Maaf jika banyak typo bertebaran.. Aku sempat-sempat kan update meski hari ini sibuk. Happy reading ❤️
Para anggota meeting bergumam saat Bisma tidak juga memulai pembicaraan. Padahal sudah setengah jam berlalu namun tujuan meeting belum di jelaskan.
Sia-sia aku datang pagi buta. Meeting bahkan di mulai pukul sembilan. Pak Bisma menunggu apa.
Batin Leo kesal. Dia masih bertahan di Asian group dan memiliki jabatan sebagai manager keuangan. Tapi dia tidak pernah menyangka jika Nathan adalah anak tunggal Bisma.
Selama ini teman-teman menganggap Nathan sebagai staf biasa seperti mereka. Saat kabar pergi ke luar negeri meluas. Mereka masih tidak bisa menebak kalau ternyata Nathan pewaris tunggal Asian group.
"Kemana anak itu?" Tanya Bisma pada Eldar, sang kaki tangan.
"Setengah jam lagi tiba Pak." Bisma menghela nafas panjang. Walaupun prestasi sudah di raih, Nathan masih tidak bisa di atur semenjak kepergian Istrinya.
Elena yang juga hadir, memasang wajah cemas. Dia takut Bisma mengurungkan niatnya untuk memberikan kendali penuh pada Asian group. Padahal selain rasa cinta, tujuan Elena mendekati Nathan karena ingin menumpang hidup glamor.
Kemana Nathan? Kalau sampai Pak Bisma marah bagaimana?
Cklek..
Sontak semua pandangan tertuju ke arah pintu. Anggota meeting yang sebagian besar teman Nathan dulu, memasang wajah bingung ketika sosok itu masuk dengan baju santainya. Memang jas terlihat melekat namun rambut acak-acakan dan kaos oblong masih menjadi gaya berpakaian Nathan.
"Maaf sedikit macet, saya terlambat." Leo menghela nafas panjang. Ada dendam pribadi setelah Bella bercerita soal perbuatan Nathan yang berusaha merebut.
Kenapa dia kembali lagi? Ah biarkan saja. Bella sudah tidak berkerja di sini.
"Seharusnya kamu datang lebih pagi agar tidak terlambat." Protes Bisma pelan.
"Saya pergi ke makam Mama." Bisma hanya mampu terdiam. Tidak kuasa berprotes jika Nathan sudah membahas soal Ibunya. Apapun alasan yang di lontarkan, Nathan senantiasa membela Almarhum Ibunya.
"Duduk." Nathan tersenyum simpul lalu duduk santai.
"Apa kabar Nath." Bisik Bara melontarkan sapaan. Wah. Andai saja Bella masih berkerja. Semuanya akan kembali memanas. Tapi? Kenapa Nathan kembali berkerja? Bukankah dulu dia pergi ke luar negeri?
"Baik. Kau lihat kan?"
"Hm. Bella sudah menikah dengan Leo. Itu tandanya kau gagal." Dengusan terdengar berhembus. Bara dan lain masih belum melupakan kesalahan tersebut sehingga dendam untuk Bella semakin membara.
"Sebentar lagi akan ku dapatkan. Taruhan di naikkan menjadi lima puluh juta!" Bisma melebarkan matanya seraya menjewer telinga kiri Nathan.
"Jaga sopan santun mu!"
"Iya Yah." Sontak Bara menelan salivanya kasar begitupun Leo dan yang lain. Panggilan Nathan untuk Bisma memberikan jawaban atas rasa penasaran mereka.
Yah? Apa aku tidak salah dengar? Leo
Yah? Apa Nathan anak Pak Bisma? Mana mungkin? Kita sama-sama menjadi staf biasa kala itu. Penampilannya juga tidak layak di sebut pewaris. Bara.
"Baik, bisa kita mulai?"
"Silahkan Pak." Jawabnya serentak.
"Tujuan saya mengumpulkan kalian di sini karena hari ini saya ingin menyerahkan kendali penuh Asian group dan puluhan cabang lainnya pada anak saya Nathan."
Nafas Leo seketika sesak mendengar kenyataan tersebut. Begitupun teman-teman Nathan yang lain. Berita tersebut membuat mereka sangat terkejut.
"Saya tahu mungkin kalian sedikit bingung. Nathan pernah menjadi staf biasa di sini. Tapi itu saya lakukan untuk mendidik. Saya ingin Nathan menjadi pemimpin yang adil dan tahu bagaimana merangkak dari bawah." Para anggota meeting mengangguk tapi tidak untuk Leo." Jadi mulai hari ini, segala sesuatu yang menyangkut perusahaan harus melalui persetujuan Nathan. Sampaikan awal kepemimpinan mu." Imbuh Bisma sambil melihat ke arah Nathan yang langsung berdiri.
"Ada beberapa kebijakan yang akan saya rubah. Termasuk pengangkatan jabatan." Nathan mempersilahkan Eldar membagikan surat pemberitahuan yang sudah di siapkan.
Bara dan yang lain terlihat tersenyum ketika Nathan mengangkat jabatan mereka satu tingkat lebih tinggi. Namun itu tidak berlaku untuk Leo, dia tidak mendapatkan surat pemberitahuan tersebut sehingga membuatnya sedikit kesal.
"Untuk Pak Leo. Saya ingin berbicara secara pribadi nanti." Imbuh Nathan tersenyum simpul. Mengedipkan sebelah matanya seolah tengah mengejek.
.
.
.
Singkat waktu setelah semua staf membubarkan diri. Leo khusus di panggil ke ruang pribadi Nathan. Untuk melancarkan aksinya, Nathan menunggu sampai Bisma pulang. Dia tidak ingin sang Ayah tahu soal niatnya mencampuradukkan masalah pribadi dengan perkerjaan.
"Apa saya akan di pecat?" Tanya Leo pelan. Takut tentu saja terlintas. Teman-temannya masih membahas soal kejadian masa lalu yang seharusnya terlupakan.
"Tidak Leo. Aku lihat kinerja mu sangat bagus. Kamu ingin jabatan sebagai direktur utama?" Bisik Nathan tersenyum simpul. Tangan kanannya menepuk pundak Leo lalu duduk di kursi kebesarannya.
"Bukankah itu jabatan Pak Eldar?"
"Dia kaki tangan. Bukan Direktur." Eldar yang berdiri tegap di samping Nathan hanya tersenyum simpul. Bisma memerintahkan Eldar untuk menuruti permintaan Nathan asal tidak merugikan perusahaan.
Sebelum ini, pembicaraan sudah terjadi antara keduanya. Eldar menilai jika Leo cukup pantas untuk di angkat sebagai direktur utama mengingat kinerja kerjanya yang sangat memuaskan. Namun di balik itu, perjanjian kontrak tentu sudah Nathan siapkan untuk mengikat Leo agar tidak berbuat macam-macam.
"Bagaimana? Kamu ingin?" Tanya Nathan mengulang.
"Jabatan itu terlalu tinggi untuk saya." Wah. Gajiku bisa sangat besar. Ku dengar gaji direktur utama hampir 200 juta.
Asian group bukan perusahaan kaleng-kaleng. Gaji para karyawan dan staf selalu lebih tinggi daripada perusahaan lainnya sehingga semua orang sangat menginginkan berkerja di sana.
"Aku pemilik perusahaan ini Leo. Aku menawarkan karena Eldar bilang kau cukup layak." Leo tersenyum simpul. Dia yakin jika berita ini akan membuat Bu Rita dan Lisa merasa senang. Itulah yang ada di otaknya, Bella sudah sedikit tersingkirkan dari fikirannya.
"Tentu saja saya mau Pak."
"Hm." Eldar meletakkan surat perjanjian. Leo mengambilnya dan membacanya dengan teliti.
Masih saja Tuan Nathan menginginkan wanita itu padahal dia tidak berminat untuk menikahinya.
"Sebentar Pak Nathan. Em ini maksudnya apa? Kenapa syaratnya tidak masuk akal." Tanya Leo menunjuk poin yang membuatnya sedikit panik. Nathan menginginkan Leo menceraikan Bella.
"Bukankah jelas. Kau harus bercerai lalu pengangkatan jabatan akan segera kau dapatkan."
"Mana mungkin Pak." Sungguh Leo masih menginginkan Bella. Dia tidak berniat menceraikannya apalagi untuk menuruti permintaan Nathan. Dia masih menginginkan Istriku. Aku tidak akan pernah menceraikan Bella. Aku tidak rela dia menjadi milik orang lain apalagi Bos ku sendiri.
"Penawaran itu hanya ada satu kali."
"Apa saya akan di pecat kalau menolak?"
"Tidak Leo. Jabatan mu akan tetap sama tapi mungkin kehidupan mu tidak akan sama. Aku masih akan berusaha memisahkan kalian berdua." Braaaakkkkk!!! Leo mengebrak meja sambil menatap tajam ke arah Nathan.
"Seharusnya Bapak tidak membawa masalah pribadi ke sini. Saya sudah mendengar kegilaan masa lalu yang sudah Bapak lakukan terhadap Istri saya." Eldar menunduk seraya mengangguk. Tuan muda didikannya tidak mudah di jinakkan. Jangankan dirinya, Bisma yang merupakan Ayahnya saja tidak sanggup mengendalikan Nathan.
"Ya. Istri mu sedikit dungu. Aku tidak paham kenapa dia menolak ku padahal..." Nathan menghela nafas panjang. Ingin menceritakan soal percintaannya dengan Bella namun janjinya pada sang Ibu tidak ingin di langgar." Kau pendek dan aku tinggi. Wajahmu pas-pasan dan aku tampan. Kesempurnaan sudah terlihat meski saat itu aku masih menjadi staf biasa." Alasan satu-satunya yang membuat Leo kesal. Tentu saja fisik Nathan menjadi tolak ukur baginya. Dirinya paham jika tidak setampan Nathan apalagi setelah kenyataan fakta yang di lihat hari ini.
"Maaf Pak. Saya tidak mau."
"Oh baik. Akan ku buat Istri mu menutut cerai."
"Bella tidak semudah itu terayu. Saya tahu bagaimana sifatnya."
"Kau memberi ku tantangan?!!" Leo tersenyum simpul.
"Saya menebak jika anda akan tetap gagal. Dia Istri syah saya. Apapun yang terjadi saya tidak akan menceraikannya. Permisi."
"Aggggh!!!!!" Teriak Nathan geram. Menatap tajam ke arah Leo yang sudah keluar ruangan.
"Apa anda ingin menikahinya Tuan." Tanya Eldar membereskan surat perjanjian.
"Tidak! Aku kesal karena wanita itu selalu.. Ahh! Entahlah! Wanita itu benar-benar menjadi bayang-bayang untuk hidup ku!!" Eldar mengangguk seraya tersenyum.
"1 banding 1000 tapi mungkin suatu saat Tuan akan menemukan seorang wanita yang sejenis dengan nya. Kesetiaan memang sudah jarang di temukan Tuan. Apalagi Tuan sudah berusaha menunjukkan kesempurnaan. Ingat Tuan, mereka sudah menikah. Kalau Tuan hanya ingin menghancurkan pernikahannya tanpa kejelasan, saya kasihan pada Nona Isabella."
"Apa maksudmu hei Eldar!!!"
"Pernikahannya akan hancur hanya untuk pembuktian. Lalu bagaimana kehidupan selanjutnya? Apa Tuan tidak merasa kasihan." Nathan mendengus sambil bersandar lemah pada kursi kebesarannya." Tapi lain hal jika Tuan ingin menikahi nya." Nathan terkekeh nyaring sampai memenuhi ruangan.
"Menikah untuk apa? Bisma saja begitu mudah melupakan Mama dan mengantikannya. Aku membenci pernikahan." Rasa kecewa berat menghantam perasaan Nathan ketika untuk pertama kalinya Bisma memutuskan menikah lagi. Padahal kala itu umur sang Ayah hampir setengah abad.
"Fikirkan lagi soal niat ini Tuan. Saya cukup mengenal Nona Isabella. Tapi tetap saja, saya akan memenuhi apapun perintah Tuan meskipun saya tidak sejalan dengan itu. Permisi, saya harus mengurus beberapa hal." Eldar tersenyum simpul kemudian melangkah keluar ruangan.
"Kalaupun aku menikah. Aku akan memilih wanita yang paling cantik. Bukan wanita bekas Leo! Dia bahkan tidak seberapa cantik! Masih banyak wanita yang lebih cantik darinya!"
Umpat Nathan seakan berbicara pada dirinya sendiri. Urusan Bella membuatnya sedikit pusing. Di satu sisi dia ingin melupakan tapi di sisi lain kemarahan akibat kesalahan di masa lalu berputar-putar di otak.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Yani Yani
Jahat sekali kmu nathan😑, lanjut...... 💪💪💪
2023-02-21
3
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
2023-02-21
1
Yunita Indriani
kasian sekali kamu Bella, punya laki serakah dan ibu mertua yg jahat, si Nathan jg ga jauh beda cm mau pembuktian doang. trs setelah kau berhasil membuktikan kpd teman² mu kau akan membuang Bella begitu SJ.
hancur lah hidupmu Bella, setelah itu pergilah yg jauh biarkan mereka menangisi dan menyesali semua perbuatan mereka ke Bella.
semangat Bella dan penulis 💪, ditunggu kelanjutannya
2023-02-21
2