senjatanya masih layu!

Tentu saja si wanita mengumpat. Dia merasa lelah sudah menyuguhkan berbagai gaya dan rayuan namun Nathan hanya menghembuskan nafas berat.

Apa yang terjadi dengan ku? Kenapa aku tidak berselera melihat wanita ini. Ada yang salah, sebaiknya aku memeriksakan kesehatan senjataku pada Dokter spesialis.

"Anda kelihatan tidak berselera Pak." Tanya Nela pelan.

"Mungkin kelelahan." Otak Nathan malah memikirkan percintaan panasnya bersama Bella semalam.

"Terus bagaimana?" Nathan mengambil dompet lalu mengambil beberapa lembar uang ratusan.

"Sebaiknya aku pergi." Jawabnya seraya menyodorkan uang." Untuk naik taksi." Imbuhnya tersenyum simpul.

"Bagaimana dengan bisnis nya? Saya bisa terkena masalah nanti."

"Tenang saja. Kerjasama akan terus berjalan. Pakailah baju lalu pergilah." Pinta Nathan pelan. Sedikit takut pada alat reproduksi nya yang mungkin terkena penyakit akibat terlalu sering bergonta-ganti pasangan. Apa mungkin salah satu wanita yang ku kencani punya penyakit? Ah bagaimana kalau aku benar-benar terkena karma?

Setelah Nela pergi, cepat-cepat Nathan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Setibanya di sana, Dokter segera melakukan pemeriksaan. Wajah Nathan terlihat cemas menunggu hasil dari pemeriksaan.

"Tidak ada masalah Tuan. Semua nya normal." Ucap Dokter menjelaskan.

"Tapi Em.. Dia tidak merespon tadi."

"Mungkin saja Tuan sedikit kelelahan. Ini saya berikan suplemen vitamin agar daya tahan tubuh Tuan semakin baik." Dokter menyodorkan secarik kertas bertuliskan resep.

"Em baik. Terimakasih Dok."

"Sama-sama Tuan. Semoga lekas sembuh."

Nathan cepat-cepat meninggalkan area rumah sakit. Dia memutuskan untuk pulang tanpa menebus resep obat dari Dokter.

🌹🌹🌹

Bella sendiri tengah menikmati sarapan paginya. Dia membuat mie instan daripada harus menyentuh makanan dari si mertua.

Kesal! Tentu saja. Seharusnya Bu Rita tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangganya. Tapi sepertinya itu akan sulit sebab Leo sendiri kerapkali datang untuk makan ke rumah Bu Rita.

"Ah sedapnya." Gumam Bella ketika menyeruput kuah mie instan. Deg! Tiba-tiba saja Bella mengingat dessahan Nathan yang di dengarnya semalam." Lupakan. Tolong lupakan!" Umpatnya sambil berusaha tidak mengingat." Tapi dia..." Sesuai seleraku..

Bagaimana mungkin Bella bisa lupa jika Nathan mampu memberikan kepuasan yang tidak pernah di dapatkan dari Leo.

Entah pertanda atau Bella kurang berhati-hati, tiba-tiba mangkuk berisi mie jatuh ke bawah sampai-sampai serpihan kaca juga mie berhamburan di lantai dapur.

Bella tercengang, seakan merasakan firasat tentang pernikahan yang di lakukan antara Leo dan Lisa hari ini.

"Ada apa ini?" Eluhnya berdiri lalu berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil sapu dan sekop. Bella membereskannya dan membuangnya ke bak sampah." Sial sekali. Padahal aku sangat lapar." Bella menatap panci yang sudah bersih. Dia merasa malas jika harus memasak mie lagi. Kini tatapan beralih pada jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh pagi." Depot nasi Padang pasti sudah buka." Cepat-cepat Bella keluar dari dapur lalu menaiki anak tangga untuk mengambil kunci motor dan dompet.

Bella memacu motornya keluar gang komplek menuju depot nasi Padang. Sering kali dia membeli ke tempat tersebut karena merasa pas dengan rasa makanannya.

Tanpa sengaja, motornya berpapasan mobil Nathan yang hendak masuk gang. Tentu saja Nathan memutar haluan setelah dia sadar akan keberadaan Bella.

Mobilnya di parkir ke bahu jalan, dia berniat ikut memesan namun sebuah insiden membuatnya terpaksa bersembunyi.

Dengan jelas Nathan melihat Bella tengah di umpat habis-habisan oleh Bu Rita yang kebetulan melintas. Niatnya ingin pergi ke suatu tempat bersama Pak Salim, Suaminya. Tapi ketika Bu Rita melihat Bella memarkir motor di depan depot, cepat-cepat Bu Rita meminta turun dan menghampirinya.

"Sudahlah Bu. Masalah kecil kok di perbesar. Mungkin saja Nak Bella merasa bosan dengan masakan mu."

"Halah Bapak ini belain dia terus! Sama saja dia tidak menghargai masakan ku Pak!" Tunjuknya kasar ke wajah Bella. Para pegawai resto hanya bisa diam dan memperhatikan. Mereka merasa tidak pantas ikut campur apalagi Bella belum masuk ke area Resto.

Memalukan sekali. Kenapa sih mertuaku hobi membuatku malu seperti ini.

"Saya letakkan kulkas Ma. Saya takut habis dan berniat memakannya bersama Mas Leo kalau sudah pulang nanti." Padahal aku malas memakannya.

"Masakan itu banyak! Jangan banyak alasan! Sudah tidak becus memasak malah menghambur-hamburkan uang anakku!!" Rasa malu menghantam wajah dan hati Bella. Bukan hanya pegawai resto, orang yang melintas di jalan pun ikut memperhatikan ketika suara buruk Bu Rita keluar.

"Sudah Bu ayo. Kita terlambat ini." Terpaksa, Pak Salim menyeret Bu Rita untuk masuk ke dalam mobil. Dia sempat mengisyaratkan Bella agar bersabar sebelum pergi. Tidak dapat di pungkiri jika Pak Salim merasa kasihan pada Bella. Namun apa daya, dia sendiri takut pada Bu Rita yang super cerewet apalagi jika menyangkut masalah Leo.

Tiiiiin...

Bella tersenyum canggung bahkan melambai ketika suara klakson mobil Pak Salim berbunyi. Dia menatap kepergian mobil tersebut dengan manik berkaca-kaca. Ingin rasanya dia berteriak, memaki-maki mertuanya itu untuk meluapnya kekesalannya.

"Lebih baik aku pulang." Gumamnya kembali menaiki motornya lalu melaju pergi tanpa mengetahui keberadaan Nathan di sana.

"Apa masalahnya? Kenapa Mertuanya semarah itu?" Nathan baru mengetahui fakta jika kehidupan pernikahan Bella tidak berjalan baik. Dari perdebatannya dengan Leo juga kenyataan soal sikap Bu Rita sudah bisa di ambil kesimpulan jika mungkin Bella tengah berada di bawah tekanan." Kamu ingin makan ini? Baik, akan ku belikan mengunakan uangku bukan uang anaknya." Nathan berjalan ke arah resto. Dia memesan satu porsi dengan lauk lengkap sebab dirinya tidak tahu selera Bella seperti apa." Tolong kirimkan ke rumah seseorang." Imbuhnya seraya mengeluarkan dompet.

"Tidak ada yang mengantarkan Kak. Lebih baik Kakak pesan lewat aplikasi."

"Aplikasi apa?"

"Delivery."

"Saya kan sedang ada di sini."

"Iya tapi tidak ada kurirnya Kak."

"Biar saya antar." Sahut seorang lelaki paruh baya. Dia salah satu kurir.

"Bukannya kamu menunggu pesanan?"

"Biar sekalian saya antar."

"Dekat kok Pak tempatnya."

"Di mana itu?" Nathan menuliskan alamat rumah Bella." Oh. Kenapa tidak di antar sendiri? Bukankah gang itu?" Menunjuk gang komplek.

"Penerimanya Istri orang Pak. Saya takut kena semprot hehe." Si kurir tersenyum aneh begitupun si pegawai resto. Nanti malam saja aku datang. Kalau siang rasanya kurang asyik.

"Terus bagaimana kalau dia bertanya."

"Bilang saja dari tamu yang semalam menginap. Em ini upahnya Pak. Tolong di antar segera ya. Dia pasti kelaparan."

"Ini terlalu banyak."

"Tidak apa. Terimakasih ya Pak."

Setelah menyelesaikan pembayaran Nathan kembali ke mobilnya. Dia berniat pulang lalu beristirahat sejenak untuk menyiapkan kejahilan yang di rencanakan pada Bella.

Terserah jika orang menyebutnya perebut. Nathan hanya ingin Bella mengakui, kalau dirinya jauh lebih baik daripada Leo, lelaki pilihannya.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Putri Cikal

Putri Cikal

lucu maniak sex jadi takluk sm bella😊

2023-07-21

0

Yunita Indriani

Yunita Indriani

iya nanti karma mu adalah tidak bisa jauh dr keteknya Bella ya Nathan 🤣🤣🤣

2023-02-19

3

Yani Yani

Yani Yani

Lanjuuuuut bagus ceritanya 💪💪💪👍👍💐

2023-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!