Kutukan Bella

Nathan berencana mengadakan pesta besar-besaran setelah pengakuan Leo yang mengatakan bahwa dirinya sudah menceraikan Bella. Bukti surat gugatan juga di lampirkan untuk menguatkan pernyataan Leo tersebut.

Awalnya Bara dan yang lain memasang wajah kecewa sebab mereka harus membayar uang sebesar lima puluh juta rupiah. Namun ketika Nathan berkata tidak membutuhkan uang dan malah memberikan bonus. Membuat wajah kecewa itu berganti kegembiraan. Mereka seakan tidak memikirkan apalagi kasihan pada keadaan Bella paska bercerai.

Di salah satu villa. Nathan mengelar pesta besar. Berbagai minuman keras bahkan wanita sudah di siapkan untuk memanjakan para tamu. Leo juga turut hadir dan beralasan pergi ke tugas luar kota.

"Nikmati pestanya. Kalian boleh bebas memilih wanita dan mereka akan menemani kalian sampai besok." Tawar Nathan sambil meneguk minuman keras dengan di temani salah satu wanita.

Leo sedikit canggung meski dia tidak kuasa menolak godaan begitupun teman yang lain. Selayaknya pesta sekks, percintaan bebas boleh di lakukan.

Fikiran yang terkontaminasi alkohol membuat beberapa lelaki melupakan keluarga di rumah. Apalagi paras wanita yang di hidangkan sangat menggoda sehingga mereka tidak kuasa menahan hasrat.

Nathan sendiri kini sudah berada di salah satu kamar. Wanita pilihannya sedang menungganginya dengan posisi kaki terbuka. Senyumnya terlihat menawan sambil sesekali meneguk minuman keras.

"Tuan mau langsung atau pemanasan terlebih dahulu." Tawar si wanita.

"Pemanasan sebentar. Ayo tunjukkan keahlian mu." Jawab Nathan mulai mencium keanehan pada cacing berototnya. Seharusnya dia menegang sejak tadi mengingat si wanita sudah mendudukinya.

Namun lagi lagi cacing miliknya tidak merespon. Dia layu seolah-olah tidak menginginkan si wanita yang berusaha merangsang.

Tidak mungkin. Wanita ini cantik sekali tapi...

"Hoooeeeeeek..." Nathan mendorong kasar tubuh si wanita ketika bibir keduanya menempel. Mual hebat mengaduk-aduk perut sebab dia mencium aroma tidak sedap." Mulutmu bau sekali!!" Protes Nathan langsung berdiri.

"Mana mungkin Tuan." Si wanita membungkam mulutnya untuk memeriksa tuduhan Nathan. Bau bagaimana? Aku bahkan sudah memakai pengharum nafas.

"Pergi! Panggil temanmu yang lain." Pinta Nathan kasar.

"Ba baik Tuan." Bergegas saja si wanita pergi sambil membetulkan bajunya.

Tidak berapa lama kemudian, seorang wanita masuk. Nathan langsung menyuruhnya merangsang tapi lagi lagi hal yang sama terjadi. Cacing miliknya tidak merespon dan ketika dia ingin berciuman, rasa mual seketika datang.

"Kenapa lagi ini?" Eluh Nathan berjalan keluar kamar. Dia sempat melihat keadaan sekitar dan menatap ke teman-temannya yang tengah menikmati pesta.

Nathan memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis. Dia ingin memeriksa keadaan tubuhnya yang mungkin terjangkit penyakit kelamin.

"Semuanya normal Tuan." Jawaban tersebut kembali dia dapatkan." Mungkin anda kelelahan." Nathan menghela nafas seakan tidak menerima jawaban tersebut. Dirinya masih berfikir positif dan berharap cacingnya bisa kembali normal setelah beristirahat.

.

.

.

.

.

.

.

.

Enam bulan kemudian...

Sejak pesta itu, Nathan berubah menjadi lelaki sedingin es ketika berhubungan dengan wanita. Sikap buruknya semakin bertambah. Bukan hanya berwatak keras kepala, kini sebutan tidak normal juga dia sandang.

Cacing miliknya tidak merespon dan ketika di lakukan pemeriksaan, tidak terdeteksi penyakit kelamin atau yang lain. Bingung? Tentu saja begitu sebab dulunya sebutan penjahat ranjang puluhan tahun Nathan sandang.

Namun ada keuntungan di balik itu. Kini Asian group semakin berkembang pesat sebab Nathan tidak lagi bisa di suap dengan mengunakan wanita.

"Kenapa saya di mutasi Pak?" Tanya Elena meletakkan selembar kertas.

"Beruntung kau tidak ku pecat!! Sudah ku katakan kalau aku muak melihat mu! Tapi kau datang lagi dan lagi! Kau fikir aku tergoda!!" Bentak Nathan geram. Otaknya meledak-ledak ketika dirinya melihat sosok yang dulu di anggapnya indah.

"Tapi Bu Marta.."

"Pergi!!!" Pinta Nathan berdiri. Dia menutup mulutnya dengan tangan sambil menatap keluar jendela.

Sebaiknya aku datang ke Bu Marta. Aku ingin Nathan cepat menjadi milikku.

Elena terpaksa pergi ketika Eldar menyeretnya keluar ruangan. Dia sering berkunjung ke kediaman Bisma dan Marta untuk menarik perhatian Nathan dengan cara mendekati kedua orang tuanya.

"Apa pertemuan hari ini di batalkan saja Tuan?" Tanya Eldar sambil menyiapkan berkas.

"Tidak. Aku hanya butuh waktu untuk menghilangkan mual ku." Eldar tersenyum. Apa yang di rasakan Nathan terdengar menggelikan.

"Mungkin Tuan sedang mendapatkan teguran. Bukankah keanehan ini terjadi setelah pesta itu?"

"Mana mungkin." Jawab Nathan cepat. Dia selalu menyangkal tebakan Eldar yang sering di lontarkan beberapa bulan terakhir." Aku menyelamatkan Bella dari lelaki seperti Leo." Eldar mengangguk-angguk. Ego Nathan masih di atas ubun-ubunnya.

"Apa salahnya mencoba Tuan. Hanya meminta maaf dengan tulus. Mungkin saja keadaan Tuan kembali normal."

"Aku tidak mempercayai hal seperti itu. Mungkin saja penyakit yang ku derita langkah sehingga Dokter tidak bisa mendeteksi."

"Ya sudah Tuan. Saya hanya menyarankan. Em ini adalah materi yang di bahas untuk pertemuan nanti." Dengan sopan Eldar meletakkan berkas di atas meja.

Setelah Eldar keluar ruangan, Nathan baru membalikkan badan lalu duduk di kursi kebesarannya. Dia mengambil berkas dan mempelajari. Namun bukannya mempelajari, Nathan malah memikirkan perkataan Eldar.

Aku saja tidak tahu dia ada di mana? Seharusnya malam itu aku mengikutinya agar ketika aku membutuhkan. Aku bisa langsung mendatanginya.

Tanpa sepengetahuan Eldar. Nathan sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari keberadaan Bella.

Ada sesal terbesit, mengingat malam terakhir itu. Dengan tega Nathan tersungging di dalam mobil sambil melihat Bella duduk menunggu di pinggir jalan tanpa tujuan.

Nathan begitu terlihat bahagia sebab kemenangan berhasil di dapatkan. Rasa kasihan yang terselip, mencoba di kubur dalam-dalam hanya untuk mendapatkan pengakuan.

Tapi yang terjadi sekarang berbanding terbalik. Nathan sadar akan kesalahannya. Kesombongan yang masih di pertahankan membuat Nathan hanya mampu mengakui kesalahan di depan pusaran sang Ibu. Satu-satunya tempat yang di anggapnya nyaman.

Nathan menarik lacinya lalu mengambil satu buah foto. Dia sudah lama menyimpan foto tersebut. Foto berwarna berukuran 4×8 yang di lampirkan Bella ketika dirinya melamar pekerjaan.

"Bersembunyi di mana kamu?" Gumamnya lirih. Mengusap foto dengan ujung ibu jarinya." Apa kamu masih menyimpan dendam sampai-sampai hidupku menjadi seperti sekarang? Apa benar Tuhan mengutukku."

Nathan enggan mengakui kesalahannya pada Eldar. Dia masih berusaha menyembunyikannya rapat. Nathan yakin mampu menyelesaikan semua dengan caranya tanpa bantuan siapapun.

"Sebaiknya aku menambahkan beberapa orang untuk meluaskan pencarian. Aku berharap semua bisa berjalan normal setelah aku meminta maaf. Tidak perlu ada yang tahu, hanya aku, kamu dan Tuhan."

Sudah bisa di pastikan jika keangkuhan masih berusaha di pertahankan. Nathan ingin meminta maaf secara sembunyi-sembunyi dan berharap semuanya selesai. Apa bisa? Sebab rupanya Nathan sendiri tidak yakin dengan hasil usahanya mengingat sudah dua bulan pencarian di lakukan.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Putri Cikal

Putri Cikal

jangan" bela hamil anak nathn

2023-07-21

0

Yani Yani

Yani Yani

Mana nih lanjutannya

2023-02-25

1

Yani Yani

Yani Yani

Lanjuuuutttt

2023-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!