Titik temu

Dengan wajah gelisah Bara menunggu kedatangan ojek pesanan. Tiba-tiba saja mobilnya mogok sehingga terpaksa dia memesan jasa ojek dari aplikasi.

Beberapa menit kemudian, terlihat seorang berjaket seragam ojek datang menghampiri. Tubuhnya terlihat pendek dan kecil sehingga Bara menerka jika si pengemudi seorang wanita.

Kenapa di aplikasi tertulis lelaki? Aku yakin dia wanita.

"Pak Aldebara?" Tanya si pengemudi memastikan. Wajahnya tertutup masker dan helm sehingga Bara tidak bisa melihat wajahnya. Kenapa dia? Ah tidak apa. Kalau ku batalkan nanti akan jadi masalah.

"Iya." Segera saja Bara naik setelah mengambil barang-barang penting dari mobilnya." Ini Nona atau Mas?" Tanya Bara menggoda.

"Saya wanita Pak."

"Kenapa di aplikasi tertulis lelaki."

"Saya membeli akun ini dari seseorang."

"Oh. Sudah lama menjadi tukang ojek."

"Lumayan Pak. Lima bulan."

"Di tempatku ada lowongan office boy. Mungkin kamu mau melamar? Gajinya sangat besar meski hanya office boy." Ujar Bara menawarkan.

"Saya tidak suka berkerja di perusahaan."

"Kenapa?"

"Tidak apa-apa."

Bara yang sok akrab, senantiasa melontarkan pertanyaan sampai keduanya tiba di depan perusahaan. Namun aneh, sebab si pengemudi tidak mau mengantarkannya sampai ke pintu utama.

"Ya sudah tidak apa." Ucap Bara seraya turun. Dia berdiri tepat di samping si pengemudi sambil menerka-nerka paras yang ada di balik helm.

"30 ribu Pak." Bara tersenyum lalu mengeluarkan uang 50 ribu.

"Kembaliannya untuk mu."

"Oh tidak. Saya ada." Si pengemudi menyodorkan pecahan uang 20 ribu. Namun lagi lagi Bara berusaha menggoda dengan menggenggam tangannya. Si pengemudi panik dan menarik tangannya." Jaga kesopanan ya Pak." Imbuhnya mengingatkan.

"Ku berikan bintang lima kalau kamu membuka masker itu." Sok jual malah padahal butuh uang. Akan ku simpan nomer WhatsApp nya kalau memang dia cantik.

"Jangan seperti itu Pak."

"Jika tidak kamu lakukan. Bintang satu dan ulasan buruk akan ku tulis. Kalau perlu, akan ku laporkan agar kau di keluarkan." Si pengemudi terlihat gelisah mendengar permintaan sederhana tersebut.

"Tujuan Bapak apa?"

"Hanya merasa penasaran. Aku salut melihat seorang wanita yang rela berkerja di jalan."

"Tidak bisa Pak. Terserah jika Bapak mau memberikan ulasan buruk." Si pengemudi menyalahkan mesin motor dan secara cepat Bara menarik kasar masker sampai talinya putus.

Betapa terkejutnya Bara ketika melihat sosok Bella ada di balik masker. Keadaan tubuh yang jauh berubah membuat Bara hampir tidak mengenali. Itu semua terjadi karena perkerjaan yang di geluti sehingga membuat kulit Bella terlihat gelap dan kusam.

"Hahahaha astaga kamu Bella."

Bara malah terkekeh ketika melihat keadaan Bella yang berantakan. Wajah pas-pasan semakin terlihat buruk karena tidak terawat. Bella hanya memikirkan kebutuhan hidup juga uang untuk membeli obat sang Ibu.

"Kenapa senang sekali Bar?" Jawab Bella tersenyum simpul.

"Tidak hahahaha maaf. Kau berubah sekali. Biasanya setelah menjanda, seorang wanita akan berubah cantik tapi kau." Bara kembali terkekeh lagi dan lagi.

"Aku tidak berniat kembali apalagi menarik perhatian orang di masa lalu."

"Seharusnya kau buat si Leo menyesal. Tapi kalau melihat tampilan mu sekarang. Ku rasa keputusan Leo benar." Bella menghela nafas panjang. Kesakitan yang di torehan Leo dan Nathan masih bertengger di otak sehingga dia tidak berniat memulai sebuah hubungan, apalagi memperbaiki diri.

"Ya. Terserah." Bella melajukan motornya daripada harus mendengar hinaan.

Sementara Bara sendiri masih tidak bisa menutup mulut sambil berjalan ke arah pintu utama perusahaan. Jangankan rasa iba, perasaan bersalah atas perbuatan di masa lalu tidak tampak pada mimik wajahnya. Bara juga yang lain tidak merasa di rugikan dan malah mendapatkan keuntungan dari perpisahan Leo, itulah alasannya.

Setibanya di ruang pertemuan, Bara masih saja memperlihatkan wajah bahagianya. Dia duduk tepat di samping Leo. Nathan sudah tampak hadir meski tamu investor belum datang akibat terkena macet.

"Bahagia sekali kamu Bar? Habis dapat lotre?" Tanya salah satunya.

"Aku bertemu Bella tadi." Jawab Bara setengah berbisik. Nathan sontak melirik meski dia berusaha tidak ikut berbicara.

Bella?

"Di mana?"

"Oh astaga Le. Ku rasa kau tidak akan mau bertemu dengannya lagi. Bella terlihat buruk dan lebih tua daripada umur aslinya. Tubuhnya kurus dan kulitnya kusam." Eldar membaca ketertarikan Nathan meski sikap sok acuh di pertontonkan." Sepertinya dia kesulitan setelah bercerai darimu." Leo menghembuskan nafas berat. Dia tidak mampu bergerak bebas untuk mencari. Lisa mengikatnya kuat sampai-sampai sulit bergerak.

"Di mana kamu menemukannya?" Tanya Leo penasaran. Dia sempat melirik ke Nathan yang tengah berpura-pura mempelajari berkas.

"Dia menjadi tukang ojek online sekarang. Kamu mau kontaknya? Aku masih menyimpan nya."

"Berikan padaku." Nathan terlihat tidak suka ketika Leo menyodorkan ponsel ke arah Bara.

"Untuk apa Le?"

"Bukan urusan mu."

"Bagaimana kalau Istri cantikmu tahu?" Leo hanya terdiam. Kini dia menyadari perbedaan antara Lisa dan Bella.

Memang dulu Leo sangat menikmati ketika Lisa bermanja-manja padanya. Tapi seiring berjalannya waktu, dia sadar jika menjalani biduk rumah tangga harus memiliki keseimbangan sementara Lisa hanya mampu bermanja-manja tanpa mau melakukan perkerjaan rumah. Asisten rumah tangga terpaksa Leo bayar. Agar perkerjaan rumah bisa terselesaikan tanpa melewati perdebatan.

"Itu urusan ku."

Leo mengambil lagi ponselnya. Dia menyimpan kontak Bella dan menulis nama Ciko untuk menghindari kecurigaan Lisa.

Aku akan memesan jasanya saat istirahat nanti.

Seakan-akan merasa tidak rela. Nathan terlihat mendengus di sertai hembusan nafas kasar. Dia berdiri sambil menyerahkan berkas ke tangan Eldar.

"Pimpin rapat kali ini. Aku sedikit tidak enak badan." Ujar Nathan beralasan.

"Baik Tuan."

Leo dan yang lain hanya mampu menatap. Sudah beberapa bulan emosi Nathan gampang tersulut padahal dulu mereka masih menganggapnya sebagai teman.

Paska keberhasilannya mendapatkan pengakuan. Nathan sempat menunjukkan sikap ramahnya. Dia kerapkali berbaur dengan para staf kantor dan sering makan siang bersama.

Namun sudah tiga bulan ini, Nathan enggan di ajak berkompromi. Lelaki itu menjadi tidak banyak bicara meski memperketat peraturan tidak di terapkan. Para staf di bebaskan mengobrol santai asal tidak menganggu perkerjaan seperti yang di lakukan tadi.

Setibanya di ruang pribadinya. Nathan mengunci pintu lalu mengambil buku telepon dari atas meja. Dia mencari kontak si pemilik perusahaan ojek online untuk menanyakan kontak milik Bella.

📞📞📞

"Isabella Anastasia. Saya tidak menemukan akun tersebut Tuan.

"Cari dengan teliti.

"Baik Tuan. Saya akan mengirim data semua para pengemudi wanita.

"Ku tunggu kabarnya. Jangan terlalu lama.

"Hm Tuan. Akan saya usahakan.

"Ya.

📞📞📞

Nathan meletakkan gagang telepon lalu bersandar di kursi kebesarannya. Kepalanya mendongak ke atas sambil memperlihatkan wajah penuh kecemasan. Rasanya sangat tidak sabar menunggu kabar dari si pemilik ojek online padahal baru beberapa detik berlalu.

🌹🌹🌹

Maaf typo bertebaran 🙏

Terimakasih 🥰

Terpopuler

Comments

Yani Yani

Yani Yani

Sedih aku.... Kasian kmu bella

2023-02-25

0

Wiwin Vivo

Wiwin Vivo

di tunggu lanjutannya kakak

2023-02-25

1

Yunita Indriani

Yunita Indriani

yg kuat ya Bella,
lanjut kak masih blm puas rasanya

2023-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!