Bella mengerutkan keningnya ketika seorang kurir pengantar makanan berdiri di balik pintu. Dia tidak merasa memesan makanan sehingga Bella berniat menolak.
"Mungkin Bapak salah alamat." Jawab Bella tidak langsung menerima makanan yang sudah di sodorkan padanya.
"Ini alamatnya kan Non." Menunjukkan secarik kertas yang bertuliskan alamat." Nama Non Isabella kan." Bella terdiam sesaat seraya menatap ke kantung kresek yang bertuliskan Resto Padang yang tadi di datangi.
Apa Mama? Tidak mungkin. Terus dari siapa?
Pengirimnya siapa Pak?"
"Tamu yang datang semalam." Deg! Sontak Bella tersenyum aneh. Tatapannya kini beralih pada rumah Nathan. Mobil terlihat terparkir di garasi dan itu berarti Nathan sudah kembali dari urusannya.
"Saya tidak bisa menerima itu Pak. Sebaiknya Bapak bawa kembali saja."
"Nah terus bagaimana Non? Ini sudah terlanjur di pesan. Perkerjaan saya masih banyak, saya mohon Non berkerja sama dengan baik. Kalau saya sampai terlambat mengantarkan makanan, nanti Customer saya akan kecewa."
Apa Nathan berada di sana tadi? Kenapa aku tidak melihatnya.
"Saya letakkan di sini ya Non. Di makan atau di buang terserah Non saja. Permisi." Setelah meletakkan makanan di meja teras rumah, si kurir pergi untuk melanjutkan perkerjaannya.
Bella mengambil bungkusan makanan dan melihat isi di dalamnya. Ada satu bungkus nasi dan berbagai lauk yang di letakkan dalam kantung plastik kecil.
"Sayang sekali kalau di buang." Eluh Bella tergoda namun merasa bimbang untuk menerima." Ah terserah saja jika ini makanan berasal dari lelaki lain. Sebaiknya ku makan saja." Akhirnya Bella memutuskan membawanya masuk. Masakan Padang terlalu menggiurkan untuk di lewatkan.
Bella duduk di kursi makan lalu membuka bungkusan nasi dan menuang berbagai lauk. Rasa masakan yang menggoyang lidah membuatnya lupa jika makanan tersebut pemberian Nathan.
"Sibuk sekali ya sampai-sampai tidak menghubungi ku sama sekali." Sejak tadi pagi Bella mengirimkan pesan singkat dan sempat melakukan panggilan pada Leo. Tapi hasil yang di dapatkan mengecewakan sebab kontak Leo belum juga aktif hingga sekarang.
Triiiing..
💌Baby aku ingin menemui mu Siang ini. Tapi karena ada kendala jadi aku beristirahat sejenak. Nanti malam kita bertemu.
Apa ini? Kenapa malah dia yang mengirimkan pesan.
💌Jangan berbuat macam-macam. Nanti malam Suamiku pulang.
💌Tidak masalah. Biar aku yang mengatur pertemuan kita. Bagaimana dengan makanannya. Kamu suka? Lain kali kita makan berdua ya.
💌Awas ya. Kamu di larang nekat!
💌Hal ini yang membuatku semakin bernaffsu padamu. Jangan mencegah karena aku tidak akan berhenti. Kita akan mandi keringat setiap malam. Aku ingin mendengar dessahan mu lagi.
💌Gila kamu!!
💌Yub Baby. Terserah. Aku sudah datang dan kau tidak akan bisa lari lagi.
Bella meletakkan ponselnya dengan wajah cemas. Memang benar kalau fisik Nathan begitu menawan. Tapi ikatan pernikahan masih berusaha Bella jaga. Sangat memalukan jika sampai ada seseorang yang tahu tentang percintaan panas mereka semalam.
🌹🌹🌹
Bu Rita dan Pak Salim tiba di villa. Ternyata mereka berniat menghadiri pernikahan antara Leo dan Lisa untuk memberikan restu.
Tanpa Leo ketahui jika selama ini Lisa sudah berhasil merebut hati Bu Rita. Bisa di pastikan jika apa yang di lakukan Lisa selama ini atas persetujuannya.
Pak Salim berusaha tersenyum meski rasanya tidak setuju. Dia merasa kasihan pada Bella yang sudah di khianati kepercayaannya. Namun lagi lagi, Pak Salim tidak mampu berbuat banyak karena terlalu takut dengan Bu Rita.
Mimik wajah Leo yang tadinya bahagia kini berubah panik. Dia melepaskan pegangan tangan Lisa lalu berjalan menghampiri Bu Rita dan Pak Salim.
"A aku bisa menjelaskannya Ma." Namun senyuman simpul terlihat Bu Rita suguhkan.
"Kenapa setakut itu?" Bu Rita menyambut uluran tangan Lisa dan membiarkannya mencium punggung tangannya." Akhirnya kalian menikah. Semoga kamu cepat memberikan Mama keturunan." Leo tersenyum canggung. Dia tidak menyangka jika Bu Rita merestui hubungan mereka.
"Amin Ma." Pak Salim hanya mampu terdiam dan pasrah.
"Jadi kalian?"
"Tidak masalah kalau kamu menikah dengan Lisa. Kalian kan tidak punya hubungan sedarah. Mama malah lebih sreg sama Lisa. Dia mau belajar memasak dan itu artinya dia bisa mengurus kamu dengan baik." Bu Rita mengusap lembut puncak kepala Lisa yang terlihat lebih cantik dan segar daripada Bella.
"Tapi tidak seharusnya begini toh Ma. Izin Istri pertama tetap harus di dapatkan." Sahut Pak Salim sangat kasihan pada Bella. Dia juga tidak menyangka jika Istri nya berbuat setega ini.
"Ya pasti tidak boleh, wong Bella cemburuan." Lisa tersenyum simpul. Tujuannya menjadi Istri orang kaya sukses besar. "Sudahlah Yah. Bella juga belum bisa memberikan keturunan. Mama kan butuh cucu dan menantu yang bisa mengurus Suami." Pak Salim kembali di buat tidak bergeming meski di dalam hatinya berniat menyadarkan Bu Rita atas kesalahannya.
Leo merangkul kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam. Mereka terlihat berbahagia tapi tidak untuk Pak Salim. Dia sungguh memikirkan bagaimana jika Bella sampai tahu.
"Ingat ya Lis. Kamu tidak boleh menunda kehamilan. Mama pengen cepat punya Cucu. Em Mama berjanji, kalau kamu bisa hamil, em.. Kamu akan jadi satu-satunya Istri Leo." Sontak Pak Salim menoleh.
"Lebih baik beritahu Bella sekarang kalau niatmu seperti itu." Sahut Pak Salim cepat.
"Tidak mungkin Pak. Sebelum Lisa hamil."
Bercerai? Leo menelan makanannya pelan. Sedikit sadar tentang kesalahan yang di lakukan. Tidak seharusnya dia mengkhianati Bella hanya untuk memenuhi keinginan pribadinya.
Tapi mau bagaimana lagi. Leo mengakui ketertarikannya pada Lisa. Sikap hangat dan memanjakan memang Leo lakukan untuk menunjukkan pengungkapan rasa.
"Itu egois nama nya Buk. Leo. Tolong bersikaplah tegas. Kalau memang kamu sudah tidak suka Bella. Bicarakan baik-baik." Bu Rita mendengus sementara Lisa seakan acuh. Dia tidak. perduli dengan perdebatan dan hanya ingin hidup bergelimang harta.
"Aku setuju dengan Mama." Aku belum ingin menceraikan Bella. Aku masih menginginkannya.
"Kalian memang tega ya. Sudahlah! Ayah tidak ikut-ikut. Kalau terjadi sesuatu, hadapi sendiri akibatnya." Pak Salim memilih meninggalkan meja makan daripada harus mendengarkan kenyataan menjijikan. Dia merasa sudah mendidik Leo dengan baik namun rupanya pengaruh Bu Rita sangat dominan.
"Jangan dengarkan kata Ayahmu itu Lis. Kamu makan yang banyak ya, biar cepat hamil."
"Ya Ma." Hahahaha. Lihatlah Ma. Akulah pemenangnya. Setelah ini, akan ku singkirkan Bella dari kehidupan kami. Aku tidak mau di duakan agar harta Papa Leo bisa jatuh ke tangan ku. "Em Pa. Kita menginap satu malam lagi ya." Pinta Lisa manja.
"Tidak bisa sayang. Nanti Mama Bella menunggu. Besok juga Papa harus berkerja."
"Yah Pa. Ayolah. Satu malam lagi saja. Nanti kalau di rumah aku tidak bisa bebas." Bu Rita tersenyum simpul seraya mengunyah.
"Ya sudah Leo. Menginap saja tidak apa. Nanti Bella jadi urusan Mama. Biar sepulang dari sini, Mama mampir sebentar ke rumah."
"Begitu Ma. Oke kita menginap satu malam lagi." Lisa tersenyum manis lalu memberikan kecupan singkat sambil membisikkan sesuatu ke telinga Leo.
"Kita bisa melakukan itu semalaman Pa." Bisik Lisa hampir tidak terdengar.
Sontak tubuh Leo memanas mendengar suara lembut dan nafas Lisa membelai telinga. Dia membayangkan percintaannya kemarin. Keduanya bahkan saling menghangatkan tadi malam meski pernikahan baru terjadi pada pagi harinya.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Putri Cikal
mampus giliran si lisa hamil ternyata anak orang lain,wong si leo yg bermasalah
2023-07-21
0
Yunita Indriani
menantu yg mau andaitu bakalan jd permata, ya Monggo pungut aj tuh menantu kerikil,
2023-02-19
2
Marta Veronica Teresia Pangaribuan
semangat thor..
2023-02-19
1