Kecemburuan Leo

Leo menatap nanar video kiriman dari Lisa. Hatinya memanas melihat dengan jelas Bella terlihat berjalan beriringan bersama Nathan. Video tersebut seakan menunjukkan jika Bella sangat menikmati padahal kenyataannya, Bella berusaha menghindar.

Kenapa Nathan bisa di sana?

Bergegas saja Leo membereskan berkasnya tanpa perduli pada tatapan Eldar yang sejak tadi memperhatikannya.

"Saya izin pulang sebentar Pak."

"Apa ada masalah besar. Jangan lupa untuk meeting nanti sore. Ada investor asing yang akan datang."

"Saya tidak lupa. Saya akan kembali pukul dua nanti." Eldar mengangguk seraya berpura-pura fokus menatap laptop." Apa Pak Nathan ada di ruangannya?" Tanya Leo memastikan. Dia tidak ingin salah menebak meski kegilaan sudah Nathan tawarkan tadi.

"Beliau pulang."

"Di mana rumahnya?"

"Kenapa Pak Leo bertanya begitu." Leo menunjukkan video yang di kirimkan Lisa.

"Menurut anda ini pantas? Dia Istri saya. Bukankah Pak Nathan seharusnya mencari target lain?!" Emosi seketika berkecamuk. Padahal penghianatan sudah Leo suguhkan untuk pernikahannya.

"Saya sudah berusaha menghentikan Tuan Nathan. Tapi rasa penasarannya belum merendah. Nona Isabella satu-satunya wanita yang menolaknya. Mungkin hal itu yang membuat Tuan Nathan bersikukuh mengejar." Leo menghembuskan nafas berat lagi dan lagi.

"Bagaimana jika para staf tahu, relasi dan keluarganya? Bukankah itu mempermalukan nya?!" Leo berharap Nathan mau melepaskan Bella.

"Katakan itu pada Tuan. Sepertinya dia tidak peduli. Selama ini dia hidup sesuai keinginan sendiri. Orang seperti kita bisa apa selain patuh. Ingat Pak Leo. Asian group sangat berpengaruh di bidang bisnis. Jangan menyulut emosi Tuan Nathan jika anda tidak ingin di masukkan dalam daftar hitam." Jawab Eldar mengancam.

"Ternyata anda sama saja."

"Saya hanya patuh pada perintah."

"Perintah yang salah?!!" Teriak Leo geram.

"Penguasa tidak bisa di salahkan. Mereka selalu mendapatkan apapun keinginannya."

"Kalau Pak Bisma tahu.."

"Silahkan pergi." Sahut Eldar cepat." Berprotes lah pada Tuan Nathan bukan saya." Imbuhnya tersenyum simpul. Leo mendengus lalu pergi dan memutuskan untuk pulang.

Sementara di depot ayam krispi. Antrian terlihat membeludak sehingga terpaksa Bella duduk menunggu pesanan sambil beristirahat. Dia mencoba mengacuhkan Nathan yang sejak tadi mengajaknya mengobrol. Padahal tatapan kaum hawa tengah berporos padanya.

Jas dengan kaos oblong di dalamnya. Rambut acak-acakan berparas tampan nan menawan. Bagaimana mungkin Nathan tidak jadi perhatian.

Semua wanita enggan menolak, apalagi sampai menyia-nyiakan kesempatan jika Nathan berusaha mendekat. Mereka tidak perduli berakhir menjadi koleksi. Yang ada di otak hanya bagaimana sensasi ketika seorang Nathan berkeringat sambil bergerak di atas mereka.

"Hei Baby. Kamu tidak percaya dengan apa yang ku ungkapkan tadi?"

"Tidak. Berapa banyak wanita yang sudah kau panggil dengan sebutan itu? Menjijikan sekali." Nathan menghela nafas panjang sambil tersenyum tipis. Dia menatap Bella dari samping. Wanita yang memang tidak berparas cantik namun berhasil mengoyak emosinya.

"Haha. Kamu jijik melihat ku?"

"Ya."

"Mungkin matamu harus di bawa ke Dokter." Tentu saja Nathan tersulut. Sebab pengungkapan rasa hanyalah bagian dari scenario.

"Otakmu lah yang harus di cuci bersih!!"

"Hei ucapan mu kasar sekali padahal sejak tadi aku menahan diri." Protes Nathan yang tatapannya berfokus pada Bella. Penolakan membuatnya frustasi sampai-sampai dia tidak melihat keadaan sekitar.

"Marahlah jika mau marah. Kenapa harus di tahan hah!"

Sabar Nath. Usaha mu akan gagal kalau kamu tetap berkata kasar lalu mereka menertawakan mu.

Nathan menghela nafas sepanjang-panjangnya untuk meredakan emosi. Dia melirik ke arah Bella sebentar lalu kembali menundukkan kepalanya.

"Kenapa pipi mu?" Tanya Nathan pelan. Berharap kondisi bisa lebih kondusif dan hangat. Namun Bella malah berdiri sebab ternyata pesanannya selesai di buat.

Dengan gerakan malas Nathan berdiri sambil mengusap-usap rambut tebalnya. Bella mengesalkan hatinya lagi dan lagi.

"Sekalian dengan punya saya." Sahut Nathan mengeluarkan dompetnya.

"Tidak Kak. Kami datang sendiri-sendiri. Ini." Bella memberikan selembar uang 50 ribu. Setelah menerima kembalian Bella cepat-cepat pergi.

"Ah wanita itu!" Umpat Nathan sambil menyodorkan uang lalu mengambil pesanan tanpa menunggu kembalian. Dia tidak ingin tertinggal dan akan terus mengganggu Bella.

Kaki jenjang milik Nathan tentu memudahkan untuknya menyusul. Sia-sia Bella mempercepat langkah sampai nafasnya tersendat-sendat kalau akhirnya bisa di susul.

"Ramah lah sedikit saja. Kita bertetangga."

"Niatmu sudah terbaca Mas. Aku mohon jangan menganggu ku lagi."

"Kalau aku bisa berhenti, sudah ku lakukan sejak dulu."

"Itu karena kau dendam padaku. Lupakan soal itu."

"Aku menyukai mu. Bukankah tadi aku sudah mengungkapkannya." Bella berhenti lalu menatap Nathan tajam.

"Kau amnesia atau apa? Kemarin kau berkata begitu lalu sekarang kau berkata begini. Menurut mu aku mudah percaya? Astaga. Aku akui kalau kau ini lelaki yang tampan. Tapi kenapa kau menganggu wanita yang sudah bersuami?!!"

Harga diri Nathan seakan di injak-injak. Namun hal itu tidak sanggup membuatnya berhenti menjadi gila. Nathan malah tersenyum yang entah bertujuan untuk apa.

"Aku tidak suka melihat mu hidup tenang bersama Leo." Jawabnya pelan.

"Kau itu..." Sontak Bella panik ketika melihat mobil Leo terparkir. Mimik wajahnya berubah menegang di sertai degup jantung tidak beraturan.

Oh astaga. Ini akan menjadi seru.

"Sejak kapan?!!" Tanya Leo kasar. Segera saja Bella meraih pergelangan tangan Leo berharap volume suara bisa di perkecil.

"Ini salah faham. Sebaiknya kita pulang."

"Tidak Bella." Dengan kasar Leo menyingkirkan tangan Bella dari lengannya." Aku bertanya sejak kapan kalian berhubungan!!!" Bella menghela nafas panjang sambil menatap sekitar. Dia tentu takut perdebatan terdengar penghuni kompleks.

"Aku tinggal di depan rumah kalian." Jawab Nathan cepat. Ada perasaan iba terbesit ketika Leo memperlakukan Bella dengan kasar padahal dirinya sendiri lebih buruk dari itu.

"Oh jadi kau yang memberikan lokasi kompleks ini agar dia bisa menemukan kita." Leo malah melontarkan tuduhan pada Bella.

"Mana mungkin aku melakukannya Mas. Ini hanya kebetulan." Jawab Bella gugup. Mas Leo pasti berfikir macam-macam.

"Lantas ini apa? Kalian pergi berdua di saat aku berkerja." Terlihat beberapa penghuni kompleks keluar. Bella menghela nafas panjang. Berusaha tidak panik apalagi menangis.

"Dia yang memaksa ikut." Menunjuk ke arah Nathan yang tengah tersenyum.

"Terus kau mau?!!!"

"Ini jalan umum Mas. Aku tidak bisa mengusirnya apalagi..."

"Masuk mobil!!!" Pinta Leo menyeret kasar Bella bahkan mendorongnya menuju mobil. Beberapa Bapak-bapak penghuni kompleks mendekat untuk jadi penengah.

"Ada apa ini Pak. Sebaiknya di bicarakan baik-baik." Namun ucapan tersebut tidak mampu menghentikan Leo dan Nathan yang tengah saling menatap tajam.

"Anda tahu ini bukan area perusahaan." Ujar Leo penuh penekanan. Bella yang masih belum masuk malah merasa bingung dengan pembicaraan tersebut.

"Ya. Bicaralah sesuka mu. Aku tidak akan memecat mu, tenanglah."

Memecat? Apa maksudnya?

Leo berjalan mendekat lalu mencengkram erat kerah baju Nathan.

"Jauhi Istri ku!!" Teriak Leo lantang.

"Tidak." Jawab Nathan cepat.

"Kau akan ku tuntut karena hal ini!!!"

"Silahkan tapi aku tidak akan berhenti sebelum keinginan ku terwujud." Bugh!!! Satu hantaman berhasil Leo hadiahkan ke wajah Nathan.

Tidak berselang lama, Nathan membalas pukulan sampai membuat tubuh Leo terpelanting dan membentur mobil. Braaaakkkkk!!

"Sudah ku katakan kalau aku lebih unggul darimu." Ejek Nathan tersenyum simpul. Perhatiannya teralihkan ketika melihat tangan Bella berusaha membantu Leo berdiri namun di tolak mentah-mentah.

"Masuk kataku!! Kau tidak dengar hah!!!" Plaaaaaakkkkkk!!! Karena merasa kalah, Leo sampai tidak sadar sudah mempertontonkan kekerasan di hadapan penghuni kompleks.

Bella yang setengah mati merasa malu, langsung masuk ke dalam mobil. Tidak secara langsung dia di tuduh berselingkuh padahal seharusnya semua bisa di bicarakan baik-baik.

Nathan sendiri merasa menyesal dan malah fokus menatap ke Bella yang tertunduk di dalam mobil. Sungguh dia tidak menyangka jika akibat kegilaannya, Bella harus mendapatkan tamparan.

"Jangan seperti itu Pak." Sahut penghuni kompleks menyalahkan Leo atas apa yang di lakukan pada Bella.

"Ini bukan urusan kalian."

"Itu kekerasan rumah tangga, bisa di pidana kan." Sontak wajah Leo berubah panik. Dia baru sadar hal itu." Sebaiknya Pak Leo bicarakan di rumah. Tidak baik berseteru di jalanan seperti ini." Leo mengacungkan jari tengahnya ke arah Nathan lalu membuka pintu mobil dan berniat masuk.

"Daripada kau mengasari nya, lebih baik kau berikan Istri mu untuk ku." Ledek Nathan membalas. Braaaakkkkk! Leo menutup pintu kasar. Dia melajukan mobilnya pergi tanpa perduli pada tatapan sekitar.

"Bapak orang baru di sini?"

"Yah. Saya tinggal di depan rumah Pak Leo."

"Kalaupun Bapak berniat bercanda. Tolong jangan keterlaluan Pak. Selama ini Pak Leo dan Bu Bella keluarga yang harmonis meski belum di karuniai anak."

"Saya tidak bercanda. Kalau Istrinya mau saya rebut, kalian bisa apa." Para penghuni kompleks tersenyum aneh. Mereka menganggap jika otak Nathan sedikit terganggu." Daripada Bapak-bapak mengomentari urusan saya. Lebih baik Bapak makan ini dan diam." Nathan malah memberikan bungkusan makanan lalu pergi begitu saja.

"Ada juga orang seperti itu." Gumam salah satunya.

"Mendingan kita tidak ikut-ikut Pak."

"Ya. Kalau Bu Bella memang tertarik, kita bisa apa hehe. Astaga, saya tidak menyangka kalau Pak Leo kasar sekali sama Istrinya."

Bapak-bapak kompleks malah membicarakan soal tamparan. Mereka tentu tidak membenarkan hal tersebut mengingat Bella seorang wanita juga Istri yang seharusnya di lindungi.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Wiwin Vivo

Wiwin Vivo

di tunggu lanjutannya kakak semangat

2023-02-22

1

Yani Yani

Yani Yani

Saya tunggu lanjutannya💪💪💪💓💓💐

2023-02-22

1

Yunita Indriani

Yunita Indriani

22nya ga ada yg beres tu lelaki.
Bella disiksa si Lisa n Mak mertua tertawa bahagia pastinya itu.

2023-02-22

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sapaan tetangga baru
3 Niat Lisa
4 Si penyelinap handal
5 Kepanikan di pagi yang tenang
6 Kehilangan selera
7 Pengkhianatan Suami dan Mertua
8 Nathan oh Nathan
9 Kebohongan yang terungkap
10 Bukan untuk cinta tapi dendam
11 Ancaman Leo
12 Jonathan sang pewaris tunggal
13 Ketertarikan Lisa
14 Kecemburuan Leo
15 Hasutan Lisa
16 Satu atap dua rasa
17 Persekutuan yang gila
18 Kutukan Bella
19 Titik temu
20 Hanya kebencian
21 Cium aku
22 Pertanda jodoh
23 Rencana Eldar
24 Kunjungan Bu Rita
25 Terendusnya kebohongan
26 Gagalnya penyamaran
27 Pernyataan rasa
28 Dusta di balik janji
29 Tamparan untuk Leo
30 Pacar Bella
31 Syarat dari Pak Bisri
32 Lisa hamil
33 Untuk pembuktian
34 Rahasia hubungan terlarang
35 Bu Marta
36 Harapan yang pupus
37 Hati yang luluh
38 Tamparan untuk Lisa
39 Mulai yakin
40 Lamaran palsu
41 Kenyataan pahit
42 Tuan depresi
43 Ana adalah Bella
44 Jiwa perebut
45 Desakan dari Pak Bisri
46 Berhenti
47 Kesempatan
48 Kekecewaan Bastian
49 Luapan emosi
50 Tinggal bersebelahan
51 Pesta kejutan
52 Penolakan
53 Musim hujan pertama
54 Tawaran perkerjaan
55 Target baru
56 Berdebat
57 Bertemu Elena
58 Hanya di manfaatkan
59 Ajakan kencan
60 Godaan Nathan
61 Isyarat
62 Salah faham
63 Hasutan
64 Keinginan terakhir
65 Pertimbangan
66 Satu kekhawatiran
67 Undangan pernikahan
68 Ungkapan kecemburuan
69 Hampir hancur
70 Happy ending/ Tamat
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Prolog
2
Sapaan tetangga baru
3
Niat Lisa
4
Si penyelinap handal
5
Kepanikan di pagi yang tenang
6
Kehilangan selera
7
Pengkhianatan Suami dan Mertua
8
Nathan oh Nathan
9
Kebohongan yang terungkap
10
Bukan untuk cinta tapi dendam
11
Ancaman Leo
12
Jonathan sang pewaris tunggal
13
Ketertarikan Lisa
14
Kecemburuan Leo
15
Hasutan Lisa
16
Satu atap dua rasa
17
Persekutuan yang gila
18
Kutukan Bella
19
Titik temu
20
Hanya kebencian
21
Cium aku
22
Pertanda jodoh
23
Rencana Eldar
24
Kunjungan Bu Rita
25
Terendusnya kebohongan
26
Gagalnya penyamaran
27
Pernyataan rasa
28
Dusta di balik janji
29
Tamparan untuk Leo
30
Pacar Bella
31
Syarat dari Pak Bisri
32
Lisa hamil
33
Untuk pembuktian
34
Rahasia hubungan terlarang
35
Bu Marta
36
Harapan yang pupus
37
Hati yang luluh
38
Tamparan untuk Lisa
39
Mulai yakin
40
Lamaran palsu
41
Kenyataan pahit
42
Tuan depresi
43
Ana adalah Bella
44
Jiwa perebut
45
Desakan dari Pak Bisri
46
Berhenti
47
Kesempatan
48
Kekecewaan Bastian
49
Luapan emosi
50
Tinggal bersebelahan
51
Pesta kejutan
52
Penolakan
53
Musim hujan pertama
54
Tawaran perkerjaan
55
Target baru
56
Berdebat
57
Bertemu Elena
58
Hanya di manfaatkan
59
Ajakan kencan
60
Godaan Nathan
61
Isyarat
62
Salah faham
63
Hasutan
64
Keinginan terakhir
65
Pertimbangan
66
Satu kekhawatiran
67
Undangan pernikahan
68
Ungkapan kecemburuan
69
Hampir hancur
70
Happy ending/ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!