Hasutan Lisa

Kedatangan Bu Rita di sambut hangat oleh Lisa. Dia sengaja menyuruh Bu Rita ke rumah untuk sebuah niat.

Terlihat, Lisa memakan masakan Bu Rita yang di berikan beberapa hari lalu. Harusnya Lisa malas memakan masakan yang sudah di hangatkan. Tapi untuk membalas kekesalannya, dia terpaksa memakannya agar Bella di salahkan.

"Jadi masakan dari Mama tidak di sentuh?"

"Ya aku tidak tahu Ma. Ini tadi ada di kulkas."

"Benar-benar keterlaluan Bella itu! Tinggal makan saja apa susahnya. Sekarang dia di mana?" Lisa terkekeh dalam hati. Rencananya berjalan mulus tanpa kendala, sebab Bu Rita tengah di butakan akan ketidakcocokannya dengan Bella.

"Keluar Ma. Em katanya mau beli ayam krispi di depan kompleks."

"Awas saja kalau pulang?!"

Seharusnya Bu Rita tidak perlu terlalu ikut campur. Tapi semua tidak sepenuhnya kesalahannya sebab Leo seolah belum bisa terlepas dari perhatian sang Ibu.

Leo masih kerapkali mampir ke rumah untuk makan sambil mengeluh soal masakan Bella yang kurang sedap. Perbuatan itu tentu menyulut kekesalan Bu Rita yang benci membeli makanan di luaran.

Bukankah seharusnya Leo bersikap bijak? Tidak sering mampir atau menutupi kekurangan sang Istri? Namun rupanya Leo terlalu egois. Dia hanya memikirkan masalah selera lidahnya tanpa mau mengeluarkan kocek lebih. Sementara Bella sendiri, tidak memiliki keahlian memasak.

Ketika terdengar mobil Leo terparkir, cepat-cepat Bu Rita berdiri untuk menyambut begitupun Lisa. Sedikit terkejut ketika Leo menyeret kasar Bella masuk lalu menutup pintu kasar. Braaaakkkkk!!

"Ada apa ini Le?" Tanya Bu Rita binggung.

"Dia sudah mempermalukan ku!!" Menunjuk ke arah Bella yang masih membawa dua kotak ayam krispi di tangannya.

Hahahaha. Kasihan sekali wanita ini. Lisa tersenyum simpul sebab hasutannya semakin memanas.

"Memangnya dia berbuat apa?" Tentu Bu Rita merasa penasaran meski dia kasihan pada memar di kedua pipi Bella.

"Dia..."

"Ini salah faham Ma." Sahut Bella cepat.

"Aku memergoki kalian. Bagaimana mungkin salah faham." Sahut Leo juga. Dia tidak ingin kalah apalagi mengalah.

"Sudah ku katakan dia mengikuti ku Mas. Dia tidak bisa di hentikan. Bukankah kamu tahu.."

"Tolak saja!!! Kau tidak punya akal ya!" Mendorong kasar kepala Bella." Kau sudah mencoreng martabat ku Bella!!" Bu Rita semakin penasaran juga di buat bingung.

"Masalahnya apa Le? Katakan pada Mama."

"Dia berselingkuh dengan mantan teman kerjanya." Bella menggeleng cepat seraya menatap ke arah Bu Rita.

"Itu tidak benar Ma. Mas Leo salah faham. Kalau aku berniat buruk, tidak mungkin aku melakukan itu secara terang-terangan."

"Astaga Bella!!! Sudah tidak becus mengurus Suami malah bermain api dengan lelaki lain! Mama kan sudah bilang untuk menjaga jarak!! Memalukan sekali!"

Tentu saja eluhan Bella tidak akan di dengar. Selama ini mertua nya memang hobi memprotes dan mengumpatnya. Apapun yang Bella lakukan tidak pernah terlihat baik di mata Bu Rita.

"Ceraikan saja dia Le! Mama malu punya menantu sepertinya!!" Menyentuh dahi Bella dengan telunjuk lalu mendorongnya.

Bella menghembuskan nafas berat. Maniknya tidak lagi berkaca-kaca namun sudah meneteskan air mata. Dia tidak di berikan kesempatan bicara juga membela diri sehingga dadanya seketika terasa sesak di iringi rasa nyeri pada kedua pipi.

"Hm apapun keputusan nya." Jawab Bella terbata. Dia berjalan masuk setelah meletakkan dua kotak nasi di atas meja.

Leo mencengkram erat kepalanya sambil duduk lemah. Ada sesal di hati sebab dirinya tahu jika Nathan memang sedikit tidak waras. Tidak seharusnya dia melimpahkan kesalahan pada Bella sampai harus menamparnya di depan umum.

"Mama sudah tidak tahan." Imbuh Bu Rita begitu bernaffsu. Dia merasa jika Lisa lebih baik daripada Bella yang si sebut sebagai menantu pembangkang.

"Tidak Ma. Aku tidak akan menceraikan Bella." Lisa menghela nafas panjang. Hasutannya ternyata tidak cukup kuat untuk membuat Leo menceraikan Bella.

"Dia sudah berselingkuh Le."

"Hm dia tadi sampai datang ke sini. Dia tinggal di depan rumah Ma." Sahut Lisa menimpali. Berusaha menambahkan api agar kobaran kebencian semakin membesar.

"Astaga. Jadi lelaki itu? Dia sempat ke rumah ketika kalian tidak ada." Leo menghela nafas panjang sambil bersandar lemah.

"Dia Bos di perusahaan ku." Bu Rita menoleh begitupun Lisa.

Wah? Bos? Kak Nathan adalah Bos? Uh menyesal sekali menikah dengan Papa Leo. Apa aku meminta cerai saja? Kak Nathan jauh lebih baik dan pasti jauh lebih kaya.

"Terus dia mengancam akan mengeluarkan mu?" Tanya Bu Rita panik.

"Tidak Ma. Pokoknya aku tidak mau menceraikan Bella. Aku masih mencintai nya." Lisa kembali menghela nafas panjang. Berpura-pura memasang wajah kesal lalu masuk ke dalam tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Tuh kan Lisa marah. Mama yakin dia lebih subur dari Bella." Ujar Bu Rita berbisik. Dia masih ingin merahasiakan kecurangan Leo.

"Entahlah. Aku akan menemui Bella." Langsung saja Bu Rita meraih lengan Leo.

"Rajuk Lisa dulu. Kalau sampai dia marah bagaimana. Mama tidak mau ah kalau Lisa pergi."

"Setelah urusan ku dengan Bella selesai."

"Leo, ayolah. Bella lebih dewasa daripada Lisa yang masih belia. Mama yakin Bella ingin sendiri. Temui Lisa dulu lalu Bella." Leo tersenyum simpul lalu mengecup punggung tangan Bu Rita.

"Iya Mama ku."

"Begitu dong." Tangan Bu Rita terangkat lalu mengusap rambut tebal Leo.

"Ya sudah. Aku ke kamar Lisa dulu. Sebentar lagi aku harus kembali ke kantor. Ada meeting pukul tiga nanti."

"Hm cepat."

Bu Rita tersenyum merekah sambil menatap ke Leo yang terlihat masuk ke dalam kamar Lisa. Keinginannya masih di utamakan meskipun Leo sudah menikah. Bu Rita tidak sadar jika perbuatannya akan berdampak buruk pada kehidupan Leo kelak.

.

.

Di dalam kamar, Lisa berpura-pura marah. Dia berbaring di atas ranjang sambil memunggungi Leo yang tengah duduk di sisinya.

"Papa lupa janjinya." Ujarnya dengan nada manja.

"Iya maaf. Papa terlalu terbawa suasana."

"Aku malas mendengar kalau Papa berkata mencintai Mama. Aku cemburu." Rengek Lisa sambil duduk.

"Walaupun begitu. Mama Bella itu Istri pertama Papa."

"Oh jadi Papa membelanya?" Leo mendekap lembut tubuh Lisa.

"Tidak sayang."

"Terus tadi?"

"Ya oke. Tidak akan Papa ulangi lagi." Leo ingin memahami tentang umur Lisa yang masih belia sehingga dia berusaha mengalah tanpa memikirkan perasaan Bella.

"Hm. Papa pulang atau hanya beristirahat?"

"Setelah ini Papa harus kembali. Ada meeting pukul tiga sore."

"Ku fikir pulang. Em nanti malam Papa tidur sama aku ya." Lisa bersandar pada pundak Leo sambil memainkan jemarinya di paha Leo.

"Tidak bisa sayang. Nanti Mama curiga. Ingat untuk merahasiakan hubungan. Kan jatah mu weekend. Kita berlibur dan menghabiskan waktu berdua."

"Hm iya."

"Sabar ya."

"Iya Pa." Kalau aku berhasil menarik perhatian Kak Nathan. Aku akan meminta cerai dari Papa Leo.

"Sudah waktunya. Papa harus kembali." Lisa tersenyum lalu menegakkan kepalanya. Dia mengecup bibir Leo dan melummat nya lembut. Nafas Leo terbuang kasar, apalagi tangan Lisa masih menari-nari di pahanya.

"Yakin Papa tidak ingin tidur bersama Lisa malam ini?" Tanya Lisa berbisik.

"Kasihan Mama.." Lisa mellumat bibir Leo lagi seakan-akan tidak merelakan nama Bella di sebut." Sayang. Papa harus kembali. Jangan membuatnya menegang." Leo meremas cacingnya yang sudah meronta.

"Kita lakukan dengan cepat Pa. Lisa ingin itu." Rengek Lisa manja. Dia melepas celana dallam nya tanpa di minta lalu duduk di pangkuan Leo dengan kaki terbuka." Pa ayo." Sengaja, Lisa menekan-nekan tubuhnya agar Leo semakin terangsang.

"Yaaaah.." Lenguh Leo dengan nafas memburu. Hasratnya sudah di puncak ubun-ubun sehingga tidak ada alasan lagi untuk menolak.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Putri Cikal

Putri Cikal

biar tau rasa nanti di hianati si lisa

2023-07-21

0

Wiwin Vivo

Wiwin Vivo

di tunggu lanjutannya kakak semangat

2023-02-22

1

Yani Yani

Yani Yani

Dasar si lisa pelakor ya.... Lanjuuuut thor👍👍👍💐💐💐💓💓

2023-02-22

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!